Kereta api Mutiara Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kereta Api Mutiara Timur
PapanKeretaApi 2020.svg
KA MUTIARA TIMUR
Ketapang - Surabaya Gubeng - Yogyakarta (PP)
Mutiara Timur 2020.jpg
Kereta api Mutiara Timur saat masih menggunakan rangkaian kereta stainless steel sebelum dimutasi ke Depo Kereta lain, meninggalkan Stasiun Surabaya Gubeng.
Informasi umum
Jenis layananKereta Api Antarkota
StatusDihentikan sementara
Daerah operasiDaerah Operasi IX Jember
Mulai beroperasi
  • 6 Maret 1972 (1972-03-06) (50 tahun lalu) (rute Surabaya - Banyuwangi pp)
  • 10 Februari 2021 (2021-02-10) (1 tahun lalu) (rute Yogyakarta - Banyuwangi pp via Surabaya)
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalKetapang
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirYogyakarta
Jarak tempuh614 km
Waktu tempuh rerata11 jam 45 menit
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari.
Jenis relRel berat
Pelayanan penumpang
KelasEksekutif dan Ekonomi Plus
Pengaturan tempat duduk
  • 48 tempat duduk disusun 2-2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 80 tempat duduk disusun 2-2 (kelas ekonomi)
    kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburanAda (kelas Eksekutif)
Fasilitas bagasiAda (Interior Kereta eksekutif maupun Kereta ekonomi bukan kereta bagasi (B))
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC201, CC203, CC204, atau CC206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal179-182

Kereta api Mutiara Timur adalah layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi plus yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) yang melayani rute Ketapang hingga Yogyakarta melalui Surabaya Gubeng dan sebaliknya.

Pengoperasian[sunting | sunting sumber]

Kereta api Mutiara Timur saat melintas langsung Stasiun Mangli, 2011
Ketika rangkaian Kereta api Mutiara Timur sedang dipakai oleh Kereta api Bogowonto rute Yogyakarta-Jakarta, di Stasiun Bekasi

Kereta api Mutiara Timur pertama kali beroperasi pada 6 Maret 1972 dengan layanan kelas ekonomi dan bisnis. Pada masa-masa awal pengoperasiannya, kereta api ini dihela BB301, BB303, atau BB304 sebagai lokomotif dinas penariknya. Mulai 1996, kereta api ini mengalami perubahan layanan kelas menjadi kelas bisnis dan eksekutif.

Mulai 15 Desember 2018, kereta api ini beroperasi menggunakan rangkaian kereta baja nirkarat buatan PT INKA dengan kembali mengalami perubahan layanan kelas menjadi kelas eksekutif dan ekonomi premium.

Sejak 10 Februari 2021, rute perjalanan kereta api Mutiara Timur diperpanjang sampai Yogyakarta dan hanya berjalan pada malam hari saja.[1] Sebagai akibatnya, kereta api tersebut lambat laun menjadi semakin kurang diminati oleh rata-rata penggunanya. Belum lagi tarif tiketnya menjadi relatif lebih mahal dibandingkan dengan tiket kereta api lain yang melintas di jalur yang sama, yaitu Kereta api Wijayakusuma, yang notabene jarak tempuhnya justru lebih jauh.

Mulai akhir Maret 2022, rangkaian kereta api Mutiara Timur kembali menggunakan rangkaian berbahan mild steel sekaligus mengalami perubahan layanan kelas lagi menjadi kelas eksekutif dan ekonomi plus seperti halnya rangkaian Kereta api Jayabaya. Hal ini karena rangkaian kereta baja nirkarat tersebut dimutasi ke depo-depo kereta lain yang membutuhkan, seperti Depo Kereta Surabaya Pasarturi, Sidotopo, Bandung, dan Jakarta Kota.

Selama tahun 2022 rangkaian KA Mutiara Timur yang sedang menganggur di Stasiun Yogyakarta sempat diperbantukan untuk pengoperasian KA Joglosemarkerto arah Cilacap ataupun KA Bogowonto rute Lempuyangan-Pasarsenen pp. Kemudian mulai akhir tahun tersebut, rangkaian KA Mutiara Timur digunakan untuk operasional KA Blambangan Ekspres rute Banyuwangi-Semarang pp sehingga mengakibatkan operasional kereta api Mutiara Timur dihentikan untuk sementara waktu.

Rangkaian kereta api ini terdiri dari empat kereta kelas eksekutif, tiga kereta kelas ekonomi, serta satu kereta makan dan pembangkit.

Stasiun pemberhentian[sunting | sunting sumber]

Kereta api Mutiara Timur melayani pemberhentian penumpang di 25 stasiun berikut.[2][3]

Provinsi Kota/Kabupaten Stasiun Keterangan
Jawa Timur Kabupaten Banyuwangi Ketapang Stasiun terminus. Terintegrasi dengan:

Kereta api lokal: Pandanwangi

Banyuwangi Kota Kereta api lokal: Pandanwangi
Rogojampi
Temuguruh
Kalisetail
Kalibaru
Kabupaten Jember Kalisat
Jember
Rambipuji -
Tanggul
Kota Probolinggo Probolinggo
Kota Pasuruan Pasuruan Kereta api lokal: Lokal Pasuruan
Kabupaten Pasuruan Bangil Kereta api lokal: Lokal Pasuruan, Penataran, Tumapel, Komuter Surabaya
Kabupaten Sidoarjo Sidoarjo Kereta api lokal: Lokal Pasuruan, Penataran, Tumapel, Komuter Surabaya

Trans Jatim: Koridor 1

Kota Surabaya Surabaya Gubeng Kereta api lokal: Lokal Pasuruan, Lokal Kertosono, Dhoho, Penataran, Tumapel, Komuter Surabaya

Trans Semanggi Suroboyo: K2L (Trans Semanggi Suroboyo).svg

Kota Mojokerto Mojokerto Kereta api lokal: Lokal Kertosono, Dhoho
Kabupaten Jombang Jombang
Kabupaten Nganjuk Kertosono
Nganjuk -
Kota Madiun Madiun
Kabupaten Ngawi Ngawi
Jawa Tengah Kabupaten Sragen Sragen
Kota Surakarta/Solo Solo Balapan Kereta api aglomerasi: Joglosemarkerto (rute melingkar Jawa Tengah saja)

Kereta bandara: KA BIAS (Bandara Internasional Adisoemarmo)

KRL CommuterLine: Solo–Yogyakarta

Tersedia skybridge yang terhubung ke Terminal Tirtonadi.

Kabupaten Klaten Klaten Kereta api aglomerasi: Joglosemarkerto (rute melingkar Jawa Tengah saja)

Kereta bandara: KA BIAS (Bandara Internasional Adisoemarmo)

KRL CommuterLine: Solo–Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta Kota Yogyakarta Yogyakarta Stasiun terminus. Terintegrasi dengan:

Kereta api aglomerasi: Joglosemarkerto (rute melingkar Jawa Tengah maupun rute lurus Yogyakarta–Cilacap pp)

Kereta bandara: Bandara YIA (Yogyakarta International Airport)

KRL CommuterLine: Solo–Yogyakarta

Kereta api lokal: Prambanan Ekspres (Prameks)

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 28 Juni 1981 pukul 05.55 WIB, kereta api Mutiara Timur mengalami kecelakaan menjelang masuk Rogojampi. Rangkaian Mutiara Timur anjlok, dan satu rangkaian kereta BW terjatuh ke sungai.[4]

Pada 11 Juni 2014, kereta api Mutiara Timur bertabrakan dengan truk di perlintasan Jalan Jemursari, Surabaya yang mengakibatkan lokomotif dan kereta bagasi anjlok. Perjalanan menuju Banyuwangi terpaksa dialihkan melalui jalur lain.[5]

Pada 23 April 2017 pukul 05.00, kereta api Mutiara Timur menabrak mobil di perlintasan Margorejo yang mengakibatkan tiga orang tewas.

Pada 31 Agustus 2018, pukul 14.41, kereta api Mutiara Timur menabrak truk elpiji di perlintasan liar antara Stasiun Temuguruh dan Stasiun Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi, yang mengakibatkan bodi lokomotif sisi kiri mengalami kerusakan. Sopir dan kernet mengalami luka-luka sehingga dibawa ke Puskesmas Singojuruh. Kejadian ini juga menyebabkan kereta api ini mengalami keterlambatan selama 160 menit.[6]

Pada 6 Oktober 2019, kereta api Mutiara Timur Siang jurusan Surabaya-Banyuwangi menabrak mobil di Tegalharjo, Glenmore, Banyuwangi. 1 orang tewas, 1 kritis, dan 1 orang luka ringan. Insiden ini menyebabkan KA Probowangi tujuan Surabaya tertahan di Stasiun Sumberwadung dan KA Pandanwangi tujuan Banyuwangi tertahan di Stasiun Kalisat.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "2 Stasiun di Banyuwangi Ganti Nama, Jadwal KA Berubah". beritajatim.com (dalam bahasa Inggris). 2019-11-28. Diakses tanggal 2020-01-09. 
  2. ^ Chairunnisa, Ninis (2022-11-25). "KA Blambangan Ekspres, Kereta Baru yang Layani Rute Semarang-Ketapang Banyuwangi". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-11-26. 
  3. ^ "Perkenalkan KA Baru, KAI Berikan Tarif Promo untuk KA Blambangan Ekspres". KAI. 24 November 2022. 
  4. ^ "Roda Sayap di Instagram: "28 Juni 1981, +- 05.55 KA 41 Mutiara Timur (SB-BW) anjlok di km 71+200, dekat sinyal masuk Rogojampi. Stamformasi KA 41 : BB303 29 + CW-9453 + CW-9454 + CW-9455 + CFW-9020 + BW-9004 + BW-9007 Sekitar 300 meter sebelum Jembatan Kali Logonto, dua gandar salah satu kereta anjlok, menyeret kereta lain yang ikut anjlok. BW-9004 yang anjlok kemudian menabrak pangkal jembatan, lalu terjun ke sungai. BW-9007 anjlok lalu miring ke kiri sebelum jembatan. CFW-9020 sendiri anjlok dan terguling ke kiri setelah jembatan, sementara 100 m di depannya, CW-9455 juga anjlok dan miring ke kiri. CW-9454 hanya anjlok satu as, sementara CW-9453 dan BB303 29 tidak anjlok. Akibat kejadian, 11 orang meninggal dunia dan 45 orang lainnya luka-luka. Rel sepanjang 500 meter rusak, dan 2 tiang telegraf roboh akibat terseret kereta yang anjlok, membuat hubungan komunikasi antara Banyuwangi -Jember terputus. https://roda-sayap.com/tragedi-di-rogojampi/ Foto : CV Rama Restorka, discan oleh Rio Prabowo"". Instagram. Diakses tanggal 2023-01-30.  Hapus pranala luar di parameter |title= (bantuan)
  5. ^ Kompas: Truk Tertabrak di Pelintasan, KA Mutiara Timur Lanjutkan Perjalanan Pakai Rute Lain
  6. ^ https://m.mediaindonesia.com/nusantara/182027/ka-mutiara-timur-siang-tabrak-truk-elpiji-di-banyuwangi.html

Pranala luar[sunting | sunting sumber]