Stasiun Cibatu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Cibatu
Kereta Api Indonesia

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun CB.png
Stasiun Cibatu Depan.jpg
Tampak depan Stasiun Cibatu tahun 2019
LokasiCibatu, Cibatu, Garut, Jawa Barat 44185
Indonesia
Koordinat7°06′00″S 107°58′46″E / 7.1001147°S 107.9794667°E / -7.1001147; 107.9794667Koordinat: 7°06′00″S 107°58′46″E / 7.1001147°S 107.9794667°E / -7.1001147; 107.9794667
Ketinggian+612 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi II Bandung
Letak dari pangkal
Jumlah peron4 (satu peron sisi dan tiga peron pulau yang sama-sama agak rendah)
Jumlah jalur4 (jalur 2: sepur lurus)
Konstruksi
Fasilitas sepeda?
Informasi lain
Kode stasiun
  • CB
  • 1613
[2]
KlasifikasiII[2]
Operasi layanan
Pangandaran, Pasundan, Serayu, dan Lokal Cibatu
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Leuwigoong
ke arah Padalarang
Lokal Cibatu
Padalarang-Cibatu
Terminus
Leuwigoong
ke arah Purwakarta
Lokal Cibatu
Purwakarta-Cibatu
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Musala Toilet Pertokoan/area komersial 
Diagram lintasan stasiun
ke Leuwigoong
turntable
Subdepo lok
ke Ps. Jengkol
ke Wr. Bandrek
Lokasi pada peta
Overcapping sisi barat Stasiun Cibatu tahun 2018

Stasiun Cibatu (CB) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Cibatu, Cibatu, Garut. Stasiun yang terletak pada ketinggian +612 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung dan saat ini merupakan stasiun kereta api aktif terbesar di Kabupaten Garut.

Lokasi stasiun ini kurang lebih 21 kilometer di sebelah utara ibu kota Kabupaten Garut. Posisi dan ukuran stasiun yang relatif besar ini menjadikan stasiun ini menjadi stasiun utama keberangkatan bagi warga Garut untuk bepergian ke berbagai jurusan di Jawa dengan kereta api.

Stasiun ini dahulu memiliki percabangan menuju Garut–Cikajang, tetapi dinonaktifkan sejak 1983 karena kalah bersaing dengan kendaraan pribadi dan angkutan umum. Saat ini jalur tersebut sedang dalam proses reaktivasi, tetapi untuk tahap awal hanya sampai Garut saja.[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Stasiun Cibatu pada tahun 1918, pada masa kolonial Belanda
(Dok. Tropenmuseum)

Stasiun Cibatu dibuka pada tanggal 14 Agustus 1889 setelah diresmikannya jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Cicalengka dengan Cilacap oleh Staatsspoorwegen, maskapai kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda. Jalur yang menuju Garut juga diresmikan pada tanggal yang sama. Untuk perpanjangan jalur yang menuju Cikajang dibuka pada tanggal 1 Agustus 1930 oleh SS.[4]

Pada era kolonial Belanda, Stasiun Cibatu merupakan stasiun primadona karena menjadi tempat pemberhentian wisatawan Eropa yang ingin berlibur ke daerah Garut. Dalam buku "Seabad Grand Hotel Preanger 1897-1997" yang ditulis oleh Haryoto Kunto, antara tahun 1935-1940 setiap hari di stasiun Cibatu diparkir selusin taksi dan limousine milik hotel-hotel di Garut, di antaranya Hotel Papandayan, Villa Dolce, Hotel Belvedere, Hotel Van Hengel, Hotel Bagendit, Villa Pautine, dan Hotel Grand Ngamplang. Saat itu daerah Garut dengan kondisi alamnya yang indah memang merupakan daerah favorit wisatawan yang berasal dari Eropa.

Komedian legendaris Charlie Chaplin pada tahun 1927 pernah menjejakkan kakinya di stasiun ini. Saat itu Charlie Chaplin bersama aktris Mary Pickford sedang dalam perjalanan liburan ke Garut.[5]

Selain Chaplin, tokoh lain yang tercatat menjejakkan kaki di Stasiun Cibatu adalah Georges Clemenceau. Dia adalah pendiri koran La Justice (1880), L'Aurore (1897), dan L'Homme Libre (1913); sekaligus penulis politik terkemuka. Clemenceau menjadi Perdana Menteri Prancis dalam dua periode, yakni 1906-1909 dan 1917-1920.[5]

Setelah kemerdekaan Indonesia, tahun 1946, Presiden Republik Indonesia saat itu, Soekarno, juga sempat berkunjung ke Stasiun Cibatu dalam rangkaian perjalanan menggunakan kereta api luar biasa melalui jalur selatan. Sepanjang perjalanan tersebut, rakyat di kota-kota kecil meminta Soekarno untuk turun di setiap stasiun (termasuk Stasiun Cibatu) dan berpidato.[5]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Traksi ganda kereta api barang di Stasiun Cibatu, saat PJKA menggunakan logo segilima biru.

Stasiun ini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus.

Di sisi utara stasiun terdapat depo lokomotif yang dahulunya dimanfaatkan sebagai tempat perbaikan dan pemeliharaan lokomotif uap. Depo lokomotif ini berfungsi pula sebagai depo lokomotif cadangan jika ada lokomotif yang harus diganti dalam perjalanan karena kerusakan atau jika ada lokomotif dengan rangkaian yang membutuhkan tenaga tambahan (biasanya traksi ganda). Pada tahun 1983, seiring ditutupnya jalur Cibatu-Garut-Cikajang, depo tersebut tidak lagi beroperasi sebagai salah satu depo utama. Saat ini depo tersebut hanya berstatus sebagai sub depo.[6]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran eksekutif-ekonomi premium[sunting | sunting sumber]

Pangandaran, tujuan Jakarta via Bandung dan tujuan Banjar

Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Lokal[sunting | sunting sumber]

Lokal Cibatu:

  1. dari dan tujuan Padalarang
  2. dari dan tujuan Purwakarta

Persilangan dan persusulan[sunting | sunting sumber]

KA Serayu tujuan Kroya bersambung Purwokerto (KA 302/303) bersilang dengan KA Lodaya tujuan Bandung (KA 159F) yang melintas langsung

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Cibatu per 20 Februari 2021 (revisi Gapeka 2021).

  • Kereta api antarkota
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
306/307 Serayu Kroya (KYA) bersambung Purwokerto (PWT) Ekonomi 01.13 01.16
286 Pasundan Surabaya Gubeng (SGU) 11.18 11.20
304/301 Serayu Jakarta Pasar Senen (PSE) 12.07 12.20
174F Pangandaran Banjar (BJR) Eksekutif & Ekonomi Premium 12.16 12.18
302/303 Serayu Kroya (KYA) bersambung Purwokerto (PWT) Ekonomi 14.41 14.56
285 Pasundan Bandung Kiaracondong (KAC) 18.00 18.03
173F Pangandaran Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif & Ekonomi Premium 18.54 18.57
308/305 Serayu Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi 22.06 22.09
Kereta api lokal Cibatu
No. KA Tiba Berangkat No. KA Tiba Berangkat
Tujuan Padalarang Tujuan Cibatu
447 - 04.40 482 00.50 -
451 06.55
Tujuan Purwakarta Tujuan Cibatu
441 - 10.35 448 09.49 -
442 22.53

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Kutipan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Media, Kompas Cyber. "Fakta di Balik Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Garut, Ancam Jalan Kampung hingga Tarif Murah Meriah". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-02-09. 
  4. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  5. ^ a b c Media, Kompas Cyber (2010-09-05). "Jejak Charlie Chaplin di Stasiun Cibatu - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-22. 
  6. ^ Munandar, Mulyana & Santosa 2016, hlm. 159.

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Munandar, Andi Aris; Mulyana, Agus; Santosa, Ayi Budi (2016). "Stasiun Cibatu dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Kehidupan Sosial-Ekonomi Masyarakat Sekitarnya (1998-2010)". Factum. 5 (2): 157–174. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Leuwigoong
ke arah Padalarang
Padalarang–Kasugihan Warungbandrek
ke arah Kasugihan
Terminus Cibatu–Cikajang Cikoang
ke arah Cikajang