Kereta api Mutiara Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Mutiara Timur
PapanKeretaApi 2020.svg
KA MUTIARA TIMUR
Ketapang - Yogyakarta (PP)
Mutiara Timur 2020.jpg
Kereta api Mutiara Timur saat meninggalkan Stasiun Surabaya Gubeng, 2020.
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi IX Jember
Mulai beroperasi
  • 16 Maret 1972 (1972-03-16) (49 tahun lalu) (rute Surabaya - Banyuwangi)
  • 10 Februari 2021 (2021-02-10) (0 tahun lalu) (rute Yogyakarta - Banyuwangi via Surabaya)
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang440-1.000 penumpang per hari
Lintas pelayanan
Stasiun awalKetapang
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirYogyakarta
Jarak tempuh614 km
Waktu tempuh rerata11 jam 45 menit
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari.
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif dan ekonomi premium
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 80 tempat duduk disusun 2-2. Sebanyak 40 kursi ke arah depan dan 40 ke arah belakang (kelas ekonomi premium)
    kursi dapat direbahkan
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC 201, CC 203, CC 204 batch 1 atau CC 206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional60 s.d. 105 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal179-180

Kereta api Mutiara Timur adalah layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi premium yang dioperasikan oleh PT Kereta api Indonesia (Persero) yang melayani rute Yogyakarta dengan Ketapang melalui Surabaya Gubeng dan Sebaliknya. Kereta api Mutiara Timur diluncurkan pada 16 Maret 1972 dan pertama kali berdinas menggunakan lokomotif BB301, BB303 atau BB304, sebagai lokomotif penarik.

Pengoperasian[sunting | sunting sumber]

Kereta api Mutiara Timur saat melintas langsung Stasiun Mangli, 2011

Kereta api Mutiara Timur pertama kali beroperasi pada sekitar 6 Maret 1972 dengan layanan kelas ekonomi dan bisnis. Mulai 1996, kereta api ini sempat mengalami perubahan layanan kelas menjadi kelas bisnis dan eksekutif.

Mulai 15 Desember 2018, kereta api ini beroperasi menggunakan rangkaian kereta baja nirkarat buatan PT INKA dengan layanan kelas eksekutif dan ekonomi premium.

Mulai 10 Februari 2021, rute perjalanan kereta api Mutiara Timur reguler diperpanjang sampai Yogyakarta.[1]

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Rute KetapangYogyakarta pp.
Susunan rangkaian kereta
Kereta nomor Kereta pembangkit (P) 1 2 3 Kereta makan (M1) 1 2 3 4 Kereta bagasi (B)
Keterangan Kereta penumpang kelas ekonomi premium (K3) Kereta penumpang kelas eksekutif (K1)
Catatan : Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu.

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api ini berkisar antara Rp90.000,00–Rp400.000,00 untuk kelas eksekutif dan Rp50.000,00–Rp290.000,00 untuk kelas ekonomi premium bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang, subkelas, ataupun hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional.

Selain itu, berlaku pula tarif khusus untuk lintas JemberKetapang dan ProbolinggoSurabaya maupun sebaliknya yang dapat dipesan tiketnya mulai dua jam sebelum keberangkatan dengan besaran tarif Rp35.000,00 untuk kelas ekonomi premium dan Rp65.000,00 untuk kelas eksekutif.

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal perjalanan kereta api Mutiara Timur per 10 Februari 2021 (Gapeka 2021).

Kereta api Mutiara Timur
KA 180/181
(Yogyakarta – Ketapang)
KA 182/179
(Ketapang – Yogyakarta)
Stasiun Tiba Berangkat Stasiun Tiba Berangkat
Yogyakarta - 20.05 Ketapang - 17.30
Klaten 20.30 20.32 Banyuwangi Kota 17.43 17.45
Solo Balapan 20.57 21.06 Rogojampi 17.58 18.00
Sragen 21.30 21.32 Temuguruh 18.12 18.14
Ngawi 22.03 22.05 Kalisetail 18.24 18.26
Madiun 22.26 22.34 Kalibaru 18.45 18.49
Nganjuk 23.12 23.14 Kalisat 19.34 19.36
Kertosono 23.33 23.36 Jember 19.57 20.10
Jombang 23.51 23.54 Rambipuji 20.22 20.24
Mojokerto 00.14 00.17 Tanggul 20.45 20.47
Surabaya Gubeng 00.53 01.20 Probolinggo 21.51 21.56
Sidoarjo 01.43 01.46 Pasuruan 22.31 22.33
Bangil 02.08 02.12 Bangil 22.51 22.55
Pasuruan 02.30 02.32 Sidoarjo 23.17 23.21
Probolinggo 03.07 03.12 Surabaya Gubeng 23.43 00.10
Tanggul 04.16 04.18 Boharan 00.29 00.37
Rambipuji 04.38 04.40 Mojokerto 00.56 00.59
Jember 04.52 05.00 Jombang 01.19 01.22
Kalisat 05.20 05.22 Kertosono 01.36 02.04
Kalibaru 06.07 06.09 Nganjuk 02.24 02.26
Kalisetail 06.28 06.30 Madiun 03.03 03.11
Temuguruh 06.40 06.42 Ngawi 03.34 03.36
Rogojampi 06.54 06.56 Sragen 04.09 04.12
Banyuwangi Kota 07.09 07.16 Solo Balapan 04.36 04.41
Ketapang 07.30 - Klaten 05.06 05.09
Yogyakarta 05.35 -


Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 20 Juni 1981, Kereta api Mutiara Timur mengalami musibah di Rogojampi. Rangkaian Mutiara Timur anjlok, dan satu K2/BW terjatuh ke sungai.

Pada tanggal 11 Juni 2014, kereta api Mutiara Timur bertabrakan dengan truk di perlintasan Jalan Jemursari, Surabaya yang mengakibatkan lokomotif dan kereta bagasi anjlok. Perjalanan menuju Banyuwangi terpaksa dialihkan melalui jalur lain.[2]

Pada tanggal 23 April 2017 pukul 05.00, kereta api Mutiara Timur menabrak mobil di Perlintasan Margorejo yang mengakibatkan tiga orang tewas.

Pada tanggal 31 Agustus 2018, pukul 14.41, kereta api Mutiara Timur menabrak truk elpiji di perlintasan liar antara Stasiun Temuguruh dan Stasiun Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi yang mengakibatkan bodi lokomotif sisi kiri mengalami kerusakan. Sopir dan kernet mengalami luka-luka sehingga dibawa ke puskesmas Singojuruh. Kejadian ini juga menyebabkan kereta api Mutiara Timur mengalami keterlambatan selama 160 menit.[3]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat Pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]