Banjarharjo, Brebes

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Banjarharjo
Map of Banjarharjo District, Brebes Regency.png
Peta lokasi Kecamatan Banjarharjo
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenBrebes
Pemerintahan
 • CamatEko Purwanto, B.A, S.IP[1]
Populasi
 • Total121,360 jiwa (BPS 2.014) jiwa
Kode Kemendagri33.29.17 Edit the value on Wikidata
Desa/kelurahan25

Banjarharjo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan Banjarharjo terletak di sebelah barat Kabupaten Brebes. Jarak Kecamatan Banjarharjo dari Ibu kota Kabupaten Brebes adalah 47 kilometer melalui Sengon. Luas wilayah Kecamatan Banjarharjo adalah 162,12 km² dan jumlah penduduknya adalah 121.360 Jiwa (Laki-laki 60.708 Jiwa dan Perempuan 60.652 Jiwa).[2] Kecamatan Banjarharjo terdiri dari 25 Desa/Kelurahan, 59 Dukuh, 118 RW dan 549 RT. Pusat pemerintahannya berada di Desa Banjarharjo

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara astronomi, Kecamatan Banjarharjo terletak antara 06°55’49” LS sampai 07°07’20” LS, dan 108°45’30” BT sampai 108°51’38” BT. Kecamatan Banjarharjo terletak di bagian tenggara wilayah Kabupaten Brebes, dengan ketinggian antara 22-1200 meter di atas permukaan air laut (Mdpl). Luas wilayah Kecamatan Banjarharjo adalah 16211,54 Ha. Desa yang memiliki luas wilayah terbesar adalah Desa Penanggapan yaitu seluas 1964,92 Ha. Desa yang memiliki luas wilayah terkecil adalah Desa Ciawi yaitu seluas 158,67 Ha.

Topografi[sunting | sunting sumber]

Wilayah bagian utara kecamatan ini merupakan dataran rendah pantai utara jawa dan perbukitan bergelombang dibagian tengah. Sedangkan dibagian selatan merupakan daerah pegunungan yang masih dalam lajur Pegunungan Pojoktiga - Lio - Kumbang. Titik tertinggi Kecamatan Banjarharjo terletak di Gunung Kumbang (1.211 m) yang berada diperbatasan Desa Sindangheula dengan Kecamatan Ketanggungan dan Kecamatan Salem. Selain Gunung Kumbang, sejumlah gunung dan bukit yang ada di Kecamatan Banjarharjo antara lain Gunung Lemahlaki (858 m), Gunung Puncakpayung (842 m), Gunung Gora (739 m), Bukit Canggah (348 m) dan Bukit Colom (224m). Sedangkan sungai utama diwilayah Kecamatan Banjarharjo adalah Sungai Kebuyutan, Sungai Cicaruy, Sungai Ciblandongan dan Sungai Cibuniwangi.

Iklim dan Geologi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Banjarharjo yang beriklim tropis dengan dua musim dalam satu tahunnya yaitu musim kemarau dan penghujan, dengan suhu udara pada siang hari berkisar antara 25 - 33 derajat Celcius. Curah hujan maksimum sebesar 2945 mm/th dan curah hujan minimum 2240 mm/th. Secara geologi wilayah Kecamatan Banjarharjo tersusun atas enam formasi batuan. Diutara adalah Formasi Endapan Aluvium terdiri atas endapan kerikil, pasir dan lempung berwarna abu-abu sepanjang dataran banjir sungai-sungai besar, dan endapan lempung berbau busuk berwarna hitam di daerah berawa. Bagian tengah umumnya tersusun atas napal dan turbidit masing-masing dari Formasi Halang dan Pemali. Sedangkan dibagian selatan adalah Formasi Kumbang yang terdiri dari breksi.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kecamatan Tanjung, Kecamatan Losari, Kecamatan Kersana
Timur Kecamatan Ketanggungan
Selatan Kecamatan Salem
Barat Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan ( Jawa Barat )

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Banjarharjo merupakan kecamatan yang sangat unik karena Walaupun terletak di Provinsi Jawa Tengah mayoritas penduduknya menggunakan bahasa sunda sebagai bahasa sehari-hari.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Bandungsari
  2. Banjar Lor
  3. Banjarharjo
  4. Blandongan
  5. Ciawi
  6. Cibendung
  7. Cibuniwangi
  8. Cigadung
  9. Cihaur
  10. Cikakak
  11. Cikuya
  12. Cimunding
  13. Cipajang
  14. Dukuhjeruk
  15. Karangmaja
  16. Kertasari
  17. Kubangjero
  18. Malahayu
  19. Penanggapan
  20. Parireja
  21. Pende
  22. Sindangheula
  23. Sukareja
  24. Tegalreja
  25. Tiwulandu

Sarana dan prasarana[sunting | sunting sumber]

  1. Pasar Banjarharjo
  2. Pasar Cikakak
  3. Pasar Bandungsari
  4. Jembatan, Jalan Raya dan Rambu-rambunya
  5. Kantor Pos Banjarharjo 52265
  6. Kantor Bank Cabang dan ATM BRI, BNI
  7. Puskesmas Desa di setiap desanya
  8. Rumah Sakit (RS) Abdi Waluyo
  9. Rumah Sakit (RS) Dera As-syifa
  10. SPBU Pertamina 44-52224 Banjarharjo
  11. KUA Banjarharjo
  12. TePe Futsal Banjarharjo
  13. Kolam Renang Tirta Hilda

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

SMP/MTs[sunting | sunting sumber]

  1. Pondok Pesantren Manarul Huda Jl. H Agus salim No. 01 Desa Bandungsari
  2. SMP Negeri 1 Banjarharjo, Jl. Raya Cikakak No. 1 Desa Cikakak
  3. SMP Negeri 2 Banjarharjo, Jl. Pramuka No. 2 Desa Banjarharjo
  4. SMP Negeri 3 Banjarharjo, Jl. Raya Bandungsari Desa Bandungsari
  5. SMP Negeri 4 Banjarharjo, Jl. Desa Malahayu KM 1 Desa Malahayu
  6. SMP Islam Terpadu Manarul Huda Jl. H Agus salim No. 01 Desa Bandungsari
  7. SMP Mubarokul Ulum Banjarharjo Jl. Suka Asih No. 8 Desa Penanggapan
  8. MTs Hidayatul Ummah Malahayu, Desa Malahayu
  9. MTs Ma'arif NU 06 Bandungsari, Desa Bandungsari
  10. MTs Al Hidayah
  11. Pondok Pesantren Ass Shodiqin Jl. Makensi, Desa Banjarharjo

SMA/SMK/MA[sunting | sunting sumber]

  1. SMK Islam Terpadu Manarul Huda Desa Bandungsari
  2. SMA Negeri 1 Banjarharjo, Desa Banjarharjo
  3. SMA Mubarokul Ulum Banjarharjo Jl. Suka Asih No. 8 Desa Penanggapan
  4. SMK Farmasi Banjarharjo, Desa Banjarharjo

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Tempat wisata[sunting | sunting sumber]

  1. Bendungan Malahayu, Objek wisata ini berada di Desa Malahayu. Bendungan Waduk Malahayu merupakan salah satu objek wisata yang diminati masyarakat luar kota karena keindahannya dan memiliki kerajinan yang khas seperti keramik, gerabah dan tembikar.[3]
  2. Bukit Dadablangan, Objek wisata ini berada di Desa Malahayu tak jauh dari Waduk Malahayu. Wisata Bukit Dadablangan merupakan objek wisata baru yang menyajikan pemandangan luasnya Waduk Malahayu dari ketinggian.
  3. Curug Tonjong, Objek wisata ini berada di Desa Sindangheula. Curug Tonjong memiliki ketinggian sekitar 15 meter dan berada di aliran Sungai Cilimus. Lokasinya terletak di lereng Pegunungan Kumbang yang masih dikerumuni pepohonan.[4]
  4. Wisata Alam Pangebonan Bandungsari, Objek wisata ini berada di Desa Bandungsari. Wisata Alam Pangebonan Bandungsari menyajikan wisata alam berupa aliran sungai berbatu dengan air yang jernih dan masih sangat alami. Di aliran sungai ini juga terdapat dua air terjun dengan ketinggian sekitar 6 meter.
  5. Wisata Bukit Bintang Pasir Gibug, Objek wisata ini berada di Desa Penanggapan. Wisata Bukit Bintang Pasir Gibug merupakan objek wisata baru yang menyajikan pemandangan berada dibawah kaki bukit gunung Lio.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]