Sungai Pemali

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Sungai Pemali
Sumber aliran Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes
Mulut sungai Laut Jawa
Negara Indonesia
Panjang 125,4 Km
Ketinggian mata air 420 Mdpl
Daerah aliran sungai 1.276,4 km2

Sungai Pemali adalah sungai yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang bermuara ke Laut Jawa. Sungai Pemali berhulu di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes dengan nama mata airnya yaitu Tuk Sirah. Sungai Pemali merupakan sungai terbesar yang ada di Kabupaten Brebes dengan panjang sekira 125,4 Km mengalir dari selatan ke utara.

Daerah Aliran Sungai[sunting | sunting sumber]

Sungai Pemali berada di daerah aliran sungai (DAS) Pemali seluas 1.276,4 Km2 yang mencangkup Kabupaten Brebes dan Kabupaten Tegal[1]. DAS Pemali mempunyai karakter yang sangat spesifik dengan bentuk DAS memanjang. Bagian hulu sungai Pemali membentuk alur relatif lurus dengan bentuk penampang peralihan V ke bentuk U, lebar sungai antara 20-40 meter dan akan berubah menjadi berkelok-kelok dibagian tengah hingga ke hilir. Anak Singai Pemali berasal dari dataran tinggi di daerah barat Gunung Slamet dan dari Pegunungan Lio serta dari Perbukitan Baribis-Bantarkawung. Sejumlah anak Sungai Pemali yang cukup besar antara lain:

  1. Sungai Rambatan
  2. Sungai Bersole
  3. Sungai Lawak
  4. Sungai Kumisik
  5. Sungai Paeh
  6. Sungai Prupuk
  7. Sungai Glagah
  8. Sungai Cisaat
  9. Sungai Citara
  10. Sungai Citandang
  11. Sungai Cigunung
  12. Sungai Jurang
  13. Sungai Petujah
  14. Sungai Ciomas
  15. Sungai Cilakar
  16. Sungai Cikeruh
  17. Sungai Cikuya

Mata Air Tuk Sirah[sunting | sunting sumber]

Mata air Tuk Sirah terletak di Desa Winduaji dan mudah dijangkau dari Dusun Pesurupan. Dari Kota Brebes, lokasi Tuk Sirah berada pada jarak sekitar 70 km ke arah Purwokerto. Tuk Sirah menurut arti namanya berarti pangkal mata air. Dari kumpulan sejumlah mata air kemudian menyatulah menjadi aliran air yang kemudian membentuk kesatuan yang disebut sungai. Selama bertahun-tahun mata air Tuk Sirah menjadi tujuan wisata terutama spiritual bagi warga Brebes dan sekitarnya. Selain dikenal keramat, tempat itu juga memiliki ciri khas kealamiahan berupa belik atau danau kecil yang berair sangat jernih[2].

Pemanfaatan[sunting | sunting sumber]

Penduduk di sepanjang Sungai Pemali memanfaatkan untuk sumberdaya perikanan baik secara tradisional dengan cara memancing, atau menjala maupun dengan metode tambak terutama dibagian muara/ hilir. Besarnya debit air Sungai Pemali juga dimanfaatkan untuk pengairan/ irigasi melalui sejumlah bendung diantaranya Bendung Notog. Terdapat sebuah waduk di hulu Sungai Pemali yakni Waduk Penjalin. Waduk Penjalin memiliki luas genangan mencapai 1,25 km2 dan dapat menampung volume air hingga 9,5 juta m3. Waduk ini dibangun tahun 1930 oleh pemerintah kolonial Belanda bersamaan dengan Waduk Malahayu. Air waduk ini dipersiapkan untuk menyuplai irigasi Sungai Pemali bawah dan areal persawahan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]