Kabupaten Jeneponto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Jeneponto
Sulawesi 1rightarrow blue.svg Sulawesi Selatan
Logo Jeneponto.png
Lambang
Locator Jeneponto Regency.svg
Kabupaten Jeneponto berlokasi di Sulawesi
Kabupaten Jeneponto
Kabupaten Jeneponto
Kabupaten Jeneponto berlokasi di Indonesia
Kabupaten Jeneponto
Kabupaten Jeneponto
Koordinat: 5°42′S 119°36′E / 5.7°S 119.6°E / -5.7; 119.6
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
Tanggal peresmian1 Mei 1867
Dasar hukum-
Ibu kotaBontosunggu
Pemerintahan
 • BupatiDrs. H. Iksan Iskandar, M.Si
 • Wakil BupatiH.Paris Yaris , S.E
Luas
 • Total749,79 km2 (28,950 sq mi)
Populasi
 • Total342,700 jiwa jiwa
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0419
Kode Kemendagri73.04 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan11
Jumlah kelurahan29
Jumlah desa74
DAURp. 494.087.427.000.-(2013)[1]
APBDRp.416.191.875.469 (2007)
Situs webhttp://www.jenepontokab.go.id/
Ladang garam di Jeneponto

Kabupaten Jeneponto (Makassar: ᨀᨅᨘᨄᨈᨙ ᨍᨙᨊᨙᨄᨚᨈᨚ) adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten Jeneponto adalah Bontosunggu. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 749,79 km2 dan berpenduduk sebanyak 330.735 jiwa.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pertama November 1863, adalah tahun berpisahnya antara Bangkala dan Binamu dengan Laikang. Ini membuktikan jiwa patriotisme Turatea melakukan perlawanan yang sangat gigih terhadap pemerintah Kolonial Belanda. Tanggal 29 Mei 1929 adalah pengangkatan Raja Binamu . Tahun itu mulai diangkat “Todo ” sebagai lembaga adat yang refresentatif mewakili masyarakat. Tanggal 1 Mei 1959, adalah berdasarkan Undang -undang No . 29 Tahun 1959 menetapkan terbentuknya Daerah Tingkat II di Sulawesi Selatan, dan terpisahnya Takalar dari Jeneponto. Sulawesi Selatan, dan terpisahnya Takalar dari Jeneponto.

Kedua Tanggal 1 Mei 1863, adalah bulan dimana Jeneponto menjalani masa-masa yang sangat penting yaitu dilantiknya Karaeng Binamu, yang diangkat secara demokratis oleh “Toddo Appaka ” sebagai lembaga representatif masyarakat Turatea. Mundurnya Karaeng Binamu dari tahta sebagi wujud perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda

Lahirnya Undang Undang No. 29 Tahun 1959 Diangkatnya kembali raja Binamu setelah berhasil melawan penjajah Belanda. Kemudian tahun 1863, adalah tahun yang bersejarah yaitu lahirnya Afdeling Negeri- negeri Turatea setelah diturunkan oleh pemerintah Belanda dan keluarnya Laikang sebagai konfederasi Binamu. Tanggal 20 Mei 1946, adalah simbol patriotisme Raja Binamu (Mattewakkang Dg Raja) yang meletakkan jabatan sebagai raja yang melakukan perlawanan terhadap pemerintah Belanda . Dengan Demikian penetapan Hari Jadi Jeneponto yang disepakati oleh pakar pemerhati sejarah, peneliti, sesepuh dan tokoh masyarakat Jeneponto, dari seminar Hari jadi Jeneponto yang berlangsung pada hari Rabu, tanggal 21 Agustus 2002 di Gedung Sipitangarri, dianggap sangat tepat, dan merupakan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan.[butuh rujukan]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, Kabupaten Jeneponto terletak di 5°23'- 5°42' Lintang Selatan dan 119°29' - 119°56' Bujur Timur. Kabupaten ini berjarak sekitar 91 Km dari Makassar. Luas wilayahnya 749,79 km2 dengan kecamatan Bangkala Barat sebagai kecamatan paling luas yaitu 152,96 km2 atau setara 20,4 persen luas wilayah Kabupaten Jeneponto. Sedangkan kecamatan terkecil adalah Arungkeke yakni seluas 29,91 km2.

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kondisi topografi Kabupaten Jeneponto pada bagian utara terdiri dari dataran tinggi dengan ketinggian 500 sampai dengan 1400 meter diatas permukaan air laut (mdpl) yang merupakan lereng pegunungan Gunung Baturape - Gunung Lompobattang. Sedangkan bagian tengah berada di ketinggian 100 sampai dengan 500 mdpl dan pada bagian selatan merupakan pesisir serta dataran rendah dengan ketinggian antara 0 sampai dengan 100 mdpl. Karena perbatasan dengan Laut Flores maka Kabupaten Jeneponto memiliki pelabuhan cukup besar yang terletak di desa Bungeng.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kabupaten Gowa dan Kabupaten Takalar
Timur Kabupaten Bantaeng
Selatan Laut Flores
Barat Kabupaten Takalar

Demografi[sunting | sunting sumber]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kabupaten Jeneponto adalah bahasa Indonesia. Menurut Statistik Kebahasaan 2019 oleh Badan Bahasa, terdapat satu bahasa daerah di Kabupaten Jeneponto[2], yaitu bahasa Makassar, khususnya dialek Lakiung dan dialek Turatea.[3]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Jeneponto teridiri dari 11 kecamatan, yaitu:

  1. Arungkeke
  2. Bangkala
  3. Bangkala Barat
  4. Batang
  5. Binamu
  6. Bontoramba
  7. Kelara
  8. Rumbia
  9. Tamalatea
  10. Tarowang
  11. Turatea

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pasar[sunting | sunting sumber]

  • Pasar Gantinga
  • Pasar Baru Karisa
  • Pasar Boyong
  • Pasar Allu
  • Pasar Tarowang
  • Pasar Togo-togo

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Media[sunting | sunting sumber]

Televisi[sunting | sunting sumber]

Radio[sunting | sunting sumber]

Stasiun radio di Kabupaten Jeneponto antara lain:

  • Radio Swara Buana Turatea FM 96.2
  • Radio Paburitta FM 93.3 (tidak mengudara)
  • Radio JBS 91.8 Fm (Jangan Berhenti Sipakainga)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ Statistik Kebahasaan 2019. Jakarta: Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. hlm. 11. ISBN 9786028449182. 
  3. ^ "Bahasa di Provinsi Sulawesi Selatan". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diakses tanggal 23 Mei 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]