Kereta api Pasundan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kereta api Pasundan
PapanKeretaApi Pasundan 2022.svg
Pasundan MN.jpg
Kereta api Pasundan melintas di Winongo, Manguharjo, Madiun
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Mulai beroperasi1997
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalKiaracondong
Stasiun akhirSurabaya Gubeng
Jarak tempuh691 km
Waktu tempuh rerata13 jam 50 menit
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEkonomi
Pengaturan tempat duduk106 tempat duduk disusun 3-2
kursi saling berhadapan dan tidak bisa direbahkan
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca dupleks
Fasilitas lainToilet, alat pemadam api, penyejuk udara
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC201, CC203
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional70-90 km/jam
Pemilik jalurDitjen Perkeretaapian, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal285–286

Kereta api Pasundan merupakan kereta api penumpang kelas ekonomi yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia untuk melayani lintas KiaracondongSurabaya Gubeng dan sebaliknya.

Asal Usul Nama[sunting | sunting sumber]

Nama Pasundan berasal dari Tatar Pasundan—suatu wilayah di Jawa Barat, sebagian DKI Jakarta maupun Banten yang mayoritas dihuni Suku Sunda—yang memiliki kearifan lokal Sunda atau Kerajaan Sunda.

Pengoperasian kereta api[sunting | sunting sumber]

Kereta api Pasundan pertama kali beroperasi pada musim mudik lebaran 1996 untuk mendampingi kereta api Badrasurya—merupakan singkatan dari lintas yang dilaluinya, "Bandung Raya–Surabaya"—yang telah beroperasi sejak tahun 1970-an. Kereta api Badrasurya merupakan layanan kereta api kelas ekonomi, tetapi titik keberangkatan kereta api tersebut berada di Stasiun Bandung. Karena adanya kebijakan penyederhanaan layanan yang dilakukan oleh Perumka menyebabkan kereta api Badrasurya berhenti beroperasi sehingga hanya kereta api Pasundan yang melayani.[butuh rujukan]

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 27 Juni 2014, kereta api Pasundan mengalami anjlok di petak Stasiun Cipeundeuy-Stasiun Trowek—di Kampung Tajur, Kadipaten, Kadipaten, Tasikmalaya, Jawa Barat. Kabid Humas Polda Jawa Barat, Martinus Sitompul, membenarkan kecelakaan kereta api tersebut. Menurutnya, kereta api ini mengalami anjlok pada letak km 236+¼ sekitar pukul 07.50 WIB.[1]

Pada 11 Januari 2016, kereta api Pasundan menabrak truk bermuatan pasir di perlintasan sebidang km 369+7/8, Kubangkangkung, Kawunganten, Cilacap. Kecelakaan ini tidak menimbulkan korban jiwa namun kereta api Pasundan sempat tertahan di lokasi kejadian sekitar 2,5 jam karena menunggu proses evakuasi truk yang tersangkut di pintu kereta serta proses langsir.[2]

Pada 5 April 2016, kereta api Pasundan mengalami anjlok di petak antara Leles-Lebak Jero. Kejadian ini menyebabkan sejumlah kereta api tertahan di Stasiun Cibatu.[3]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]