Stasiun Bangil

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Bangil

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun BG.png
Stasiun Bangil 2020.jpg
Tampak depan Stasiun Bangil, 2020
LokasiPogar, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur 67153
Indonesia
Koordinat7°35′56″S 112°46′42″E / 7.5989654°S 112.778365°E / -7.5989654; 112.778365Koordinat: 7°35′56″S 112°46′42″E / 7.5989654°S 112.778365°E / -7.5989654; 112.778365
Ketinggian+9 m
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Letak dari pangkal
Jumlah peron5 (satu peron sisi yang agak tinggi, satu peron pulau yang cukup tinggi, dan tiga peron pulau yang rendah)
Jumlah jalur8
Informasi lain
Kode stasiun
  • BG
  • 5120
KlasifikasiI[2]
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Porong Komuter
Surabaya Kota–Bangil, p.p.
Terminus
Komuter
Surabaya Kota–Pasuruan, p.p.
Pasuruan
Terminus
Penataran
Surabaya Kota–Malang–Blitar, p.p.
Lawang
ke arah Blitar
Tumapel
Surabaya Kota–Malang, p.p.
Lawang
ke arah Malang
Layanan
Arjuno Ekspres (jadwal pagi, arah Surabaya), Jayabaya, Ranggajati, Wijayakusuma, Mutiara Timur, Logawa, Sri Tanjung, Tawang Alun, Probowangi, Penataran, Tumapel, Komuter, dan KA ketel/angkutan BBM
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalan
Pemesanan tiketSistem tiket daring; melayani pemesanan langsung di loket. Tersedia fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan kereta api jarak jauh/menengah.
Lokasi pada peta
Stasiun Bangil berlokasi di Indonesia
Stasiun Bangil
Stasiun Bangil
Lokasi di Indonesia

Stasiun Bangil (BG) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Pogar, Bangil, Pasuruan, pada ketinggian +9 meter. Stasiun ini merupakan stasiun paling timur di Daerah Operasi VIII Surabaya sekaligus merupakan stasiun utama dan teramai serta menjadi stasiun aktif yang terletak paling barat di Kabupaten Pasuruan. Sekitar 500 m ke arah timur dari stasiun ini, terdapat jalur percabangan menuju Probolinggo dan Malang.

Ke arah timur stasiun ini, sebelum Stasiun Pasuruan, terdapat Stasiun Kraton kini sudah tidak aktif karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dengan Stasiun Pasuruan. Sedangkan ke arah barat stasiun ini, sebelum Stasiun Porong, terdapat Stasiun Gununggangsir yang juga sudah tidak aktif karena tingkat okupansi yang minim.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Stasiun Bangil diresmikan oleh Staatsspoorwegen (SS) pada 16 Mei 1878 bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api Surabaya–Pasuruan—merupakan jalur kereta api pertama yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Stasiun ini tergolong besar serta memiliki depo lokomotif. Selain membangun jalur Surabaya–Pasuruan, SS juga membangun jalur baru, yaitu Bangil–Malang yang dibuka pada 20 Juli 1879.[3]

Bangunan stasiun yang saat ini masih ada sekarang sudah tidak lagi asli. Bagian stasiun yang masih asli adalah atap overcapping dan depo lokomotif yang kini tak pernah digunakan. Dalam beberapa catatan sejarah, bangunan asli Stasiun Bangil telah dijatuhi bom melalui serangan udara dalam serangkaian Agresi Militer Belanda I di wilayah Pasuruan–Sidoarjo. Kemungkinan besar stasiun ini telah dibangun ulang oleh DKA pasca-Agresi, sehingga pada tahun berikutnya stasiun ini dapat beroperasi seperti sediakala.[4][5]

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Emplasemen Stasiun Bangil tahun 2008

Stasiun Bangil memiliki delapan jalur kereta api ditambah dua jalur menuju gudang yang terletak di sebelah barat daya stasiun. Jalur 2 merupakan sepur lurus dari dan ke arah timur (Jember-Banyuwangi), jalur 3 merupakan sepur lurus arah selatan (Malang-Blitar-Kertosono) dan barat (Surabaya), serta jalur 6-8 merupakan jalur parkir rangkaian KA angkutan BBM.

Dahulu dari stasiun ini terdapat percabangan menuju Pandaan, yang sudah dinonaktifkan bersama seluruh jalur kereta api Modjokerto Stoomtram Maatschappij (MSM) pada tahun 1969. Jalur digunakan untuk angkutan barang, yang kemudian menyambung dengan Japanan. Di stasiun ini juga terdapat sebuah depo lokomotif yang mempunyai monumen lokomotif uap. Sayangnya bagian yang tersisa dari lokomotif tersebut tinggal mukanya saja. Di belakang depo tersebut terdapat stasiun transit untuk kereta-kereta api milik MSM.

Sejak tanggal 21 Mei 2010 sistem persinyalan di stasiun ini telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik berbasis PLC (Programmable Logic Controller) buatan PT Len Industri (Persero) yang bernama Sistem Interlocking Len generasi ke-2 (SIL-02).[6]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]

Arjuno Ekspres, tujuan Surabaya (jadwal pagi)

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]
Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Lokal[sunting | sunting sumber]

  1. dari dan tujuan Surabaya
  2. tujuan Pasuruan dan tujuan Surabaya

Barang[sunting | sunting sumber]

KA ketel/angkutan BBM, tujuan Surabaya serta dari dan tujuan Malang

Persilangan dan persusulan[sunting | sunting sumber]

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Bangil per 20 Maret 2021 (sesuai Gapeka 2021).

  • Kereta api antarkota
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
116/117 Wijayakusuma Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi Premium 00.23 00.27
180/181 Mutiara Timur 02.08 02.12
106/107 Jayabaya Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Plus 05.08 05.14
317 Probowangi* Banyuwangi Ketapang (KTG) Ekonomi 06.30 06.36
94F Arjuno Ekspres* Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif 06.40 06.52
114/111 Ranggajati Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif & Bisnis 07.54 08.02
250/247 Logawa Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Purwokerto (PWT) Bisnis & Ekonomi 08.51 08.59
314/315 Tawang Alun* Malang Kotalama (MLK) Ekonomi 10.53 11.27
290/287 Sri Tanjung Surabaya Kota (SB) bersambung Yogyakarta Lempuyangan (LPN) 12.14 12.18
108/105 Jayabaya Surabaya Pasarturi (SBI) bersambung Jakarta Pasar Senen (PSE)

via Bojonegoro (BJ)-Cepu (CU)-Semarang Poncol (SMC)

Eksekutif & Ekonomi Plus 12.50 12.54
288/289 Sri Tanjung Banyuwangi Ketapang (KTG) Ekonomi 14.38 14.41
248/249 Logawa Jember (JR) Bisnis & Ekonomi 15.33 15.37
118/115 Wijayakusuma Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Cilacap (CP) Eksekutif & Ekonomi Premium 16.40 16.44
112/113 Ranggajati Jember (JR) Eksekutif & Bisnis 17.20 17.24
316/313 Tawang Alun* Banyuwangi Ketapang (KTG) Ekonomi 17.30 18.05
318 Probowangi* Surabaya Gubeng (SGU) 20.32 20.36
182/179 Mutiara Timur Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 22.51 22.55

Keterangan: nama kereta api yang bertanda bintang (*) termasuk kereta api aglomerasi.

No. KA Tiba Berangkat No. KA Tiba Berangkat
Kereta api Penataran
Tujuan Blitar via Malang Tujuan Surabaya
(Gubeng atau Kota)
367 05.43 05.47 370 07.42 07.45
369 08.57 09.01 372 14.44 14.47
371 12.46 12.52 374 18.56 18.59
373 18.52 18.58 376 21.04 21.10
Kereta api Tumapel
Tujuan Malang Tujuan Surabaya Kota
375 22.11 22.14 368 05.39 05.45
Kereta api Komuter
No. KA Tiba Berangkat No. KA Tiba Berangkat
Tujuan Bangil Tujuan Surabaya Kota
621 04.32 - 622 - 05.10
629 19.27 630 19.50
Tujuan Pasuruan Tujuan Surabaya Kota
681 04.17 04.21 682 05.54 06.00
683 13.22 13.38 684 15.29 15.53
685 20.22 20.34 686 21.29 21.33

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 12 Mei 2006, seorang wanita—diduga mengalami gangguan jiwa—memasuki lokomotif CC201 79R yang menarik 23 gerbong ketel BBM tujuan Malang saat masinis turun di Stasiun Bangil.[7] Masinis tersebut turun dari lokomotif untuk koordinasi pembagian rangkaian gerbong menjadi lima rangkaian. Pada saat itulah, wanita tersebut masuk ke dalam lokomotif dan menjalankan kereta ke arah Surabaya, tetapi wanita tersebut tidak mampu mengendalikan lokomotif. Begitu KA akan memasuki Stasiun Sidotopo, kereta itu ditahan sehingga rangkaian gerbong ketel tersebut anjlok semua. Delapan gerbong berisi bahan bakar bensin premium dan satu gerbong berisi bahan bakar solar terguling dan tumpah. Pada akhirnya, wanita tersebut ditangkap petugas setempat. Diduga wanita tersebut mengalami gangguan kejiwaan karena memberikan jawaban tidak masuk akal saat diinterogasi.[8]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Staatsspoorwegen (1925). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Ned. Indië. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ Sejarah perkeretaapian Indonesia. Tim Telaga Bakti Nusantara., Asosiasi Perkeretaapian Indonesia. (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. 1997-. ISBN 979-665-168-8. OCLC 38139980. 
  5. ^ Sudarno (1993). Sejarah pemerintahan militer dan peran pamong praja di Jawa Timur selama perjuangan fisik, 1945-1950. Jakarta: Balai Pustaka. 
  6. ^ "Prestasi Len Dalam Persinyalan Kereta Api | PT Len Industri (Persero)". www.len.co.id. Diakses tanggal 2019-08-07. 
  7. ^ "Surabaya Heboh, Wanita Gila Larikan 23 Gerbong Kereta Api". detiknews. Diakses tanggal 2019-12-03. 
  8. ^ Mei 2006, Liputan612; Wib, 14:39. "Dimasinisi Wanita Gila, Kereta BBM Terguling". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-04-23. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Terminus Bangil–Kalisat Kraton
ke arah Kalisat
Gununggangsir
ke arah Wonokromo
Wonokromo–Bangil Terminus
Wonokerto
ke arah Kertosono
Kertosono–Bangil
Sidowayah
ke arah Japanan
Japanan–Bangil
eks-Modjokerto Stoomtram Maatschappij
turun di belakang Depo Lokomotif Bangil SS