Kabupaten Tana Toraja

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Tana Toraja
Coat of Arms, Tana Toraga Regency.png
Lambang Kabupaten Tana Toraja


Moto: "Misa' Kada di Po Tuo Pantan kada di Pomate"



-
Peta lokasi Kabupaten Tana Toraja di Sulawesi Selatan
Koordinat: -
Provinsi Sulawesi Selatan
Dasar hukum UU Darurat No. 3 Tahun 1957
Tanggal peresmian -
Ibu kota Makale
Pemerintahan
-Bupati Ir. Nicodemus Biringkanae
-Wakil Bupati Victor Datuan Batara, S.H.
APBD
-APBD -
-DAU Rp. 444.741.329.000.-(2013)[1]
Luas 2.054,30 km2
Populasi
-Total 268.558 jiwa (2017)[2]
-Kepadatan 130,73 jiwa/km2
Demografi
-Agama Kristen Protestan 64.74%
Katolik 18.68%
Islam 12.76%
Hindu 3.81%
Budha 0.01%[2]
-Kode area telepon 0423
Pembagian administratif
-Kecamatan 19
-Kelurahan 159
Simbol khas daerah
Situs web www.tanatorajakab.go.id

Kabupaten Tana Toraja adalah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan bupati bernama Ir. Nico Biringkanae. Ibu kota kabupaten ini adalah Makale. Sebelum pemekaran, kabupaten ini memiliki luas wilayah 3.203 km² dan berpenduduk sebanyak 268.588 jiwa (2017).[2]

Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan dan mempertahankan gaya hidup yang khas dan masih menunjukkan gaya hidup Austronesia yang asli dan mirip dengan budaya Nias. Daerah ini merupakan salah satu objek wisata di Sulawesi Selatan.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Bupati KDH Tana Toraja
No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
1
La Kitta
1 Maret 1957
23 Juli 1958
1
[Ket. 1]
2
SJ. Sarungngu
23 Juli 1958
21 Oktober 1958
2
[Ket. 2]
3
DS. Rantesalu
21 Oktober 1958
15 Mei 1959
3
[Ket. 3]
4
BA. Simatupang
15 Mei 1959
12 Juli 1960
4
5
HL. Lethe
12 Juli 1960
24 Maret 1963
5
AJK. Andi Lolo
24 Maret 1963
11 Januari 1964
[Ket. 4]
6
DS. Rantesalu
11 Januari 1964
25 Juni 1966
6
7
Abner Tampubolon
25 Juni 1966
4 September 1972
7
4 September 1972
11 April 1973
Drs.
Nusu' Lepong Bulan
11 April 1973
24 Januari 1974
[Ket. 5]
8
AJK. Andi Lolo
24 Januari 1974
3 Desember 1984
8
9
9
A. Jacobs
3 Desember 1984
2 Desember 1989
10
10
Prof.
Tandi Roma Andi Lolo
Ph.D
2 Desember 1989
12 Januari 1995
11
11
Drs.
Tarsis Kodrat
12 Januari 1995
12 Januari 2000
12
Drs.
Bartho Sattu
Bupati Tana Toraja
No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
Abbas Sabbi
S.H
12 Januari 2000
5 Agustus 2000
[Ket. 6]
12
Johanis Amping Situru
S.H
5 Agustus 2000
5 Agustus 2005
13
Drs.
Cornelius Lempang Palimbong
M.BA
Amiruddin Maula.jpg Drs. H.
Baso Amiruddin Maula
S.H, M.Si
5 Agustus 2005
27 September 2005
[Ket. 7]
(12)
Johanis Amping Situru
S.H
27 September 2005
27 September 2010
14
Drs.
Andarias Palino Popang
M.H
13
Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung.jpg Theofilus Allorerung
S.E
27 September 2010
27 September 2015
15
Adelheid Sosang
S.P, M.H
Pejabat Bupati Tana Toraja Jufri Rahman.jpg Drs. H.
M. Jufri Rahman
S.H, M.Si
28 September 2015
17 Februari 2016
[Ket. 8]
14
Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae.jpg Ir.
Nicodemus Biringkanae
17 Februari 2016
Petahana
16
Victor Datuan Batara
S.H
Keterangan
  1. ^ Bupati Pertama Tana Toraja
  2. ^ DPD merangkap Wakil Kepala Daerah Tana Toraja
  3. ^ Wakil Ketua DPD/Kepala Daerah Tana Toraja
  4. ^ Pj. BKDH Tk II Tana Toraja
  5. ^ Penjabat Bupati
  6. ^ Penjabat Bupati
  7. ^ Penjabat Bupati
  8. ^ Penjabat Bupati


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Komposisi DPRD Periode 2014-2019[sunting | sunting sumber]

Fraksi Partai Golkar[sunting | sunting sumber]

  • Yariana Somalinggi, SE (Ketua)
  • Marthen Patulak, SH (Wakil Ketua)
  • Randan P. Sampetoding, SE (Sekretaris)
  • Josephine M. Palamba', STh (anggota)
  • Welem Sambolangi', SE (anggota)
  • dr. Elis Batti', M.K.M(Anggota)
  • Manga Rante Patila, SE(Anggota)

Fraksi Partai Gerindra[sunting | sunting sumber]

  • Yohanis L. Ambalinggi, SE (Ketua)
  • Adolfina M. Pakonglu, S.Pd (Sekretaris)
  • Drs. Kendek Rante (Anggota)
  • Johanis Amping Situru, SH (Anggota)

Fraksi Partai Hanura[sunting | sunting sumber]

  • Selmy Sattu, SH (Ketua)
  • Yakobus Tonglo Langi' (Wakil Ketua)
  • Sony Palullungan (Sekretaris)
  • Andareas Tadan, SE (Anggota)

Fraksi Partai Nasdem[sunting | sunting sumber]

  • Semuel P. Tandirerung, SH (Ketua)
  • Yohanis Patabang, SE (Wakil Ketua)
  • Beatris Palamba, SE (Sekretaris)
  • Paris Palinggi Allorerung (Anggota)

Fraksi Partai Demokrat[sunting | sunting sumber]

  • Ir. Kristian H. P. Lambe', MM (Ketua)
  • Aser Pakabu (Sekretaris)
  • (Anggota)

Fraksi PDI Perjuangan[sunting | sunting sumber]

  • Stepanus Maluangan, S.Sos (Ketua)
  • Paulus Paonganan (Sekretaris)
  • Drs. Luther Sampe Patasik (Anggota)

Fraksi PKP Indonesia[sunting | sunting sumber]

  • Ir. Titus Peri Panannangan (PKPI/Ketua)
  • Andarias P. Buttu Tasik (PKPI/Wakil Ketua)
  • Ir. Amir Loga (PKS/Sekretaris)
  • Safruddin, SE (PKS/Anggota)
  • Nataniel Retta, S.Sos (PKPI/Anggota)

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Pemekaran Daerah[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2008, bagian utara wilayah kabupaten ini dimekarkan menjadi Kabupaten Toraja Utara dengan ibukota Rantepao.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kebanyakan masyarakat Toraja hidup sebagai petani. Komoditi andalan dari daerah Toraja adalah sayur-sayuran, kopi, cengkeh, cokelat dan vanili. Perkenonomian di Tana Toraja digerakkan oleh 6 pasar tradisional dengan sistem perputaran setiap 6 hari. Keenam pasar yang ada ialah:

  1. Pasar Makale
  2. Pasar Ge'tengan
  3. Pasar Sangalla'
  4. Pasar Rembon
  5. Pasar Salubarani

Demografi[sunting | sunting sumber]

Agama[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data sensus BPS Kabupaten Tana Toraja tahun 2017 menunjukan bahwa mayoritas penduduk menganut agama Kristen Protestan sebanyak 64.74%, kemudian Katolik 18.68%, Islam 12.76%, Hindu 3.81% dan Budha 0.01%[2]

Agama di Kabupaten Tana Toraja
Agama Persen
Kristen Protestan
  
64.74%
Katolik
  
18.68%
Islam
  
12.76%
Hindu
  
3.81%
Buddha
  
0.01%

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Tempat wisata[sunting | sunting sumber]

Miniatur rumah Toraja pada sebuah perayaan tahun 1910-1940.
Perayaan di Toraja sebelum tahun 1939.

Tana Toraja merupakan salah satu daya tarik wisata Indonesia, dihuni oleh Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan dan mempertahankan gaya hidup yang khas dan masih menunjukkan gaya hidup Austronesia yang asli dan mirip dengan budaya Nias. Daerah ini merupakan salah satu objek wisata di Sulawesi Selatan.

Buntu Kalando[sunting | sunting sumber]

Tongkonan/rumah tempat Puang Sangalla' (Raja Sangalla') berdiam. Sebagai tempat peristirahatan Puang Sangala' dan juga merupakan Istana tempat mengelola pemerintahan kerajaan Sangalla' pada waktu itu, Tongkonan Buntu Kalando bergelar "tando tananan langi' lantangna Kaero tongkonan layuk". saat ini Tongkonan Buntu Kalando dijadikan Museum Tempat meyimpan benda-benda prasejarah dan peninggalan kerajaan Sangalla'.

Kambira[sunting | sunting sumber]

Kuburan bayi yang belum tumbuh giginya (umur 6 bulan kebawah) yang diletakkan di dalam pohon hidup yang dilubangi.

Pallawa[sunting | sunting sumber]

Tongkonan Pallawa adalah salah satu tongkonan atau rumah adat yang sangat menarik dan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao.

Lemo[sunting | sunting sumber]

Tempat ini sering disebut sebagai rumah para arwah. Di pemakaman Lemo kita dapat melihat mayat yanng disimpan di udara terbuka, di tengah bebatuan yang curam. Kompleks pemakaman ini merupakan perpaduan antara kematian, seni dan ritual. Pada waktu-waktu tertentu pakaian dari mayat-mayat akan diganti dengan melalui upacara Ma' Nene.

Bertempat di Bukit Burake, Tana Toraja telah dibangun patung Yesus yang diklaim tertinggi di dunia. Maksudnya letak patung tersebut berada pada ketinggian 1100 meter di atas permukaan laut atau letak patungnya tertinggi di dunia, ukuran patungnya sendiri tidak tertinggi di dunia.[3]

Usaha konservasi[sunting | sunting sumber]

Tana Toraja adalah salah satu tempat konservasi peradaban budaya PROTO MELAYU AUSTRONESIA yang masih terawat hingga kini. Kebudayaan adat istiadat, seni musik, seni tari, seni sastra lisan, bahasa, rumah, ukiran, tenunan dan kuliner yang masih sangat Tradisional, membuat Pemerintah Indonesia mengupayakan agar Tana Toraja bisa dikenal di dunia Internasional, salah satunya adalah mencalonkan Tana Toraja ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2009.

Hal tersebut didukung oleh Jepang untuk menjadikan Tana Toraja sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Jepang sendiri akan ikut dalam upaya konservasi tersebut, khususnya terkait dengan rumah adat di daerah itu.

Dukungan ini disampaikan dalam pertemuan antara delegasi Indonesia dan Jepang di Poznan, Polandia, Sabtu (11/9/2010), Pertemuan dilakukan setelah usainya Pertemuan Para Menteri Kebudayaan Asia dan Eropa (Asia-Europa Culture Minister Meeting/ASEM) yang keempat pada 9-10 September di Poznan yang dihadiri oleh perwakilan dari sekitar 40 negara di Asia dan Eropa.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ a b c d "Kabupaten Tana Toraja Dalam Angka 2017". BPS Kabupaten Tana Toraja. Diakses tanggal 5 Agustus 2018. 
  3. ^ Muh. Abdiwan. "Patung Yesus Tertinggi di Dunia Ada di Toraja, Ini Foto-Foto Keindahan Alamnya". Diakses tanggal 20 Juli 2018. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]