Nurdin Abdullah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Nurdin Abdullah
Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulawesi Selatan (2018)
Gubernur Sulawesi Selatan ke-8
Mulai menjabat
5 September 2018
Presiden Joko Widodo
Wakil Andi Sudirman Sulaiman
Pendahulu Syahrul Yasin Limpo
Soni Sumarsono (Pj.)
Bupati Bantaeng ke-9
Masa jabatan
15 Agustus 2008 – 15 Agustus 2018
Gubernur Syahrul Yasin Limpo
Soni Sumarsono (Pj.)
Wakil Andi Asli Mustajab (2008–13)
Muhammad Yasin (2013–18)
Pendahulu Azikin Solthan
Pengganti Ashari F. Radjamilo (Pj.)
Ilhamsyah Azikin
Informasi pribadi
Lahir 7 Februari 1963 (umur 55)
Bendera Indonesia Parepare, Sulawesi Selatan
Kebangsaan  Indonesia
Pasangan Liestiaty F. Nurdin
Anak Putri Fatima Nurdin
M. Syamsul Reza Nurdin
M. Fathul Fauzi Nurdin
Alma mater Kyushu University
Pekerjaan Politisi
Situs web http://nurdinabdullah.net/

Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr (lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 7 Februari 1963; umur 55 tahun) adalah Gubernur Sulawesi Selatan Periode 2018-2023 didampingi oleh Andi Sudirman Sulaiman Sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Selatan. Pada

da Mei 2015 Nurdin menerima penghargaan "Tokoh Perubahan" dari suratkabar Republika bersama tiga pejabat daerah lainnya.[1]

Pada Juni 2018, Nurdin Abdullah bersama pasangannya Andi Sudirman Sulaiman mendapatkan suara terbanyak pada Pemilihan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan periode 2018-2023.[2]

Latar Belakang[sunting | sunting sumber]

Nurdin Abdullah adalah Bupati Kabupaten Bantaeng periode 2008 hingga 2013 dan periode 2013 - 2018. Pada Mei 2015 Nurdin menerima penghargaan "Tokoh Perubahan" dari surat kabar Republika bersama tiga pejabat daerah lainnya. Pada 15 Agustus 2016, Ia mendapat anugerah Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama dari presiden Indonesia Joko Widodo. Tanda Jasa ini dianugerahkan kepada empat tokoh yang dinilai telah memberikan sumbangsih dalam bidang sosial kemanusiaan.

Nurdin Abdullah lahir di kota Parepare, Sulawesi Selatan tanggal 07 Februari 1963. Prof Nurdin Abdullah merupakan anak pertama dari enam bersaudara. Ayahnya berasal dari Kabupaten Bantaeng ( Butta Toa') dan merupakan keturunan Raja Bantaeng ke-27. Sedangkan ibunya dalam keseharian menjadi ibu rumah tangga (IRT) dan berasal dari soppeng. Ia menikah dengan Ir. Hj. Liestiaty F. Nurdin, M. Fish pada tanggal 11 Januari 1986 dan telah dikaruniai 1 anak perempuan dan 2 anak laki-laki.

Saat ini, Nurdin dan keluarga tinggal di Perumahan Dosen Tamalanrea, Sulawesi Selatan. Selama menjabat sebagai Bupati Bantaeng, Nurdin tinggal di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng Jalan Gagak, Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Prof. Dr. Ir. H.M Nurdin Abdullah, M.Agr. adalah Bupati pertama di Indonesia yang menjabat Profesor. Ia menyelesaikan studi S1 di Fakultas Pertanian dan Kehutanan di Universitas Hasanuddin pada tahun 1986 dan menyelesaikan studi S2 Master of Agriculture di Universitas Kyushu Jepang pada tahun 1991. Di Universitas yang sama, ia pun menyelesaikan studi S3 Doktor of Agriculture (1994). Sebelum berkecimpung di dunia politik, Nurdin dikenal sebagai seorang akademisi, dan pernah menempati beberapa jabatan struktural di universitas maupun di perusahaan swasta. Ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Kehutanan di Universitas Hasanuddin dan menjadi Dewan Penyantun Politeknik Negeri Makassar. Terakhir ia memilih dunia politik dan mengabdi kepada masyarakat sebagai Bupati Bantaeng dua periode berturut-turut hingga tahun 2018. Karier Nurdin Abdullah baik itu di bidang pendidikan, bisnis atau pun pemerintahan dinilai cemerlang oleh karena itu tak heran jika Nurdin hingga kini mengoleksi lebih dari 100 penghargaan dari berbagai macam bidang.

Pada Pemilihan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan 2018, Nurdin Abdullah yang berpasangan dengan Andi Sudirman Sulaiman mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Sulawesi Selatan. Pasangan ini didukung oleh tiga partai politik, yaitu Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Amanat Nasional (PAN). Pada pemilihan yang diselenggarakan pada tanggal pada tanggal 27 Juni 2018, pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman mendapatkan suara terbanyak, 1.867.303 suara, mengungguli tiga orang pesaingnya.[3]

Nurdin Abdullah sebagai Bupati Bantaeng 2013–2018

Riwayat Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan Formal :[sunting | sunting sumber]

  1. Tamat SDN Tahun 1976
  2. Tamat SMP Tahun 1979
  3. Tamat SMAN 5 Makassar Tahun 1982
  4. S1 Fakultas Pertanian dan Kehutanan UNHAS Tahun 1986
  5. S2 Master of Agriculture Kyushu University Jepang Tahun 1991
  6. S3 Doktor of Agriculture Kyushu University Jepang Tahun 1994

Pendidikan / Latihan Jabatan[sunting | sunting sumber]

  1. Pra Jabatan Tahun 1987
  2. LEMHANAS RI Angkatan IV tahun 2010

Riwayat Jabatan[sunting | sunting sumber]

  1. Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin
  2. Presiden Direktur PT Maruki Internasional Indonesia
  3. President Director of Global Seafood Japan
  4. Director of Kyusu Medical Co. Ltd. Japan
  5. Dewan Penyantun Politeknik Negeri Makassar
  6. Bupati Bantaeng, Masa Bakti 2008 - 2013
  7. Bupati Bantaeng, Masa Bakti 2013 - 2018
  8. Gubernur Sulawesi Selatan, Masa Bakti 2018-2023

Riwayat Organisasi[sunting | sunting sumber]

  1. Ketua Persatuan Alumni dari Jepang - Sulawesi Selatan
  2. Ketua Umum Masyarakat Perhutanan Indonesia Reformasi Sulawesi Selatan
  3. Ketua Umum Persatuan sarjana Kehutanan Sulawesi Selatan
  4. Ketua Yayasan Maruki Makassar
  5. Ketua Badan Majelis Jami'ah Yayasan Perguruan Islam Athirah Bukit Baruga
  6. Ketua Umum KONI Kabupaten Bantaeng
  7. Badan Penasehat PGRI Kabupaten Bantaeng
  8. Ketua Bidang Pertanian APKASI, 2010 - 2015
  9. Koordinator Wilayah assosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Provinsi Sulawesi Selatan, 2010 - 2015.
  10. Sekjen Assosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) tahun 2015 - sekarang

Kiprah Politik[sunting | sunting sumber]

  • Perubahan Bantaeng ( Butta Toa' )

Sejak Nurdin menjabat sebagai Bupati Bantaeng, perubahan dalam bidang pelayanan kesehatan sangat terasa. Ia menciptakan layanan kesehatan 'mobile ambulans' yang beroperasi selama 24 jam. Nurdin memodifikasi mobil Nissan Elgrand yang merupakan hibah dari pemerintah Jepang‎ untuk dijadikan ambulans. Prestasi itu bahkan terdengar sampai ke luar negeri seperti, yaitu Amerika Serikat. Konsul Jenderal Amerika Serikat, Joaquin Monserrate‎, terbang ke Bantaeng pada akhir 2014 lalu untuk melihat langsung pertumbuhan ekonomi dan layanan kesehatan ala Nurdin.[?] Bukan itu saja, selama 7 tahun ia memacu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bantaeng. Hasilnya Bantaeng mengalami pertumbuhan dari 4,7 persen menjadi 9,2 persen selama kurun waktu tersebut.[?] Kini Bantaeng menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.

Nurdin memiliki kebiasaan untuk bertemu langsung dengan warganya. Warga masyarakat memiliki kebiasaan berkumpul di 'Bonto Atu' pada pagi hari untuk bertemu Bupati, karena setiap hari Selasa sampai Jumat pagi ia selalu membuka rumahnya untuk warga yang ingin bersilahturahmi. Warga datang dari berbagai kalangan dan menyampaikan berbagai macam hal, dari memberi informasi, menyampaikan masukan, meminta arahan, sampai mengantar undangan. Semua hal yang dibicarakan di dalam forum ini dicatat dan dicarikan jalan keluarnya bersama-sama. Forum ini juga digunakan untuk menjalin silahturahmi antar warga masyarakat dan warga masyarakat dengan kepala daerahnya.

  • Terobosan atau Inovasi yang dilakukan

A. Bidang Ekonomi

  1. Mencetuskan Bantaeng sebagai kabupaten benih berbasis Teknologi.
  2. Revitalisasi kelembagaan petani dimana kelompok tani dilakukan revitalisasi kelompok dengan mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga kelompok tani yang berbadan hukum.
  3. Gerakan massal penerapan sistem tanam legowo 2 : 1 terhadap pengembangan dan peningkatan produksi dan produktivitas komoditas tanaman pangan khususnya padi.
  4. Pengembangan kawasan agrowisata uluere melalui sinergitas lintas sektor dalam usaha pengembangannya, untuk sektor pertanian fokus pada pengembangan tanaman apel, strobery, tanaman sayuran organik kentang serta tanaman hias (krisan) serta pengembangan pembibitan melalui kultur jaringan.
  5. penerapan pola zonasi wilayah pengembangan untuk pengembangan komoditas unggulan pertanian antara lain : zona pengembangan agrowisata uluere, zona pengembangan kawasan tanaman pangan yakni pengembangan komoditas padi, jagung dan talas bantaeng ( talas safira).
  6. pembentukan badan usaha milik desa ( bumdes) di setiap desa yang berfungsi lembaga keuangan mikro bagi masyarakat desa.
  7. kebijakan pembangunan industri pengolahan hasil pertanian meliputi pembangunan industri pengemasan hasil dan pengepakan : pembangunan industri pengalengan hasil laut; pengembangan industri olahan hasil komoditi wortel ( kripik snewota).
  8. pengembangan perbenihan berbasis teknologi antara lain pengembangan kultur jaringan.
  9. perbaikan kualitas ternak sapi melalui teknologi inseminasi buatan.
  10. perbaikan kualitas ternak sapi melalui teknologi inseminasi buatan dan laser punktur.
  11. pemanfaatan limbah ternak menjadi bio gas sebagai energi alternatif di pedesaan.
  12. pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik padat dan cair.
  13. pemnfaatan limbah tanaman pangan dan perkebunan ( kopi,cokelat,biji kapuk) menjadi pakan ternak.
  14. integrasi pengelolaan hutan desa dengan badan usaha milik desa ( bumdes ).
  15. pengembangan kawasan wisata, untuk menjadi bantaeng sebagai daerah tujuan wisata.
  16. mencutuskan bantaeng sebagai pusat pengembangan industri dibagian selatan, sulawesi selatan.
  17. mendorong pengembangan pendidikan vokasi melalui pembangunan akademi komunitas

B. Bidang Sosial Budaya

  1. guru menjemput murid di semua jenjang pendidikan, dalam rangka semakin mendekatkan guru dan murid dalam berkomunikasi serta membangun budaya disiplin, agar guru lebih awal hadir dibanding dengan murid.
  2. Brigade siaga bencana ( BSB ) atau pelayan call center 113 atau (0413) 21408. masyarakat cukup menghubungi call center tersebut, dokter dan perawat akan mengunjungi rumah penduduk yang mengalami gangguan kesehatan yang di lengkapi dengan ambulance yang lengkap dengan peralatan apotek,layanan ini gratis bagi seluruh penduduk yang ada di bantaeng termasuk penduduk yang melintas di kabupaten bantaeng. layanan BSB tersebut satu atap dengan layanan pemadam kebencanaan yang meliputi pemadam kebakaran, PMI, Orari dan Tagana.
  3. Shuttel Bus untuk anak sekolah, di seluruh penjuru kabupaten Bantaeng, sehingga permasalahan transportasi bukan lagi permsalahan pendidikan yang ada di Kabupaten Bantaeng.
  4. One Stop Service, Bupati setiap hari mulai jam 6 sampai 9 pagi melakukan open house, atau dikenal " sesi curhat masyarakat kepada pemerintah ", melalui pertemuan dengan bupati tersebut, masyarakat menyampakai sebuah keluhan terkait pelayanan pemerintah

C. Bidang Infrastruktur

  1. Membangun cekdam pengandali banjir dan waduk tunggu, selain berfungsi sebagai pengandali banjir juga berfungsi sebagai cadangan air untuk irigasi di musim kemarau.
  2. membangun public space sebagai sarana olahraga masyarakat, pusat kuliner/ pasar malam dan kegiatan lainnya yang berskala kabupaten, provinsi dan nasional dalam mewujudkan bantaeng sebagai kota MICE di kawasan selatan, Sulawesi Selatan.
  3. pembangunan kota bebas debu dan penghijauan melalui gerakan jumat bersih dan sabtu menanam.

Tanda Bintang Yang Pernah Diterima[sunting | sunting sumber]

  1. Tanda Bintang Jasa Utama Bidang Koperasi dan UKM dari Presiden RI, Tahun 2016.

Penghargaan Yang Pernah Diterima[sunting | sunting sumber]

  • Tahun 2009
  1. Satya Lencana dari presiden RI BidangPertanian, januari 2009
  2. Medali/Piagam penghargaan dari Gubernur Sulawesi Selatan atas Kepedulian terhadap Wajib Belajar 12 Tahun, Maret 2009
  3. Sertifikat Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, 2009.
  4. Piagam Penghargaan Agro Inovasi 2009, Kategori Agro Inovasi Peningkatan Adopsi Teknologi, Agustus 2009
  5. Piagam Penghargaan Perpamsi Award dari Dewan Pengurus Pusat Permpamsi, 2009
  • Tahun 2010
  1. Piagam dan Medali dari Kejaksaan Agung RI terhadap Kepedulian Pengelolaan dan Pengembangan Kantin Kejujuran di Kabupaten Bantaeng,2010
  2. Peniti Emas dari KTNA Propinsi Sulawesi Selatan terhadap Pengembangan Produksi Hasil Pertanian, 2010.
  3. Penghargaan sebagai warga kehormatan Battalyon Infantery 726/Tamalate 2010
  4. Piagam/ sertifikat sebagai pemateri Talkshow Pendidikan se- sulawesi selatan oleh Isradi Community dan Radar Bulukumba, Tahun 2010
  5. Piagam Penghargaan dari Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan atas Peran dan Dukungannya mengembangkan Minat Baca serta merintis TBM sayang Buku Ibu Suka Membaca di Kabupaten Bantaeng, Tahun 2010
  6. Anugerah KOPEL AWARD dari KOPEL SULAWESI di Makassar, Tahun 2010
  7. Gerakan SUL-SEL menabung program Tapemda Sayang Petani
  8. Celebes Tanda Bukti Prestasi Celebes Marching Band dan Colour Guard Champion 2010
  9. Penghargaan gerakan Sul Sel GO GREEN,2010
  10. Menteri Kelautan dan Perikanan Adibakti Mina Bahari 2010
  11. Menteri Pertanian RI tentang Ketahanan pangan, 2010
  12. Departemen Pertanian Pusat Perlindungan Varietas Tanaman
  13. Juara I lomba Usaha Kecil menengah Pengolahan Hasil Perikanan tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2010
  14. Piala Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, 2010.
  • Tahun 2011
  1. Peringkat 2 Nasional Tahun 2011 Pembinaan Kabupaten Kategori Pendamping Lokal Program PNPM
  2. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) 2011 untuk Kategori Daerah dengan Terobosan Inovatif Bidang Pelayaran Administrasi Kependudukan dan Perizian.
  3. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) 2011 untuk Kategori Daerah dengan Terobosan Inovatif Bidang Akuntabilitas Publik
  4. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) 2011 untuk Kategori Daerah dengan Terobosan Inovatif Bidang Pelayanan Pendidikan
  5. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) 2011 untuk Kategori Daerah dengan Terobosan Inovatif Bidang Pertumbuhan Ekonomi
  6. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) 2011 untuk Kategori Daerah dengan Terobosan Inovatif Bidang Pemerataan Ekonomi
  7. Peringkat 1 Nasional Tahun 2011 Pembinaan Kabupaten Kategori Kabupaten Sehat.
  8. Piagam Penghargaan Program Pelayanan Kesehatan Gratis Provinsi Sul- Sel, 12 Nopember 2011.
  9. Peringkat 2 Nasional, Pembinaan Kabupaten Kategori Pendamping Lokal Program PNPM, Tahun 2011. Peringkat 1 Nasional Tahun 2011 Pembinaan Kabupaten Kategori Kabupaten Sehat.
  10. Tanda Kehormatan Satya Lencana Pembangunan 16 Juni 2011.
  11. Piagam Penghargaan Gubernur Sul-Sel sebagai Tokoh yang berjasa bagi Pembinaan dan Pengembangan Taman Pendidikan TK-TPA BKPRMI di Kab. Bantaeng 2 Juli 2011.
  12. Penghargaan SWASTI SABA PADAPA atas jasa dalam penyelenggaraan Kabupaten Sehat oleh Menteri Kesehatan, 2 November 2011
  13. Penghargaan Menteri Kelautan dan Perikanan ADIBAKTI MINA BAHARI sebagai Juara III bidang Pesisir Kategori Pemerintah Tingkat Nasional, Desember 2011.
  14. Piala Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, 2011.
  • Tahun 2012
  1. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2012, Grand Award untuk Kategori Terebosan Paling Menonjol Bidang Pengembangan Ekonomi
  2. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2012, Otonomi Award untuk Kategori Pemerataan Ekonomi
  3. People of The Years (POTY) Tahun 2012 Harian Seputar Indonesia
  4. Penghargaan Nugrah jasa Dharma Pustaloka. Diberikan oleh Perpusnas RI kepada Bupati Bantaeng atas kepedulian terhadap pengembangan Perpustakaan di Kabupaten Bantaeng. Diterima di Jakarta pada tanggal 11 Oktober 2012.
  5. Penghargaan sebagai Nominator Unggulan Innovative Government Award (IGA) kategori Pembangunan Berbasis Desa dari Kementrian Dalam Negeri RI, Tahun 2012.
  6. Piagam Penghargaan Ketahanan Pangan Adhikarya Pangan Nusantara tingkat Provinsi Sul-Sel tahun 2012.
  • Tahun 2013
  1. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2013, Grand Award untuk Kategori Terobosan Paling Menonjol Bidang Pengembangan Ekonomi
  2. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2013, Otonomi Award untuk kategori terobosan inovatif untuk pertumbuhan ekonomi.
  3. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2013, Nominator Unggulan Layanan Adminisrasi Kependudukan dan Perizinan.
  4. Piagam Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2013, Nominator Unggulan Partisipasi Publik.
  5. Piagam Penghargaan peningkatan produksi padi tahun 2013 sebesar 13,73 persen
  6. Piala Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, 2013.
  7. Penghargaan Innovative Government Award (IGA) kategori Pengembangan Komoditi Berbasis Desa dari Kementrian Dalam Negeri, Tahun 2013.
  8. Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) tahun 2013 Penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah RI kepada daerah yang mampu menata transportasi publik dengan baik.
  • Tahun 2014
  1. Penghargaan SINDO Weekly Government Award 2014 kategori daerah terbaik sektor investasi (diserahkan di Jakarta oleh Mendagri Gamawan Fauzi, 19 Maret 2014)
  2. Piala Adipura tahun 2014. Penghargaan tertinggi dari Presiden melalui Kementrian Lingkungan Hidup. Diserahkan di Jakarta pada pada tanggal 5 Juli 2014. Kabupaten Bantaeng telah menerima 1 Piagam dan Empat Piala selama Empat Tahun berturut-turut.
  3. Penerima MIPI Awards 2014 Kategori Praktisi Pemerintahan dari Pengurus Pusat Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia diserahkan di Jakarta pada tanggal 28 Agustus 2014
  4. Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2014, Otonomi Award 2014 Kategori Utama/ Grand Category : Daerah dengan terobosan paling menonjol bidang performa politik
  5. Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2014, Otonomi Award 2014 Kategori Khusus/ Special Category: Daerah dengan terobosan inovatif bidang partisipasi publik (Program Perencanaan dan Penganggaran Partisipatif)
  6. Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2014, Nominator daerah dengan terobosan inovatif bidang akuntabilitas publik (Layanan pengaduan masyarakat)
  7. Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2014, Nominator daerah dengan terobosan inovatif bidang kesehatan (kemitraan Ormas dalam pelayanan kesehatan)
  8. Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2014, Nominator daerah dengan terobosan paling menonjol bidang lingkungan hidup
  9. Penghargaan dari FIPO (Fajar Institute of Pro Otonomi) Tahun 2014, Nominator daerah dengan terobosan inovatif bidang pelayanan administrasi kependudukan dan perizinan (Layanan Perizinan anti pungli)
  10. Penghargaan tertinggi “UAPAKRTI” dari Presiden melalui Kementrian Perindustrian, Penghargaan bidang Industri Kecil Menengah untuk jasa kepedulian Kepala Daerah terhadap pengembangan UKM, di serahkan oleh Menteri Perindustrian di Jakarta pada tanggal 15 Oktober 2014
  11. Penghargaan Pajak Daerah Award Sulawesi Selatan Tahun 2014, Kategori Pemerintah Kabupaten terbaik dalam penyelesaian pajak bermotor kendaraan dinas. Diserahkan pada Bulan November 2014.
  12. Penghargaan Social Media Award 2014 untuk Kategori Bupati. Diserahkan di Hotel Mulia Jakarta pada tanggal 13 November 2014. Penghargaan ini bertujuan sebagai apresiasi kepada mereka yang sukses dalam memanfaatkan social media sebagai sarana membangun komunikasi dengan konsumen/masyarakat/fans. Selain itu penghargaan ini diharapkan mampu mendorong perkembangan social media sebagai media komunikasi yang efektif dan positif di Indonesia.
  13. Piagam Penghargaan Ketahanan Pangan Adhikarya Pangan Nusantara tingkat Provinsi Sul-Sel tahun 2014.
  14. Anugrah Parahita Eka Praya (APE) tahun 2014 Kategori Madya. Penghargaan tertinggi dari Presiden melalui Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Penghargaan di bidang Pengarus Utamaan Gender (PUG), Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan Yohana Yambise di Jakarta pada tanggal 18 Desember 2014
  15. Penghargaan P2WKSS (Peningkatan Peran Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera) Tk. Propinsi untuk Kelurahan Ereng-Ereng Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng sebagai Juara Pakarti Utama I Sul-Sel, 2014
  16. Penghargaan dari Koran SINDO sebagai Kepala daerah Inovatif 2014, diserahkan di Solo pada tanggal 11 Desember 2014
  17. Penghargaan Adiwiyata Tk. Propinsi Sulawesi Selatan dan Tingkat Nasional Tahun 2014.
  18. Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) tahun 2014. Penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah RI kepada daerah yang mampu menata transportasi publik dengan baik.
  19. Piala Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, 2010, 2014
  • Tahun 2015
  1. Anugrah Apresiasi Pendidikan Islam (API) diserahkan di Jakarta oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin pada tanggal 6 Januari 2015.
  2. Penghargaan Pangripta Award dari Gubernur Sulawesi Selatan atas Perencanaan pembangunan, April tahun 2015.
  3. Penghargaan Men’s Obsession kategori Kepala Daerah Berprestasi Tahun 2015.
  4. Penghargaan sebagai Tokoh Perubahan Tahun 2014 dari Republika, Tahun 2015.
  5. Penghargaan I News Maker Award 2015 Seputar Indonesia kategori Kepala Daerah Terbaik, 2015.
  6. Penghargaan Kepala Daerah Inovatif dari Koran SINDO, Tahun 2015.
  7. Penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Pratama, dari Presiden RI Tahun 2015.
  8. Penghargaan dari Menteri Dalam Negeri atas Penggunaan Teknologi Evoting pada pelaksanaan Pilkades serentak, Tahun 2015
  9. Anugerah Aksara Pratama Tahun 2015 atas Kinerja Kepedulian yang tinggi dalam percepatan penuntasan tuna aksara di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan.
  10. Penghargaan dari Ikatan Dokter Indonesia sebagai Tokoh Masyarakat yang mempunyai perhatian Dalam Pengembangan Kesehatan, Tahun 2015.
  11. Penghargaan tertinggi sebagai Kabupaten Sehat Swasti Saba Wistara, dari Menteri Kesehatan RI Tahun 2015.
  12. Penghargaan tertinggi Dalam Percepatan Penuntasan Tuna Aksara “Anugerah Aksara Pratama” dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Tahun 2015.
  13. Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) tahun 2015 Penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah RI kepada daerah yang mampu menata transportasi publik dengan baik.
  • Tahun 2016
  1. Penghargaan Kepala Daerah Terbaik Bidang Kesehatan dari SINDO Government Award Tahun 2016.
  2. Penghargaan dari Program Pespuseru dari Cocacola Foundation Indonesia dan Bill & Melinda Gates Foundation atas Komitmen dan Dukungan dalam Pengembangan Perpustakaan, Tahun 2016.
  3. Penghargaan Pangripta Award dari Gubernur Sulawesi Selatan atas Perencanaan pembangunan, April tahun 2016.
  4. Piala Adipura Buana dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, 2016.
  5. Anugerah IPTEK “Budhipraja” sebagai Kepala Daerah Inovatif dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Tahun 2016.
  6. Tanda Penghargaan Tokoh Inspirasi Pemuda Indonesia dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Tahun 2016.
  7. Tanda Kehormatan Satyalencana Pembangunan (SP) Bidang Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga, Tahun 2016.
  8. Anugerah Sindo Award Kepala Daerah Inovatif dari SINDO Group, Tahun 2016.
  9. Penghargaan Ganesa Prajamanggala Bakti Adiutama dari Rektor Intitut Teknologi Bandung (ITB), Tahun 2016.
  10. Penghargaan Natamukti Satria dari Menteri Koperasi dan UKM karena berhasil mempromosikan kearifan local dan menciptakan investasi UKM di Bantaeng, Tahun 2016.
  11. Penghargaan dari Pengurus Provinsi PGRI Sulawesi Selatan atas kepedulian dalam penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan di Kabupaten Bantaeng, Tahun 2016.
  12. Penghargaan Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2016 dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, bidang Pengarus Utamaan Gender (PUG), Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak.
  • Tahun 2017
  1. Penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) tahun 2013 Penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah RI kepada daerah yang mampu menata transportasi publik dengan baik.
  2. Anugerah Kepala Daerah Pilihan Tempo, sebagai Kepala Daerah Teladan, Tahun 2017.
  3. Penghargaan SINDO Government Award 2017, Kabupaten terbaik dalam pembangunan pertanian.
  4. Penghargaan sebagai Marketer Of The Year Makassar 2017, dari MarkPlus Inc.
  5. Penghargaan Makassar Marketing Champion 2017, dari MarkPlus Inc.
  6. Penghargaan Pengelolaan Kepegawaian Terbaik Tingkat Kabupaten / Kota untuk Type B, dari Badan Kepegawaian Negara, Tahun 2017.
  7. Penghargaan Kabupaten Layak Anak Kategori Pratama, dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tahun 2017.
  8. Penghargaan Pengembangan Forum Anak Daerah Terbaik, dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Tahun 2017.
  9. Penghargaan Champion of WOW Public Service Excellence Award Sulawesi Selatan dari MarkPlus Inc, Tahun 2017.
  10. Piala Adipura dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Tahun 2017.
  11. Penghargaan Percepatan Cakupan Pemberian Akta Kelahiran Anak dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Tahun 2017.
  12. Penghargaan dari Menteri Dalam Negeri Sebagai Komisi Irigasi Terbaik I Program WISMP II 2017.
  13. Penghargaan Subroto Bidang Inovasi Energi Kategori Prabawa dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Tahun 2017.
  14. Penghargaan sebagai kabupaten sehat kategori Swasti Saba Wistara dari Kementrian Kesehatan Tahun 2017.
  15. Penghargaan healt award 2017, Inspirator local leader tahun 2017.
  16. Penghargaan atas predikat kepatuhan terhadap standar pelayanan public dari Obudsman Republik Indonesia (ORI), tahun 2017.
  17. Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA), tahun 2017

Referensi[sunting | sunting sumber]

Jabatan politik
Didahului oleh:
Syahrul Yasin Limpo
Gubernur Sulawesi Selatan
2018–sekarang
Petahana
Didahului oleh:
Azikin Solthan
Bupati Bantaeng
2008–2018
Diteruskan oleh:
Ilham Azikin