Kedungmalang, Kedung, Jepara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kedungmalang
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Jepara
Kecamatan Kedung
Pemerintahan
 • Kepala desa Agus Mugiono
Kodepos 59463
Luas ... km²
Jumlah penduduk ... jiwa
Kepadatan ... jiwa/km²

Kedungmalang adalah desa di kecamatan Kedung, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Desa ini berbatasan dengan Kalianyar di sebelah utara, Laut Jawa di sebelah barat, Karangaji di sebelah timur, Kedungmutih (Demak) di sebelah selatan.

Pemdes Kedungmalang[sunting | sunting sumber]

Struktur pemdes Kedungmalang periode 2009-2013:

  • Kepala Desa = Agus Mugiono
  • Sekretaris (Carik) = -
  • Bendahara = -
  • Tata Usaha = -
  • Modin = -
  • Ketua BUMDes = -
  • Komandan Hansip = -
  • Ladu = -
  • Bayan = -
  • Kamituwo = -

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Desa Kedungmalang memiliki beberapa tempat wisata, yaitu:

Wisata Alam[sunting | sunting sumber]

  • Muara Sungai Serang
  • Pantai Kedungmalang

Wisata Religi (ziarah)[sunting | sunting sumber]

  • Makam Syeh Abdullah, di Dukuh Krasakmalang
  • Makam Maulana Malik Ibrahim Al-Maghribi, di Dukuh Krasakmalang
  • Makam Maulana Abdurrohman Al-Maghribi, di Dukuh Krasakmalang
  • Makam Syeh Maulana Abdul malik, di Dukuh Krasakmalang

Wisata Belanja[sunting | sunting sumber]

  • Pasar Sore Kedungmalang

Acara Perayaan (event)[sunting | sunting sumber]

Desa Kedungmalang memiliki beberapa event, yaitu:

  • Haul Maulana
  • Sedekah Bumi Kedungmalang

Potensi[sunting | sunting sumber]

Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, saat ini merupakan salah satu desa sentra penghasil ikan kering[1]. Oleh karena itu jika kita melewati desa ini akan kita jumpai puluhan pengusaha ikan sedang mengolah ikan untuk dijadikan ikan kering asin atau tawar yang lazim orang menyebut gresek. Apalagi jika panas menyengat bisa dikatakan tidak ada tempat terluang semua digunakan untuk menjemur berbagai jenis ikan di antaranya ikan gerabah, munir, abangan, kembung, layar dan teri dan masih ada puluhan ikan lainnya. Jika dihitung warga Desa Kedungmalang yang terjun dalam usaha ini ada 150 orang. Produk unggul dari Desa Kedungmalang adalah Tempong.

Rencana Membangun Desa[sunting | sunting sumber]

Rencana membuat Ladang Bunga di Tanggul Sungai

"Agus Mugiono" selaku Kepala Desa Kedungmalang memiliki proyek memajukan desa dengan bekerjasama dengan Pemkab Jepara, yaitu :

  • Membangun Trotoar

supaya air tidak menggenangi jalan dan mengakibatkan motor dan mobil tidak mogok yang lewat desa Kedungmalang, agar tidak merusak jalan, dan memberi fasilitas para pejalan kaki.

  • Memperindah Tanggul Sungai dan Bahu Jalan

dengan menanami pohon, rumput jepang dan tanaman bunga warna-warni di sekitar tanggul, karena selama ini desa Kedungmalang terkesan kotor terutama bagian bahu jalan dan tanggul. Warga berharap Kepala Desa Kedungmalang membuat tanggul yang ditepi jalan raya tersebut menjadi Ladang Bunga misalnya menanam bunga tulip seperti ladang bunga tulip di Belanda ataupun menanam bunga zhibazakura seperti di taman bunga Higashimoto (Jepang)

  • Tempat Sampah di Pinggir Jalan

dengan cara menyediakan tempat sampah, maka diharapkan warga tidak membuang sampah ke sungai ataupun di tanggul sungai.

  • Undang Undang Buang Sampah Sembarangan

Alangkah baiknya jika Kepala Desa Kedungmalang membuat undang-undang desa, yang berisi siapa yang membuang sampah ke sungai/tanggul dikenakan denda Rp 500.000 dan diarak keliling desa dengan di kalungi tulisan "saya tidak beriman, karena saya buang sampah sembarangan".

  • Membangun Pasar Kuliner khas minuman dan makanan Jepara

membangun wisata kuliner yang di dalamnya penjual hanya boleh menjual makanan khas Jepara dan berbagaimacam kuliner asli khas Jepara. * Membuat Paguyuban Penjual di sentra kuliner khas Jepara tersebut diharapkan menggunakan Pakaian Adat Jawa saat berjualan minimal menggunakan Blangkon bagi pria sedangkan wanita minimal menggunakan Kebaya yang boleh di kombinasikan dengan Celana maupun Rok tidak harus dengan kain jarik.

  • Membangun Sandaran Perahu Nelayan

menata tepian sungai agar lebih tertata rapi serta memudahkan nelayan menyandarkan perahunya, juga agar sedap dipandang mata, oleh karena itu Desa Kedungmalang harus ditata menjadi desa nelayan yang bersih, rapi, dan tertib seperti desa nelayan di belanda atau dinegara lainnya.

  • Membangun Wisata Pantai Kedungmalang

menata pantai Kedung malang dengan menanami pohon Cemara Laut, pohon Sengon Laut, Pohon Kelapa, Pohon Bakau, pohonCherry Laut (Cherry Beach). Serta membangun Gazebo dengan bentuk arsitektur khas Gazebo Jepara dan Gapura bentuk Candi Bentar khas Jepara. sehingga dapat menambah pemasukan Desa Kedungmalang. Konsep pembangunannya ala wisata hutan bakau yang ada treknya seperti di karimunjawa.

  • Memasang lampu jalan

di pinggir jalan raya sepanjang jalan raya yang melintasi Desa Kedungmalang. Karena jalan raya di Kedungmalang sangat gelap di malam hari karena tidak adanya lampu di setiap pinggir jalan.

  • Memperindah Jembatan

Memasang lampu warna warni sepanjang Jembatan Kedungmalang, dengan cara swadaya masyarakat Kedungmalang dan minta bantuan kepada Pemkab Jepara untuk memasang lampu di Jembatan tersebut sehingga seindah seperti Jembatan Suramadu, maka Jembatan Kedungmalang-KedungMutih pun menjadi objek wisata yang menarik. Desa Kedungmalang juga berpotensi sebagai Jepara Riverfront City seperti yang dilakukan Kota Palangkaraya yang membangun Riverfront City, selain sebagai tempat penghijauan supaya tidak terjadi abrasi, Riverfront City juga untuk sarana wisata keluarga.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]