Stasiun Sidotopo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Sidotopo
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun SDT.png
  • Singkatan: SDT
  • Nomor: 4505
Stasiun Sidotopo 2020.jpg
Bangunan utama Stasiun Sidotopo, 2020
AlamatJalan Sidotopo Wetan
Simokerto, Simokerto, Surabaya
Jawa Timur 60143
Ketinggian+2,5 m
Letak
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Konstruksi
Jumlah jalur17
Jumlah peronSatu peron sisi yang agak rendah
Informasi lain
Kelas stasiunBesar tipe C[2]
Layanan
Sebagai depot lokomotif, kereta, dan gerbong
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Stasiun Sidotopo (SDT) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe C yang berada di Simokerto, Simokerto, Surabaya, termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya pada ketinggian +2,5 m. Stasiun ini dikhususkan untuk perawatan dan penyimpanan kereta penumpang, gerbong, maupun lokomotif. Adanya tujuh belas jalur kereta api menjadikan stasiun ini memiliki jumlah jalur terbanyak di Indonesia.

Meskipun bernama Sidotopo, stasiun ini tidak berada di Kelurahan Sidotopo maupun Sidotopo Wetan, tetapi ia berada di Kelurahan Simokerto, Kecamatan Simokerto yang terletak di selatan kelurahan tersebut.

Di stasiun ini terdapat Dipo Lokomotif Sidotopo yang menjadi tempat penyimpanan dan bengkel untuk lokomotif-lokomotif milik Daerah Operasi VIII Surabaya dan daerah operasi lainnya di Jawa—merupakan dipo lokomotif terluas di Pulau Jawa. Selain itu, terdapat Dipo Kereta dan Gerbong.

Stasiun ini juga menjadi "tempat peristirahatan terakhir" bagi lokomotif-lokomotif diesel hidraulis lokomotif BB301, BB304, D300 D301, dan BB300. Beberapa gerbong, kereta rel diesel (KRD), dan kereta penumpang yang telah memasuki tahap konservasi diapkir di stasiun ini.

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 5 Juli 2015, lokomotif dan gerbong-gerbong bekas yang sudah ditumpuk di Stasiun Sidotopo terbakar. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, bahkan sarana yang sudah terbakar itu dikabarkan akan dilelang oleh PT KAI. Diduga penyebabnya berasal dari rerumputan dan alang-alang yang terbakar. Tak diketahui bagaimana alang-alang itu terbakar, apakah karena panas atau ada orang yang sengaja membakar sampah sehingga timbul kebakaran.[3][4]
  • Pada tanggal 4 hingga 6 Januari 2020, muncul asap panas di salah satu titik pada emplasemen Stasiun dan Dipo Lokomotif Sidotopo. Suhu tanah pada sumber asap panas tersebut diketahui mencapai 422 °C. Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya menduga bahwa timbunan batu bara menjadi penyebab munculnya asap panas itu. Timbunan ini diyakini sudah ada sejak Dipo Sidotopo masih berstatus sebagai dipo lokomotif uap.[5][6]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Stasiun kereta api di Kota Surabaya
Pelabuhan Tanjung Perak
Depo Pertamina Bandaran
Kalimas/
Depo Jln. Jakarta/Jln. Teluk Kumai
Benteng
Stasiun Sidotopo
Depot lok. SDT
Surabaya Kota/Semut
Jembatan KA Kali Mas
viaduk dekat SB & shortcut SGU-SBI
Surabaya Ps. Turi
Tugu Pahlawan
Tandes
Kandangan
Benowo
ke Semarang
Jln. Prof. Dr. Mustopo
Surabaya Gubeng
Viaduk Kertajaya
Ngagel
Kali Jagir Wonokromo
Wonokromo
Solo/Yogyakarta
melalui Krian
Sepanjang
Margorejo
Jemursari
Kertomenanggal
Jalan Tol Juanda
Batas wilayah Kota Surabaya
Waru
Sawotratap
Jalan akses Bandara Juanda
ke Bangil/Malang/Banyuwangi

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Data Stasiun Kereta Api (2017), Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
  3. ^ Wahyudiyanta, Imam. "Kebakaran di Stasiun Sidotopo, Loko dan Gerbong Bekas Gosong". detiknews. Diakses tanggal 2018-12-19. 
  4. ^ "Tumpukan Lokomotif dan Gerbong Kereta Terbakar". Republika Online. 2015-07-05. Diakses tanggal 2018-12-19. 
  5. ^ Ginanjar, D., ed. (2020-01-07). "Asap Panas Sidotopo, Ambil Sampel hingga Kedalaman 2 Meter". JawaPos.com. Diakses tanggal 2020-07-07. 
  6. ^ "Bekas Area Timbunan Batu Bara". Jawa Pos. 23 Januari 2020. 
Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Surabaya Gubeng
Terminus
Lintas Surabaya
Surabaya Gubeng–Benteng
Benteng
Terminus
Mesigit
ke arah Kalimas
Lintas Surabaya
Kalimas–Benteng
Surabaya Kota
Terminus
Lintas Surabaya
Surabaya Kota–Sidotopo
Terminus

Koordinat: 7°14′07″S 112°45′26″E / 7.235302°S 112.757357°E / -7.235302; 112.757357