Waduk Malahayu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Waduk Malahayu
Salah satu bangunan peninggalan belanda yang ada di area Waduk Malahayu, masyarakat sekitar sering menyebutnya dengan Turn
Nama Waduk Malahayu
Lokasi Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah
Kegunaan Irigasi, Perikanan, Pengendali Banjir
Status Digunakan
Konstruksi dimulai 1934
Mulai beroperasi 1937
Dam dan saluran air
Tipe bendungan Urugan Tanah Bukan Homogen
Tinggi 31,35 meter
Panjang 176 meter

Waduk Malahayu adalah sebuah waduk yang terletak di dekat perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Awalnya waduk ini menggenang di perbatasan Desa Malahayu dengan Desa Cipajang dan Desa Penanggapan, namun akibat mendangkalan kini secara umum hanya menggenangi wilayah Desa Malahayu sekaligus lokasi bendungan utamanya. Waduk Malahayu berjarak ± 6 km dari pusat Kecamatan Kecamatan Banjarharjo atau 17 km dari Kecamatan Kecamatan Tanjung.

Pembangunan[sunting | sunting sumber]

Waduk Malahayu dibangun pada tahun 1934-1937 dan diresmikan pada 19 Mei 1938 oleh Kolonial Belanda. Waduk dini dibuat dengan membendung Sungai Kebuyutan atau Sungai Ciblandongan yang memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 63 Km2 beserta anak sungainya seperti Sungai Cimandala, Sungai Pabogohan, dan Sungai Ciomas. Pada saat diresmikan waduk ini mempunyai kapasitas tampungan mencapai 69 Juta m3 dengan area layanan irigasi mencapai 18.456 Hektar. Namun pengukuran tahun 1977, daya tampung Waduk Malahayu tinggal 46 Juta m3 akibat sedimentasi.

Mitos[sunting | sunting sumber]

Mitos yang hidup di masyarakat sekitar waduk ini adalah bahwa pasangan pengantin baru wajib membasuh muka dengan air waduk. Konon, pasangan yang melaksanakan hal itu akan langgeng mengarungi mahligai rumah tangga. Karena itu, hampir setiap ada pengantin baru, mereka selalu menyempatkan diri berkunjung ke lokasi tersebut. Yang unik, mereka kadang-kadang datang masih mengenakan pakaian pengantin, dengan diiringi puluhan bahkan ratusan pengiring. Tradisi ini dilaksanakan selain dipercaya mengandung berkah kelanggengan bagi pasangan itu, juga sebagai upaya tolak bala.

Pemanfaatan[sunting | sunting sumber]

Fungsi pemanfaatan waduk ini disamping sebagai sarana irigasi lahan pertanian wilayah Kecamatan Kecamatan Banjarharjo, Kecamatan Kersana, Kecamatan Ketanggungan, Kecamatan Loasari, Kecamatan Tanjung dan Kecamatan Bulakamba juga sebagai pengendali banjir serta dimanfaatkan untuk rekreasi/ obyek wisata. Di obyek wisata ini dapat ditemukan panorama alam pegunungan dan perbukitan yang indah, dikelilingi hutan jati yang luas dan telah dijadikan bumi perkemahan dan wana wisata.

Berbagai fasilitas tersedia di kompleks wisata ini antara lain kolam renang anak, mainan anak, becak air, perahu pesiar, perahu dayung, panggung terbuka serta disediakan tempat parkir yang cukup luas. Pada setiap Idul Fitri diadakan Pekan Wisata dengan pentas orkes melayu/dangdut sebagai hiburan. Sementara Sedekah Waduk, dilaksanakan oleh masyarakat setempat setiap hari raya. Terkadang diadakan lomba balap perahu, lomba mancing, dan sebagainya. Penduduk setempat juga menggunakan perahu compreng untuk rekreasi air mengelilingi waduk. Ikan Mujaer goreng adalah hidangan istimewa di lokasi wisata ini. Beberapa warung makan yang mendirikan bangunan di timur waduk menyediakan ikan mujair goreng dengan harga murah.