Kereta api Pasundan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Pasundan
Papan Nama KA Pasundan Khas Daop 2.jpg
KA Pasundan LPN.jpg
Kereta api Pasundan saat akan memasuki Stasiun Lempuyangan
Informasi umum
Jenis layananKereta api jarak jauh
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi II Bandung
Mulai beroperasi1997
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang1.300 penumpang per hari (rata-rata)
Lintas pelayanan
Stasiun awalKiaracondong
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah
Stasiun akhirSurabaya Gubeng
Jarak tempuh690 km
Waktu tempuh reratarata-rata 14 jam
Frekuensi perjalananSekali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEkonomi
Pengaturan tempat duduk106 tempat duduk disusun 3-2
kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca dupleks
Fasilitas lainToilet, alat pemadam api, penyejuk udara
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC201, CC203
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen Perkeretaapian, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal295-296
Peta rute
Lintas KA Jalur Selatan
Untuk KA:
Ke Kertosono via Kediri
Malang
Lawang
Ke Pasuruan, Banyuwangi
Bangil
Ke Tarik
Sidoarjo
Ke SBI, SB Kota
Surabaya Gubeng, Wonokromo
Jalan Tol Surabaya-Gempol
Jalan Tol Surabaya-Mojokerto
Sepanjang
Kedinding
Ke Sidoarjo
Jembatan Kali Porong
Mojokerto
Jombang
Ke Malang
Jembatan Kali Brantas
Kertosono
Nganjuk
Caruban
Madiun
Ngawi
Walikukun
Jawa Timur
Jawa Tengah
Sragen
Jembatan Bengawan Solo
Ke Gundih, Semarang
Solo Balapan
Ke Wonogiri
Purwosari
Klaten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jembatan Kali Opak
Lempuyangan
Yogyakarta
Jembatan Kali Progo
Wates
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Ke Purworejo
Kutoarjo
Kebumen
Gombong
Terowongan Ijo
Ijo
Kroya
Ke Purwokerto, Cirebon
Maos
Jembatan Kali Serayu
ke Cilacap
Jeruklegi
Sidareja
Meluwung
Banjar
Karangpucung
Ciamis
Jembatan Cirahong
Tasikmalaya
Cipeundeuy
Ke Garut
Cibatu
Jembatan Sungai Cimanuk
Leles
Cicalengka
Jalan Tol Padalarang-Cileunyi
Kiaracondong
Bandung
Cimahi
Ke Bogor via Cianjur, Sukabumi
Jalan Tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang
Jembatan Cibisoro
Jembatan Cikubang
Jalan Tol Cikampek–Purwakarta–Padalarang
Terowongan Sasaksaat
Purwakarta
Ke Cirebon
Bekasi KRL Icon Blue.svg
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jatinegara KRL Icon Blue.svg KRL Icon Yellow.svg Roundeltjk2.png Roundeltjk2A.png Roundeltjk2D.png Roundeltjk7.png Roundeltjk5.png Roundeltjk10.png Roundeltjk11.png
Ke Pasar Senen
Ke Tanah Abang
Ke Bogor
Gambir Roundeltjk2.png Roundeltjk2A.png Roundeltjk2D.png Roundeltjk7.png
Ke Jakarta Kota

Keterangan:

  • Argo Wilis, Turangga, Pasundan berterminus di Stasiun Surabaya Gubeng
  • Argo Parahyangan berterminus di Stasiun Bandung
  • Pangandaran berterminus di Stasiun Banjar
  • Pasundan, Galunggung dan Argo Parahyangan (38/42/7030A) berterminus di Stasiun Kiaracondong
  • Stasiun Cipeundeuy Wajib berhenti untuk Kereta api Jarak Jauh ataupun Kereta Lokal
  • Turangga dan Pasundan juga berhenti di stasiun yang bertanda bolong merah ataupun hitam
  • Mutiara Selatan juga berhenti di stasiun bertanda bolong hitam
  • Pasundan juga berhenti di stasiun yang ditulis miring
  • Argo Wilis hanya berhenti di stasiun yang bertuliskan besar
  • KA 104/105 Mutiara Selatan dan Turangga tidak berhenti di Stasiun Maos
  • Hanya KA 37A/43/47/7001A Argo Parahyangan yang mengawali perjalanannya di Stasiun Kiaracondong
  • Hanya KA 37A/43/49 Argo Parahyangan yang berhenti di Stasiun Purwakarta
  • Hanya KA 38/43 Argo Parahyangan yang berhenti di Stasiun Cikampek
  • Hanya KA 7006 Pangandaran (arah Banjar) yang berhenti di Stasiun Bekasi dan Stasiun Purwakarta

Kereta api Pasundan (Aksara Sunda Baku: ᮊᮨᮛᮨᮒ ᮃᮕᮤ ᮕᮞᮥᮔ᮪ᮓᮔ᮪, Karéta api Pasundan) merupakan kereta api penumpang kelas ekonomi yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia untuk melayani lintas Kiaracondong-Surabaya Gubeng lewat Lempuyangan dan sebaliknya. Nama Pasundan berasal dari Tatar Pasundan—suatu wilayah di Jawa Barat maupun Banten yang mayoritas dihuni Suku Sunda—yang memiliki kearifan lokal Sunda atau Kerajaan Sunda.

Kereta api Pasundan merupakan kereta api favorit bagi pendukung klub sepak bola Persebaya (Bonek) dan Persib (Bobotoh).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kereta api Badrasurya merupakan cikal bakal dari kereta api Pasundan

Kereta api Pasundan pertama kali beroperasi pada musim mudik lebaran 1997 untuk mendampingi kereta api Badrasurya—merupakan singkatan dari lintas yang dilaluinya, "Bandung Raya–Surabaya"—yang telah beroperasi sejak tahun 1970-an. Kereta api Badrasurya merupakan layanan kereta api kelas ekonomi, namun titik keberangkatan kereta api tersebut berada di Stasiun Bandung. Karena adanya kebijakan penyederhanaan layanan yang dilakukan oleh Perumka menyebabkan kereta api Badrasurya berhenti beroperasi sehingga hanya kereta api Pasundan yang melayani.

Mulai 1 Desember 2019, kereta api Pasundan mengalami perpindahan operasional yang sebelumnya Daerah Operasi VIII Surabaya menjadi Daerah Operasi II Bandung.

Tarif[sunting | sunting sumber]

Mulai 2 Januari 2020, tarif kereta api ini berkisar antara Rp105.000,00–Rp170.000,00 tergantung pada jarak yang ditempuh penumpang.

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Lintas pelayanan Kiaracondong–Surabaya Gubeng pp.
Lokomotif CC201/CC203
Susunan rangkaian kereta 3 kereta ekonomi (K3 BD) + 1 kereta makan pembangkit (KMP3 BD) + 4 kereta ekonomi (K3 BD)

Catatan : Susunan rangkaian kereta api dapat berubah sewaktu-waktu

Jumlah tempat duduk 742 tempat duduk

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Jadwal perjalanan kereta api Pasundan per 7 Agustus 2020 (revisi Gapeka 2019).

KA 295 Pasundan
(Surabaya Gubeng – Kiaracondong)
KA 296 Pasundan
(Kiaracondong – Surabaya Gubeng)
Stasiun Tiba Keberangkatan Stasiun Tiba Keberangkatan
Surabaya Gubeng - 04.50 Kiaracondong - 10.15
Wonokromo 04.57 05.00 Leles 11.12 11.16
Sepanjang 05.07 05.09 Cibatu 11.33 11.35
Kedinding 05.26 05.32 Cipeundeuy 12.10 12.20
Mojokerto 05.46 05.50 Tasikmalaya 13.10 13.20
Peterongan 06.07 06.13 Ciamis 13.43 13.52
Jombang 06.19 06.22 Banjar 14.29 14.40
Kertosono 06.38 06.41 Sidareja 15.27 15.30
Nganjuk 07.01 07.03 Maos 16.12 16.14
Caruban 07.31 07.33 Kroya 16.28 16.37
Madiun 07.47 07.54 Gombong 17.04 17.08
Ngawi 08.17 08.19 Kebumen 17.27 17.33
Walikukun 08.36 08.38 Kutoarjo 17.58 18.01
Sragen 08.59 09.01 Wates 18.31 18.33
Purwosari 09.30 09.35 Lempuyangan 19.03 19.15
Klaten 09.58 10.00 Klaten 19.39 19.42
Lempuyangan 10.25 10.35 Purwosari 20.05 20.14
Wates 11.03 11.05 Sragen 20.47 20.49
Kutoarjo 11.39 11.43 Walikukun 21.11 21.13
Kebumen 12.09 12.15 Ngawi 21.29 21.31
Maos 13.11 13.13 Madiun 21.54 22.04
Sidareja 14.02 14.04 Caruban 22.19 22.21
Banjar 14.37 14.45 Nganjuk 22.51 22.53
Ciamis 15.11 15.13 Kertosono 23.14 23.18
Tasikmalaya 15.36 15.41 Jombang 23.34 23.44
Cipeundeuy 16.49 16.59 Mojokerto 00.06 00.12
Cibatu 17.33 17.35 Sepanjang 00.41 00.43
Leles 17.52 18.01 Wonokromo 00.50 00.53
Cicalengka 18.35 18.41 Surabaya Gubeng 01.00 -
Kiaracondong 19.01 -

Galeri[sunting | sunting sumber]

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada 27 Juni 2014, kereta api Pasundan mengalami anjlok di petak Stasiun Cipeundeuy-Stasiun Cirahayu—di Kampung Tajur, Kadipaten, Kadipaten, Tasikmalaya, Jawa Barat. Kabid Humas Polda Jawa Barat, Martinus Sitompul, membenarkan kecelakaan kereta api tersebut. Menurutnya, kereta api ini mengalami anjlok pada letak km 236+¼ sekitar pukul 07.50 WIB.[1]
  • Pada 11 Januari 2016, kereta api Pasundan menabrak truk bermuatan pasir di perlintasan sebidang km 369+7/8, Kubangkangkung, Kawunganten, Cilacap. Kecelakaan ini tidak menimbulkan korban jiwa namun kereta api Pasundan sempat tertahan di lokasi kejadian sekitar 2,5 jam karena menunggu proses evakuasi truk yang tersangkut di pintu kereta serta proses langsir.[2]
  • Pada 5 April 2016, kereta api Pasundan mengalami anjlok di petak antara Leles-Lebak Jero. Kejadian ini menyebabkan sejumlah kereta api tertahan di Stasiun Cibatu.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]