Kabupaten Timor Tengah Selatan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Timor Tengah Selatan
Nusa Tenggara 1rightarrow blue.svg Nusa Tenggara Timur
Lambang Kabupaten Timor Tengah Selatan.jpg
Lambang
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Timor Tengah Selatan.svg
Kabupaten Timor Tengah Selatan berlokasi di Kepulauan Sunda Kecil
Kabupaten Timor Tengah Selatan
Kabupaten Timor Tengah Selatan
Kabupaten Timor Tengah Selatan berlokasi di Indonesia
Kabupaten Timor Tengah Selatan
Kabupaten Timor Tengah Selatan
Koordinat: 9°28′18″S 124°48′17″E / 9.4717°S 124.8047°E / -9.4717; 124.8047
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
Tanggal peresmian-
Ibu kotaKota Soe
Pemerintahan
 • BupatiIr. Paulus Victor Rolland Mella, MSi
 • Wakil BupatiDrs. Obed Naitboho, M.Si
Luas
 • Total3.955,36 km2 (152,717 sq mi)
Populasi
 (2018[1])
 • Total465.970 jiwa
Demografi
 • AgamaKristen 97,25%
Protestan 87,35%
Katolik 9,90%
Islam 2,58%
Hindu 0,12%
Lainnya 0,05%[1]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0388
Kode Kemendagri53.02 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan32
Jumlah kelurahan12
Jumlah desa266
DAURp. 606.976.388.000.-(2013)[2]
Situs webhttp://ttskab.go.id/
"Rumah bulat", rumah adat Timor Tengah Selatan
Kepala adat Molo pada masa Hindia Belanda

Kabupaten Timor Tengah Selatan adalah salah satu kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, dengan ibukota kota SoE.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Timor Tengah Selatan merupakan salah satu Kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Timur yang berada di Pulau Timor. Secara geografis terletak pada koordinat 120°4'00"-124°49'0" Bujur Timur (BT) dan 9°28'13" LS - 10°10'26" Lintang Selatan (LS). Kabupaten ini dilalui oleh jaringan jalan Negara yang menghubungkan Kota Kupang dengan Kota Atambua (Kabupaten Belu) bahkan dengan negara tetangga Timor Leste. Wilayah administrasi Kabupaten Timor Tengah Selatan memiliki 32 kecamatan yang terdiri dari 228 desa dan 12 kelurahan, memiliki luas wilayah 3.955,36 km² atau 395.536 Ha.[3]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Wilayah ini berbatasan dengan:

Utara Kabupaten Timor Tengah Utara
Timur Kabupaten Belu
Selatan Laut Timor
Barat Kabupaten Kupang

Sungai[sunting | sunting sumber]

Di Kabupaten Timor Tengah Selatan terdapat tiga sungai utama yaitu (beserta panjangnya):[4]

  • Tuasene (55 km)
  • Noelmina (100 km)
  • Noelmuke (45 km)

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten TTS memiliki sejumlah dataran dengan tipe yang berlainan. Dataran Pantai Selatan Pulau Timor di Kabupaten TTS didominasi oleh dataran aluvial yang datar sampai berkemiringan landai. Pada bagian lain pulau dalam wilayah Kabupaten TTS didominasi pegunungan. Sedangkan tingkat kelerengan wilayah Kabupaten TTS berkisar antara :

  • kelerengan 0–8 % seluas 1.737,42 km² sebaran lokasi sebagian Kecamatan Kualin, Amanuban Selatan (Panite), sebagian Kecamatan Kolbano, sebagian Kecamatan Kuatnana, sebagian Kecamatan Oenino, sebagian Kecamatan Kota Soe, sebagian Kecamatan Polen, sebagian Kecamatan Amanuban Timur (Oeekam) dan sebagian Kecamatan Mollo Barat,
  • tingkat kelerengan antara 08–15 % seluas 1.146,48 Km2 lokasinya berupa spot-spot dan hampir ada disetiap kecamatan,
  • kemiringan lereng antara 15–25 % seluas 826,99 Km2 lokasinya menyebar dan hampir ada di setiap kecamatan,
  • kemiringan antara 25 – 40 % seluas 244,82 Km2 lokasinya menyebar di setiap kecamatan
  • dan tingkat kemiringan lereng 40 % ke atas seluas 39,91 km² lokasinya yang terluas di Kecamatan Fatumnasi, Kecamatan Oenlasi dan sebagian di Kecamatan Nunkolo.

Wilayah Kabupaten TTS memiliki ketinggian dari 0 meter dpl (garis pantai) hingga 2.477 mdpl (puncak gunung Mutis). Sedangkan hasil dari proses tektonik lempeng dan mempunyai deformasi relief yang ekstrem. Berdasarkan pada peta Landsystem (RePPProT skala 1 : 250.000 (1988) lembar Kupang, Kefamenanu dan Atambua), sistem lahan yang terdapat di dalam wilayah Kabupaten TTS sebanyak 29 (dua puluh sembilan) buah dengan total areal seluas 3.955,36 km².

Secara morfologi wilayah Kabupaten TTS dikelompokkan dalam wilayah dataran seluas 235,54 km², berombak seluas 836,21 km², bergelombang seluas 980,30 km² dan berbukit seluas 1929,78 km². Sedangkan relief ketinggian antara 0 – 500 sekitar 49 % dan relief 500 meter ke atas sekitar 51% di atas permukaan laut (dpl) dengan rincian sebagai berikut: 0 - 500 Mdpl seluas 2.086,88; 500 - 1000 Mdpl seluas 1.556,98; 1000 - 1500 Mdpl seluas 276,15; 1500 - 2000 Mdpl seluas 74,92; 2000 - 2500 Mdpl seluas 2,91.[3]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Suhu udara di wilayah di wilayah Kabupaten TTS bervariasi oleh karena beragamnya tingkat ketinggian permukaan tanah, tetapi secara umum suhu udara di wilayah ini berkisar antara 18°–31°C. Tingkat kelembapan nisbi di wilayah ini pun bervariasi antara 62%–81%. Wilayah Kabupaten TTS beriklim sabana tropis (Aw) dengan dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Musim kemarau di wilayah Kabupaten TTS bisa berlangsung sangat lama yakni lebih dari 7 bulan antara periode April hingga November dengan puncak periode terkering JuliSeptember yang tingkat curah hujan bulanannya berada di bawah 20 mm per bulan. Sementara itu, musim penghujan di wilayah Kabupaten TTS berlangsung cukup singkat 5 atau 4 bulan pada periode November/DesemberMaret yang curah hujan bulanannya di atas 130 mm per bulan. Curah hujan tahunan di wilayah Kabupaten TTS berkisar antara 1.000–1.600 mm per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar antara 70–120 hari hujan per tahun.

Data iklim Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 27.9
(82.2)
27.1
(80.8)
27.6
(81.7)
28.1
(82.6)
27.5
(81.5)
26.5
(79.7)
25.8
(78.4)
26.8
(80.2)
27.5
(81.5)
29.8
(85.6)
30.5
(86.9)
28.5
(83.3)
27.8
(82.03)
Rata-rata harian °C (°F) 23
(73)
23.7
(74.7)
24
(75)
22.9
(73.2)
22.4
(72.3)
21.3
(70.3)
20.8
(69.4)
21
(70)
22.3
(72.1)
23.7
(74.7)
24
(75)
23.6
(74.5)
22.73
(72.85)
Rata-rata terendah °C (°F) 20
(68)
20.4
(68.7)
19.6
(67.3)
18.8
(65.8)
18.3
(64.9)
17.2
(63)
16.4
(61.5)
17.3
(63.1)
18.1
(64.6)
19.4
(66.9)
20.8
(69.4)
20.2
(68.4)
18.88
(65.97)
Presipitasi mm (inci) 268
(10.55)
245
(9.65)
210
(8.27)
103
(4.06)
63
(2.48)
42
(1.65)
16
(0.63)
4
(0.16)
10
(0.39)
53
(2.09)
143
(5.63)
259
(10.2)
1.416
(55,76)
Rata-rata hari hujan 18 15 14 7 5 3 1 0 1 4 8 16 92
% kelembapan 81 79 75 68 66 65 64 62 63 69 76 80 70.7
Rata-rata sinar matahari bulanan 212 180 215 270 278 273 280 300 292 307 265 220 3.092
Sumber #1: Weatherbase[5]
Sumber #2: Climate-Data.org[6]

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Hampir 75% penduduk berprofesi sebagai petani dan sisanya adalah Pegawai Negeri Sipil.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Timor Tengah Selatan juga memiliki objek wisata yang tidak kalah menariknya dengan daerah lainnya di Indonesia, misalnya:

  • Pantai Kolbano yang terkenal dengan batu berwarnanya
  • Pantai Oetune
  • Air Terjun Oehala
  • Taman Rekreasi Buat
  • Cagar Alam Gunung Mutis yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Timor

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pemanfaatan Lahan[sunting | sunting sumber]

Di kabupaten ini terdapat beberapa dataran yang sangat luas yang kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai lahan pertanian atau sawah. Komoditas utama pertanian saat ini adalah Jeruk Soe yang terkenal. Selain itu kabupaten ini terkenal sebagai gudang ternak dan juga kayu cendana yang harum, tetapi semakin langka. Penggunaan lahan di kabupaten ini adalah:

  1. Sawah: 4.493 ha
  2. Tegal: 49.263 ha
  3. Pemukiman: 14.920 ha
  4. Padang: 114.396 ha
  5. Hutan: 155.532 ha
  6. Tambak/Kolam/Rawa: 17.323 ha
  7. Lain-lainnya: 38.773 ha

Saat ini Kabupaten Timor Tengah Selatan mengandalkan proyek pertambangan marmer yang ada di Mollo dan penambangan Batu Warna Di Kolbano.

Komoditas[sunting | sunting sumber]

Pantai Kolbano

Komoditas pertama: apel dan jeruk benar - benar khas Timor Tengah Selatan yang diusahakan secara tradisional oleh para petani dengan luas kebun yang ada. Hal ini telah lama dilakukan oleh para petani, dan hasil buah yang telah di panen akan dipasarkan hingga ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Kupang ) yang berjarak sekitar 113 kilometer. Bahkan dipasarkan hingga Surabaya dan kota lainnya.[7]

Dari dua primadona itu, hingga kini hanya jeruk yang bertahan meskipun buahnya semakin mengecil dan produksinya terus menurun. Dugaan sementara karena perawatan tanaman terabaikan, mungkin juga karena usia tanaman yang kian semakin tua tanpa diikuti perawatan dan menanam bibit baru.

Komoditas unggulan yang ada di Timor Tengah Selatan adalah Cendala yang memiliki luas wilayahnya mencapai 3.947 kilometer persegi atau 8,34 persen dari luas Timor Tengah Selatan. Namun hingga saat ini komuditas cendana mulai memasuki ambang kepunahan.[7]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati Timor Tengah Selatan

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Timor Tengah Selatan

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Timor Tengah Selatan terdiri dari 32 kecamatan, 12 kelurahan, dan 266 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 463.857 jiwa dengan luas wilayah 3.947,00 km² dan sebaran penduduk 117 jiwa/km².[8][9]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Kabupaten Timor Tengah Selatan Dalam Angka 2019". www.timortengahselatankab.bps.go.id. Diakses tanggal 14 Februari 2020. 
  2. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  3. ^ a b "Profil Kabupaten Timor Tengah Selatan" (PDF). 
  4. ^ Nama dan Panjang Sungai di Provinsi Nusa Tenggara Timur. BPS NTT.
  5. ^ "SoE, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 22 September 2020. 
  6. ^ "SoE, Nusa Tenggara Timur, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 22 September 2020. 
  7. ^ a b Kompas., Penerbit Buku (2001-<2005>). Profil daerah kabupaten dan kota (edisi ke-Cet. 1). Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 9797090094. OCLC 50024929. 
  8. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  9. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]