Lokomotif BB301

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari BB301)
Jump to navigation Jump to search
Lokomotif BB301
Lokomotif BB301
BB 301 31 berdinas menarik KA Brantas di Stasiun Madiun
Data teknis
Sumber tenaga Diesel hidraulik
Produsen Fried. Krupp-Krauss-Maffei, Essen, Jerman Barat
Model Krupp-M1500BB
Tanggal dibuat 1964-1970
Spesifikasi roda
Susunan roda AAR B-B
Klasifikasi UIC B'B'
Dimensi
Lebar sepur 1067 mm
Diameter roda 904 mm
Panjang 11.770 mm
Lebar 2.800 mm
Tinggi maksimum 3.660 mm
Jarak antarpivot 6.000 mm
Jarak gandar 2.200 mm
Tinggi alat perangkai 760 mm
Berat
Berat kosong 48 ton
Berat siap 52 ton
Berat adhesi 52 ton
Bahan bakar
Jenis bahan bakar Solar
Kapasitas bahan bakar 2.000 liter
Kapasitas pelumas 300 liter
Kapasitas air pendingin 500 liter
Kapasitas bak pasir 300 liter
Sistem mesin
Penggerak utama MTU MD 12V 538 TB10
Jenis mesin 4 langkah, Turbocharger
Motor traksi Voith L 630 r U 2
Kinerja
Kecepatan maksimum 120 km/jam
Kecepatan minimum kontinu 19,5 km/jam
Daya mesin 1.480 hp
Daya ke generator/converter 1.300 hp
Jari-jari lengkung terkecil 80 m
Lain-lain
Rem lokomotif Rem udara tekan, rem parkir
Tipe kompresor Knorr VV 450/150-10
Informasi kepemilikan dan karier
Perusahaan pemilik PT Kereta Api Indonesia
Daerah operasi Pulau Jawa-Sumatera Utara

Lokomotif BB301 adalah lokomotif diesel hidraulik milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) buatan pabrik Fried Krupp dan Krauss-Maffei, Jerman Barat. Lokomotif ini pertama kali dipesan oleh KAI saat masih bernama Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA).

Lokomotif ini berdaya mesin sebesar 1.350 hp dengan berat lokomotif sebesar 52 ton. Lokomotif ini biasa digunakan untuk langsir kereta penumpang atau pun kereta barang. Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum 120 km/jam. Lokomotif ini bergandar B'B', artinya lokomotif ini memiliki dua bogie yang masing-masing memiliki dua poros penggerak yang saling dihubungkan.

Lokomotif ini dapat dianggap sebagai "kakak" dari lokomotif BB 304. Hal ini disebabkan modelnya yang sama (Krupp-M1500BB) dengan desain kabin masinis yang sangat persis. Hanya saja, sejumlah BB301 tidak memiliki kaca pada pintu masuk kabin masinis serta seluruh BB301 memiliki jaring radiator berbentuk dua persegi panjang yang tegak.

Penggunaan BB 301[1][sunting | sunting sumber]

Lokomotif BB301 semasa menarik kereta api Parahyangan.

Lokomotif ini mulai dinas sejak 1964 sebanyak 10 unit, 1965 sebanyak 35 unit, dan 5 unit sisa pada tahun 1970, sehingga totalnya menjadi 50 unit. Lokomotif ini memiliki dua kabin masinis dan sanggup melaju hingga 120 km/jam. Lokomotif ini mencapai era keemasannya selama masa-masa indah PNKA-PJKA selama dekade 1964 hingga 1995 karena berpengalaman menarik kereta-kereta api ekspres unggulan. KA Ekspres yang dimaksud antara lain, Parahijangan, Bintang Sendja, Djaja, Bandung Ekspres, Bima, Purbaya, dan Tumapel.

BB 301 telah menjadi penarik utama bagi kereta-kereta api di jalur rel KA utama Pulau Jawa baik lintas Utara (Jakarta-Cirebon-Semarang-Surabaya) maupun lintas Selatan (Jakarta-Bandung-Yogyakarta-Surabaya) sehingga menjadi icon Perkeretaapian Indonesia selama 1970-1980-an. Lokomotif ini juga dijumpai di Sumatera Utara untuk mengangkut gerbong ketel berisi BBM atau minyak kelapa sawit pada wilayah Medan-Rantauprapat.

Khusus untuk lokomotif buatan 1964-1965 menggunakan motor Maybach Mercedes-Benz sedangkan untuk tahun 1970 (Krauss-Maffei) menggunakan motor MTU-MD 12V 538 TB10.

Lokomotif ini sempat menjalani repowering (rehab) tahun 1984-1988 untuk memperpanjang masa pakai. Dan saat ini BB301 hanya dipakai sebagai loko pelangsir dan penarik kereta jarak dekat seperti Pandanwangi dan Probowangi. Tugas BB301 kini juga dibantu dengan CC 201.

Keunikan BB 301[sunting | sunting sumber]

Kereta api Cianjuran dihela BB301 masih menggunakan livery PJKA, namun gerbongnya sudah livery Perumka.

Lokomotif BB 301 memiliki keunikan pada nomor armadanya. Antara lain, setelah BB 301 45 langsung ke BB 301 51 dan tidak ada BB 301 46-50. Dikisahkan, pada saat PNKA membeli BB 301 46-50 dari pabrik Krupp, Jerman, perusahaan itu menginformasikan kepada PNKA bahwa lima lokomotif yang rencananya diberi nomor BB 301 46-50 siap dikapalkan.

Pada saat kelima lokomotif BB 301 ini tiba di Indonesia, tiba-tiba Krupp menginformasikan bahwa calon BB 301 46-50 ini tertukar dengan yang dipesan oleh Indian Railways (IR), perusahaan KA nasional milik Pemerintah India. Karena spesifikasinya berbeda, Krupp bersikeras menukarnya, namun PNKA merasa tidak begitu peduli. Pada akhirnya, pertukaran kedua lokomotif tersebut tetap dilaksanakan. Lokomotif yang seharusnya milik IR ternyata memiliki tulisan petunjuk panel serta buku petunjuk pedoman pemilik berbahasa Indonesia; sedangkan yang seharusnya milik PNKA justru berbahasa Hindi. Pada saat itu pula, calon BB 301 spesifikasi IR dibawa ke India untuk dioperasikan langsung oleh Indian Railways (dan tentunya tidak lagi diberi nomor BB 301) begitu pula sebaliknya.

Lokomotif yang masih memiliki panel berbahasa Hindi ini memiliki spesifikasi sesuai pesanan PNKA. Lokomotif tersebut kemudian diboyong ke Balai Yasa Yogyakarta untuk diganti dengan yang berbahasa Indonesia, dan karena BB 301 46-50 masuk daftar historis inventaris lokomotif Indonesia saat itu, maka nomor lokomotif ini dinomori BB 301 51-55 (nomor 46-50 diloncati).[2][3]

Alokasi BB 301[sunting | sunting sumber]

Di Indonesia, terdapat 50 unit lokomotif BB 301 (perlu dicatat bahwa BB301 46-50 sudah milik Indian Railways), namun banyak di antaranya yang sudah tidak beroperasi karena ada yang mengalami rusak berat dan ada pula yang sudah uzur termakan usia. Lokomotif ini terdapat di beberapa depot lokomotif, antara lain sebagai berikut.

Depot induk Lokomotif
Tanah Abang (THB) Tidak ada alokasi
Bandung (BD) BB 301 17 (BB 301 65 05) TSO dan BB 301 24 (BB 301 65 06) TSGO
Madiun (MN) BB 301 25 (BB 301 65 07) SO dan BB 301 26 (BB 301 65 08) TSGO
Sidotopo (SDT) BB 301 08 (BB 301 64 01) TSGO , BB 301 09 TSO (BB 301 64 02), BB 301 11 (BB 301 65 01) TSGO, BB 301 13 (BB 301 65 02) TSGO, BB 301 18 (BB 301 65 03) TSGO, dan BB 301 23 (BB 301 65 04) TSGO
Medan (MDN) Tidak ada alokasi
Jember (JR) BB301 28 (BB 301 65 09) TSGO, BB 301 35 (BB 301 65 10) TSO

Unit yang sudah tidak beroperasi di antaranya: BB 301 01-07, BB 301 10, BB 301 12, BB301 13-16, BB 301 19-22, BB 301 27, BB 301 29, BB 301 30-34, BB 301 36-45, dan BB 301 51-55. Beberapa lokomotif yang terdapat pada tabel alokasi di atas ada pula yang diafkirkan, dan sampai saat ini, belum ada preservasi untuk lokomotif ini.

Keterangan:

  • Semua lokomotif menggunakan penomoran sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Perhubungan RI No. KM 45 tahun 2010.
  • Lokomotif BB 301 51-55 memiliki kaca di pintu samping kabin masinis seperti lokomotif BB 304
  • Lokomotif BB 301 46-50 tidak dibuat dan dibuat sebagai "celah penomoran" antara kedua model lokomotif tersebut. Hal ini disebabkan BB301 46-50 sudah dimiliki oleh Indian Railways (IR).
  • BB301 25 dikhususkan untuk langsir kereta api di Stasiun Madiun
  • BB 301 27 terkenal karena diklaim sebagai lokomotif terangker selain CC201 45.[4]
  • BB301 26 saat ini berada di Akademi Perkeretaapian Indonesia ( API ) di Kota Madiun

Data teknis[5][sunting | sunting sumber]

BB 301 17 bersiap berdinas menarik kereta api lokal tujuan Cianjur.
BB 301 25 digunakan untuk kereta api ketel dari Depo Pertamina Madiun ke Stasiun Madiun dan sebaliknya.
  • Dimensi
  1. Lebar sepur : 1.067 mm
  2. Panjang body: 11.770 mm
  3. Jarak antara alat perangkai: 13.380 mm
  4. Lebar body: 2.800 mm
  5. Tinggi maksimum: 3.660 mm
  6. Jarak gandar: 2.200 mm
  7. Jarak antar pivot: 6.000 mm
  8. Diameter roda penggerak: 904 mm
  9. Tinggi alat perangkai: 760 mm
  • Berat
  1. Berat kosong: 48 ton
  2. Berat siap: 52 ton
  3. Berat adhesi: 52 ton
  • Motor Diesel
  1. Tipe: MTU-MD 12V 538 TB10
  2. Jenis: 4 langkah, turbocharger
  3. Daya Mesin: 1.480 hp
  4. Daya ke generator/converter: 1.300 hp
  • Motor Traksi/Converter
  1. Jumlah motor traksi: 1 buah
  2. Tipe motor: Voith L630 rU2
  • Performansi
  1. Kecepatan maksimum: 120 km/jam
  2. Gaya tarik maksimum (adhesi): 10.920 kgf
  3. Kecepatan minimum kontinu: 19,5 km/jam
  4. Jari-jari lengkung terkecil: 80 m
  • Kapasitas
  1. Bahan bakar: 2000 liter
  2. Minyak pelumas: 300 liter
  3. Air pendingin: 500 liter
  4. Pasir: 300 liter
  5. Minyak transmisi: 300 liter
  • Lain-lain
  1. Sistem rem: udara tekan, rem parkir
  2. Tipe kompresor: Knorr VV 450/150-10

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Indonesian Heritage Railway: Lokomotif BB301
  2. ^ Seri 51-55
  3. ^ BB 301
  4. ^ BB 301 27, Lokomotif Misterius dari Sidotopo
  5. ^ Tim Redaksi Majalah KA. 2007. Album Lokomotif dan KRL. Depok: PT Ilalang Sakti Komunikasi.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]