Ci Manuk

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Ci Manuk
Sumber aliran Pegunungan Mandalagiri
Mulut sungai Laut Jawa
Negara Indonesia
Panjang 180 km
Daerah aliran sungai 3.584 km2

Ci Manuk ("Sungai Burung") adalah sungai yang berada di bagian timur Provinsi Jawa Barat. Ci Manuk berhulu di Pegunungan Mandalagiri di Kabupaten Garut pada ketinggian sekitar 1700 meter di atas permukaan laut (mdpl), mengalir ke arah timur laut sepanjang 180 km dan bermuara di Laut Jawa di Kabupaten Indramayu. Ci Manuk pada bagian hilir cukup lebar sehingga dapat dilayari oleh kapal relatif besar. Pada abad ke-16, muara Ci Manuk adalah pelabuhan yang ramai dan menjadi salah satu pelabuhan milik Kerajaan Sunda, sebagaimana dilaporkan oleh Tome Pires sebagai "Chemano". Di wilayah Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang aliran Ci Manuk dibendung untuk pembangunan Waduk Jatigede.

Daerah Aliran Sungai[sunting | sunting sumber]

Daerah Aliran Sungai (DAS) Ci Manuk berada dalam pengelolaan Balai Besar Ci Manuk-Ci Sanggarung dan merupakan satu kesatuan aliran sungai Ci Manuk yang terdiri dari 5 Kabupaten yakni Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon, dan langsung membelah beberapa kota di antaranya adalah Kota Garut, Jatibarang dan Indramayu. Luas DAS Cimanuk adalah 3.584 km2 dengan panjang total sungai 337,67 Km. Hulu sungai ini berada di Pegunungan Mandalagiri-Puncakgede, Desa Simpang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Anak sungai besar yang dimiliki Ci Manuk diantaranya adalah:

Jembatan di atas sungai Cimanuk dekat Kadipaten, Majalengka, pada masa Hindia Belanda. Jembatan ini dilewati Grote Postweg (Jalan Raya Pos).
  1. Ci Rambatan
  2. Ci Keruh
  3. Ci Sambeng
  4. Ci Pelang
  5. Ci Lutung
  6. Ci Peles
  7. Ci Babakan
  8. Ci Peudeus
  9. Ci Pancar

Pemanfaatan[sunting | sunting sumber]

Penduduk di sepanjang aliran Ci Manuk memanfaatkan sungai ini untuk sumberdaya pertanian dan perikanan baik secara tradisional dengan cara memancing atau menjala. Ci Manuk pada bagian hilir cukup lebar sehingga dapat dilayari oleh kapal relatif besar. Pada abad ke-16, muara Ci Manuk adalah pelabuhan yang ramai dan menjadi salah satu pelabuhan milik Kerajaan Sunda, sebagaimana dilaporkan oleh Tome Pires sebagai "Chemano". Daerah Aliran Sungai Ci Manuk sekarang dipakai untuk memasok irigasi sawah irigasi Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon, sebagai daerah penghasil padi utama. Terlebih saat ini telah dibangun Waduk Jatigede di wilayah Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]