Suradadi, Tegal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Suradadi
Kecamatan
Locator Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal.png
Peta lokasi Kecamatan Suradadi
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Tegal
Pemerintahan
 • Camat Moh. Soleh, S.Sos.,M.Si.
Desa/kelurahan 11

Suradadi merupakan salah satu dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Indonesia. Pusat pemerintahan berada di Desa Suradadi. Suradadi terletak kurang lebih 17 km di sebelah timur Kota Tegal , Jawa Tengah atau kurang lebih 13 km di sebelah barat Pemalang, Jawa Tengah dan berjarak kurang lebih 30 km dari ibukota Kabupaten Tegal, Kecamatan Slawi.



Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Suradadi yang terletak di pantai utara (Pantura) Pulau Jawa ini merupakan wilayah dataran rendah dengan ketinggian 0-50 meter di atas permukaan laut dpl. Daerah terendah berada di wilayah pinggir pantai Laut Jawa di desa Bojongsana, Suradadi, dan Sidaharja, dan daerah tertinggi berada di wilayah selatan. Pemanfaatan tanah di wilayah Kecamatan Suradadi sebagian besar untuk lahan pertanian, perkebunan, dan pemukiman. Suradadi dialiri oleh beberapa sungai kecil, antara lain: Kali Cenang, Kali Cacaban, dan Kali Pekijingan, yang bermuara di Laut Jawa.

Perbatasan[sunting | sunting sumber]

Utara Laut Jawa
Selatan Kecamatan Kedungbanteng
Barat Kecamatan Kramat dan Tarub
Timur Kecamatan Warureja

Pembagian Administratif[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Suradadi dibagi menjadi 11 Desa yaitu:

  1. Bojongsana
  2. Gembongdadi
  3. Harjasari
  4. Jatibogor
  5. Jatimulya
  6. Karangmulya
  7. Karangwuluh
  8. Kertasari
  9. Purwahamba
  10. Sidoharjo
  11. Suradadi

Daftar Camat Suradadi[sunting | sunting sumber]

  1. H. Tjiptono Setyawan, S.IP. (...-2007)
  2. Moh. Soleh, S.Sos.,M.Si. (2007-Sekarang)

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Penyebaran penduduk Kecamatan Suradadi terpusat di wilayah utara dan tengah. Sebagian besar penduduk Kecamatan Suradadi memeluk agama Islam, dan sebagian kecil memeluk agama Katolik dan Kristen Protestan.

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar penduduk bermata pencaharian sebagai petani, nelayan, wiraswasta, dan pedagang, dan sebagian lagi berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil, anggota TNI atau Polri, dan karyawan swasta. Ada sebagian penduduk yang merantau ke kota-kota besar di Indonesia bahkan ke luar negeri dan bekerja di berbagai sektor industri dan sektor informal. Sebagian penduduk juga ada yang bekerja sebagai crew pada kapal-kapal penangkap ikan di negara Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Spanyol, dan lain-lain.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Wilayah Kecamatan Suradadi dilalui oleh jalur pantai utara (pantura) Kota Tegal - Pemalang dan merupakan jalur alternatif dari jalur pantura menuju ke arah selatan ke Kecamatan Kedungbanteng, Pangkah dan Slawi. Jalur kereta api lintas utara Jakarta - Semarang - Surabaya juga melalui wilayah Kecamatan Suradadi yang dilengkapi dengan fasilitas stasiun kereta api di Desa Suradadi. Untuk mempermudah mobilitas penduduk dan pengangkutan barang, di Kecamatan Suradadi saat ini telah dioperasikan sarana angkutan pedesaaan (angkudes), yang melayani berbagai rute dan menghubungkan antar desa di wilayah ini. Selain sarana transportasi modern, di Kecamatan Suradadi juga tersedia sarana transportasi tradisional yang digunakan oleh masyarakat, yaitu becak dan dokar.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Di wilayah Kecamatan Suradadi terdapat salah satu tujuan wisata menarik di yaitu OW Pantai Purwahamba Indah atau Pur'in yang terletak di jalur pantai utara Tegal - Pemalang di desa Purwahamba. Objek wisata yang merupakan tempat rekreasi pantai ini menawarkan beberapa fasilitas seperti: tempat parkir yang luas, kolam renang (water boom), kebun binatang, kafe, sarana permainan anak, pusat oleh-oleh, dan lain-lain.

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Dalam kehidupan sehari hari masyarakat Suradadi tidak beda jauh dengan masyarakat Tegal pada umumnya yaitu menggunakan Bahasa Jawa Banyumasan logat/ dialek Tegal, biasanya dikenal dengan dialek 'nyong' yang artinya aku.