Tanahbaya, Randudongkal, Pemalang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Tanahbaya
Desa
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenPemalang
KecamatanRandudongkal
Kodepos52353
Luas... km²
Jumlah penduduk... jiwa
Kepadatan... jiwa/km²

Tanahbaya adalah desa di kecamatan Randudongkal, Pemalang, Jawa Tengah, Indonesia.

Pada dasarnya Tanahbaya terbagi menjadi dua bagian, yaitu dusun Tegal Panjang yang berada di sebelah timur dan desa Tanahbaya di sebelah barat.[butuh rujukan]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Asal muasal desa Tanahbaya sendiri belum diketahui pasti oleh masyarakat setempat. namun banyak yang beranggapan bahwa desa Tanahbaya didirikan oleh sesepuh yang bernama Mbah Wanabaya. Makamnya terletak di sebelah barat desa Tanahbaya dan menjadi salah satu makam keramat bagi penduduk setempat.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Tanahbaya adalah petani, baik petani sawah maupun petani sayur. namun sebagian besar juga ada yang memilih untuk merantau karena peluang usaha di desa Tanahbaya memang masih kurang menjanjikan.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Secara geografis, desa Tanahbaya berbatasan dengan

  • desa Mangli di sebelah utara,
  • desa Karang Moncol di sebelah timur,
  • kecamatan Randudongkal di sebelah selatan dan
  • desa Kalimas di sebelah barat.

Desa Tanahbaya merupakan salah satu desa yang tertinggal dibanding dengan desa-desa lain di kecamatan Randudongkal. Sebagian besar wilayahnya terdiri dari persawahan, hutan dan bukit.

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Moda transportasi hanya satu, yaitu Angkudes (Angkutan Pedesaan) biasa disebut Koperanda atau Mobil Kuning. Mobil Kuning atau Koperanda beroperasi hanya sampai pukul 16:30 dengan jurusan Tanahbaya - Randudongkal, dan tidak memiliki kode trayek.

Desa Tanahbaya terkenal dengan santrinya yang cukup banyak. karena di desa inilah terdapat sebuah pesantren milik warga setempat yang berdiri sudah cukup lama. hingga para santrinya pun mayoritas dari luar daerah. kebanyakan santrinya berasal dari kota Pekalongan, Brebes hingga Batang, dan tidak sedikit pula warga desa Tanahbaya sendiri yang menitipkan anak mereka di pesantren ini.

Desa Tanahbaya memiliki dua area pemakaman, satu berada di sebelah selatan yang diberi nama Kuburan Kidul. dan yang satunya di sebelah utara yang di beri nama Kuburan Lor. di Kuburan Lor inilah tempat Mbah Wanabaya yang konon sebagai pendiri desa Tanahbaya dimakamkan.

Budaya[sunting | sunting sumber]

Makanan khas desa Tanahbaya adalah Telembuk atau Dages ( Oncom ).

Mayoritas penduduknya beragama Islam, dan hampir 99.9% penduduknya adalah ras Melayu. bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa Ngapak.