Kabupaten Timor Tengah Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kabupaten Timor Tengah Selatan
Lambang Kabupaten Timor Tengah Selatan.jpg
Lambang Kabupaten Timor Tengah Selatan
Moto: -


Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Timor Tengah Selatan.svg
Peta lokasi Kabupaten Timor Tengah Selatan di Nusa Tenggara Timur
Koordinat: 124°.49'01"-124°.04'.00" Bujur Timur,(124°3'13"-124°49'56" BT) dan 9°-10° Lintang Selatan (9°26'-10° 10'0"LS)
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Tanggal peresmian -
Ibu kota Soe
Pemerintahan
 - Bupati/Wakil Bupati Ir. Paulus Victor Rolland Mella, MSi. / Drs. Obed Naitboho, M.Si
 - DAU Rp. 606.976.388.000.-(2013)[1]
Luas 3.947,1 km2
Populasi
 - Total 441.155 jiwa (2010)
 - Kepadatan 111,77 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0388
Pembagian administratif
 - Kecamatan 32
Simbol khas daerah
Situs web http://ttskab.go.id/
Kepala adat Molo pada masa Hindia Belanda

Kabupaten Timor Tengah Selatan adalah salah satu kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Wilayah ini berbatasan dengan:

Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Selatan Laut Timor
Barat Kabupaten Kupang
Timur Kabupaten Belu

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Hampir 75% penduduk berprofesi sebagai petani dan sisanya adalah Pegawai Negeri Sipil.

Pemanfaatan Lahan[sunting | sunting sumber]

Di kabupaten ini terdapat beberapa dataran yang sangat luas yang kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai lahan pertanian atau sawah. Komoditas utama pertanian saat ini adalah Jeruk Soe yang terkenal. Selain itu kabupaten ini terkenal sebagai gudang ternak dan juga kayu cendana yang harum, namun semakin langka.

Penggunaan lahan di kabupaten ini adalah:

  1. Sawah: 4.493 ha
  2. Tegal: 49.263 ha
  3. Pemukiman: 14.920 ha
  4. Padang: 114.396 ha
  5. Hutan: 155.532 ha
  6. Tambak/Kolam/Rawa: 17.323 ha
  7. Lain-lainnya: 38.773 ha

Saat ini Kabupaten Timor Tengah Selatan mengandalkan proyek pertambangan marmer yang ada di Mollo dan penambangan Batu Warna Di Kolbano.

Objek Wisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Timor Tengah Selatan juga memiliki objek wisata yang tidak kalah menariknya dengan daerah lainnya di Indonesia, misalnya:

  • Pantai Kolbano yang terkenal dengan batu berwarnanya
  • Pantai Oetune
  • Air Terjun Oehala
  • Taman Rekreasi Buat
  • Cagar Alam Gunung Mutis yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Timor

Komoditas[sunting | sunting sumber]

Komoditas pertama : apel dan jeruk benar - benar khas Timor Tengah Selatan yang diusahakan secara tradisional oleh para petani dengan luas kebun yang ada. Hal ini telah lama dilakukan oleh para petani, dan hasil buah yang telah di panen akan dipasarkan hingga ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Kupang ) yang berjarak sekitar 113 kilometer. Bahkan dipasarkan hingga Surabaya dan kota lainnya.[2]

Dari dua primadona itu, hingga kini hanya jeruk yang bertahan meskipun buahnya semakin mengecil dan produksinya terus menurun. Dugaan sementara karena perawatan tanaman terabaikan, mungkin juga karena usia tanaman yang kian semakin tua tanpa diikuti perawatan dan menanam bibit baru.

Komoditas unggulan yang ada di Timor Tengah Selatan adalah Cendala yang memiliki luas wilayahnya mencapai 3.947 kilometer persegi atau 8,34 persen dari luas Timor Tengah Selatan. Namun hingga saat ini komuditas cendana mulai memasuki ambang kepunahan.[2]

Pemekaran Daerah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Amanatun[sunting | sunting sumber]

Kecamatan yang mungkin bergabung dengan kabupaten ini meliputi:

Soe merupakan ibukota Kabupaten Timor Tengah Selatan akan dinaikkan menjadi kotamadya. Kecamatan yang mungkin bergabung ke dalam kota ini meliputi :

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ a b Kompas., Penerbit Buku (2001-<2005>). Profil daerah kabupaten dan kota. (Cet. 1 ed.). Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 9797090094. OCLC 50024929.