Kabupaten Sambas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Sambas
كابوڤاتين سمباس
三發縣
Sānfā xiàn
Lambang Kabupaten Sambas
Lambang Kabupaten Sambas
كابوڤاتين سمباس
三發縣
Sānfā xiàn


Moto: ("Sambas Hebat")



Sambas.svg
Peta lokasi Kabupaten Sambas
كابوڤاتين سمباس
三發縣
Sānfā xiàn di Kalimantan Barat
Koordinat: 1'23" Lintang utaraLU dan 108'39" Bujur TimurBT
Provinsi Kalimantan Barat
Dasar hukum -
Tanggal peresmian -
Ibu kota Kota Sambas
Pemerintahan
-Bupati H. Atbah Romin Suhaili, Lc
-Wakil Bupati Hj. Hairiah, SH.,MH
APBD
-DAU Rp. 702.231.663.000.-(2013)[1]
Luas 6.395,70 km2
Populasi
-Total 640.474 jiwa (2015)[2]
-Kepadatan 100,14 jiwa/km2
Demografi
-Suku bangsa Melayu, Dayak, Tionghoa, Banjar, Jawa, Batak, dan Minangkabau
-Agama Islam 84.82%
Budha 8.01%
Kristen 3.56%
Katolik 3.14
Hindu 0.43%
Konghucu 0.03 dan Lain-Lain (0,12%)
-Bahasa Bahasa Indonesia, Melayu, Dayak, Bahasa Hakka, Dialek Tiochiu dan Banjar
-Kode area telepon 0562
-Bandar udara Bandar Udara Paloh
Pembagian administratif
-Kecamatan 19
-Desa 193
Simbol khas daerah
Situs web http://www.sambas.go.id
Sambas pada masa Hindia Belanda

Kabupaten Sambas (Melayu Jawi:كابوڤاتين سمباس, Hanzi: 三發縣 ; Pinyin: Sānfā xiàn, 三發 artinya Sambas dan 縣 yang artinya Kabupaten) adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Barat. Kabupaten Sambas memiliki luas wilayah 6.395,70 km² atau 639.570 ha (4,36% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat), merupakan wilayah Kabupaten yang terletak pada bagian pantai barat paling utara dari wilayah provinsi Kalimantan Barat. Panjang pantai ± 128,5 km dan panjang perbatasan negara ± 97 km.[3]

Kabupaten Sambas yang terbentuk sekarang adalah hasil pemekaran kabupaten pada tahun 2000. Sebelumnya wilayah Kabupaten Sambas sejak tahun 1960 adalah meliputi juga Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang sekarang dimana pembentukan Kabupaten Sambas pada tahun 1960 itu adalah berdasarkan bekas wilayah kekuasaan Kesultanan Sambas.

Sejarah

Sejarah Kerajaan Sambas[4] berkaitan dengan Kerajaan Majapahit dan Kesultanan Banjar. Kerajaan Sambas kemudian dilanjutkan oleh Kesultanan Sambas yang asal-usulnya tidak bisa terlepas dari kerajaan di Brunei Darussalam. Antara kedua kerajaan ini mempunyai kaitan persaudaraan yang sangat erat.

Pada zaman dahulu, di Negeri Brunei Darussalam bertahta seorang raja yang bergelar Sri Paduka Sultan Muhammad. Setelah dia wafat, tahta kerajaan diserahkan kepada anak cucunya secara turun temurun. Sampailah pada keturunan yang kesembilan, yaitu Sultan Abdul Djalil Akbar.[5] and [6]

Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, No. 8[7]

Geografi

Batas Wilayah

Kabupaten Sambas terletak di antara 1’23” LU dan 108’39” BT dengan batas-batas wilayah administratif sebagai berikut:

Utara Sarawak, Malaysia Timur
Selatan Kota Singkawang dan Kabupaten Bengkayang
Barat Selat Karimata, Laut Cina Selatan
Timur Kabupaten Bengkayang dan Sarawak, Malaysia Timur

Iklim

Kabupaten Sambas termasuk daerah beriklim tropis dengan curah hujan bulanan rata-rata 187.348 mm[butuh rujukan] dan jumlah hari hujan rata-rata 11 hari/bulan. Curah hujan yang tertinggi terjadi pada bulan September sampai dengan Januari dan curah hujan terendah antara bulan Juni sampai dengan Agustus.

Temperatur udara rata-rata berkisar antara 22,9°C. Sampai 31,05 °C. Suhu udara terendah 21,2 °C terjadi pada bulan Agustus dan yang tertinggi 33,0 °C pada bulan Juli. Kelembaban udara relatif 81-90%, tekanan udara 1,001-1,01/Hm Bar, kecepatan angin 155 – 173 km/hari, elipasi sinar matahari 50.73%, penguapan (evaporasi ) harian antara 4,2-5,9 Hm dan evapotranspirasi bulanan 134,7 – 171,4 mm.[3]

Jenis Tanah

Jenis tanah di daerah datar meliputi jenis Organosol, Aluvial dan Podsolik Merah Kuning (PMK) sedangkan di daerah berbukit dan bergunung meliputi jenis tanah Latosol dan Podsolik Merah Kuning (PMK). Secara terperinci luas masing-masing jenis tanah tersebut adalah sebagai berikut:[3]

  • Organosol: 136.230 ha
  • Podsolik Merah Kuning (PMK): 157.320 ha
  • Aluvial: 230.630 ha
  • Podsol: 44.600 ha
  • Latosol: 70.790 ha

Tekstur Tanah

  • Halus: 300.798 ha
  • Sedang: 157.320 ha
  • Kasar: 76.112 ha
  • Gambut: 69.510 ha
  • Lainnya: 72.990 ha

Geomorfologi

Kondisi wilayah Kabupaten Sambas bedasarkan ketinggian di atas permukaan laut dapat dikelompokkan sebagai berikut:[3]

  • Ketinggian 0–7 m di atas permukaan laut terdapat di kecamatan:
    • Sejangkung
    • Sambas
    • Tebas
    • Selakau
    • Jawai
    • Paloh
    • Teluk Keramat
  • Ketinggian 8–25 m di atas permukaan laut terdapat di kecamatan:
    • Sejangkung
    • Sambas
    • Tebas
    • Selakau
    • Pemangkat
    • Teluk Keramat
  • Ketinggian 26–100 m di atas permukaan laut terdapat di kecamatan:
    • Sejangkung
    • Sambas
    • Tebas
    • Selakau
    • Pemangkat
    • Teluk Keramat
    • Paloh

Daerah Aliran Sungai

Secara umum Kabupaten Sambas memiliki 3 (tiga) Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan total hamparan 516.200 ha, meliputi:[3]

  • DAS Paloh: 64.375 ha.
  • DAS Sambas: 258.700 ha
  • DAS Sebangkau: 193.125 ha.

Pemerintahan

Daftar Bupati

Nomor Foto Nama Masa Jabatan Keterangan Wakil Bupati Ref
1 R. Djenal Asikin Judadibrata 1950–1951 [8]
2 Sudjono 1951–1952
3 Raden Prayitno Tjokro Hadi Suryo 1952–1954
4 Raden Abubakar Arya Diningrat 1954–1955
5 R.P.N. Loemban Tobing 1955–1958
6 Muhammad Zaini Noer 1958–1960
7 Firdaus 1960–1967
8 H. Muhammad Nurdin 1967–1973
9 Soemardji 1973–1978 Periode pertama
1978–1983 Periode kedua
10 Saksono 1983–1988
11 Drs. Saidi A.S. 1988–1990
12 Drs. H. Tamar Abdulsalam 1990–1991
13 Syafei Djamil, M.Sc. 1991–1996
14 Tarya Aryanto 1996–2001
15 Ir. H. Burhanuddin A. Rasyid 2001–2006 Periode pertama Prabasa Ananta Toer
2006–2011 Periode kedua dr. Hj. Juliarti Djuhardi Alwi, M.Ph.
16 dr. Hj. Juliarti Djuhardi Alwi, M.Ph. 2011–2016 DR. Pabali Musa, M.Ag.
17 H. Atbah Romin Suhaili, Lc. 13 Juni 2016–sekarang Hj. Hairiah, S.H., M.H. [9]

Dewan Perwakilan

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sambas

Kecamatan

Wilayah administratif Kabupaten Sambas meliputi 19 kecamatan, yaitu:

  1. Sambas
  2. Selakau
  3. Pemangkat
  4. Tebas
  5. Jawai
  6. Teluk Keramat
  7. Sejangkung
  8. Paloh
  9. Subah
  10. Sajingan Besar
  11. Galing
  12. Tekarang
  13. Semparuk
  14. Jawai Selatan
  15. Sebawi
  16. Sajad
  17. Tangaran
  18. Selakau Timur
  19. Salatiga

Keseluruhan wilayah kecamatan tersebut dibagi lagi menjadi 183 desa.

Pemekaran Daerah

Kabupaten Sambas Darul Makmur/KABUPATEN SAMBAS UTARA

Kabupaten Sambas Darul Makmur atau Kabupaten Sambas Utara adalah nama untuk calon daerah otonom baru dikabupaten sambas provinsi kalimantan barat.Walaupun sampai dengan saat ini kabupaten sambas darul makmur/sambas utara masih merupakan suatu wacana dari masyarakat didaerah kecamatan jawai,kecamatan jawai selatan,kecamatan teluk keramat,kecamatan tangaran dan kecamatan paloh.kelima kecamatan ini merupakan kecamatan yang berada dalam satu pulau yang terpisah dari kabupaten sambas induk, di mana akses untuk menuju ke kecamatan-kecamatan tersebut hanya bisa dilakukan dengan menggunakan jasa penyebrangan sungai. Sungguh ironi memang,di mana kelima kecamatan tersebut merupakan penyumbang hasil bumi dan PAD terbesar bagi kabupaten induk (kabupaten sambas) akan tetapi terkucilkan karena tidak adanya kepedulian dari pemerintah kabupaten sambas untuk membangun akses jembatan....untuk itu sudah suatu kebulatan tekad bagi masyarakat dilima kecamatan tersebut untuk menuntut dibentuknya suatu daerah otonom baru yang bernama Kabupaten Sambas Darul Makmur / Sambas Utara.


Kabupaten Sambas Pemangkat

Kecamatan Yang Bergabung Ke Dalam Kabupaten ini meliputi :

  1. Semparuk
  2. Pemangat
  3. Selakau
  4. Selakau Timur
  5. Salatiga

Kota Sambas

Kecamatan Yang Bergabung Ke Dalam Kota ini meliputi :

  1. Sambas

Provinsi Sambas

Provinsi Sambas merupakan rencana pemekaran dari Provinsi Kalimantan Barat, terletak pada bagian Utara Kawasan Kalimantan Barat saat ini. Kemungkinan Kabupaten/Kota yang tetap bergabung ke dalam Provinsi ini meliputi :

  1. Kota Sambas (Ibu Kota)
  2. Kota Singkawang
  3. Kabupaten Bengkayang
  4. Kabupaten Salamantan
  5. Kabupaten Sanggau Ledo
  6. Kabupaten Sambas
  7. Kabupaten Sambas Pemangkat
  8. Kabupaten Sambas Utara

Demografi

Jumlah Penduduk

Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sambas per Agustus 2013 Jumlah penduduk Kabupaten Sambas sebanyak 667.921 jiwa. Total penduduk laki-laki sebanyak 341.982 jiwa (51%), sedangkan penduduk perempuan sebanyak 325.939 jiwa (49%).

Jumlah Penduduk berdasarkan kelompok umur (pertengahan tahun 2013) :

  • 0 - 14 tahun sebanyak 26%.
  • 15 - 64 tahun sebanyak 66%
  • 65 tahun keatas sebanyak 8%

dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa jumlah penduduk sambas lebih di dominasi penduduk dengan usia produktif di bandingkan penduduk usia tidak produktif.

Jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin dengan rincian total kelompok umur 0-9 tahun sebanyak 58.467 orang (urutan pertama terbesar), total kelompok umur 0-4 tahun sebanyak 57.301 orang (urutan kedua terbesar) , total kelompok umur 10-14 sebanyak 52.607 orang (urutan ketiga terbesar), (Tabel 4.1).

Kepadatan penduduk sekitar 78 jiwa/km² atau 2.724 jiwa per desa. Penyebaran penduduk di Kabupaten Sambas tidak merata antar kecamatan yang satu dengan yang lainnya. Kecamatan Pemangkat merupakan kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi yaitu 403 jiwa/km². Sebaliknya Kecamatan Sajingan Besar dengan luas sekitar 21,75% dari total wilayah Kabupaten Sambas hanya dihuni 7 jiwa/km². Laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,01 persen. Laju pertumbuhan penduduk Kecamatan Tangaran adalah yang tertinggi dibandingkan kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Sambas yakni sebesar 3,50 persen. Sedangkan yang terendah adalah Kecamatan Jawai Selatan yaitu sebesar -0,33 persen. Kecamatan Tebas berada pada urutan pertama dari jumlah penduduk, namun dari sisi laju pertumbuhan penduduk masih berada di bawah laju pertumbuhan Kabupaten Sambas yaitu 0,92 persen.

Kepadatan Penduduk & Laju Pertumbuhan Penduduk

Kepadatan penduduk sekitar 78 jiwa/km² atau 2.724 jiwa per desa. Penyebaran penduduk di Kabupaten Sambas tidak merata antar kecamatan yang satu dengan yang lainnya. Kecamatan Pemangkat merupakan kecamatan dengan tingkat kepadatan penduduk tertinggi yaitu 403 jiwa/km². Sebaliknya Sajingan Besar dengan luas sekitar 21,75% dari total wilayah Kabupaten Sambas hanya dihuni 7 jiwa/km².

No. Kecamatan Jumlah Penduduk (Jiwa) Luas Wilayah (Km²) Kepadatan Penduduk (Jiwa/km²) Laju Pertumbuhan Penduduk (%) Laju Pertumbuhan Penduduk (%)
1. Kecamatan Selakau 30.387 129,51 235 1,05
2. Kecamatan Selakau Timur 10.423 162,99 64 2,19
3. Kecamatan Pemangkat 44.783 111,00 403 0,44
4. Kecamatan Semparuk 24.026 90,15 267 1,10
5. Kecamatan Salatiga 14.752 82,75 178 0,55
6. Kecamatan Tebas 64.200 395,64 162 0,92
7. Kecamatan Tekarang 13.524 83,16 163 1,74
8. Kecamatan Sambas 45.993 246,66 186 2,25
9. Kecamatan Subah 17.525 644,55 27 -0,01
10. Kecamatan Sebawi 15.820 161,45 98 1,42
11. Kecamatan Sajad 9.985 94,94 105 0,49
12. Kecamatan Jawai 35.089 193,99 181 0,13
13. Kecamatan Jawai Selatan 17.601 93,51 188 -0,33
14. Kecamatan Teluk Keramat 58.723 554,53 106 0,08
15. Kecamatan Galing 19.674 333,00 59 0,11
16. Kecamatan Tangaran 21.517 186,67 115 3,50
17. Kecamatan Sejangkung 22.836 291,26 78 2,32
18. Kecamatan Sajingan Besar 10.177 1.391,2 7 3,34
19. Kecamatan Paloh 24.144 1.148,84 21 0,93
20. Total 501.149 6.395,70 78 1,01

Ekonomi

Struktur perekonomian Kabupaten Sambas masih di dominasi oleh 3 sektor utama yaitu sektor pertanian, sektor perdagangan-hotel-restoran dan sektor industri pengolahan. Sektor pertanian memberikan kontribusi 39,77%, sektor perdagangan-hotel-restoran memberikan kontribusi 30,37% dan kontribusi sektor industri olahan sebesar 11,27% (tahun 2012). Laju inflasi atas dasar harga produsen tahun 2012 di Kabupaten Sambas menurun dibandingkan dengan tahun 2011 yaitu dari 7,26% menjadi 5,41% pada tahun 2012.

Tingkat pendapatan suatu daerah dapat diukur antara lain dari pendapatan per kapita, penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta gambaraan kualitatif tentang keadaan sandang, pangan dan perumahan masyarakat. Berdasarkan data tahun 2003 dapat dilihat Keadaan perekonomian Kabupaten Sambas, yaitu:[3]

  • PAD sebesar Rp. 16.350.041.018,-
  • Pendapatan per kapita sebesar Rp. 3.419.922,-
  • Pajak bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp. 8.560.013.046,-
  • Upah minimum regional (UMR) sebesar Rp .400.000,-

Sedangkan tingkat pendapatan mata pencaharian menurut sektor, yaitu:[3]

  • Pertanian berjumlah 207.350 orang
  • Industri Pengolahan berjumlah 152.028 orang
  • Listrik, gas, dan air berjumlah 9.053 orang
  • Bangunan berjumlah 28.308 orang
  • Perdagangan berjumlah 34.695 orang
  • Perhubungan berjumlah 2.874 orang
  • Keuangan berjumlah 9.723 orang
  • Jasa kemasyarakatan lainnya berjumlah 34.678 orang

Lihat pula

Referensi

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ http://www.sambas.go.id Jumlah Penduduk Kabupaten Sambas
  3. ^ a b c d e f g Kondisi umum Kabupaten Sambas di situs resmi
  4. ^ (Melayu)Johannes Jacobus Ras, Hikayat Banjar diterjemahkan oleh Siti Hawa Salleh, Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka, Lot 1037, Mukim Perindustrian PKNS - Ampang/Hulu Kelang - Selangor Darul Ehsan, Malaysia 1990.
  5. ^ Sekilas sejarah kesultanan Sambas di situs sambas.go.id
  6. ^ Sejarah Sambas di situs humassambas.com
  7. ^ (Belanda) Staatsblad van Nederlandisch Indië, s.n., 1849
  8. ^ "Bupati Kabupaten Sambas". pontianakonline.com. Diakses tanggal 13 Desember 2016. 
  9. ^ "Gubernur Lantik Bupati Sambas Terpilih 2016-2021". kalbarprov.go.id. 17 Juni 2016. Diakses tanggal 13 Desember 2016. 

Pranala luar