Randudongkal, Pemalang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Randudongkal
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenPemalang
Pemerintahan
 • CamatDrs. Sis Muhammad Maghfur
Luas- km²
Kepadatan- jiwa/km²
Desa/kelurahan-

Randudongkal[1] adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan ini terletak di daerah Pemalang Selatan, yakni sebelah utara Gunung Slamet. Potensi alam yang ada di Randudongkal meliputi sumber mata air, udara segar, gunung, sungai, perkebunan, pertanian, sawah, buah-buahan, sayuran, hutan, hewan dan lain sebagainya.

Randudongkal diambil dari dua suku kata yaitu Randu dan Dongkal Randu berarti pohon randu atau pohon kapuk dan Dongkal berarti Roboh atau jatuh yang diambil dari kata Dongkel / Dongkar / Dungkar atau ambruk.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada zaman kerajaan dahulu kala ketika wilayah Pemalang, Randudongkal dan seterusnya masuk dalam wilayah kerajaan pajang yang dipimpin oleh Pangeran Benawa Raja ketiga dari kerajaan pajang putra dari Sultan Hadiwijaya yang dikenal dengan Jaka Tingkir atau Mas Karebet dari Pangeran Benawa kemudian lahir sastrawan terbesar penulis Jawa yaitu eyang Ranggawarsita dan eyang Yosodipuro.

Awalnya didaerah Randudongkal tumbuh pohon Randu yang besar sekali angker, wingit dan cukup mengganggu kegiatan warga setempat, lalu warga berkumpul untuk bermusyawarah apakah pohon randu angker ini kalo ditebang bisa menyebabkan kerasukan jin?. Akhirnya dalam musyawarah diputuskan selama 3 hari sebelum menebang warga diwajibkan menaruh sesaji dibawah pohon randu dan tidak boleh melakukan percakapan saatelewati pohon randu tersebut.

Hari yang dinanti telah tiba pada saat prosesi penebangan juga hadir Mbah Karim yang merupakan kiai dan tokoh masyarakat dan nama mbah Karim juga telah diabadikan sebagai nama salah satu Masjid di randudongkal yang bernama Masjid Baitul Karim.

Pada hari penebangan, awan tiba-tiba berubah menjadi gelap dan angin bertiup sangat kencang sampai menumbangkan pohon randu hingga roboh, warga sekitar cukup senang karena pohon randu yang besar telah tumbang sambil berteriak "Randune Dongkar" akhirnya dinamai Randudongkal, dari akar pohon randu itu juga muncul sebuah sumur yang dinamai Sumur Bayur yang ada di daerah pal kuning, padmo, randudongkal.

Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Banjaranyar
  2. Gembyang
  3. Gongseng
  4. Kalimas
  5. Kalitorong
  6. Karangmoncol
  7. Kecepit
  8. Kejene
  9. Kreyo
  10. Lodaya
  11. Mangli
  12. Mejagong
  13. Penusupan
  14. Randudongkal
  15. Rembul
  16. Semaya
  17. Semingkir
  18. Tanahbaya

Tokoh terkenal[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahanan (Permendagri No.56-2005)". www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Indonesia). Diakses tanggal 2017-10-31.