Stasiun Tegal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Tegal
Kereta Api Indonesia

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun TG.png
Stasiun-Tegal-2021.jpg
Tampak depan Stasiun Tegal, 2021
LokasiJalan Pancasila 1
Slerok, Tegal Timur, Tegal, Jawa Tengah 52125
Indonesia
Ketinggian+4 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi IV Semarang
Letak dari pangkal
Jumlah peron2 (satu peron sisi tinggi dan satu peron pulau agak tinggi. Tidak ada peron di antara jalur 1 dan 2)
Jumlah jalur6:
  • jalur 1: sepur lurus jalur ganda arah Cirebon-Jakarta
  • jalur 2: sepur lurus jalur ganda arah Semarang-Surabaya
  • jalur 3: sepur lurus jalur tunggal dari dan ke arah Slawi-Prupuk
  • jalur 4: sepur lurus arah balai yasa maupun depot BBM Pertamina
Informasi lain
Kode stasiun
  • TG
  • 2410
[2]
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka1 Mei 1918
Operasi layanan
Argo Muria, Argo Sindoro, Argo Cheribon, Brawijaya, Sembrani, Jayabaya, Brantas, Harina, Gumarang, Ciremai, Dharmawangsa, Tawang Jaya (reguler & premium), Kamandaka, Joglosemarkerto, Kaligung, Majapahit, Kertajaya, Menoreh, Matarmaja, Airlangga, KA ketel/angkutan BBM, dan Parcel ONS Utara
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Cetak tiket mandiri Musala Toilet 
Tipe persinyalanElektrik tipe VPI GRS/Alstom dengan interlocking Len[3]
Diagram lintasan stasiun
ke Larangan
Jl. Panggung Baru
ke depo
ke
Balai Yasa
Jl. Abimanyu
ke depot Pertamina
ke Brebes
ke Banjaran
Lokasi pada peta

Stasiun Tegal (TG) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di perbatasan antara Kelurahan Panggung dan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Tegal; pada ketinggian +4 meter. Stasiun ini merupakan stasiun KA yang letaknya paling barat di Daerah Operasi IV Semarang. Stasiun ini hanya berjarak 100 meter di sebelah timur alun-alun Kota Tegal.

Stasiun ini membentang dari utara ke selatan. Ke arah utara, jalur kereta api akan membelok ke timur menuju ke Semarang. Dahulu, terdapat percabangan jalur yang menuju ke Pelabuhan Tegal. Sementara itu, ke arah selatan, setelah membelok ke barat, jalur ini bercabang dua: menuju BrebesCirebon dan menuju SlawiPurwokerto.

Satu-satunya kereta api yang melintas langsung/tidak berhenti di stasiun ini adalah KA Argo Bromo Anggrek.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Stasiun lama JSM/SCS (1886–1918)[sunting | sunting sumber]

Stasiun Tegal lama mulai dibangun pada 1885 dan diresmikan pada 17 November 1886 sebagai stasiun trem Tegal–Balapulang milik Javasche Spoorweg Maatschappij (JSM).[4] Pada 16 September 1895, stasiun ini dibeli oleh maskapai perkeretaapian Semarang–Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) dan bangunannya dilengkapi dengan atap besar berbahan kayu yang menaungi dua jalur kereta api.[5]

Stasiun baru SCS (1918–sekarang)[sunting | sunting sumber]

Pada 1 Mei 1918 bangunan stasiun baru di Slerok telah dibangun seiring pengoperasian jalur kereta api ruas Brebes–Tegal.[6] SCS membuat rencana untuk meningkatkan kapasitas lintas ini terlebih kebutuhan angkutan penumpang dan barang semakin meningkat. Sebelumnya SCS telah mengoperasikan Stasiun Semarang West sejak Agustus 1914 untuk menggantikan Stasiun Pendrikan dengan alasan yang sama. Bangunan stasiun ini terletak persis di hadapan Gedung Birao, kantor pusat SCS.[7]

Selain mengoperasikan stasiun baru, SCS juga mengoperasikan jalur baru. Jalur lama yang melalui perhentian-perhentian di Limbangan, Kaligangsa, Krandon, Sumurpanggang, dan Pasurungan secara otomatis ditutup karena trem uap digantikan dengan kereta api rel berat. Jalur baru sepanjang 12 km memiliki keunikan, antara lain jalurnya sejajar dengan jalur cabang Tegal–Prupuk bekas JSM setelah memasuki wilayah Kejambon. Dengan selesainya jalur tersebut, diharapkan kecepatan kereta api uap pada masa itu dapat ditambah dari 30 menjadi 45 km/jam.[6]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Overcapping Stasiun Tegal saat magrib, dan papan belum menggunakan logo baru KAI, 2020

Stasiun Tegal memiliki enam jalur kereta api. Pada awalnya, jalur 1 merupakan sepur lurus dari dan ke arah Cirebon maupun Semarang, jalur 2 merupakan sepur lurus dari dan ke arah Slawi-Prupuk, jalur 4 merupakan sepur lurus dari dan ke arah balai yasa maupun depot Pertamina, serta tiga jalur sisanya digunakan untuk menyimpan rangkaian gerbong ketel Pertamina. Setelah jalur ganda mulai stasiun ini hingga Stasiun Brebes dioperasikan pada 15 Desember 2003[8] dan kemudian hingga Stasiun Larangan mulai akhir Maret 2013,[9] jalur 1 dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Cirebon, jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Semarang, dan percabangan menuju Slawi–Prupuk dipindahkan ke jalur 3.

Bangunan ini memiliki kanopi yang menaungi dua jalur kereta api. Bangunan stasiun dirancang oleh Henri MacLaine Pont, salah seorang arsitek terkenal berkebangsaan Belanda yang dikenal dekat dengan SCS. Lima tahun sebelumnya, Pont juga menciptakan karya arsitekturnya yang menjadi ikon di Kota Tegal, yaitu Gedung Birao (Kantor Pusat SCS Tegal).[10]

Di utara stasiun ini terdapat depo lokomotif yang menyimpan beberapa lokomotif, seperti BB200 dan D301, sedangkan di selatan stasiun terdapat Depot Pertamina yang digunakan sebagai tempat bongkar muat kereta api ketel dari Stasiun Maos, Cilacap. Terdapat pula jalur parkir yang digunakan untuk meletakkan sementara gerbong yang akan dilakukan perbaikan di Balai Yasa Tegal serta untuk menyimpan rangkaian KA Argo Cheribon dan KA Kaligung.

Ciri khas[sunting | sunting sumber]

Ciri khas dari stasiun ini adalah pemutaran lagu instrumental Gambang Semarang—juga berlaku untuk sebagian besar stasiun di Daerah Operasi IV Semarang—untuk kedatangan kereta api.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]
Kelas campuran[sunting | sunting sumber]
Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Lokal[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ Anonim (1897). Regeerings-Almanak voor Nederlandsch-Indië. Batavia: Landsdrukkerij. 
  5. ^ Semarang–Cheribon Stoomtram Maatschappij (1916). Verslag der SCS. Den Haag: SCS. 
  6. ^ a b "De opening van de nieuwe lijnen der S.C.S." Bataviaasch Nieuwsblad. 3 Mei 1918. 
  7. ^ SuaraMerdeka.com (2020-02-13). "Kawasan Stasiun Tegal Ditata agar Tidak Semrawut - suaramerdeka.com". www.suaramerdeka.com. Diakses tanggal 2020-05-02. [pranala nonaktif permanen]
  8. ^ "Rel Ganda Yogyakarta-Solo Diresmikan". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2003-12-15. Diakses tanggal 2020-05-02. 
  9. ^ "Double Track Mulai Dioperasikan - Radar Pekalongan | Tegal Raya". Issuu.com. 2013-03-27. Diakses tanggal 2020-05-01. 
  10. ^ Tegang bentang : seratus tahun perspektif arsitektur di Indonesia. Pusat Dokumentasi Arsitektur,, Percetakan Gramedia. Jakarta. ISBN 978-979-22-3409-1. OCLC 820429026. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Brebes Segitiga Cirebon Prujakan–Prupuk–Tegal
Pfeil links.svg CNP–TG • PPK–TG Pfeil rechts.svg
Pagongan
ke arah Prupuk
Terminus Tegal–Brumbung Larangan
ke arah Brumbung
Percabangan menuju Pelabuhan Tegal Tegal Gudang

Koordinat: 6°52′02″S 109°08′34″E / 6.8673489°S 109.1426901°E / -6.8673489; 109.1426901