Kabupaten Pemalang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Pemalang)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Pemalang
Kabupaten di Jawa Tengah, Indonesia
Kabupaten Pemalang.png
Lambang
Julukan: 
Kota Grombyang, Kota Nanas, Kota Ikhlas
Motto: 
Pemalang IKHLAS
(Indah, Komunikatif, Hijau, Lancar, Aman, Sehat)
Pusere Jawa (Pariwisata)
Locator kabupaten pemalang.png
Kabupaten Pemalang is located in Jawa
Kabupaten Pemalang
Kabupaten Pemalang
Kabupaten Pemalang is located in Indonesia
Kabupaten Pemalang
Kabupaten Pemalang
Koordinat: 6°53′26″S 109°22′51″E / 6.8906°S 109.3808°E / -6.8906; 109.3808
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
Dasar hukumUU No. 13 Tahun 1950
Hari jadi24 Januari 1575
Ibu kotaKota Pemalang
Pemerintahan
 • BupatiMukti Agung Wibowo, S.H.,M.M.
 • Wakil BupatiMansur Hidayat
Luas
 • Total1.118,03 km2 (431,67 sq mi)
Populasi
 • Total1.522.301 jiwa
 • Kepadatan1.362/km2 (3,530/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 99,47%
Kristen 0,48%
- Protestan 0,37%
- Katolik 0,11%
Buddha 0,02%
Hindu 0,01%
Lainnya 0,02%[2]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode pos
Kode telepon0284
Kode Kemendagri33.27 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan14 kecamatan
Jumlah kelurahan11 kelurahan
Jumlah desa211 desa
DAURp 1.241.959.529.000.-(2020)[3]
IPMSteady 66,32 (2020)
Sedang[4]
Flora resmiSrigading
Fauna resmiBurung Kacer Jawa
Situs webwww.pemalangkab.go.id
Logo Branding Kabupaten Pemalang

Kabupaten Pemalang (Hanacaraka:ꦏꦧꦸꦥꦠꦼꦤ꧀​ꦥꦼꦩꦭꦁ, Bahasa Banyumasan: Kabupatên Pêmalang, Bahasa Jawa: Kabupatèn Pemalang) adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kabupaten Pemalang berada di pesisir utara Pulau Jawa atau yang dikenal dengan jalur pantura yang menghubungkan Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Masa Prasejarah[sunting | sunting sumber]

Keberadaan manusia pada masa prasejarah di Pemalang dapat dibuktikan dengan berbagai temuan arkeologis. Di Kabupaten Pemalang bagian barat, ditemukan situs-situs megalitik,[5] sedangkan sebuah nekara perunggu ditemukan di Desa Kabunan.[6] Bukti arkeologis adanya unsur kebudayaan Hindu-Buddha di Pemalang antara lain ditemukannya patung Ganesha, lingga, kuburan, ambang pintu, dan batu nisan di Desa Lawangrejo dan Desa Banyumudal.[7]

Selain itu, ada pula bukti arkeologis unsur kebudayaan Islam berupa makam-makam para penyebar agama, antara lain Syeikh Maulana Maghribi di Kawedanan Comal, Rohidin, dan Sayyid Ngali Murtala yaitu salah seorang kerabat Sunan Ngampel.[8][9]

Pra Mataram[sunting | sunting sumber]

Eksistensi Pemalang telah disebutkan dalam Bujangga Manik, sebuah naskah kuno berbahasa Sunda yang diperkirakan ditulis pada akhir abad XV.[10] Pada abad XVI, catatan Rijkloff van Goens dan data buku W. Fruin Mees menyatakan bahwa pada tahun 1575 Pemalang merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa, yang dipimpin oleh seorang pangeran atau raja.[11] Dalam perkembangan kemudian, Panembahan Senopati dan Panembahan Seda Krapyak dari Mataram menaklukkan daerah-daerah tersebut, termasuk di dalamnya Pemalang. Sejak saat itu Pemalang menjadi daerah vasal Mataram yang diperintah oleh Pangeran atau Raja Vasal.

Pemalang dan Kendal pada masa sebelum abad XVII merupakan daerah yang lebih penting dibandingkan dengan Tegal, Pekalongan dan Semarang. Karena itu jalan raya yang menghubungkan daerah pantai utara dengan daerah pedalaman Jawa Tengah (Mataram) yang melintasi Pemalang dan Wiradesa dianggap sebagai jalan paling tua yang menghubungkan dua kawasan tersebut.

Populasi penduduk sebagai pemukiman di pedesaan yang telah teratur muncul pada periode abad awal Masehi hingga abad XIV dan XV, dan kemudian berkembang pesat pada abad XVI, yaitu pada masa meningkatnya perkembangan Islam di Jawa di bawah Kerajaan Demak, Cirebon dan kemudian Mataram. Pada masa itu daerah pantai sekitar Pemalang dan Comal telah menjadi tempat persinggahan dalam perjalanan antara Demak dan Cirebon.[12]

Terdapat babad yang menceritakan bahwa Pangeran Benawa, Sultan Pajang yang ketiga (1586–1587), setelah tersingkir dari tahtanya lalu pergi membuka daerah pemukiman baru di sekitar wilayah Pemalang, dan menetap di sana hingga wafatnya.[13] Berdasarkan kepercayaan penduduk setempat, Pangeran Benawa dimakamkan di pemakaman kuno di Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Pemalang.[13]

Masa Kadipaten dibawah Kerajaan Mataram[sunting | sunting sumber]

Sejak sekitar 1622–1623, wilayah Pemalang sudah menjadi apanase (daerah kekuasaan) Pangeran Purbaya dari Mataram, yang mana seorang Kyai Lurah mewakilinya sebagai pelaksana pemerintahan setempat (stads houder).[14][15]

Seorang tokoh bernama Raden Maoneng diyakini masyarakat Pemalang sebagai salah seorang leluhur mereka.[16] Makamnya di Dukuh Maoneng, Desa Bojongbata, di pinggir Kecamatan Pemalang sebelah selatan banyak dikunjungi peziarah.[16] Beberapa sumber menyebutkan adanya tokoh bernama Tumenggung Mangun-Oneng, yaitu seorang panglima perang Sultan Agung yang memimpin pasukan Mataram dalam penaklukkan Surabaya pada tahun 1625.[17][18]

Pada masa Sunan Amangkurat I memerintah Mataram (1645–1677), Pemalang sudah berkembang menjadi salah satu dari kota-kota niaga maritim di pesisir utara Jawa, yang diatur dan diawasi dengan ketat oleh Mataram.[11]

Catatan Belanda menyebutkan bahwa Mataram mengangkat para adipati (stedehouders) dan syahbandar (sabandars of te tolmeesters) di kota-kota tersebut, serta memiliki dua pejabat tinggi (commissarissens) pengawas pesisir khusus untuk memastikan monopoli Mataram atas kegiatan perdagangan mereka.[11]

Pada sekitar tahun 1652, Sunan Amangkurat II mengangkat Ingabehi Subajaya menjadi Bupati Pemalang setelah Amangkurat II memantapkan tahta pemerintahan di Mataram setelah pemberontakan Trunajaya dapat dipadamkan dengan bantuan VOC pada tahun 1678.

Masa Perang Diponegoro[sunting | sunting sumber]

Menurut catatan Belanda pada tahun 1820 Pemalang kemudian diperintah oleh Bupati yang bernama Mas Tumenggung Suralaya. Pada masa ini Pemalang telah berhubungan erat dengan tokoh Kanjeng Swargi atau Kanjeng Pontang. Seorang Bupati yang terlibat dalam perang Diponegoro. Kanjeng Swargi ini juga dikenal sebagai Gusti Sepuh, dan ketika perang berlangsung dia berhasil melarikan diri dari kejaran Belanda ke daerah Sigeseng atau Kendaldoyong. Makam dari Gusti Sepuh ini dapat diidentifikasikan sebagai makam kanjeng Swargi atau Reksodiningrat. Dalam masa-masa pemerintahan antara tahun 1823–1825 yaitu pada masa Bupati Reksadiningrat. Catatan Belanda menyebutkan bahwa yang gigih membantu pihak Belanda dalam perang Diponegoro di wilayah Pantai Utara Jawa hanyalah Bupati-bupati Tegal, Kendal dan Batang tanpa menyebut Bupati Pemalang.

Sementara itu pada bagian lain dari Buku P.J.F. Louw yang berjudul De Java Oorlog van 1825–1830 dilaporkan bahwa Residen Van den Poet mengorganisasi beberapa barisan yang baik dari Tegal, Pemalang dan Brebes untuk mempertahankan diri dari pasukan Diponegoro pada bulan September 1825 sampai akhir Januari 1826. Keterlibatan Pemalang dalam membantu Belanda ini dapat dikaitkan dengan adanya keterangan Belanda yang menyatakan Adipati Reksodiningrat hanya dicatat secara resmi sebagai Bupati Pemalang sampai tahun 1825. Dan besar kemungkinan peristiwa pengerahan orang Pemalang itu terjadi setelah Adipati Reksodiningrat bergabung dengan pasukan Diponegoro yang berakibat Belanda menghentikan Bupati Reksodiningrat.

Pada tahun 1832, Bupati Pemalang yang Mbahurekso adalah Raden Tumenggung Sumo Negoro. Pada waktu itu kemakmuran melimpah ruah akibat berhasilnya pertanian di daerah Pemalang. Seperti diketahui Pemalang merupakan penghasil padi, kopi, tembakau dan kacang. Dalam laporan yang terbit pada awal abad XX disebutkan bahwa Pemalang merupakan afdeling dan Kabupaten dari karisidenan Pekalongan. Afdeling Pemalang dibagi dua yaitu Pemalang dan Randudongkal. Dan Kabupaten Pemalang terbagi dalam 5 distrik. Jadi dengan demikian Pemalang merupakan nama kabupaten, distrik dan Onder Distrik dari Karisidenan Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah.

Pusat Kabupaten Pemalang yang pertama terdapat di Desa Oneng. Walaupun tidak ada sisa peninggalan dari Kabupaten ini namun masih ditemukan petunjuk lain. Petunjuk itu berupa sebuah dukuh yang bernama Oneng yang masih bisa ditemukan sekarang ini di Desa Bojongbata. Sedangkan Pusat Kabupaten Pemalang yang kedua dipastikan berada di Ketandan. Sisa-sisa bangunannya masih bisa dilihat sampai sekarang yaitu disekitar Klinik Ketandan (Dinas Kesehatan). Pusat Kabupaten yang ketiga adalah kabupaten yang sekarang ini (Kabupaten Pemalang dekat Alun-alun Kota Pemalang). Kabupaten yang sekarang ini juga merupakan sisa dari bangunan yang didirikan oleh Kolonial Belanda. Yang selanjutnya mengalami beberapa kali rehab dan renovasi bangunan hingga kebentuk bangunan joglo sebagai ciri khas bangunan di Jawa Tengah.

Masa Kolonial Belanda[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1918, di Pemalang berdiri organisasi pergerakan wanita Wanito Susilo, yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan.[19]

Kabupaten Pemalang mantap sebagai suatu kesatuan administratif pasca pemerintahan Kolonial Belanda. Sejak tahun 1948, Pusat Pemerintahan Kabupaten Daerah Tingkat II Pemalang berkedudukan di Pemalang.[20]

Hari Jadi dan Sesanti[sunting | sunting sumber]

Sebagai suatu penghomatan atas sejarah terbentuknya Kabupten Pemalang maka pemerintah daerah telah bersepakat untuk memberi atribut berupa Hari Jadi Pemalang. Hal ini selalu untuk memperingati sejarah lahirnya Kabupaten Pemalang juga untuk memberikan nilai-nilai yang bernuansa patriotisme dan nilai-nilai heroisme sebagai cermin dari rakyat Kabupaten Pemalang.

Salah satu alternatif penetapan hari jadi Kabupaten Pemalang ialah pada saat diumumkannya pernyataan Pangeran Diponegoro untuk mengadakan perang terhadap Pemerintahan Kolonial Belanda, yaitu tanggal 20 Juli 1823. Namun, berdasarkan diskusi para pakar yang dibentuk oleh Tim Kabupaten Pemalang, hari jadi Pemalang adalah tanggal 24 Januari 1575, atau bertepatan dengan Hari Kamis Kliwon tanggal 1 Syawal 1496 Je 982 Hijriah. Keputusan tersebut selanjutnya ditetapkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Dati II Kabupaten Pemalang Nomor 9 Tahun 1996 tentang Hari Jadi Kabupaten Pemalang. Tahun 1575 diwujudkan dengan bentuk Surya Sengkala Lunguding Sabda Wangsiting Gusti yang mempunyai arti harfiah: kearifan, ucapan/sabdo, ajaran, pesan-pesan, Tuhan, dengan mempunyai nilai 5751. Sedangkan tahun 1496 Je diwujudkan dengan Candra Sengkala Tawakal Ambuko Wahananing Manunggal yang mempunyai arti harfiah berserah diri, membuka, sarana/wadah/alat untuk, persatuan/menjadi satu dengan mempunyai nilai 6941.

Adapun Sesanti Kabupaten Pemalang adalah Pancasila Kaloka Panduning Nagari, dengan arti harfiah lima dasar, termashur/terkenal, pedoman/bimbingan, negara/daerah dengan mempunyai nilai 5751

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pemalang terletak di pantai utara Pulau Jawa. Secara astronomis, kabupaten ini terletak antara 109°17'30" – 109°40'30" BT dan 6°52'30" – 7°20'11" LS. Luas wilayah kabupaten ini ialah sebesar 111.530 km².

Ibu kota kabupaten ini adalah Kota Pemalang, yang terletak di ujung barat laut wilayah kabupaten dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Tegal. Kabupaten ini berjarak kira-kira 135 km ke arah barat dari Semarang, ibu kota Provinsi Jawa Tengah, atau jika ditempuh dengan kendaraan darat memakan waktu lebih kurang 3-4 jam. Kabupaten Pemalang berada di jalur pantura Jakarta-Semarang-Surabaya. Selain itu terdapat pula jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Pemalang dengan Kabupaten Purbalingga.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah Kabupaten Pemalang antara lain:

Utara Laut Jawa.
Timur Kabupaten Pekalongan
Selatan Kabupaten Purbalingga
Barat Kabupaten Tegal

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pemalang memiliki topografi bervariasi. Bagian utara merupakan dataran rendah, berupa daerah pantai dengan ketinggian berkisar antara 1-5 meter di atas permukaan laut. Bagian tengah merupakan dataran rendah yang subur dengan ketinggian 6–15 m di atas permukaan laut; sedangkan bagian selatan merupakan dataran tinggi berupa pengunungan yang subur serta berhawa sejuk dengan ketinggian 16–925 m di atas permukaan laut. Puncak tertingginya ialah Gunung Slamet, yang berada di perbatasan dengan Kabupaten Tegal dan Kabupaten Purbalingga, dan merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Wilayah bagian selatan Pemalang biasa disebut Waliksarimadu yaitu singkatan Watukumpul, Belik, Pulosari, Moga, Warungpring dan Randudongkal. Wilayah tersebut juga sering disebut sebagai Pemalang Selatan.

Wilayah Kabupaten Pemalang dilintasi oleh tiga sungai besar, yaitu Sungai Comal, Sungai Waluh, dan Sungai Rambut,[21] yang menjadikannya sebagai daerah aliran sungai yang subur. Sungai Comal merupakan sungai terbesar, yang alirannya melalui tujuh wilayah kecamatan di kabupaten ini, dan bermuara ke Laut Jawa tepatnya di Tanjung Pemalang.[21]

Iklim[sunting | sunting sumber]

Data iklim Pemalang
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.0
(86)
30.2
(86.4)
31.0
(87.8)
31.6
(88.9)
31.7
(89.1)
31.7
(89.1)
31.7
(89.1)
31.9
(89.4)
32.5
(90.5)
32.7
(90.9)
32.1
(89.8)
31.2
(88.2)
31.52
(88.77)
Rata-rata harian °C (°F) 26.3
(79.3)
26.4
(79.5)
27.0
(80.6)
27.5
(81.5)
27.4
(81.3)
27.0
(80.6)
26.8
(80.2)
26.7
(80.1)
27.3
(81.1)
27.7
(81.9)
27.6
(81.7)
27.0
(80.6)
27.06
(80.7)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.7
(72.9)
22.7
(72.9)
23.1
(73.6)
23.4
(74.1)
23.2
(73.8)
22.4
(72.3)
21.9
(71.4)
21.5
(70.7)
22.1
(71.8)
22.7
(72.9)
23.1
(73.6)
22.9
(73.2)
22.64
(72.77)
Curah hujan mm (inci) 466
(18.35)
377
(14.84)
275
(10.83)
145
(5.71)
143
(5.63)
90
(3.54)
78
(3.07)
67
(2.64)
56
(2.2)
87
(3.43)
150
(5.91)
290
(11.42)
2.224
(87,57)
Sumber: Climate-Data.org[22]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No Foto Nama Mulai Jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati Keterangan
1 R.A. Soemonegoro 1862
2 R.T. Reksonegoro 15 Maret 1862 Juni 1879 [23]
3 R.T. Soero-adikoesoemo 21 Juni 1879 [24] 24 Maret 1897 [25]
4 R.T.A. Soeraningrat 7 April 1897 [26] 21 Januari 1907 [27]
5 R.M.A. Pandji Ariodinoto 8 Maret 1908 [28] 24 Januari 1920 [29] Dipindah jadi Bupati Cirebon
6 - R.A.A. Soedoro Soero-adikoesoemo 18 Januari 1921 [30] 6 Oktober 1940 [31]  
7 - R.T.A. Rahardjo Soero-adikoesoemo 10 September 1941 [32] Oktober 1945 Ditangkap dan ditahan dalam Peristiwa Tiga Daerah
Masa Pemerintahan Indonesia
8 R. Soepangat 20 Oktober 1945
9 - K.H. Makmur 30 Desember 1945
10 - Soewarno 1947 1948  
11 - Mochtar 1 Desember 1949 1954  
12 - R.M. Soemardi 1954 1956  
13 - K. Machali 1957 1958  
14 - R.M. Soemartojo 1959 1966  
15 - Drs. Rivai Yusuf 1967 1972  
16 - Drs. Soedarmo 1973 1975  
17 - Yoesoef Achmadi 1975 1981  
18 - Slamet Haryanto, BA 1981 1991  
19 - Drs. Soewartono 1991 1996  
20 - Drs. H. Munir 1996 2000  
21 - H.M. Machroes, SH 2000 2010 H. Junaedi, SH, MH (2006-2011)
22 - H. Junaedi, SH, MH 2011 2016 Mukti Agung Wibowo,S.T.,M.Si.
23 Budhi Rahardjo 2016 2016 Di tunjuk plh bupati pemalang
24 H. Junaedi, SH, MH 2016 2021 Drs. Martono
25 Mukti Agung Wibowo, ST, M.si 2021 2026 Mansur Hidayat, ST


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Pemalang dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2009–2014 2014–2019 2019–2024
  PKB 6 Kenaikan 7 Kenaikan 9
  Gerindra (baru) 2 Kenaikan 7 Penurunan 6
  PDI-P 11 Kenaikan 13 Kenaikan 15
  Golkar 9 Penurunan 7 Penurunan 6
  NasDem (baru) 0 Kenaikan 1
  PKS 5 Steady 5 Kenaikan 6
  PPP 6 Steady 6 Kenaikan 7
  PAN 4 Penurunan 3 Penurunan 0
  Hanura (baru) 2 Steady 2 Penurunan 0
  Demokrat 5 Penurunan 0 Steady 0
Jumlah Anggota 50 Steady 50 Steady 50
Jumlah Partai 9 Penurunan 8 Penurunan 7

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pemalang terdiri dari 14 kecamatan, 11 kelurahan, dan 211 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.471.174 jiwa dengan luas wilayah 1.118,03 km² dan sebaran penduduk 1.316 jiwa/km².[33][34]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Pemalang, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
33.27.11 Ampelgading 16 Desa
33.27.06 Bantarbolang 17 Desa
33.27.03 Belik 12 Desa
33.27.05 Bodeh 19 Desa
33.27.12 Comal 1 17 Desa
Kelurahan
33.27.01 Moga 10 Desa
33.27.08 Pemalang 7 13 Desa
Kelurahan
33.27.10 Petarukan 1 19 Desa
Kelurahan
33.27.02 Pulosari 12 Desa
33.27.07 Randudongkal 18 Desa
33.27.09 Taman 2 19 Desa
Kelurahan
33.27.13 Ulujami 18 Desa
33.27.14 Warungpring 6 Desa
33.27.04 Watukumpul 15 Desa
TOTAL 11 211

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pasar tradisional[sunting | sunting sumber]

  • Pasar Banjardawa

Banjardawa I, Banjardawa, Kec. Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52361

  • Pasar Bantarbolang

Karangasem, Bantarbolang, Kec. Bantarbolang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52352

  • Pasar Beji

Jl. Perintis Kemerdekaan No.109, Beji, Kec. Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52361

  • Pasar Comal

Posongan, Purwoharjo, Kec. Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52363

  • Pasar Pagi Pemalang

Jl. Mawar No.Desa, Mulyoharjo, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52319

  • Pasar Petarukan

Jl. Kartini No.184, Petarukan, Kec. Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52362

  • Pasar Randudongkal

Dusun III, Randudongkal, Kec. Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52353

Perhutani[sunting | sunting sumber]

Berbagai kategori hutan tersedia di Kabupaten ini seperti Hutan Lindung, Hutan Suaka Alam dan Wisata, Hutan Produksi Tetap, Hutan Produksi Terbatas, Hutan Bakau dan Hutan Rakyat. Hasil kehutanan antara lain Kayu Jati, Kayu Albasia, Kayu Mahoni dan juga Getah Pinus.

Pusat perbelanjaan[sunting | sunting sumber]

  • Basa Toserba

Jl. Jend. Sudirman No.30, Mulyoharjo, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52313, Indonesia

  • Ria Busana

Jl. Jend. Sudirman No.288, Pelutan, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52312

  • Sirandu Mall Kebondalem, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52319
  • Swalayan Pemalang Permai

Jl. Jend. Sudirman, Kebondalem, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52312

  • Toko Sukses Busana

Jl. Jend. Sudirman No.149, Mulyoharjo, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52313

  • Toserba Yogya

Jl. Jend. Sudirman No.94, Pelutan, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52312, Indonesia

Perbankan[sunting | sunting sumber]

Layanan jasa perbankan di Kabupaten Pemalang dilayani oleh 4 buah Bank milik pemerintah BRI, BNI, Bank Mandiri dan Bank Jateng dan 7 buah bank swasta nasional seperti BCA, Bank Muamalat, Bank Danamon, CIMBNIAGA, Bank Mega, Bank Sinar Mas dan BTPN serta bank milik pemerintah daerah sebanyak 3 buah yaitu BPR, BKK, dan Bank Pasar.

Hotel[sunting | sunting sumber]

  • Airy Jenderal Sudirman Timur 5
  • Akasia Budget Hotel
  • GM Hotel
  • Hotel Dewi Sri
  • Hotel Dina
  • Hotel Grand Royal
  • Hotel Kencana
  • Hotel Murni
  • Hotel Pemalang
  • Hotel Podomoro
  • Hotel Regina
  • Hotel Segoro
  • Panorama Hotel
  • SB Hotel
  • Sentana Mulia Hotel
  • The Winner Hotel
  • Wisma Paragon Pemalang

Industri[sunting | sunting sumber]

  • PT. Blue Star Anugrah
  • PT. Cahaya Timur Garmindo
  • PT. Candi Mekar
  • PT. Casuarina Harnessindo
  • PT. Cosmoprof Indokarya
  • PT. Daiwabo Garment Indonesia
  • PT. Dalim Fideta Kornesia
  • PT. Haitwo Anugerah Nibras
  • PT. Ciomas Adisatwa
  • PT. Mega Putra Garmen
  • PT. Multikarya Garmen Texindo
  • PT. Panca Budi Idaman
  • PT. Philips Seafood Indonesia
  • PT. Ria Indah Terang Abadi
  • PT. Rindang Jati Spinning
  • PT. Sandy Nazwatex Jaya

Perikanan[sunting | sunting sumber]

Menyadari besarnya potensi yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Pemalang mengembangkan budidaya ikan dan biota air laut. Selain juga berupa perikanan darat berupa Tambak, Kolam, Karamba, dan budidaya biota air tawar.

Dengan areal tambak seuas 1.728 hektar komoditas yang dikembangkan berupa Bandeng, Udang Windu dan Kepiting Soka. Sedangkan produk perikanan laut yang mempunyai nilai jual tinggi diantaranya berupa Ikan Teri Nasi, Udang, Rajungan dan Bawal Putih.

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Sektor pertanian dengan lahan sawah seluas 38.617 hektar dan lahan kering 23.813 hektar masih menjadi tulang punggung perekonomian di Kabupaten ini, komoditas yang menonjol untuk tanaman pangan adalah Padi, Ketela Pohon dan Jagung, Sayur-sayuran, Bawang Merah, Cabai Merah dan Ketimun. Sedangkan produksi buah-buahan adalah Nanas Batu, Pisang dan Mangga.

Peternakan[sunting | sunting sumber]

Ternak seperti Sapi Potong, Sapi Perah, Kambing, Domba, Kerbau, Kuda, Ayam Buras, Ayam Petelur, Ayam Pedaging dan Itik, Burung Puyuh, Burung Dara sangat cocok dikembangkan di Kabupaten ini.

Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Salah satu andalan Kabupaten Pemalang adalah “Teh” dengan produksi sebesar 927,53 ton, dengan luas area perkebunan sebesar 15.713 hektar. Produksi perkebunan andalan lainnya adalah Tebu, Kelapa Sayur, Glagah Arjuna, Cengkeh, Kopi, Tembakau, Kakao, Lada, Nilam, dan Karet tumbuh subur di Kabupaten ini.

Sumber Daya Alam[sunting | sunting sumber]

Kandungan sumber daya alam yang paling potensial di Kabupaten Pemalang khususnya pemalang bagian selatan yang terletak di lereng Gunung Slamet adalah berupa Tambang Diorit, Kaolin, Batu Gamping, dan Batu Marmer.

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Klub yang berjuluk Laskar Benowo ini bermarkas di Stadion Mochtar Pemalang. Pada tahun 2018 tim PSIP Pemalang berhasil menjadi juara liga 3 Jateng . Serta ikut dalam babak pendahuluan namun hanya bisa sampai babak 2 karena dikalahkan PS Kota Pahlawan Surabaya. Di ajang Piala Indonesia tim ini berhasil masuk 64 besar. PSIP memiliki 2 basis suporter yaitu Lasbo Mania dan Ultras LBS.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Stasiun Petarukan

Fasilitas Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Rumah Sakit[sunting | sunting sumber]

  • RS Harapan Sehat

Jl. R.E. Martadinata, Pelutan, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52312

  • RS Islam Al-Ikhlas

Jl. Kolonel Sugiyono No.13, Banjardawa III, Taman, Kec. Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52361

  • RS Muhammadiyah Mardhatillah

Dusun V, Randudongkal, Kec. Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52353

  • RS Muhammadiyah Rodliyah Achid

Jl. Raya Moga - Pulosari No.KM, Simadu, Banyumudal, Moga, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52354

  • RS Prima Medika

Jl. Slamet Riyadi No.321, Mulyoharjo, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52313

  • RS Santa Maria

Jl. Pemuda No.24, Mulyoharjo, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52313

  • RSU Comal Baru

Sewuni, Ujunggede, Kec. Ampelgading, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52364

  • RSU Siaga Medika

Jl. Perintis Kemerdekaan No.1, Sawah, Beji, Kec. Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52361

  • RSUD Dr.M.Ashari

Jl. Gatot Subroto No.41, Bojongbata, Kec. Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52319

Puskesmas[sunting | sunting sumber]

  • Puskesmas Banjardawa
  • Puskesmas Jebed
  • Puskesmas Bantarbolang
  • Puskesmas Banyumudal
  • Puskesmas Belik
  • Puskesmas Cikadu
  • Puskesmas Jatiroyom
  • Puskesmas Kabunan
  • Puskesmas Kalimas
  • Puskesmas Karangasem
  • Puskesmas Kebandaran
  • Puskesmas Kebondalem
  • Puskesmas Klareyan
  • Puskesmas Watukumpul
  • Puskesmas Warungpring
  • Puskesmas Sarwodadi
  • Puskesmas Losari
  • Puskesmas Mojo
  • Puskesmas Mulyoharjo
  • Puskesmas Paduraksa
  • Puskesmas Petarukan
  • Puskesmas Pulosari
  • Puskesmas Purwoharjo
  • Puskesmas Randudongkal
  • Puskesmas Rowosari

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa Kabupaten Pemalang terus menggiatkan proses pendidikan yang terpadu dan berkesinambungan difasilitasi dengan 359 Sekolah Taman Kanak-kanak, 2 buah Sekolah Luar Biasa, 868 SD/MI, 161 SMP/MTS, 37 SMA/MA, 53 SMK dan 3 buah perguruan tinggi menjadikan sumberdaya manusia yang berkualitas dan mandiri.

Media Massa[sunting | sunting sumber]

  • De Best Radio 101,1 FM
  • G-news
  • Kabar Pemalang
  • Lppl Radio Swara Widuri 87,7 FM
  • Puskapik
  • Radio Persada 93,6 FM
  • Radio Pop 89,3 FM
  • Radio TFM 102,7 FM
  • Radio Thomson 96,00 FM

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

  • Alun-Alun Pemalang
  • Benowo Park
  • Bukit Igir Kandang
  • Bukit Kukusan
  • Bukit Mendelem
  • Wippas Surajaya
  • Bukit Tangkeban
  • Curug Bengkawah
  • Curug Sibedil
  • Kampoeng Teh Semugih
  • Makam Syeikh Maulana Syamsuddin
  • Pabrik Gula Sumberharjo
  • Pantai Joko Tingkir
  • Pantai Widuri
  • Pendakian Gunung Slamet
  • Taman Patih Sampun
  • Telaga Silating
  • Waterboom Zatobay
  • Wisata Jambe Kembar

Makanan khas[sunting | sunting sumber]

  • Keong kraca
  • Khamir
  • Lontong dekem
  • Lotek
  • Nasi grombyang
  • Ogel-ogel
  • Pecak belut
  • Sate loso

Oleh-oleh[sunting | sunting sumber]

  • Nanas Madu
  • Sarung Tenun
  • Kerajinan Kulit Ular

Kesenian Daerah[sunting | sunting sumber]

  • Sintren
  • Jaran Kepang
  • Baritan
  • Kuntulan
  • Krangkeng

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Masyarakat Pemalang umumnya menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Namun jika dilihat dari logat bahasanya, bahasa Jawa yang dituturkan oleh masyarakat Pemalang terbagi dalam beberapa logat/dialek bahasa.

Dialek Tegal[sunting | sunting sumber]

Bahasa Jawa Tegal Sub-dialek Pemalang dikenal dengan pengucapan dan intonasinya yang sedikit cepat namun tetap mengalun. Selain itu, Sub-dialek Pemalang juga dikenal dengan akhiran "e" nya (e dibaca seperti dalam kata emas). Contoh: "Aja" menjadi "Aje", "Jajan" menjadi "Njejen", dan "Surabaya" menjadi "Surebeye". Penutur dialek ini berada di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Tegal seperti Kecamatan Pemalang, Taman, Warungpring, Bantarbolang, serta sebagian Randudongkal, Moga, dan Petarukan.

Dialek Pekalongan[sunting | sunting sumber]

Dialek Pekalongan atau dialek "o" yang dituturkan di Pemalang memiliki ciri yang berbeda dengan yang dituturkan di daerah lain, seperti penggunaan kata "teo" untuk menyebut kata "sangat", menggantikan "banget" atau "nemen" yang biasa diucapkan dalam dialek Pekalongan pada umumnya. Penutur dialek ini berada di wilayah timur seperti kecamatan Comal, Ampelgading, Petarukan, Ulujami, Bodeh, dan sebagian Taman.

Dialek Banyumasan[sunting | sunting sumber]

Dialek Banyumasan yang berada di Pemalang lebih dekat dengan Sub-dialek Purbalingga. Hal tersebut dikarenakan wilayah penutur dialek ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Purbalingga di bagian selatan. Penutur dialek ini berada di kecamatan Belik, Randudongkal, Watukumpul, Pulosari, serta sebagian Warungpring dan Moga.

Tokoh Terkenal[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Visualisasi Data Kependudukan Kementerian Dalam Negeri - Dukcapil 2021" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  2. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupatem Pemalang". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  3. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). hlm. 8. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  4. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 1 Oktober 2021. 
  5. ^ Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (2008). Kumpulan makalah Pertemuan Ilmuah Arkeologi ke-IX, Kediri, 23-28 Juli 2002. Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia. hlm. 765. 
  6. ^ Poesponegoro, Marwati Djoened; Notosusanto, Nugroho (2008). Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Prasejarah di Indonesia. I. PT Balai Pustaka. hlm. 335. ISBN 978-979-407-407-7, 9794074071. Diakses tanggal 15 Januari 2015. [pranala nonaktif permanen]
  7. ^ Degroot, Véronique (2009). Candi, Space and Landscape: A Study on the Distribution, Orientation and Spatial Organization of Central Javanese Temple Remains. Sidestone Press. hlm. 415. ISBN 978-90-8890-039-6, 9088900396. Diakses tanggal 15 Januari 2015. 
  8. ^ Stokhof, W.A.L.; Kaptein, N.J.G. (1990). Makalah-makalah yang disampaikan dalam rangka kunjungan Menteri Agama R.I.H. Munawir Sjadzali, M.A. ke Negeri Belanda, 31 Oktober-7 November 1988: Kumpulan Karangan. 6. Indonesian-Netherlands Cooperation in Islamic Studies. hlm. 127, 160. ISBN 978-979-8116-06-3, 9798116062. 
  9. ^ de Graaf, Hermanus Johannes; Pigeaud, Theodore Gauthier Th. (1985). Kerajaan-Kerajaan Islam Pertama Di Jawa: Kajian Sejarah Politik Abad Ke-15 Dan Ke-16. Grafitipers. hlm. 20. 
  10. ^ Lombard, hlm. 147
  11. ^ a b c Lombard, Denys (2005). Nusa Jawa: Silang Budaya – Jaringan Asia. 2. PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 110. ISBN 978-979-605-451-0, 9796054515. Diakses tanggal 14 Januari 2015. 
  12. ^ Kanō, Hiroyoshi; Hüsken, Djoko; Suryo (1996). Di bawah asap pabrik gula: Masyarakat desa di pesisir Jawa sepanjang abad ke-20. Akatiga & Gadjah Mada University Press. hlm. 293. ISBN 978979420377, 9794203777. 
  13. ^ a b K.S., Yudiono (2005). Cerita Rakyat Dari Pemalang (Jawa Tengah). Grasindo. ISBN 9797590976.  Hlm. 9. Diaksés 2 Juni 2012.
  14. ^ Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah (1976). Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya, Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah. hlm. 93. Diakses tanggal 14 Januari 2015. 
  15. ^ Poesponegoro, Marwati Djoened; Notosusanto, Nugroho (2008). Sejarah Nasional Indonesia: Kemunculan Penjajahan di Indonesia. IV. PT Balai Pustaka. hlm. 66. ISBN 978-979-407-410-7, 9794074101. Diakses tanggal 14 Januari 2015. [pranala nonaktif permanen]
  16. ^ a b Bachri, Saiful (10 Maret 2005). "Di Desa Bojongbata, Jalan Mulus Lampu Kencar-kencar". Suara Merdeka. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-03-05. Diakses tanggal 15 Januari 2015.  Copyright© 1996–2004 Suara Merdeka.
  17. ^ de Graaf, Hermanus Johannes (1986). Puncak Kekuasaan Mataram: Politik Ekspansi Sultan Agung. 4. Grafitipers. Diakses tanggal 15 Januari 2015. 
  18. ^ Olthof, W.L.; Sumarsono, H.R. (2007). Babad Tanah Jawi Mulai dari Nabi Adam sampai Tahun 1647. Narasi. ISBN 978-979-16804-7-9, 9791680477. Diakses tanggal 15 Januari 2015. 
  19. ^ Warsid, Edi. Meneladani Kepahlawanan Kaum Wanita. Yudhistira Ghalia Indonesia. hlm. 51. ISBN 978-979-019-123-5, 9790191235. 
  20. ^ Rencana induk Kota Pemalang tahun 1983–2003. 3. Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Pemalang. 1983. 
  21. ^ a b Kantor Statistik Kabupaten Pemalang (2008). Pemalang dalam Angka 2008, Pemerintah Kabupaten Daerah Tk. II Pemalang, BPS. Hlm. 246.
  22. ^ "Climate: Pemalang". Climate-Data.org. Diakses tanggal 13 November 2020. 
  23. ^ "Gevonden in Delpher - De locomotief : Samarangsch handels- en advertentie-blad". www.delpher.nl (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2021-03-13. 
  24. ^ Regeerings-almanak voor Nederlandsch-Indie 1882. Batavia: Landsdrukkerij. 1881. hlm. 50. 
  25. ^ "Gevonden in Delpher - Opregte Haarlemsche Courant". www.delpher.nl (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2021-03-13. 
  26. ^ Regeeringsalmanak voor Nederlandsch-Indie 1907. Batavia: Landsdrukkerij. 1907. hlm. 174. 
  27. ^ "Gevonden in Delpher - Het vaderland". www.delpher.nl (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2021-03-13. 
  28. ^ "Gevonden in Delpher - Soerabaijasch handelsblad". www.delpher.nl (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2021-03-13. 
  29. ^ "Gevonden in Delpher - Het nieuws van den dag voor Nederlandsch-Indië". www.delpher.nl (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2021-03-13. 
  30. ^ "Gevonden in Delpher - Bataviaasch nieuwsblad". www.delpher.nl (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2021-03-13. 
  31. ^ "Gevonden in Delpher - De Indische courant". www.delpher.nl (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2021-03-13. 
  32. ^ "Gevonden in Delpher - De Indische courant". www.delpher.nl (dalam bahasa Belanda). Diakses tanggal 2021-03-13. 
  33. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  34. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]