Stasiun Bojonegoro

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Stasiun Bojonegoro
Kereta Api Indonesia
B15A28

Tampak depan Stasiun Bojonegoro, 2023
Lokasi
Koordinat7°09′52″S 111°53′12″E / 7.1643151°S 111.8867934°E / -7.1643151; 111.8867934Koordinat: 7°09′52″S 111°53′12″E / 7.1643151°S 111.8867934°E / -7.1643151; 111.8867934
Ketinggian+15 m
Operator
Letak
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang rendah dan dua peron pulau yang tinggi)
Jumlah jalur7 (jalur 3 dan 4: sepur lurus)
LayananKereta api penumpang
Lintas utara Jawa: Ambarawa Ekspres, Blambangan Ekspres, Gumarang, Dharmawangsa, Kertajaya, Airlangga, Argo Bromo Anggrek, Sembrani, Harina, Jayabaya, dan Pandalungan
Lokal dan komuter: Commuter Line (Arjonegoro dan Blorasura)

Kereta api barang
Lintas utara Jawa: Parcel ONS Utara
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiBesar tipe C[2]
Sejarah
Dibuka1 Maret 1902
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Stasiun berikutnya
Terminus Commuter Line Arjonegoro
Bojonegoro–Surabaya Pasarturi–Sidoarjo, p.p.
Kapas
ke arah Sidoarjo
Cepu
Terminus
Commuter Line Blorasura Kapas
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Mesin tiket Layanan pelanggan Pusat informasi Musala Toilet Pertokoan/area komersial Ruang menyusui Isi baterai Area merokok 
Tipe persinyalan
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L • B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Bojonegoro (BJ) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe C yang terletak di Sukorejo, Bojonegoro, Bojonegoro; pada ketinggian +15 m, termasuk dalam pengelolaan Daerah Operasi VIII Surabaya dan KAI Commuter. Stasiun Bojonegoro berjarak 615 km sebelah timur dari Jakarta Gambir dan stasiun kereta api utama di Kabupaten Bojonegoro.

Sejak 1 Agustus 2016, terkait adanya perubahan koordinasi kewilayahan stasiun-stasiun KA milik PT KAI, stasiun ini bersama dengan Stasiun Kalitidu dan Stasiun Tobo yang sebelumnya termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang kini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya, demi efektivitas dan memudahkan koordinasi. Selain itu, jarak Stasiun Bojonegoro cenderung lebih dekat menuju pusat Daop VIII daripada Daop IV.[4]

Sebagai stasiun besar, semua perjalanan kereta api penumpang yang melalui lintas utara Jawa berhenti di stasiun ini.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) mengajukan konsesi untuk pembangunan jalur baru setelah meraih keuntungan pada tahun 1890-an. Akhirnya, perusahaan ini mendapat konsesi pembangunan jalur kereta api baru yang melayani rute GundihGambringan–Bojonegoro–Surabaya pada tanggal 1 September 1897.[5]

Stasiun ini mulai beroperasi pada tanggal 1 Maret 1902, sebagai bagian dari pengoperasian jalur kereta api ruas Bojonegoro–Babat. Pada tanggal 1 Februari 1903, proyek jalur kereta api Gundih–Gambringan–Bojonegoro–Surabaya NIS telah selesai.[6]

Ke arah timur dari jalur 2 dahulu terdapat jalur rel menuju Rembang yang sudah tidak dioperasikan sejak tahun 2001. Jalur tersebut dipakai untuk mengangkut pasir kuarsa dari Stasiun Jatirogo sebelum berhenti beroperasi. Jalur ini merupakan gabungan dari dua operator, yaitu Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) dan NIS. Saat itu, jalur milik SJS meliputi Rembang–Jatirogo, sedangkan Jatirogo–Bojonegoro merupakan jalur milik NIS.[7][8]

Ke arah barat stasiun ini sebelum Stasiun Kalitidu, terdapat Perhentian Sale dan Pungpungan yang kini sudah tidak aktif.[7]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Stasiun Bojonegoro setelah dilakukan penambahan peron dan kanopi, 2020

Stasiun Bojonegoro memiliki tujuh jalur kereta api, pada awalnya hanya jalur 3 yang merupakan sepur lurus. Jalur 6 merupakan sepur badug dari arah timur. Di jalur 7 terdapat wesel ke arah timur yang mengarah ke jalur utama dan yang lurus merupakan sepur badug. Setelah jalur ganda menuju Stasiun Tobo dioperasikan per 2 Desember 2013[9] dan menuju Stasiun Babat per 22 April 2014,[10] jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus hanya untuk arah Semarang, sedangkan jalur 4 dijadikan sebagai sepur lurus arah Surabaya. Selain itu, sistem persinyalan diganti dengan sistem persinyalan elektrik produksi Len Industri.

Jalur 7 Sepur belok
Jalur 6 Sepur badug
Jalur 5 Sepur belok
Jalur 4 Sepur lurus arah Surabaya Pasarturi
Jalur 3 Sepur lurus arah Semarang Tawang
Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota ke arah barat
B Commuter Line Blorasura, tujuan Cepu (Cepu)
Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kanan
Jalur 2 Kereta Api Indonesia Pemberhentian kereta api antarkota ke arah timur
(Kapas) B Commuter Line Blorasura, tujuan Surabaya Pasarturi
(Kapas) A Commuter Line Arjonegoro, dari dan tujuan Sidoarjo
Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kiri
Jalur 1 Sepur belok
Peron sisi
G Bangunan utama stasiun

Di sebelah barat laut stasiun ini terdapat depo lokomotif yang dahulu pernah melayani kereta api angkutan pasir kuarsa ke Cilacap. Sisa-sisa dari depo lokomotif yang masih dapat dilihat antara lain dua gerbong bergandar dua dan empat yang kini disusun di dekat jalur 7—sebelumnya sempat disimpan di sepur badug antara jalur 2 dan 3 yang sekarang sudah dibongkar untuk perluasan peron—serta jembatan rel tua bekas ke arah depo di sebelah barat stasiun.

Ciri khas[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini memiliki ciri khas berupa bel bersuara dengan lagu berjudul "Pinarak Bojonegoro" dimainkan dengan mengusung 2 musik ansambel, yaitu "Keroncong" dan "Karawitan" dari sekelompok pelajar salah satu SMA Negeri di Bojonegoro serta digunakan untuk menandai kedatangan kereta api penumpang.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2023.[11]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Lintas utara Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Kelas eksekutif
Argo Bromo Anggrek Luxury Gambir Surabaya Pasarturi Via CirebonSemarang Tawang
Eksekutif
Sembrani Luxury
Eksekutif
Pandalungan Eksekutif Jember Via Semarang TawangSurabaya Pasarturi
Kelas campuran (eksekutif-bisnis)
Gumarang Eksekutif Pasar Senen Surabaya Pasarturi Via CirebonSemarang Tawang
Bisnis
Kelas campuran (eksekutif-ekonomi premium)
Harina Eksekutif Bandung Surabaya Pasarturi Via CikampekSemarang Tawang
Ekonomi Premium
Kelas campuran (eksekutif-ekonomi)
Blambangan Ekspres Eksekutif Semarang Tawang Ketapang Via Surabaya PasarturiJember
Ekonomi
Dharmawangsa Eksekutif Pasar Senen Surabaya Pasarturi Via Cirebon PrujakanSemarang Tawang
Ekonomi
Jayabaya Eksekutif Malang Via Semarang PoncolSurabaya Pasarturi
Ekonomi
Kelas ekonomi premium
Ambarawa Ekspres Ekonomi Premium Semarang Poncol Surabaya Pasarturi
Kertajaya Pasar Senen Via Cirebon PrujakanSemarang Poncol
Kelas ekonomi
Ambarawa Ekspres Ekonomi Semarang Poncol Surabaya Pasarturi
Airlangga Pasar Senen Via Cirebon PrujakanSemarang Poncol

Lokal dan komuter (Commuter Line)[sunting | sunting sumber]

Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
A Lin Arjonegoro Bojonegoro Sidoarjo Hanya jadwal siang.
B Lin Blorasura Surabaya Pasarturi Cepu

Barang[sunting | sunting sumber]

Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
Lintas utara Jawa
Angkutan logistik ONS Parcel Utara Kampung Bandan Surabaya Pasarturi Via Cirebon PrujakanSemarang Tawang

Kegiatan bongkar muat dan langsiran hanya dilakukan di Jakarta Gudang

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Data Stasiun Kereta Api (2017) Diarsipkan 2020-11-10 di Wayback Machine., Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
  3. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  4. ^ Muliyanto (2017) Stasiun Bojonegoro Pindah Wilayah Operasi ke Daop 8 Surabaya Berita Bojonegoro
  5. ^ Handinoto. (1996). Perkembangan kota dan arsitektur kolonial Belanda di Surabaya, 1870-1940 (edisi ke-Ed. 1., cet. 1). Yogyakarta: Diterbitkan atas kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Kristen PETRA Surabaya dan Penerbit ANDI Yogyakarta. ISBN 9795333739. OCLC 38898570. 
  6. ^ Archiv Für Eisenbahnwesen. 58. 1935. 
  7. ^ a b Samarang–Joana Stoomtram. Verslag der Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij. SJS. 
  8. ^ Reitsma, S.A. (1920). Indische Spoorweg-Politiek. Landsdrukkerij. 
  9. ^ Wedia, Ririn (2013-12-05). "Jalur Rel Ganda di Bojonegoro Dioperasikan". Suara Banyuurip (suarabanyuurip.com). Diakses tanggal 2020-04-18. 
  10. ^ Aziz, Abd (2014-04-22). "Rel jalur ganda Surabaya-Bojonegoro tersambung 55 km". Antara News. Diakses tanggal 2020-04-18. 
  11. ^ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2023 (PDF). Bandung: PT Kereta Api Indonesia (Persero). 14 April 2023. hlm. 56. Diakses tanggal 12 Mei 2023 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kalitidu
ke arah Gambringan
Gambringan–Surabaya Pasarturi Kapas
Bojonegoro Kota
ke arah Rembang
Rembang–Bojonegoro Terminus