Balapulang, Tegal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Balapulang
Kecamatan
Locator Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal.png
Peta lokasi Kecamatan Balapulang
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Tegal
Kodepos 52464
Luas 74,91 km²
Jumlah penduduk 82.040 jiwa
Desa/kelurahan 20

Balapulang adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 13 km di sebelah selatan Slawi, ibu kota Kabupaten Tegal. Pusat pemerintahannya berada di Desa Balapulang Kulon. Luas wilayahnya 74,91 km² dan jumlah penduduknya 82.040 jiwa (40.547 Laki-laki dan 41.493 Perempuan). Kecamatan ini memiliki makanan khas yaitu Nasi Ponggol.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara KecamatanPagerbarang
Selatan Kecamatan Bumijawa dan Kecamatan Bojong
Barat Kecamatan Margasari
Timur Kecamatan Jatinegara dan Lebaksiu, Tegal

Pembagian Administratif[sunting | sunting sumber]

  1. Balapulang Kulon
  2. Balapulang Wetan
  3. Banjar Anyar
  4. Batuagung
  5. Bukateja
  6. Cenggini
  7. Cibunar
  8. Cilongok
  9. Danareja
  10. Danawarih
  11. Harjowinangun
  12. Kalibakung
  13. Kaliwungu
  14. Karangjambu
  15. Pagerwangi
  16. Pamiritan
  17. Sangkanjaya
  18. Sesepan
  19. Tembongwah
  20. Wringin Jenggot

Geografis[sunting | sunting sumber]

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Balapulang berada di bagian tengah-selatan dari Kabupaten Tegal dengan luas wilayah 74,91 km² atau 8,52% dari total wilayah Kabupaten Tegal. Wilayahnya sebagain besar terdiri dari dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 109 meter diatas permukaan air laut. Sebagian di wilayah tenggara merupakan perbukitan hingga ketinggian tertinggi pada 660 Mdpl di bukit perbatasan Desa Kalibakung, Bukateja dengan Kecamatan Bumijawa.

Hidrologi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Balapulang memili banyak aliran sungai alami dan sungai irigasi. Sungai-sungai yang melintas di wilayah ini diantaranya adalah Kali Gung, Kali Kumisik, Kali Gintung, Kali Erang, Kali Blembeng, Kali Dandang, Kali Cibuar, Kali Kluwut, Kali Pagerwangi dll.

Penggunaan lahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Balapulang merupakan daerah yang sangat subur sebagian merupakan lahan persawahan, ladang pertanian dan hutan jati serta pinus. Karena sebagian wilayahnya merupakan hutan produksi (jati & pinus) di Balapulang terdapat Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Balapulang yang membawahi wilayah sebagian Tegal barat/ selatan dan Brebes.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Masyarakatnya Kecamatan Balapulang sebagian berprofesi menjadi petani, peternak, pengrajin furniture kayu jati, pedagang, pegawai negeri/ TNI/ Polisi/ wiraswasta dan sebagian merantau ke kota besar lainnya di Indonesia. Di beberapa daerah Balapulang, Bahasa Sunda Brebes juga dituturkan oleh penduduk keturunan Sunda yang kebanyakan menetap di wilayah selatan kecamatan ini. Dalam kehidupan sehari hari masyarakat Balapulang tidak beda jauh dengan masyarakat Tegal pada umumnya yaitu menggunakan Bahasa Jawa Banyumasan Dialek Tegal atau Bahasa Ngapak.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Balapulang dilewati oleh kendaraan yang melintas dari Tegal / Slawi ke arah Purwokerto, jalan yang melintasi wilayah Balapulang bagus dengan pemandangan yang indah. Jalan raya ini adalah penghubung pantai utara dan pantai selatan Jawa Tengah bagian barat. Balapulang juga dilewati oleh rel kereta api lintas cabang Tegal Prupuk, dan masih digunakan untuk mengangkut BBM (Solar, HSD & Premium) dari Maos Cilacap menuju Depo Pertamina UPPDN IV Jawa Tengah di Tegal. Stasiun kereta api Balapulang didirikan oleh Javasche Spoorweg Mij Belanda pada tahun 1885-1886.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]