Sungai Jali

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Sungai Jali
Lokasi
NegaraIndonesia
Ciri-ciri fisik
SumberGunung Sumbing
Mulut sungaiSamudera Hindia
Panjang68,9 km
Ukuran cekunganDAS: 127.532 km2

Sungai Jali[1] adalah sungai yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Tengah, Indonesia yang bermuara ke Samudera Hindia. Sungai Jali memiliki panjang sungai sekitar 68,9 km[2] mengalir dari utara ke selatan. Sungai Jali berhulu di leteng baratdaya Gunung Sumbing yang masuk wilayah administrasi Desa Karangduwur, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo dan bermuara ke Samudera Hindia dekat Pantai Keburuhan di Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo.

Daerah Aliran Sungai[sunting | sunting sumber]

Sungai Jali dibagian hulu melewati wilayah Kecamatan Kalikajar, Kecamatan Sapuran, Kecamatan Kepil dan Kecamatan Kalibawang di Kabupaten Wonosobo. Lalu melintasi Kecamatan Bruno, Kecamatan Gebang, Kecamatan Kemiri, Kecamatan Bayan, Kecamatan Kutoarjo, Kecamatan Grabag dan Kecamatan Ngombol di Kabupaten Purworejo. Sungai Jali termasuk dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Cokroyasan yang memiliki luas keseluruhan DAS sebesar 405.500 km2. Adapun Sub-DAS Sungai Jali mengisi 127.532 km2 dari total luas DAS Cokroyasan. Wilayah hulu Sungai Jali merupakan dataran tinggi dengan kontur curam sedangkan di bagian tengah berupa perbukitan bergelombang serta dataran rendah zona pantai yang terletak pada elevasi kurang dari 1,0 m dpl di bagian hilir sungai. Sungai Jali memiliki beberapa anak sungai yang cukup besar, diantaranya:

  • Sungai Jati
  • Sungai Jetak
  • Sungai Lereng Besar
  • Sungai Tanjung
  • Sungai Dulang
  • Sungai Jurang
  • Sungai Kecapi
  • Sungai Prumben
  • Sungai Sanderan
  • Sungai Jueh
  • Sungai Sipucung
  • Sungai Brengkok
  • Sungai Lesan
  • Sungai Pomahan
  • Sungai Mangli
  • Sungai Panto
  • Sungai Kedungpulih

Pemanfaatan[sunting | sunting sumber]

Penduduk di sepanjang Sungai Jali memanfaatkan untuk sumberdaya pertanian dan perikanan baik secara tradisional dengan cara memancing atau menjala. Dibagian muara digunakan untuk pelabuhan pendaratan ikan bagi nelayan pesisir selatan Kabupaten Purworejo. Selain itu juga terdapat sebuah objek wisata Pantai Pasir Puncu atau warga setempat menyebutnya Pantai Keburuhan, salah satu objek wisata andalan Kabupaten Purworejo[3]. Besarnya debit air Sungai Jali juga dimanfaatkan untuk pengairan/ irigasi melalui beberapa pintu air atau bendung. Terdapat tiga bendung utama di aliran Sungai Jali yakni Bendung Watujagir di Desa Kalikaraung, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Wonosobo. Kemudian Bendung Bandung di Desa Bandung, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo. Serta Bendung Siwatu di Desa Tunggulrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo[2].

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pengejaan mengikuti pedoman penamaan nama geografi.
  2. ^ a b DAS Cokroyasan
  3. ^ Wisata Pantai Pasir Puncu