Kereta api Pasundan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Pasundan
PASUNDAN BD.PNG
KA 179 Di Gemblegan.jpg
Kereta api Pasundan menikung di tikungan Gemblegan, Kalikotes, Klaten
(Karya: Yoga Prasetya Utama).
Informasi umum
Jenis layananKereta api komersial jarak jauh
StatusBeroperasi
Daerah operasi
PendahuluBadrasurya (1970-1997)
Mulai beroperasi1997
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang44.000 penumpang per hari (rata-rata)
Rute
Stasiun awalSurabaya Gubeng
Jumlah pemberhentian24-28
Stasiun akhirKiaracondong
Jarak tempuh690 km
Waktu tempuh rerata16 jam (rata-rata)
Frekuensi perjalananSekali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEkonomi AC Non PSO
Pengaturan tempat duduk106 tempat duduk permanen disusun 3-2 saling berhadapan
Fasilitas kateringAda
Fasilitas observasiKaca dupleks
Fasilitas hiburantidak ada
Fasilitas bagasiAda
Fasilitas lainToilet, alat pemadam api, AC
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC201,CC203, CC204
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen Perkeretaapian, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal179-180

Kereta api Pasundan merupakan kereta api penumpang kelas Ekonomi AC Non PSO (Reguler), dan kelas Ekonomi AC (Tambahan) yang dioperasikan Oleh PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VIII Surabaya yang melayani rute Kiaracondong-Surabaya Gubeng via Lempuyangan dan Sebaliknya.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kereta api ini diresmikan pada musim mudik lebaran 1997 mendampingi kereta api Badrasurya (Bandung Raya Surabaya) yang telah beroperasi sejak 1970-an. Badrasurya merupakan kereta kelas ekonomi, namun berangkat dari Stasiun Hall. Namun kebijakan penyederhanaan layanan yang dilakukan oleh Perumka menyebabkan kereta api Badrasurya berhenti beroperasi dan diganti dengan Pasundan.

Harga[sunting | sunting sumber]

Harga tiket kereta pasundan saat ini Rp94.000,00 setelah mendapatkan subsidi dari pemerintah. Kereta api ini merupakan satu dari lima layanan kereta kelas ekonomi yang mengalami perubahan layanan dari subsidi menjadi komersial mulai 1 Januari 2019.

Rangkaian KA[sunting | sunting sumber]

Rangkaian kereta api Pasundan terdiri atas sebuah lokomotif CC201/CC203, enam kereta ekonomi (K3), satu kereta makan dan pembangkit (KMP3), serta sebuah kereta bagasi (B)

Rombongan Supporter[sunting | sunting sumber]

Kereta api Pasundan merupakan kereta api favorit bagi Suporter bola asal Surabaya adalah Persebaya atau dikenal juga dengan kelompok suporter Bonek

Asal usul istilah[sunting | sunting sumber]

Istilah Pasundan, merupakan julukan dari Jawa Barat, yang memiliki kearifan lokal khas Sunda atau kerajaan Pasundan (bukan Jawa Timur). Diharapkan, dengan adanya branding nama Pasundan, akan menumbuhkan kebanggaan tersendiri bagi setiap penumpangnya.

Peta Rute[sunting | sunting sumber]

Surabaya Gubeng–Bandung
Untuk KA Argo Wilis, Turangga, dan Pasundan
Ke Surabaya Kota
Ke SBI
Surabaya Gubeng
Wonokromo
ke Malang
Jalan Tol Surabaya-Gempol
Jalan Tol Surabaya-Mojokerto
Ke Sidoarjo
Jembatan Kali Porong
Mojokerto
Jombang
Ke Malang
Jembatan Kali Brantas
Kertosono (kecuali KA Pasundan)
Nganjuk
Caruban
Madiun
Paron
Walikukun
Jawa Timur
Jawa Tengah
Sragen
Jembatan Bengawan Solo
Ke Gundih, Semarang
Solo Balapan
Ke Wonogiri
Purwosari
Klaten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jembatan Kali Opak
Lempuyangan
Yogyakarta
Jembatan Kali Progo
Wates
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Ke Purworejo
Kutoarjo
Kebumen
Gombong
Terowongan Ijo
Sumpiuh
Kroya (kecuali KA Pasundan 179)
Ke Purwokerto, Cirebon
Maos
Jembatan Kali Serayu
ke Cilacap
Sidareja
Banjar
Ciamis
Jembatan Cirahong
Tasikmalaya
Cipeundeuy
Cibatu
Jembatan Sungai Cimanuk
Leles
Jalan Tol Padalarang-Cileunyi
Kiaracondong
Bandung
ke Jakarta

Keterangan:

  • Turangga dan Pasundan juga berhenti di stasiun yang bertanda bolong
  • Pasundan berterminus di Stasiun Kiaracondong
  • Hanya Pasundan yang berhenti di stasiun yang ditulis miring
  • Argo Wilis melintas langsung di stasiun yang bertanda bolong dan ditulis miring


Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Kereta api Badrasurya, cikal bakal Kereta api Pasundan

Jadwal Perjalanan KA Pasundan per 1 April 2017.

Rute Surabaya Gubeng - Kiaracondong
Nomor KA KA 179 Pasundan (SGU-KAC)
Stasiun Kedatangan Keberangkat
Surabaya Gubeng - 08.10
Wonokromo 08.17 08.19
Mojokerto 08.52 08.55
Jombang 09.17 09.20
Nganjuk 09.55 09.59
Caruban 10.28 10.32
Madiun 10.58 11.08
Walikukun 12.05 12.07
Sragen 12.28 12.30
Purwosari 12.59 13.05
Klaten 13.28 13.30
Lempuyangan 13.55 14.10
Wates 14.41 14.45
Kutoarjo 15.17 15.30
Gombong 16.22 16.24
Sumpiuh 16.40 16.47
Maos 17.10 17.12
Sidareja 17.55 17.57
Banjar 18.29 18.40
Ciamis 19.05 19.14
Tasikmalaya 19.38 19.49
Ciawi 20.15 20.20
Cipeundeuy 21.01 21.20
Cibatu 21.51 22.11
Leles 22.27 22.29
Kiaracondong 23.25 -

Rute Kiaracondong - Surabaya Gubeng

Nomor KA KA 180 Pasundan (KAC-SGU)
Stasiun Kedatangan Keberangkat
Kiaracondong - 05.35
Leles 06.31 06.42
Cibatu 06.58 07.05
Cipeundeuy 07.36 07.46
Tasikmalaya 08.32 08.42
Ciamis 09.06 09.10
Banjar 09.46 10.00
Sidareja 10.31 10.33
Maos 11.25 11.27
Kroya 11.43 11.47
Gombong 12.22 12.24
Kutoarjo 13.18 13.22
Wates 13.53 13.55
Lempuyangan 14.25 14.35
Klaten 14.59 15.01
Purwosari 15.24 15.29
Sragen 16.07 16.09
Walikukun 16.38 16.40
Paron 16.57 17.04
Madiun 17.26 17.35
Caruban 18.02 18.31
Nganjuk 19.32 19.34
Jombang 20.30 20.33
Mojokerto 20.56 20.59
Wonokromo 21.32 21.35
Surabaya Gubeng 21.42 -

Galeri[sunting | sunting sumber]

Insiden[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]