Kereta api Parahyangan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kereta api Parahyangan
Parahyangan Padalarang PJKA.JPG
Kereta api Parahyangan feat BB301 melintas area stasiun Padalarang menuju Gambir
Info
Kelas Eksekutif dan bisnis
Sistem Kereta api ekspres
Status Tidak beroperasi (Disatukan dengan KA Argo Gede menjadi KA Argo Parahyangan
Lokal Daop 2 Bandung
Stasiun terminus Stasiun Bandung
Stasiun Gambir
Stasiun Jakarta Kota
Jumlah stasiun 6
Rute pelayanan 7
Nomor KA 19-30
Operasional
Dibuka 31 Juli 1971
Ditutup 26 April 2010
Pemilik PT Kereta Api Indonesia
Operator Daerah Operasi II Bandung
Depot Bandung (BD)
Sarana yang dijalankan C28, BB301, CC201, CC203, CC204
Teknis
Jarak tempuh 170 km
Kecepatan operasi 40 s.d. 90 km/jam
Peta Rute

Peta rute KA Argo Parahyangan

Continuation backward
ke Kasugihan, Yogyakarta, Surabaya
Station on track
Stasiun Bandung
Straight track
Straight track
Stop on track
Stasiun Cimahi
Straight track
Station on track
Stasiun Padalarang
Unknown route-map component "ABZgl" Unknown route-map component "CONTfq"
ke Manggarai
Enter and exit tunnel
Terowongan Sasaksaat
Straight track
Straight track
Transverse water Bridge over water Transverse water
Jembatan Cisomang
Straight track
Straight track
Station on track
Stasiun Purwakarta
Straight track
Unknown route-map component "CONTgq" Unknown route-map component "KRWg+r"
Ke Cirebon
Station on track
Stasiun Cikampek
Straight track
Station on track
Stasiun Karawang
Straight track
Station on track
Stasiun Tambun
Straight track
Station on track
Stasiun Bekasi
Straight track
Station on track
Stasiun Jatinegara
Unknown route-map component "CONTgq" Unknown route-map component "ABZgr"
Ke Pasar Senen
Unknown route-map component "KRWg+l" Unknown route-map component "CONTfq"
Ke Bogor
Station on track
Stasiun Manggarai
Unknown route-map component "ABZgl" Unknown route-map component "CONTfq"
Ke Tanah Abang
Unknown route-map component "hSTRa@g"
Elevated
Unknown route-map component "hBHF"
Stasiun Gambir
Straight track
Straight track
Unknown route-map component "hCONTf"
Ke Jakarta Kota
Bagian dalam gerbong kereta eksekutif Parahyangan.

Kereta Api Parahyangan adalah kereta api bisnis dan eksekutif yang pernah dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Pulau Jawa pada tahun 1971-2010 dengan jurusan Bandung (BD)-Jakarta (GMR) dan sebaliknya. Perjalanan Jakarta - Bandung sepanjang ± 173 km menelusuri alam pegunungan Priangan Bagian Barat ditempuh kereta ini dengan waktu rata-rata 3 jam.

KA Parahyangan mulai beroperasi tanggal 31 Juli 1971 dan beroperasi terakhir pada tanggal 26 April 2010. Mulai tanggal 27 April 2010, operasional KA Parahyangan bersama KA Argo Gede dilebur menjadi KA Argo Parahyangan

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pertengahan abad XIX, Bandung masih berupa desa terpencil di pedalaman Tatar Sunda Parahyangan. Padahal kawasan itu adalah penghasil kina dan teh. Transportasi menuju kawasan Bandung yang berkelok-kelok, begitu sulit ditempuh. Namun dengan dimulainya pembangunan jalur kereta api di Semarang pada 10 Agustus 1867, maka jalur kereta api Batavia-Parahyangan pun ikut dibangun, yaitu pada 16 Mei 1884.

Jalur Jakarta-Bandung menjadi favorit warga Belanda karena pemandangan alam dan hawa yang sejuk. Dari sekadar kota persinggahan, Bandung jadi kota tujuan wisata bahkan tempat tinggal. Karena menjadi jalur favorit warga Belanda, kereta api yang mengangkut para noni, tuan, mevrouw, dan meneer, pun menggunakan loko uap C28 yang pada saat itu menjadi lokomotif tercepat dengan kecepatan 90 km/jam.

Pemerintah kolonial mengoperasikan KA Vlugge Vier, yang adalah kereta ekspres Jakarta-Bandung dan sungguh elit pada zaman itu. Vlugge Vier sekelas dengan Eendaagsche Express. Kemudian, Vlugge Vier kemudian menjadi KA Parahyangan. Sementara itu, Eendaagshce Express menjadi KA Bintang Fadjar dan Bintang Sendja, lalu KA Biru Malam Sekarang KA Bima. Nama Parahijangan berubah menjadi KA Parahyangan di awal 1970-an.[1]

Awal dan Masa-masa Beroperasi (1971-2004)[sunting | sunting sumber]

Kereta api Parahyangan diluncurkan pada 31 Juli 1971 di Stasiun Bandung, dan sampai tahun 1995, menjadi satu-satunya kereta api yang melayani rute Jakarta-Bandung. Kereta api Parahyangan menjadi pilihan masyarakat pada saat itu, ini dapat dilihat dari seringnya kereta api ini membawa rangkaian panjang dan juga jumlah perjalanan yang banyak. Kereta api ini menyediakan layanan kelas Eksekutif yang memiliki pendingin udara dan kelas Bisnis tanpa pendingin ruangan. Frekuensi perjalanan KA Parahyangan saat jayanya pernah mencapai 20 kali pada hari biasa dan 30 kali pada akhir pekan dan libur nasional.

Namun pada tahun 1995, Perumka meluncurkan KA Argo Gede jurusan Jakarta-Bandung. Kereta ini sebagai kereta Eksekutif andalan Perumka hingga PT Kereta Api (KA). Keberadaan KA Argo Gede tidak berdampak signifikan terhadap KA Parahyangan, namun tentu saja pamor KA Argo Gede lebih tinggi karena rangkaian yang lebih baru dan nyaman (buatan 1995 dan 2002) dibandingkan KA Parahyangan yang menggunakan rangkaian yang lebih lama. Meskipun begitu, KA Parahyangan masih berjaya bersama Argo Gede, karena segmen konsumen yang berbeda, di mana kereta api Parahyangan didominasi kelas bisnis dibandingkan kelas eksekutif, apalagi tarifnya yang lebih murah dibandingkan kereta api Argo Gede. Kereta api ini masih sering menarik rangkaian panjang dan okupansi masih tinggi sampai tahun 2004.

Penurunan dan Penghentian Operasi (2005-2010)[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2005, Jalan Tol Cipularang beroperasi dan tingkat okupansi KA Parahyangan (dan juga Argo Gede) menjadi semakin turun. Seringkali kereta ini hanya membawa 2 kereta eksekutif dan 3 kereta bisnis dalam satu rangkaiannya sejak dioperasikannya Jalan Tol Cipularang.

PT KA telah mencoba memberi diskon (tarif reduksi), namun hasilnya okupansi penumpang masih rendah yakni di bawah 50 persen. Rendahnya okupansi KA Parahyangan itu berlaku baik untuk pemberangkatan Bandung maupun Jakarta. KA itu hanya penuh pada weekend saja. Dalam koridor jarak pendek seperti Bandung-Jakarta memang waktu tempuh lebih lama daripada Tol Cipularang, meski pada jam-jam peak hour tentu waktu tempuh KA masih unggul.[2] Data terakhir dari PT KA, KA Parahyangan mengalami kerugian besar, mencapai Rp 36 miliar per tahun akibat okupansinya yang tinggal 50%.[3]

KA Parahyangan melakukan perjalanan terakhir Gambir-Bandung pada 26 April 2010, ditarik oleh lokomotif CC201 99 (CC201 92 09). Pada 27 April 2010, setelah lebih kurang 39 tahun melayani koridor Bandung dan Jakarta, KA Parahyangan dihentikan operasinya. Sebagai gantinya, PT KA Daop II Bandung meluncurkan Kereta api Argo Parahyangan dengan jumlah lima dan enam gerbong. Kereta tersebut awalnya merupakan rangkaian Argo Gede yang dimodifikasi dengan menambah 1-2 gerbong kelas bisnis dari KA Parahyangan.[4] Selain itu, sisa gerbong Parahyangan pun dialihkan pada kereta baru yaitu kereta api Malabar rute Bandung-Malang PP, yang diluncurkan pada 30 April 2010.

Rangkaian[sunting | sunting sumber]

Kereta api Parahyangan menggunakan rangkaian kereta eksekutif dan bisnis milik Dipo Bandung yang mana kereta-kereta ini rata-rata merupakan buatan tahun 1960-an sampai dengan 1980-an, baik untuk kelas bisnis dan eksekutifnya. Normalnya, kereta ini membawa 2-3 kereta eksekutif (K1) dan 3-5 kereta bisnis (K2) ditambah dengan kereta makan (KM2) dan kereta pembangkit (BP). Namun seringkali kereta api ini justru membawa kereta makan dan pembangkit kelas bisnis (KMP2/MP2). Rangkaian tersebut merupakan susunan normal, pada musim liburan seringkali kereta api ini membawa rangkaian yang lebih panjang.

Lokomotif penarik[sunting | sunting sumber]

KA ini awalnya menggunakan lokomotif BB301 pada masa awal beroperasi, lalu diganti dengan BB304, namun tergantikan oleh CC201 seiring waktu, juga oleh CC203 sejak tahun 90-an akhir, dan CC204 baik generasi 1 dan 2 mengingat lokomotif CC204 terbaru pada masa itu awalnya selalu dikirim ke dipo lokomotif Bandung. Pada tahun-tahun terakhir masa beroperasinya, KA Parahyangan secara bergantian ditarik oleh lokomotif CC201, CC203, dan CC204.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Akhir Riwayat Kereta "Vlugge Vier"". Pradaningrum Mijarto. Warta Kota. 16 April 2010. 
  2. ^ "KA Parahyangan Dihapus!". luc/Ant. Warta Kota. 16 April 2010. 
  3. ^ ""Weekend" Terakhir KA Parahyangan". -. Antara. 24 April 2010. 
  4. ^ "Selamat Tinggal Kereta Api Parahyangan..." Gin Gin Tigin Ginulur. Okezone. 26 April 2010. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. ALIH Templat:Kereta api penumpang Indonesia