Lompat ke isi

Kali Serang

Koordinat: 6°42′20″S 110°36′57″E / 6.7055°S 110.6159°E / -6.7055; 110.6159
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kali Serang
Sungai Serang, Kali Werang
Peta kali Serang yang berhulu di gunung Merbabu dan bermuara ke Laut Jawa di Jepara
Kali Serang di Jawa
Kali Serang
Lokasi mulut sungai
Kali Serang di Indonesia
Kali Serang
Kali Serang (Indonesia)
PetaKoordinat: 6°42′20″S 110°36′57″E / 6.70556°S 110.61583°E / -6.70556; 110.61583
Lokasi
NegaraIndonesia
ProvinsiJawa Tengah
Ciri-ciri fisik
Hulu sungaiGunung Merbabu
Hulu ke-2Pegunungan Blora
Panjang13.317 km (8.275 mi)
Daerah Aliran Sungai
Sistem sungaiDAS Serang (DAS230143)[1]
Luas DAS4.013[1] km2 (1.549 sq mi)
Informasi lokal
Zona waktuWIB (UTC+7)
GeoNames1627544


Kali Serang adalah sungai yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Tengah, Indonesia, sekitar 400 km di timur ibu kota Jakarta.[2][3] Kali Serang memiliki panjang sungai seluruhnya mencapai sekitar 133,17 km km mengalir dari barat-utara dan bermuara Laut Jawa. Kali Serang berhulu di lereng timurlaut Gunung Merbabu di wilayah Kabupaten Semarang dan bermuara ke Laut Jawa di wilayah administrasi Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Sementara Sungai Lusi yang merupakan anak sungai terbesar yang dimiliki Kali Serang, yang berhulu di Pegunungan Kapur Utara dan Pegunungan Kendeng, dan setelah melintasi kota Purwodadi yang akhirnya bergabung dengan Kali Serang.[4] Di sungai ini terdapat waduk raksasa, yaitu, waduk Kedung Ombo yang mengairi persawahan di 4 Kabupaten (Grobogan, Demak, Kudus, dan Pati) yang dialirkan melalui sungai Serang dan sungai Lusi.

Hidrologi

[sunting | sunting sumber]

Alur Kali Serang melewati wilayah Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Demak. Daerah Aliran Sungai (DAS) Serang seluas 4.013 km2 meliputi Kabupaten Semarang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Blora, Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus dan Kabupaten Jepara. Dimana luas DAS paling luas mencangkup Kabupaten Grobogan yakni 146.154 km2. Wilayah hulu Kali Serang merupakan dataran tinggi dengan kontur curam sedangkan di bagian tengah berupa perbukitan bergelombang serta dataran rendah zona pantai yang terletak pada elevasi kurang dari 1,0 m dpl di bagian hilir sungai.

Anak sungai

[sunting | sunting sumber]

Sejumlah anak-anak sungai yang mengalir ke Kali Serang

  1. Sungai Lusi
  2. Sungai Mayong
  3. Sungai Lanang
  4. Sungai Lamping
  5. Sungai Geyer
  6. Sungai Braholo
  7. Sungai Brangkal
  8. Sungai Uter
Kali Serang
Tabel iklim (penjelasan)
JFMAMJJASOND
 
 
527
 
26
20
 
 
428
 
25
23
 
 
337
 
26
23
 
 
293
 
27
23
 
 
158
 
26
22
 
 
151
 
27
23
 
 
93
 
28
21
 
 
39
 
30
23
 
 
35
 
32
22
 
 
158
 
32
23
 
 
248
 
28
22
 
 
378
 
25
21
Suhu rata-rata maks. dan min. dalam °C
Total presipitasi dalam mm
Sumber: [5]

Sungai ini mengalir di wilayah barat daya pulau Jawa yang beriklim muson tropis (kode: Am menurut klasifikasi iklim Köppen-Geiger).[6] Suhu rata-rata setahun sekitar 25 °C. Bulan terpanas adalah Oktober, dengan suhu rata-rata 28 °C, and terdingin Januari, sekitar 23 °C.[5] Curah hujan rata-rata tahunan adalah 2845 mm. Bulan dengan curah hujan tertinggi adalah Januari, dengan rata-rata 527 mm, dan yang terendah September, rata-rata 35 mm.[7]

Pemanfaatan

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1985 pemerintah merencanakan membangun waduk baru di Jawa Tengah untuk pembangkit tenaga listrik berkekuatan 22,5 megawatt dan dapat menampung air untuk kebutuhan 70 hektare sawah disekitarnya. Waduk yang membendung Kali Serang ini dinamakan Waduk Kedungombo lantaran Bendungan utamanya berada di Dusun Kedungombo, Desa Rambat, Kecamatan Geter, Kabupaten Grobogan. Pembangunan Waduk Kedung Ombo ini dibiayai USD 156 juta dari Bank Dunia, USD 25,2 juta dari Bank Exim Jepang, dan APBN, dimulai tahun 1985 sampai dengan tahun 1989. Waduk mulai diairi pada 14 Januari 1989. Cangkupan genangan waduk ini mencapai 6.576 Hektar (Perairan 2.830 Hektar dan Lahan Daratan 3.746 Hektar) dengan menenggelamkan 37 desa, 7 kecamatan di 3 kabupaten, yaitu Sragen, Boyolali, Grobogan. Sebanyak 5.268 keluarga saat itu kehilangan tanahnya akibat pembangunan waduk ini. Waduk ini akhirnya diresmikan oleh Presiden Soeharto, tanggal 18 Mei 1991. Saat ini waduk ini juga sebagai sarana wisata di tiga kabupaten di sekitarnya.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ a b https://hukumonline.com/pusatdata/detail/lt4f2f760d2fff3/keputusan-menteri-kehutanan-nomor-sk511menhutv2011-tahun-2011
  2. ^ Rand McNally, The New International Atlas, 1993.
  3. ^ Kali Serang at Geonames.org (cc-by); Last updated 2013-06-04; Database dump downloaded 2015-11-27
  4. ^ Sungai Lusi (Kali Lusi) Diarsipkan 2021-03-22 di Wayback Machine. Kumpulan Ensiklopedi Dunia.
  5. ^ a b "NASA Earth Observations Data Set Index". NASA. 30 January 2016. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-08-06. Diakses tanggal 2019-02-13. 
  6. ^ Peel, M C; Finlayson, B L; McMahon, T A (2007). "Updated world map of the Köppen-Geiger climate classification". Hydrology and Earth System Sciences. 11: 1633–1644. doi:10.5194/hess-11-1633-2007. Diakses tanggal 30 January 2016. 
  7. ^ "NASA Earth Observations: Rainfall (1 month - TRMM)". NASA/Tropical Rainfall Monitoring Mission. 30 January 2016. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-04-19. Diakses tanggal 2019-02-13. 

6°42′20″S 110°36′57″E / 6.7055°S 110.6159°E / -6.7055; 110.6159