Kota Tegal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Tegal)
Langsung ke: navigasi, cari
Kota Tegal
Lambang Kota Tegal.png
Lambang Kota Tegal
Moto: Tegal Kota Bahari
TEGAL3.jpg
Locator kota tegal.gif
Peta lokasi Kota Tegal
Koordinat:
Provinsi Jawa Tengah
Dasar hukum UU No. 13/1950
Pemerintahan
 - Walikota H. Siti Marsitha Soeparno
 - Wakil Walikota H.M. Nursholeh.
 - DAU Rp. 370.642.983.000.-(2013)[1]
Luas 39,467 km2
Populasi
 - Total 253.072 jiwa
 - Kepadatan 6.412,24 jiwa/km2
Demografi
 - Kode area telepon 0283
Pembagian administratif
 - Kecamatan 4
 - Kelurahan 27
 - Situs web http://tegalkota.go.id/

Kota Tegal adalah salah satu kota di provinsi Jawa Tengah. Kota ini pernah menjadi cikal-bakal berdirinya Korps Marinir seperti tercatat dalam Pangkalan IV ALRI Tegal dengan nama Corps Mariniers, pada 15 November 1945. Kota Tegal berbatasan dengan Kabupaten Brebes di sebelah barat, Laut Jawa di sebelah utara, serta Kabupaten Tegal di sebelah selatan dan timur. Hari jadi Kota Tegal adalah 12 April 1580.

Epistemologi[sunting | sunting sumber]

Penggunaan nama/kata Tegal mengacu kepada istilah tegalan, tetegil (ladang), atau nama sebuah desa yang pada mulanya adalah merupakan bagian dari Kabupaten Pemalang yang setia kepada trah Kerajaan Pajang.[2]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kota Tegal berada di jalur pantai utara (pantura) Jawa Tengah, terletak 165 km sebelah barat Kota Semarang atau 329 km sebelah timur Jakarta. terletak di antara 109°08’ - 109°10’ Bujur Timur dan 6°50’ - 6°53’ Lintang selatan, dengan wilayah seluas 39,68 Km² atau kurang lebih 3.968 Hektar. Kota Tegal berada di wilayah Pantura, dari peta orientasi Provinsi Jawa Tengah berada di Wilayah Barat, dengan bentang terjauh utara ke selatan 6,7 Km dan barat ke timur 9,7 Km. Dilihat dari letak geografis, posisi Tegal sangat strategis sebagai penghubung jalur perekonomian lintas nasional dan regional di wilayah Pantura yaitu dari barat ke timur (Jakarta-Tegal-Semarang-Surabaya) dengan wilayah tengah dan selatan Pulai Jawaa (Jakarta-Tegal-Purwokerto-Yogyakarta-Surabaya) dan sebaliknya. Dengan curah hujan yang sangat rendah, temperatur (suhu) rata-rata kota ini mencapai 35 derajat celcius.[3]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Dasar hukum[sunting | sunting sumber]

  • Undang-undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang pembentukan Daerah Kota Besar dalam lingkungan Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 13 Tahun 1954 tentang perubahan Undang-undang Nomor 16 dan 17 Tahun 1950 tentang pembentukan Kota-kota Besar dan Kota-kota Kecil di Jawa jo. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1986 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Tegal dan Kabupaten Daerah Tingkat II Tegal;
  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1986 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Tegal dan Kabupaten Daerah Tingkat II Tegal;
  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2007 tentang Perubahan Batas Wilayah Kota Tegal dengan Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah di Muara Sungai Kaligangsa;
  • Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2007 tentang Perubahan Batas Wilayah Kota Tegal dengan Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah di Muara Sungai Kaligangsa;
  • Keputusan Menteri Dalam Negeri tanggal 3 Maret 1988 Nomor 185.5-212 tentang Penetapan Batas Baru secara pasti antara Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Tegal dan Kabupaten Daerah Tingkat II Tegal;
  • Instruksi Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah Nomor <a href="tel:136/113/88">136/113/88</a> tentang tindak lanjut Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 185.5-212 tentang Penetapan Batas Baru secara pasti antara wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Tegal dan Kabupaten Daerah Tingkat II Tegal;
  • Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Tegal Nomor 6 Tahun 1988 tentang Perubahan Batas dan Luas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Tegal dan memberlakukan semua Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Kota Tingkat II Tegal serta Keputusan Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Tegal di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Tegal.

Pusat pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Balaikota Tegal sebagai pusat pemerintahan Kota Tegal semula menempati gedung yang kini digunakan untuk gedung DPRD Kota Tegal. Namun sejak tahun 1985, pusat pemerintahan dipindahkan ke bekas pendopo Kabupaten Tegal, di kawasan alun-alun. Kolonel Laut (Purn) Adi Winarso, S.Sos adalah putra Tegal pertama yang menjabat sebagai Walikota selama dua periode, 1999 - 2004 dan 2004 - 2009 melalui pemilihan tidak langsung.

Tahun 2008 menandai sejarah baru kepemimpinan Kota Tegal, karena tahun itu pula untuk kali pertama Walikota dipilih secara langsung oleh rakyat Kota Tegal. Hasilnya, pasangan Ikmal Jaya, SE Ak/ Ali Zainal Abidin, SE memenangi pemilihan. Mereka dilantik pada tanggal 23 Maret 2009 oleh Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo.

Walikota[sunting | sunting sumber]

  • D.J. Spanjaard (1929-1933)
  • J.J.Ph. Koppenol (1934)
  • A.M. Pino (1935-1937)
  • Mr. W.A. Court (1937-1941)
  • H. Leenmans (1941-1942)
  • Mr. Besar Mertokoesoemo (1942-1945)
  • R. Soengeb Reksoatmodjo (1945-1948)
  • HRM. Soepoetro Brotodihardjo (1948-1962)
  • Drs. Tadi Pranoto (1962-1965)
  • R. Soebagjo (1965-1967)
  • Sardjoe (1967-1979)
  • Arjoto S.H. (1979-1984)
  • Sjamsuri Mastur (1984-1989)
  • H.M. Zakir (1989-1998)
  • Adi Winarso, S.Sos. / Dr. Maufur (1999-2009)
  • H. Ikmal Jaya, SE, Ak. / Ali Zaenal Abidin, S.E. (2009-2013)
  • H. Siti Marsitha Soeparno. / H.M Nursholeh (2013-sekarang)

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Perdagangan dan jasa merupakan sektor utama perekonomian Kota Tegal. Kota ini menjadi tempat pengolahan akhir dan pemasaran berbagai produk dari kawasan Jawa Tengah bagian barat. Usaha kecil dan menengah yang cukup pesat kemajuannya adalah industri logam rumahan di kawasan jalan Cempaka, dan kerajinan batik Tegalan di kelurahan Kalinyamat. Untuk mendukung denyut perekonomian, pemerintah Kota Tegal telah membangun Pusat Promosi dan Informasi Bisnis (PPIB).

Iklim investasi yang cukup sejuk mengundang banyak investor luar daerah menanamkan modalnya di kota ini. Maka tak mengherankan, dalam kurun waktu 5 tahun sejak 2001, telah berdiri beberapa pusat perbelanjaan antara lain Pacific Mall, Rita Mall, Dedy Jaya Plaza, Marina Plaza, dan Pusat grosir Moro.

Budaya[sunting | sunting sumber]

Meskipun kota Tegal tidak diakui sebagai pusat budaya Jawa, namun kesenian di sini berkembang cukup pesat. Berbagai macam diskusi budaya digelar dengan menghadirkan budayawan nasional dan lokal. Kesenian asli Kota Tegal adalah tari endel dan balo-balo. Ibu Sawitri merupakan generasi pertama penari endel. Selain itu, seni sastra dan teater juga juga merupakan andalah Kota Tegal. Penyair Tegal yang termasuk dalam angkatan 66 adalah Piek Ardijanto Soeprijadi dan SN Ratmana. Sementara Widjati digolongkan ke dalam penyair Angkatan '00' (Kosong-kosong). Kota Tegal tercatat memiliki dua tokoh perfilman nasional yang cukup produktif yaitu Imam Tantowi (sutradara dan penulis skenario), dan Chaerul Umam (sutradara).

Beberapa teater yang kiprahnya menasional antara lain teater RSPD (Yono Daryono), teater Puber (Nurhidayat Poso), teater Wong (M Enthieh Mudakir), teater Hisbuma (Dwi Ery Santoso), dan Teater Q (Rudi Itheng). Di bidang musik, tercatat beberapa nama yang menjadi cikal-bakal lahirnya musik Tegalan yaitu Hadi Utomo, Nurngudiono, dan Lanang Setiawan, Hartono alias Siho

Keberadaan Gedung kesenian (bekas Gedung Wanita) di jalan Setiabudi menjadi wahana ekspresi para seniman Kota Tegal. Kesenian di kota ini cukup menarik perhatian para peneliti dari luar negeri, antara lain Richard Curtis (Australia), dan Anton Lucas (Australia, penulis buku Peristiwa Tiga Daerah).

Pemerintah Kota Tegal, pada tahun 2008 menganggarkan pembangunan Taman Budaya Tegal yang dimulai tahun 2009, berlokasi di Jalan Kolonel Sugiyono, satu komplek dengan Gedung PPIB yang nantinya akan merupakan pusat kesenian Jawa Tengah bagian barat.

Mantu poci[sunting | sunting sumber]

Mantu Poci adalah salah satu kebudayaan di wilayah Tegal, dengan acara inti melangsungkan 'pesta perkawinan' antara sepasang poci tanah berukuran raksasa.

Mantu poci pada umumnya diselenggarakan oleh pasangan suami istri yang telah lama berumah tangga namun belum juga dikarunai keturunan. Seperti layaknya pesta perkawinan, mantu poci juga dihadiri oleh ratusan bahkan ribuan undangan. Lengkap dengan dekorasi, sajian makanan, dan beraneka pementasan untuk menghibur para undangan yang hadir. Tak lupa pula, di pintu masuk ruang resepsi disediakan kotak sumbangan berbentuk rumah.

Selain sebagai harapan agar pasangan suami istri segera mendapatkan keturunan, mantu poci juga bertujuan agar penyelenggara merasa seperti menjadi layaknya orang tua yang telah berhasil membesarkan putra putri mereka, kemudian dilepas dengan pesta besar dengan mengundang sanak saudara, dan relasi.

Dewasa ini Mantu Poci sudah jarang digelar di Tegal. Salah satu repertoar yang diusung oleh Dewan Kesenian Kota Tegal di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tahun 2003 adalah mementaskan drama berjudul Kang Daroji Mantu Poci, dikemas secara komedi.

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa Tegal memiliki kemiripan dengan bahasa Banyumas (ngapak) yaitu dalam kosakata. Namun kebanyakan masyarakat Tegal enggan disebut sebagai orang ngapak, sebab nyata-nyata dialeknya berbeda. Masyarakat yang menggunakan bahasa Tegal meliputi: bagian utara kabupaten Tegal, Kota Tegal, bagian barat kabupaten Pemalang, dan bagian timur kabupaten Brebes. Kongres bahasa Tegal pertama digelar oleh pemerintah Kota Tegal pada tanggal 4 April 2006, di hotel Bahari Inn. Acara yang digagas oleh Yono Daryono tersebut menghadirkan beberapa tokoh antara lain SN Ratmana (cerpenis), Ki Enthus Susmono (dalang Tegal), Eko Tunas (penyair Tegal), Dwi Ery Santoso (Puisi dan Sutradara).Tujuan digelarnya kongres itu adalah untuk mengangkat status dialek Tegalan menjadi bahasa Tegal.

Bangunan bersejarah[sunting | sunting sumber]

Bangunan besejarah yang ada di kota Tegal kebanyakan berarsitektur Belanda. Berikut data bangunan yang masih dapat kita saksikan:

  • Stasiun Kereta Api
  • Gedung DPRD
  • Balai Kota dan rumah dinas Walikota
  • Kantor pos
  • Markas TNI AL
  • Pasar pagi
  • Menara air di jalan Pancasila
  • Gedung Universitas Pancasakti
  • Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus
  • Kelenteng Tek Hay Kiong, jalan Veteran [1]
  • Sebagian rumah tinggal di jalan Veteran, A Yani, Sudirman, kelurahan Kauman

Wisata[sunting | sunting sumber]

Beberapa obyek wisata Kota Tegal yang dapat dikunjungi antara lain:

  • Pantai Alam Indah (PAI) yang dilengkapi anjungan, gardu pemantau, waterboom, Monumen Bahari, dan panggung hiburan.
  • Wisata air yaitu Gerbang Mas Bahari Waterpark (waterpark terbesar di Jawa Tengah)
  • Wisata makanan antara lain: pondok makan jalan teri (pokanjari), lesehan di seputaran Jalan A. Yani (pada waktu malam hari), rumah makan masakan laut di kawasan PAI serta rumah makan kapal terapung "Lor ing Margi" yang baru dibuka Agustus 2009, rumah makan Miraos, rumah makan Sari Laguna, dan lain-lain.
  • Hotel berbintang di kota Tegal: Bahari Inn, Karlita International Hotel, Plaza Hotel, Alexander, Susana Baru, Paramesti, Riez Palace. Di samping itu masih ada puluhan hotel berkelas melati.
  • Pusat perbelanjaan: Pacific Mall, Dedy Jaya Plaza, Rita Super Mall.
  • Wisata hobi: pasar burung (pets shop)
  • Taman Poci, terletak di depan Stasiun KA Tegal dilengkapi dengan permainan anak2 dan dihiasi lampu hias, cocok buat keluarga yang ingin "jagongan" karena banyak pedagang kaki lima yang menjajakan makanan khas Tegal

Makanan Khas[sunting | sunting sumber]

Tegal dikenal dengan tahu aci yaitu tahu yang terbuat dari bahan dasar tahu dan juga tepung kanji. Tahu Aci ini dibuat dengan cara memasukkan tahu kedalam adonan tepung kanji lalu digoreng. Dan juga ada pilus yaitu makanan ringan yang terbuat dari tepung dan juga daun kucai, makanan ini sangat renyah sehingga banyak digemari. Makanan khas lain yaitu Soto Tegal (memakai tauge dan tauco dengan campuran daging ayam, sapi atau jeroan babat), Kupat Glabhed Randugunting (ketupat yang diberi kuah kental dan dimakan bersama sate kerang), Kupat Blengong (ketupat yang diberi kuah kental dan dimakan bersama sate dari daging blengong (sejenis unggas/bebek)). Minuman yang terkenal yaitu teh poci khas Tegal (teh yang diseduh air panas di dalam wadah poci terbuat dari tanah liat dan untuk pemanisnya diberi gula batu. Untuk makan sehari-hari biasanya disebut Nasi Ponggol ( berisi lauk yang terdiri dari Tahu, Tempe, Ikan Asin Oreg Oreg Tempe Berupa Tempe yang diiris kecil kecil dibumbui dengan Tumis ) Akhir akhir ini banyak disebut orang di Kota Tegal Ponggol Setan ( karena dijualnya malam setelah Jam 6 malam sampai pagi hari ) Disebut "Setan" juga karena rasanya yang pedas hingga bisa bikin orang seperti kesetanan.

Beberapa makanan kecil yang saat ini sudah agak langka adalah Glothak (semacam bubur terbuat dari gembus/oncom dengan kuah kaldu dan cabai hijau). Makanan semacam ini biasanya banyak dijual saat bulan Ramadhan. Ada juga kupat bongko, rujak kangkung dan rujak uleg. Belum lagi kini olos yang juga merupakan jajanan tradisional Tegal sedang menjadi tenar di kalangan anak muda. Olos merupakan paduan tepung aci dan terigu yang dibuat bulatan kecil dan digoreng kering, di dalamnya berisi sayuran (biasanya kubis) atau bisa juga dengan isi lain. Namun di setiap olos terdapat potongan cabe rawit yang akan memberikan sensasi pedas.

Sate Kambing Tegal juga cukup banyak disukai oleh masyarakat hingga diluar Tegal. Sate Kambing Tegal terbuat dari daging kambing muda biasanya berumur di bawah lima bulan (balibul)yang sangat empuk dan beraroma khas karena tidak terlalu banyak olesan bumbu pada saat membakarnya. Disajikan dengan kecap manis, irisan bawang merah, tonmat dan cabe rawit. Sangat lazim dihidangkan bersama teh poci gula batu.

Mars/Hymne Kota Tegal[sunting | sunting sumber]

Sejak tahun 2010, Kota Tegal telah memiliki lagu Mars dan Hymne yang penentuannya berdasarkan pemenang pertama Lomba Cipta Lagu Mars/Hymne Kota Tegal, tahun 2009, yaitu Joshua Igho/Firman Hadi gijil untuk kategori mars dan Vicentius DN untuk kategori hymne. Selain sebagai identitas daerah, lagu mars dan hymne tersebut juga digunakan untuk menyebarkan semangat kepada warga masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam membangun daerahnya. Dua lagu ini selalu disiarkan di radio-radio di wilayah Kota Tegal, dilombakan antarkelurahan, dan dinyanyikan setiap resepsi hari jadi.

Mars Kota Tegal[sunting | sunting sumber]

Cipt. Joshua Igho/Firman Hadi Gijil

Ayo semua singsingkan lengan baju
Pacu semangat membangun bersama
Meretas jalan raih kejayaan
Menuju masyarakat yang mandiri
Di bawah panji-panji Pancasila
Bersatu padu selaraskan karsa
Bertekad maju demi masa depan
Tegal kota bahari kita
Bersih dan indah seluruh kotanya
Aman dan tenteram suasananya
Sehat seluruh lingkungannya
Serta masyarakat yang beriman
Itulah jiwa kota bahari
Tekad mulia tuk membangun
Mari bersama kita tuju
Puncak gemilang kota bahari
coda:
Kota Tegal semoga tetap jaya

Hymne Kota Tegal[sunting | sunting sumber]

Cipt. Vincentius DN.

Terbentang luas menawan
Tegal kota bahari
Elok dan asri lingkungannya
Rakyatpun hidup rukun dan damai
Puji syukur kami haturkan
Atas anugerah indah ini
Bimbinglah kami tuntun langkah ini
Agar terwujud cita
Tegal kota bahari nan jaya
Sungguh engkau kubanggakan
Dan selalu kukenang
Kota Tegal kota bahar
Adamu kan warnai Indonesia

Rekor Muri[sunting | sunting sumber]

Pemecahan rekor MURI yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Tegal adalah:

  • Tahu terpanjang, 425 M (2005)
  • Minum teh poci 5000 orang (2006)
  • Poci terbesar (2007)
  • Wayang terbesar oleh Ki Enthus Susmono (2007)
  • Wayang kolaborasi 4 warna oleh Ki Barep (2008)
  • Martabak terbesar (2011)

Pusat Perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

  • Pasifik Mall
  • Swalayan Hypermart
  • Sri Ratu Pasaraya
  • Rita Super Mall
  • Rita Pasaraya
  • Toserba Yogya (segera hadir di gedung bekas Dedy Jaya Plaza)
  • Swalayan Mutiara Cahaya
  • Toserba Sahabat Putra
  • Minimarket Nias
  • Minimarket Kita
  • Minimarket Sumbrodo
  • Pasar Pagi
  • Pasar Ikan Kraton
  • Pasar Sore
  • Minimarket Mitra
Rita Super Mall

Indomaret[sunting | sunting sumber]

  • Nanas
  • Alun Alun
  • Pancasila
  • Perintis Kemerdekaan 1
  • Perintis Kemerdekaan 2
  • Serayu
  • Kapten Ismail
  • Werkudoro
  • Teuku Umar
  • Dr Cipto Mangunkusumo Sumurpanggang
  • Dr Wahidin
  • Merpati
  • Sultan Agung
  • Jalan Raya Pantura Tegal - Brebes

Alfa Mart[sunting | sunting sumber]

  • KS Tubun
  • Werkudoro
  • Kapten Sudibyo
  • Sumur Panggang

Property dan Hotel[sunting | sunting sumber]

  • Karlita Internasional (Brigjend Katamso)
  • Bahari Inn (Dr Wahidin)
  • Plaza Hotel (Dr Wahidin)
  • Riez Place (Gajahmada)
  • Pramesthi Hotel (Mayjend Soetoyo)
  • Alexander Hotel (Jendral Sudirman)
  • Susanna Baru (Jendral Sudirman)
  • Hotel Maya (Kol Sugiono)
  • Belhoti Hotel
  • Citraland The Premium Living
  • Hotel Margadan (Dr Wahidin)
  • Citra Bahari
  • Taman Sejahtera
  • Palm Town House
  • Nirmala Square
  • Nirmala Estate

Rumah Sakit[sunting | sunting sumber]

  • Rumah Sakit Umum Daerah Kardinah
  • Rumah Sakit Islam Harapan Anda
  • Rumah Sakit Mitra Keluarga
  • Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak
  • Klinik Kaharunia
  • Rumah Sakit Mitra Siaga
  • Rumah Sakit Ibu dan Anak Palaraya

[4]=== Cafe ===

  • Mcd Donal's (Mayjend Sutoyo)
  • KFC (Pasifik Mall)
  • Es Teller 77 (Pasifik Mall)
  • Pizza Hut (Pasifik Mall)
  • Bakmi Bandung
  • Palm Cafe
  • Kedai Yaul
  • CPC
  • Warung Steak
  • Roti O
  • Tongji Teabar
  • Maju Milk Cencer

Toko Buku[sunting | sunting sumber]

  • Kharisma
  • Salemba
  • Toga Mas
  • Media Ilmu
  • Gramedia

Tempat Karaoke[sunting | sunting sumber]

  • Inul Vista
  • Nav Express
  • Be Fun
  • Orange
  • D'Lux
  • Poco Poco
  • R n B
  • Happy

Stasiun Radio[sunting | sunting sumber]

  • Anita FM 106.6 Mhz
  • Labamba 96.7 Mhz
  • RCA 93.2 Mhz
  • Nirmala Raka 98.3 Mhz
  • Rapita 95.6 Mhz
  • Sebayu 99.3 Mhz
  • Sananta 105 Mhz
  • Pemuda 88.8 Mhz
  • Swara 102.9 Mhz
  • Gama 90 Mhz
  • Roshinta 100.7 Mhz
  • DLC 103.4 Mhz

Transportasi[sunting | sunting sumber]

  • Terminal Besar Tegal
  • Angkutan Umum Kuning (Terminal - Stasiun - Banjaran - Slawi)
  • Angkutan KotaBiru ( Pasarpagi - Kapten Ismail - Pasarsore - Banjaran)
  • Angkutan Biru Kuning (Terminal - Mejasem)
  • Angkutan Perbatasan (Terminal - Dukuhturi - Adiwerna - Banjaran)
  • Angkutan Kuning Biru (Terminal - Pasarpagi - Kramat - Kemantran)

Stasiun Tegal[sunting | sunting sumber]




Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses 2013-02-15. 
  2. ^ Asal usul nama Tegal di situs resmi kabupaten.
  3. ^ Gelombang Laut Jawa Capai 3 Meter, Kamis, 27 September 2007, Suara Merdeka.
  4. ^ Asfi Milk And coffee

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Kota-kota besar di Indonesia
  Kota Provinsi Populasi     Kota Provinsi Populasi
1 Jakarta DKI Jakarta 9.607.787 Kota Tegal
Kota Tegal
7 Depok Jawa Barat 1.738.570
2 Surabaya Jawa Timur 2.765.487 8 Semarang Jawa Tengah 1.555.984
3 Bandung Jawa Barat 2.394.873 9 Palembang Sumatera Selatan 1.763.475
4 Bekasi Jawa Barat 2.334.871 10 Makassar Sulawesi Selatan 1.338.663
5 Medan Sumatera Utara 2.097.610 11 Tangerang Selatan Banten 1.290.322
6 Tangerang Banten 1.798.601 12 Batam Kepulauan Riau 1.153.860