Mendoan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Mendoan
Tempe mendoan fried tempeh.jpg
Tempe mendoan sedang digoreng
Asal
Asal Indonesia
Dari daerahKaresidenan Banyumas, Jawa Tengah
Detail
Jenis makananPembuka
PenyajianHangat
Bahan utamaTempe dan Tahu
Jumlah kalori per porsi92-149

Mendoan (Hanacaraka: ꦩꦼꦤ꧀ꦢꦺꦴꦮꦤ꧀ , Dialek Banyumas: Mendoan, Mataraman dan Semarangan: Mendhoan) adalah makanan sejenis gorengan yang berasal dari wilayah Karesidenan Banyumas di Provinsi Jawa Tengah. Kata Mendoan dianggap berasal dari Bahasa Banyumasan yaitu mendo yang berarti setengah matang atau lembek. Mendoan berarti memasak dengan minyak panas yang banyak dengan cepat sehingga masakan tidak matang benar. Bahan makanan yang paling sering dibuat Mendoan adalah tempe dan tahu.

Penyajian[sunting | sunting sumber]

Mendoan tidak mudah untuk dibuat karena ketahanan tempenya berbeda dengan tempa-tempe pada umumnya. Mendoan akan berasa asam ketika diletakan pada ruangan dengan temperatur di atas suhu kamar, akan lebih baik jika menyimpan mendoan ditempat dengan temperatur rendah. Mendoan tempe disajikan dalam keadaan panas disertai dengan cabe rawit atau sambal kecap. Mendoan tempe dapat dijadikan sebagai lauk makan ataupun makanan ringan untuk menemani minum teh atau kopi saat santai.

Mendoan tempe mudah ditemui di warung-warung tradisional di wilayah eks karesidenan Banyumas semisal Purbalingga, Cilacap , Banjarnegara dan Tegal. Untuk wilayah Banyumas, para pelancong membeli oleh-oleh mendoan tempe di daerah Sawangan, Purwokerto, yang merupakan pusat jajanan khas Purwokerto. Rasa yang unik membuat makanan ini menyebar hingga ke luar daerah Banyumas. Tempe Mendoan dapat ditemui di kota-kota besar Jawa Tengah, Yogyakarta bahkan hingga ke Jakarta.

Di kota-kota lain di Jawa Tengah seperti Semarang, Mendoan lebih merujuk ke tempe goreng tepung, atau di daerah lain seperti di Kabupaten Wonosobo disebut Tempe kemul, di mana tempe yang berbentuk tipis itu hanya irisan. Hal ini sedikit menimbulkan kerancuan, terutama bagi pendatang dari Jawa Tengah bagian barat. Mendoan Purwokerto berbeda dengan mendoan dari beberapa kota di wilayah jawa tengah, lebih terasa basah minyaknya. Mendoan khas Purwokerto lebih nikmat apabila di sajikan dalam keadaan hangat utamanya dimakan sambil menyeduh teh atau kopi hangat. Makanan ini dapat dibuat tanpa memperhatikan besarnya tempe atau banyaknya tepung. Mendoan tanpa tempe atau mendoan dari bekas sisa tepung juga nikmat disantap.

Referensi[sunting | sunting sumber]