Torro Margens

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Torro Margens
LahirSutoro Margono
(1950-07-05)5 Juli 1950
Paduraksa, Pemalang, Jawa Tengah
Meninggal4 Januari 2019(2019-01-04) (umur 68)
Sukabumi, Jawa Barat
PekerjaanAktor, sutradara
Tahun aktif1967-2019
Suami/istriYustinawati
AnakToma Margens
Putik Margens

Sutoro Margono, (5 Juli 1950 – 4 Januari 2019) yang lebih dikenal dengan Torro Margens, adalah seorang aktor, penulis naskah film dan sutradara Indonesia era tahun 1970-an dan 1980-an. Ia dikenal luas masyarakat Indonesia dengan perannya sebagai tokoh antagonis di berbagai judul film dan sinetron yang ia mainkan. Di antara film-film yang ia sutradarai, ia bekerjasama dengan berbagai aktor dan aktris seperti Piet Pagau, Hendra Cipta, Agus Kuncoro, dan Sutan Simatupang.[1]

Biografi[sunting | sunting sumber]

Torro lahir pada 5 Juli 1950 dengan nama Sutoro Margono. Sejak kecil ia suka berakting.[2] Dunia akting profesional dimulainya ketika mendirikan Teater Remaja Jakarta di Direktorat Kesenian dan Kebudayaan (Pemda DKI Jakarta) sekitar tahun 1969, setahun sebelum ia membentuk Sanggar Prakarya.

Karier[sunting | sunting sumber]

Karier berakting[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1970-an, ia memutuskan untuk hijrah ke Jakarta dari kampung halamannya di Paduraksa, Pemalang, Jawa Tengah untuk menjadi seorang aktor. Mimpinya itu akhirnya terwujud. Terhitung sejak tahun 1974, Torro eksis di dunia seni peran.[3]

Namun, di awal kariernya sebagai aktor, Torro pernah berpindah profesi sebagai penerjemah. Namun karena ia tidak betah, Torro memutuskan untuk keluar dan kembali ke seni peran. Ia kembali memulai kariernya di bidang tersebut dari nol–siang hari melakukan syuting film dan malam hari Torro bahkan pernah mengecat trotoar untuk menyambung hidup.[4]

Sejak tahun 1974, Torro Margens sudah terlibat dalam berbagai film. Peran antagonis menjadi spesialiasinya. Beberapa dari puluhan judul film yang pernah dibintanginya antara lain: Ciuman Beracun (1976), Si Buta dari Gua Hantu (1977), Sirkuit Cinta (1978), Sirkuit Kemelut (1980), Perawan Rimba (1982), Ken Arok-Ken Dedes (1983), Tutur Tinular III (1992), Si Kabayan Mencari Jodoh (1994), Janus: Prajurit Terakhir (2003), 9 Naga (2006), Tendangan dari Langit (2011), Mencari Hilal (2014), hingga film terakhir yang ia perankan, Love for Sale (2018).[5]

Karier penyutradaraan[sunting | sunting sumber]

Torro juga pernah menjajal karier sebagai sutradara. Beberapa film yang pernah disutradarai olehnya antara lain: Bercinta dalam Duka (1984), Preman (1985), Yang Perkasa (1986), Pernikahan Berdarah (1987), Lukisan Berlumur Darah (1988) dan Cinta Berdarah (1989), Sepasang Mata Maut (1989), Prabu Anglingdarma (1990), Prabu Anglingdarma 2 (1990), Saur Sepuh V (Istana Atap Langit) (1992), Surgaku Nerakaku (1994) dan Kabut Asmara (1994). Selain menjadi sutradara, di antara beberapa film yang disebut di atas, Torro pun bertindak sebagai pemain sekaligus penata skenario.

Saat perfilman Indonesia mengalami "mati suri", Torro Margens hijrah ke sinetron demi kelangsungan ekonomi keluarganya. Cobaan kembali menghadang Torro saat krisis ekonomi melanda Tanah Air di pengujung 1990-an. Ia tidak punya penghasilan karena tidak main sinetron untuk beberapa lama. Untuk menghidupi keluarganya, ia terpaksa menjadi sopir omprengan.[6]

Setelah tahun 1999, perekonomian Torro mulai bangkit. Banyak sinetron yang ia bintangi diantaranya Melangkah Di Atas Awan, Balada Dangdut, Keluargaku Sorgaku, PadaMu Kubersimpuh, Serpihan Badai, Hidayah, Rahasia Ilahi, Tukang Bubur Naik Haji the Series dan Utusan Dari Surga.

Karier pembawa acara[sunting | sunting sumber]

Dari tahun 2004 hingga 2006, Torro juga sempat menjajal kemampuannya sebagai presenter Gentayangan, semacam program uji nyali yang pernah ditayangkan di stasiun televisi TPI.[7]

Karier politik[sunting | sunting sumber]

Pada Februari 2010, Torro menyatakan akan maju sebagai calon wakil bupati Pemalang dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada bulan Desember.[8] Dia maju bersama calon bupati Iman Santoso melalui jalur perseorangan (independen). Menurut Torro, dirinya sengaja mencalonkan diri melalui jalur independen dalam Pilkada Kabupaten Pemalang karena terpanggil untuk ikut membangun tanah kelahirannya.[9]

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Kasus hukum[sunting | sunting sumber]

Pada 4 Oktober 2016, Torro Margens memenuhi panggilan pemeriksaan dari penyidik Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kepemilikan senjata api Gatot Brajamusti.[10] Hal ini disebabkan karena Torro pernah terlibat dalam film DPO yang diproduseri oleh Gatot. Namun, Torro akhirnya tidak terbukti terkait langsung perkara ini.[11]

Kematian[sunting | sunting sumber]

Pada hari Jumat, 4 Januari 2019 dini hari, Torro menghembuskan nafas terakhirnya di usia 68 tahun akibat infeksi lambung yang dideritanya.[12] Kabar mengenai berpulangnya Torro tersebut diketahui dari unggahan sang anak, Toma Margens dalam akun Instagram miliknya.[13] Jenazah Torro Margens disemayamkan di kawasan Sukabumi, Jawa Barat.[14]

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Sebagai aktor[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Keterangan
1974 Neraka Perempuan Rizal dewasa
1975 Malam Pengantin
1976 Antara Surga dan Neraka
Ciuman Beracun Denny
1977 Si Buta dari Gua Hantu: Duel di Kawah Bromo La Tongga
Si Buta dari Gua Hantu: Sorga yang Hilang
Assoy
1978 Akibat Godaan
Sirkuit Cinta Margens
Goyang Sampai Tua
1979 Kau dan Aku Sayang Toni
Anna Maria
Tuyul Eee Ketemu Lagi
1980 Anak-Anak Tak Beribu
Aduh Aduduuuh.. Mana Tahaaan
Sirkuit Kemelut
1981 Gondoruwo
Bercanda dalam Duka
1982 Perawan Rimba
1983 Ken Arok Ken Dedes
Pelayan Gedongan
Sorga Dunia di Pintu Neraka Bambang
1986 Menumpas Teroris
1989 Sepasang Mata Maut Jayusman
Cinta Berdarah
1990 Blok M (Bakal Lokasi Mejeng)
Tutur Tinular III: Pendekar Syair Berdarah
1994 Si Kabayan Mencari Jodoh
Surgaku Nerakaku Robert
1997 Kuldesak
2003 Janus, Prajurit Terakhir Midas
2006 Rantai Bumi Hans
9 Naga
2007 The Wall Bapak Surya
2010 Bebek Belur Pak Toro
Pengantin Pantai Biru Solikum
2011 Kalung Jailangkung
Tendangan dari Langit Pak Gatot
Perempuan-Perempuan Liar Binsar
2013 Adriana Penjaga kuburan
2014 Drakula Cinta
4 Tahun Tinggal di Rumah Hantu Pak Damar
2015 Mencari Hilal Arifin
Demona
Hantu Diskotik Kota
2016 Get Up Stand Up Mentor
Simfoni Satu Tanda Ayah Darsono
D.P.O (Detachment Police Operation) Satam
Catatan Dodol Calon Dokter Bapak Hamzah
2017 Night Bus Umar
Ruqyah: The Exorcism Paranormal
2018 Love for Sale Pak Kartolo
2019 Uka-Uka the Movie: Nini Tulang Ki Geblek Diluncurkan setelah kematiannya

Sebagai pembuat film[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Dikreditkan sebagai Keterangan
Penulis Sutradara
1980 Janjiku Pada Dia Skenario Tidak
1982 Jin Galunggung Tidak Asisten sutradara
1984 Bercinta dalam Badai Skenario Ya Debut penyutradaraan
1985 Preman Skenario Ya
1986 Yang Perkasa Tidak Ya
1987 Pernikahan Berdarah Skenario Ya
1988 Lukisan Berlumur Darah Skenario Ya
1989 Sepasang Mata Maut Skenario Ya
Cinta Berdarah Skenario Ya
1990 Prabu Anglingdarma: Balada Cinta Anglingdarma Tidak Ya
1992 Saur Sepuh V: Istana Atap Langit Tidak Ya
Prabu Anglingdarma II: Pemberontakan Batik Madrim Skenario Ya
1994 Kabut Asmara Skenario Ya
Surgaku Nerakaku Skenario Ya

Sinetron[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Peran Produksi
1994 Bunga-Bunga Kehidupan Multivision Plus
1998 Kisah Cinta Ratu Pantai Selatan Starvision Plus
1999-2000 Jangan Ucapkan Cinta Arif Indika Entertainment
1999-2001 Aku Ingin Pulang Persari Film
2000-2001 Cinta Tak Pernah Salah Handoko Indika Entertainment
2001 TV Misteri
Prahara Batavia
PadaMu Aku Bersimpuh
2003 Bayangan Adinda Bos Preman Starvision Plus
2004-2005 Rahasia Ilahi KEP Media
2005 Hidayah MD Entertainment
2005-2006 Pintu Hidayah SinemArt
2006 Iman MD Entertainment
2006-2007 Legenda MD Entertainment
2013-2014 Hidayah MD Entertainment
2013 Tukang Bubur Naik Haji the Series Drs. Suroso Kimpling SinemArt
2017 Jodoh Wasiat Bapak (Bintang Tamu) Badri (Eps.43) Baba (Eps.127) Tobali Putra Production
2018 Utusan Dari Surga Rakam
2019 Siluman Ular Rendra MNC Pictures

FTV[sunting | sunting sumber]

  • Rahasia Tuhan: Para Penggadai Nyawa (2016)
  • Rahasia Tuhan: Jagoan Dari Langit (2016)
  • Cermin Kehidupan: Bidadari Senin Kamis (2016)
  • Seribu Kisah: Pamali Menjelang Malam (2017)
  • Seribu Kisah: Pencuri Adzan (2017)
  • Seribu Kisah: Bukan Cinta Titisan (2017)
  • Seribu Kisah: Kuda Hitam Penjaga Bunda (2017)
  • Seribu Kisah: Tulah Penghalang Jodoh (2017)
  • Cermin Kehidupan: Ketika Cinta Bertaubat (2017)
  • Seribu Kisah: Firasat Di Tikungan Panjalu (2017)
  • Seribu Kisah: Ratapan Cucu Tiri (2017)
  • Seribu Kisah: Hikmah 100 Tusuk Sate (2018)
  • Seribu Kisah: Cantik Cantik Bikin Patah Hati (2018)
  • Azab: Ayah Pemeras Harta Anak, Wajah Jenazah Tidak Dikenali Karena Disengat Ratusan Lebah (2018)
  • Azab: Tenggorokan Terasa Terbakar Dan Hujan Debu Mengiringi Pemakaman Sang Penjual Air Minum Zalim (2018)
  • Azab: Tengkulak Beras Tamak Kerandanya Diserang Hewan-Hewan Ternak Dan Sulit Dimakamkan (2018)
  • Azab: Tanah Makam Keras Bagai Batu Karena Semasa Hidup Khianati Istri Dan Menzalimi Warga (2018)
  • Dzolim: Penjual Tanah Kuburan Mati Kejeblos Kain Kafan Hancur (2018)

Acara televisi[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Anggie, Hernowo (4 Januari 2019). Nurdiarsih, Fadjriah, ed. "Aktor Torro Margens Meninggal Dunia". Liputan6.com. Diakses tanggal 4 Januari 2019. 
  2. ^ "Torro Margens Aktor Gaek Asal Pemalang". Seputar Pemalang. Januari 2014. Diakses tanggal 4 Januari 2019. 
  3. ^ Raditya, Iswara (4 Januari 2019). "Torro Margens Wafat: Sejarah Hidup Aktor Spesialis Antagonis". Tirto.id. Diakses tanggal 4 Januari 2019. 
  4. ^ Sina, Herman (11 April 2016). "Torro Margens Pernah 'Ngecat' Trotoar Demi Menyambung Hidup". Harian Nasional. Diakses tanggal 12 April 2016. [pranala nonaktif permanen]
  5. ^ "Latest Titles With Torro Margens". Internet Movie Database (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 4 Januari 2019. 
  6. ^ Mitra Tarigan, ed. (4 Januari 2019). "Karier Torro Margens, dari Aktor Hingga Supir Omprengan". Tempo.co. Diakses tanggal 4 Januari 2019. 
  7. ^ "Tambah Sinetron Spiritual, TPI Kurangi 'Gentayangan'". detikcom. 21 Februari 2005. Diakses tanggal 22 Februari 2005. 
  8. ^ "Torro Margens Siap Jadi Calon Wakil Bupati Pemalang". Tabloid Bintang. 25 Februari 2010. Diakses tanggal 4 Januari 2019. 
  9. ^ Anton (26 Februari 2010). "Torro Margen Siap Bersaing di Pilkada Pemalang". Kapanlagi.com. Diakses tanggal 4 Januari 2019. 
  10. ^ prima, Erwin, ed. (4 Oktober 2016). "Kasus Senjata Api Gatot, Polisi Periksa Torro Margens". Tempo.co. Diakses tanggal 6 Oktober 2016. 
  11. ^ Sohuturon, Martahan (5 Oktober 2016). "Diperiksa, Torro Margens Mengaku Tak Tahu Soal Senpi Gatot". CNN Indonesia. Diakses tanggal 6 Oktober 2016. 
  12. ^ Pangerang, Andi Muttya Keteng (4 Januari 2019). Pangerang, Andi Muttya Keteng, ed. "Mendiang Torro Margens Alami Infeksi Lambung Sebelum Meninggal Dunia". Kompas.com. Diakses tanggal 4 Januari 2019. 
  13. ^ Andriyani, Fitriana (4 Januari 2019). Facundo Chrysnha Pradipha, Facundo Chrysnha, ed. "Unggah Foto Jenazah Torro Margens dan Kronologi Meninggalnya, Toma Margens: Ayahku Lagi Senyum". Tribunnews.com. Diakses tanggal 4 Januari 2019. 
  14. ^ Koesno, Dewi Adhitya S. (4 Januari 2019). "Aktor Torro Margens Meninggal Dunia di Usia 68 Tahun". Tirto.id. Diakses tanggal 4 Januari 2019. 
  15. ^ End (4 Januari 2019). "Torro Margens dan 'Uka-Uka' yang Hit di Awal Milenium". CNN Indonesia. Diakses tanggal 4 Januari 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]