Stasiun Surabaya Pasarturi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Surabaya Pasarturi

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun SBI.png
StasiunSurabayaPasarturi.jpg
Tampak depan Stasiun Surabaya Pasarturi pada tahun 2021 beserta monumen lokomotif B1239
Nama lainStasiun Pasar Turi
LokasiJalan Semarang No. 1
Gundih, Bubutan, Surabaya, Jawa Timur 60172
Indonesia
Koordinat7°14′54″S 112°43′52″E / 7.248210°S 112.731015°E / -7.248210; 112.731015Koordinat: 7°14′54″S 112°43′52″E / 7.248210°S 112.731015°E / -7.248210; 112.731015
Ketinggian+1 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi VIII Surabaya
Letak dari pangkal
Jumlah peron4 (satu peron sisi yang tinggi, satu peron pulau yang cukup tinggi, dan dua peron pulau yang agak tinggi)
Jumlah jalur8:
  • jalur 2: sepur lurus jalur ganda dari arah Jakarta-Semarang
  • jalur 3: sepur lurus jalur ganda ke arah Semarang-Jakarta sekaligus sepur raya jalur tunggal dari dan ke arah Surabaya Gubeng atau Sidotopo maupun dari dan ke arah Kalimas
Informasi lain
Kode stasiun
  • SBI
  • 4500
[2]
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka1 April 1900
Nama sebelumnyaStation Soerabaja NIS
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Tandes
ke arah Lamongan
Komuter Lamongan
Lamongan–Surabaya Pasarturi, p.p.
Terminus
Tandes
ke arah Bojonegoro
Ekonomi Lokal
Bojonegoro–Surabaya Pasarturi–Sidoarjo, p.p.
Surabaya Gubeng
ke arah Sidoarjo
Tandes
ke arah Cepu
Ekonomi Lokal
Cepu–Surabaya Pasarturi, p.p.
Terminus
Terminus Komuter
SBI-SDA
Indro–Surabaya Pasarturi–Sidoarjo, p.p.
Surabaya Gubeng
ke arah Sidoarjo
Tandes
ke arah Indro
Komuter
Indro–Surabaya Pasarturi–Sidoarjo, p.p.
Layanan
Argo Bromo Anggrek, Sembrani, Jayabaya, Harina, Gumarang, Dharmawangsa, Sancaka Utara, Kertajaya, Maharani, Ambarawa Ekspres, Komuter Surabaya-Lamongan (SuLam), Ekonomi Lokal Bojonegoro, Ekonomi Lokal Cepu, Komuter Sidoarjo-Indro, Parcel ONS, dan angkutan peti kemas
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalan
Pemesanan tiketSistem tiket daring; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket. Tersedia fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah.
Lokasi pada peta
Stasiun Surabaya Pasarturi is located in Kota Surabaya
Stasiun Surabaya Pasarturi
Stasiun Surabaya Pasarturi
Lokasi di Kota Surabaya
Stasiun Surabaya Pasarturi is located in Provinsi Jawa Timur
Stasiun Surabaya Pasarturi
Stasiun Surabaya Pasarturi
Stasiun Surabaya Pasarturi (Provinsi Jawa Timur)
Stasiun Surabaya Pasarturi is located in Jawa
Stasiun Surabaya Pasarturi
Stasiun Surabaya Pasarturi
Stasiun Surabaya Pasarturi (Jawa)

Stasiun Surabaya Pasarturi (SBI), juga dikenal sebagai Stasiun Pasar Turi, merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di perbatasan antara Kelurahan Gundih dan Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya; termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya pada ketinggian +1 meter. Stasiun ini merupakan stasiun dengan ketinggian terendah di Daop VIII dan juga merupakan stasiun utama kedua di Kota Surabaya.

Stasiun ini merupakan tempat keberangkatan dan kedatangan utama kereta api di Kota Surabaya yang melalui lintas utara Pulau Jawa (Lamongan-Bojonegoro-Cepu-Semarang-Cirebon-Jakarta), sedangkan keberangkatan dan kedatangan kereta api yang melalui lintas selatan maupun timur Kota Surabaya dilayani di Stasiun Surabaya Gubeng (semua kelas KA penumpang) dan Stasiun Surabaya Kota (khusus KA lokal dan komuter).

Di halaman depan stasiun ini terdapat monumen lokomotif uap B1239 milik SJS/OJS.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Berbeda dengan stasiun-stasiun lainnya di Surabaya yang dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS) dan Oost-Java Stoomtram Maatschappij (OJSM), Stasiun Surabaya Pasarturi dibangun oleh perusahaan kereta api swasta pertama di Hindia Belanda, yaitu Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Setelah mendapat keuntungan pada 1890-an, NIS mengajukan konsesi pembangunan jalur baru. Pada 1 September 1897, perusahaan ini mendapat konsesi izin pembangunan jalur kereta api baru lintas Gundih–Gambringan–Bojonegoro–Surabaya.[3] Supaya dapat menampung penumpang dari Gresik, maka dilakukan pembangunan jalur cabang menuju Gresik. Selain itu, jalur kereta api lintas Babat hingga Merakurak juga dibangun.[4]

Stasiun beserta jalur kereta api lintas Lamongan–Surabaya mulai beroperasi sejak 1 April 1900. Kemudian pada 15 Oktober 1900, jalur kereta api ruas Gundih–Kradenan selesai dibangun dan pembangunannya dilanjutkan hingga Bojonegoro. Jalur ini selesai dibangun secara keseluruhan pada 1 Februari 1903.[5]

Nama "Surabaya Pasarturi" diberikan sejak Djawatan Kereta Api mulai mendata stasiun-stasiun di Indonesia pada 1950-an. Stasiun ini diberi nama "Pasar Turi" karena terdapat sebuah pasar dengan nama yang sama.

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Emplasemen Stasiun Surabaya Pasarturi dilihat dari Pasar Grosir Surabaya, 2017

Stasiun Surabaya Pasarturi memiliki delapan jalur kereta api. Awalnya, jalur 2 merupakan sepur lurus dari dan ke arah Jakarta–Semarang, sedangkan jalur 3 merupakan sepur raya dari dan ke arah Surabaya Gubeng/Sidotopo maupun Kalimas. Setelah jalur ganda pada segmen mulai stasiun ini hingga Stasiun Kandangan resmi dioperasikan pada 3 September 2014[6], jalur 2 difungsikan sebagai sepur lurus jalur ganda dari arah Jakarta-Semarang saja dan jalur 3 difungsikan sebagai sepur lurus jalur ganda arah Semarang-Jakarta.

Sejak Juli 2014, sistem persinyalan mekanik di stasiun ini telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik buatan PT Len Industri.[7]

Ke arah utara stasiun ini, terdapat jalur kereta api di bawah bangunan pusat grosir sebelum percabangan di utara perlintasan sebidang Jalan Dupak—ke arah barat menuju Kalimas dan ke arah timur menuju Sidotopo sekaligus jalur pintas menuju Surabaya Gubeng.[8]

Saat ini lintas jalur pada stasiun ini sudah berupa jalur ganda. Dengan adanya jalur ganda tersebut, perjalanan lintas Jakarta–Surabaya melalui jalur utara dapat ditempuh selama 9–11,5 jam dan perjalanan lintas Semarang–Surabaya dapat ditempuh selama 3,5–4,5 jam.

Pada tahun 2019, peron sisi stasiun ini dilakukan pemanjangan dan penambahan kanopi untuk mendukung pelayanan kereta api penumpang rangkaian panjang.

Ciri khas[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini memiliki melodi penyambutan kereta api bergaya keroncong berjudul "Surabaja" dengan Sundari Soekotjo sebagai penyanyi—dipopulerkan pertama kali oleh grup musik bergenre rock and roll asal Surabaya, Dara Puspita—per tahun 2020. Melodi ini juga digunakan untuk menyambut kedatangan kereta api di Stasiun Surabaya Gubeng per Mei 2021. Pada awalnya, melodi yang digunakan berupa musik instrumental dengan lagu yang sama. Lagu "Surabaja" diciptakan oleh Adjie Rachman dengan mengutip inspirasi dari kelompok teater Bintang Soerabaja serta muncul dalam album studio debut Dara Puspita Jang Pertama.[9]

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 20 April 2021, pukul 19.20 WIB, plafon pada ruang tunggu kelas ekonomi Stasiun Pasar Turi runtuh dan menimpa kursi tunggu. Mengingat situasi yang masih sepi, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Akibat dari kejadian tersebut, ruang tunggu kelas ekonomi Stasiun Pasar Turi ditutup. Dugaan sementara, plafon Stasiun Pasar Turi runtuh dikarenakan faktor usia.[10][11]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]
Kelas campuran[sunting | sunting sumber]
Kelas ekonomi premium[sunting | sunting sumber]
Kelas ekonomi plus[sunting | sunting sumber]

Ambarawa Ekspres, dari dan tujuan Semarang

Lokal[sunting | sunting sumber]

  1. tujuan Bojonegoro dan tujuan Sidoarjo
  2. dari dan tujuan Cepu
  1. dari dan tujuan Lamongan
  2. tujuan Indro serta dari dan tujuan Sidoarjo

Barang[sunting | sunting sumber]

Antarmoda pendukung[12][sunting | sunting sumber]

Stasiun kereta api di Kota Surabaya
Pelabuhan Tanjung Perak
Depo Pertamina Bandaran
Kalimas/
Depo Jln. Jakarta/Jln. Teluk Kumai
Benteng
Stasiun Sidotopo
Depot lok. SDT
Surabaya Kota/Semut KS J
Jembatan KA Kali Mas
viaduk dekat SB & shortcut SGU-SBI
KL KS Surabaya Ps. Turi
Tugu Pahlawan
Tandes
Kandangan
Benowo
ke Semarang
Jln. Prof. Dr. Mustopo
Surabaya Gubeng
Viaduk Kertajaya
Ngagel
Kali Jagir Wonokromo
Wonokromo
Solo/Yogyakarta
melalui Krian
Sepanjang
Margorejo
Jemursari
Kertomenanggal
Jalan Tol Juanda
Batas wilayah Kota Surabaya
Waru
Sawotratap
Jalan akses Bandara Juanda
ke Bangil/Malang/Banyuwangi
Jenis angkutan umum Trayek (lyn) Tujuan
Bus kota F Purabaya–Jembatan Merah Plaza, p.p.
P3 Sidoarjo–Dupak–Rajawali–Jembatan Merah Plaza, p.p.
P5 Purabaya–Jembatan Merah Plaza, p.p. (lewat jalan tol)
Bemo C Sedayu–Demak–Karang Menjangan, p.p. (lewat Blauran)
D RSI–Joyoboyo–Kupang–Pasar Turi–Sidorame, p.p.
WK Tambak Oso Wilangun (depan SPBU)–Petojo (Karang Menjangan)–Keputih, p.p. (turun di Dupak)
Q Jembatan Merah Plaza/Kalimas Barat–Pasar Turi–Kupang–Bratang, p.p. (turun di Pasar Turi)
RT Rungkut–Bratan–Pangkalan Pasar Turi, p.p.
BJ Benowo–Pasar Turi–Jembatan Merah Plaza/Kalimas Barat, p.p. (turun di Pasar Turi)
Suroboyo Bus - Purabaya–Rajawali (turun di Halte Pirngadi)[13]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Handinoto. (1996). Perkembangan kota dan arsitektur kolonial Belanda di Surabaya, 1870-1940 (edisi ke-Ed. 1., cet. 1). Yogyakarta: Diterbitkan atas kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Kristen PETRA Surabaya dan Penerbit ANDI Yogyakarta. ISBN 9795333739. OCLC 38898570. 
  4. ^ Paulus, Jozlas dkk. (1921). Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië. M. Nijhoff. 
  5. ^ Archiv Für Eisenbahnwesen. 58. 1935. 
  6. ^ "DOUBLE TRACK JAKARTA-SURABAYA TERSAMBUNG". Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. 2014-09-25. Diakses tanggal 2020-04-19. 
  7. ^ "PT LEN Industri Segera Rampungkan Pemasangan SIL – Info Kereta Api". kereta-api.info. Diakses tanggal 2018-06-26. 
  8. ^ "Bangunan Terlalu Dekat dengan Rel". Jawa Pos. 4 Oktober 2015. 
  9. ^ Liputan6.com (2019-10-20). "Sepenggal Kisah Band Dara Puspita yang Populerkan Lagu Surabaya". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-07-07. 
  10. ^ Media, Kompas Cyber (2021-04-20). "Imbas Plafon Ambruk, Ruang Keberangkatan KA Ekonomi Stasiun Pasar Turi Surabaya Ditutup Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2021-04-21. 
  11. ^ Media, Kompas Cyber (2021-04-20). "Plafon Stasiun Pasar Turi Surabaya Ambruk, PT KAI Pastikan Tak Ada Korban Jiwa". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2021-04-21. 
  12. ^ "Transportasi". www.surabaya.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-26. 
  13. ^ JawaPos.com. "Ini Rute dan Jam Operasional Suroboyo Bus" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-26. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Tandes
ke arah Gambringan
Gambringan–Surabaya Pasarturi Terminus
Terminus Lintas Surabaya
Shortcut SBI–SGU
Surabaya Gubeng
lewat viaduk
Terminus
Mesigit
lewat Segitiga Mesigit
ke arah Kalimas
Lintas Surabaya
Kalimas–Surabaya Pasarturi
Terminus