Kali Klawing

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Kali Klawing atau Sungai Klawing adalah sungai yang berhulu di Gunung Slamet dan Pegunungan Serayu Utara yang mengalir di sepanjang kabupaten Purbalingga hingga menyatu menjadi Sungai Serayu atau Kali Serayu di Kabupaten Banyumas. Hulu Sungai Klawing berada di Gunung Sitengkek di Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga lalu mengalir ke selatan melewati Kecamatan Bobotsari, Kecamatan Mrebet, Kecamatan Bojongsari, Kecamatan Purbalingga, Kecamatan Kaligondang, dan Kecamatan Kemangkon. Sungai Klawing berada di daerah aliran sungai (DAS) Serayu dengan sub DAS Klawing sendiri yang memiliki luas sekira 172.513,06 Ha atau 1.725,1306 Km2. Anak sungai yang cukup besar diantaranya:

  • Sungai Pelus
  • Sungai Berem
  • Sungai Ponggawa
  • Sungai Pekacangan
  • Sungai Lebak
  • Sungai Kajar
  • Sungai Gemuruh
  • Sungai Lemberang
  • Sungai Gintung
  • Sungai Paingen
  • Sungai Soso
  • Sungai Laban
  • Sungai Tungtung

Geologi[sunting | sunting sumber]

Sungai Klawing dan anak-anak sungainya memotong batuan berumur Tersier di Pegunungan Serayu Utara, yang meliputi Formasi Kumbang, dan Tapak serta batuan volkanik Kuarter Gunung Slamet. Morfologi sekitar sungai berupa pegunungan volkanik di bagian barat, perbukitan lipatan berlereng terjal utara dan dataran bergelombang di sebelah timur dan selatan. Sungai Klawing menghasilkan dataran alluvial di sekitar sungai. Endapan ini membentuk undak-undak di sekitar sungai induk. Struktur geologi utama yang berkembang di daerah penelitian adalah kemiringan lapisan batuan. Struktur ini menghasilkan pola sebaran potensi jasper primer pada batuan beku lava serta potensi tambang yang khas. Jajaran perbukitan homoklin sebagai obyek keindahan geologi juga dikontrol oleh struktur geologi ini. Struktur geologi pada batuan muda di daerah penelitian adalan berupa perlapisan horisontal. Struktur ini mengontrol persebaran endapan jesper sekunder pada endapan undak di sekitar sungai.[1]

Pemanfaatan[sunting | sunting sumber]

Penduduk di sepanjang Sungai Klawing memanfaatkan untuk sumberdaya perikanan baik secara tradisional dengan cara memancing atau menjala. Besarnya debit air Sungai Klawing juga dimanfaatkan untuk pengairan/ irigasi melalui sejumlah bendung seperti Bendung Slinga. Sekarang ini Sungai Klawing termasuk sungai favorit untuk berlatih dan berwisata kayak. [2]. Selain itu Sungai Klawing juga terkenal dengan batu akik. Ada beberapa jenis batu klawing yang ditawarkan, yaitu motif telur kodok, pancawarna, nagasui, badar lumut dan lainnya. Aneka batu klawing itu dikemas dalam berbagai hiasan, seperti gelang, liontin, ukiran, gesper dan cincin bermata batu akik yang jadi andalan.[3]


Referensi[sunting | sunting sumber]