Stasiun Malang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Malang
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun ML.png
  • Singkatan: ML
  • Nomor: 5100
Stasiun Malang.jpg
Tampak depan Stasiun Malang
Lokasi
ProvinsiJawa Timur
KotaMalang
KecamatanKlojen
KelurahanKiduldalem
AlamatJalan Trunojoyo
Koordinat7°58′39″S 112°38′13″E / 7.977511°S 112.637053°E / -7.977511; 112.637053Koordinat: 7°58′39″S 112°38′13″E / 7.977511°S 112.637053°E / -7.977511; 112.637053
Sejarah
Dibuka1879
Nama lainStasiun Malang Kotabaru[a]
Tahun direnovasi1941
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Kelas stasiun[1]Besar tipe B
Ketinggian+444 m
Letak[2]km 49+234 lintas Bangil-Blitar-Kertosono
LayananBima, Gajayana (reguler dan tambahan), Malabar, Malioboro Ekspres, Mutiara Selatan, Majapahit, Jayabaya, KA Tambahan SGU-ML pp, Matarmaja (reguler dan tambahan), Tawang Alun, Penataran, dan Tumapel
Pemesanan tiketSistem tiket online; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh-menengah.
Operasi
Stasiun sebelumnya   Layanan lokal/komuter   Stasiun berikutnya
Penataran
Surabaya Kota–Malang–Blitar, p.p.
menuju Blitar
Tumapel
Surabaya Kota–Malang, p.p.
Terminus
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur9 (jalur 3: sepur lurus)
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi; masing-masing peron terhubung dengan lorong/terowongan bawah tanah, namun tidak ada peron di antara jalur 1 dan 2 maupun jalur 3 dan 4)
Gaya arsitekturArt deco
ArsitekIr. W.J. van der Eb
Tipe persinyalanMekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya Area merokok: Ya
Fasilitas difabel: Ya Toilet: Ya
Area komersial: Ya Boarding pass: Ya, kecuali KA lokal menggunakan tiket thermal
Layanan pelanggan: Ya Galeri ATM: Ya
Parkir sepeda: ? Tempat ibadah: Ya
Ruang tunggu VIP: Ya Fasilitas kesehatan: Ya



Lokasi pada peta
Malang berlokasi di Kota Malang
Malang
Malang
Malang (Kota Malang)

Stasiun Malang (ML) merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe B yang terletak di Kiduldalem, Klojen, Malang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +444 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya dan merupakan stasiun kereta api terbesar di Kota Malang. Stasiun ini memiliki sembilan jalur kereta api dengan jalur 3 sebagai sepur lurus, namun hanya jalur 1-5 yang digunakan untuk pelayanan naik turun penumpang. Stasiun ini terkadang disebut sebagai Stasiun Malang Kotabaru.

Lokasi stasiun ini sangat strategis karena terletak tidak jauh dari Alun-alun Bundar, kompleks SMA Tugu (SMA Negeri 1, SMA Negeri 3, dan SMA Negeri 4 Malang), Gedung DPRD Kota Malang, Balai Kota Malang, Pasar Klojen, dan Komplek Markas Satuan di bawah Kodam V Brawijaya.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bangunan lama Stasiun Malang yang masih asli, kini dirobohkan dan diganti dengan arsitektur yang lebih modern.

Stasiun Malang dibangun ketika jalur kereta api Surabaya-Malang dan Pasuruan mulai dirintis sekitar tahun 1870. Tujuannya untuk mengangkut hasil bumi dan perkebunan dari daerah pedalaman Jawa Timur, khususnya Malang, ke Pelabuhan Tanjung Perak yang juga mulai dibangun sekitar tahun itu. Setelah konsesi jalur dikeluarkan pada tahun 1875, jalur ini segera dibangun dan untuk segmen Bangil–Malang selesai pada tanggal 20 Juli 1879[3]

Bentuk bangunan stasiun ini pada awalnya adalah khas dari Staatsspoorwegen (SS), yaitu perpaduan antara Neoklasik dan Indische Empire, yang juga diterapkan di Stasiun Surabaya Kota, Pasuruan, Sukabumi, Mojokerto, dan Madiun.

Bangunan ini kemudian direnovasi dan diperbesar pada tahun 1941 berdasarkan karya Ir. W.J. van der Eb. Bangunan stasiun ini kemudian disebut Stasiun Malang Kotabaru untuk membedakannya dengan bangunan Stasiun Malang lama (bukan Stasiun Malang Kotalama yang dibangun pada tahun 1896).[4]

Rencana pengembangan stasiun[sunting | sunting sumber]

PT KAI dan Pemerintah Kota Malang merencanakan untuk menata ulang Stasiun Malang. Hal ini dilakukan mengingat semakin banyaknya jumlah masyarakat Malang dan sekitarnya yang bepergian dengan kereta api dari tahun ke tahun dan untuk meningkatkan pariwisata di kawasan Malang Raya. Selama beberapa tahun terakhir ini lalu lintas yang berada di depan stasiun ini seringkali mengalami kemacetan parah dan halaman parkirnya kini tidak cukup untuk memuat banyak kendaraan yang parkir. Sebenarnya, detail engineering design (DED) yang sudah dibuat oleh KAI bersama Pemkot Malang sudah dibuat sejak awal 2018 lalu, tetapi banyak sekali revisi. Dengan selesainya DED tersebut, Edi Sukmoro selaku Dirut KAI sempat meminta sebuah maket kepada Aset KAI dan mengatakan bahwa dengan adanya maket tersebut, rencana pengembangan stasiun ini tidak hilang begitu saja kala Dirut berganti. Edi mengatakan hal tersebut di sela-sela kegiatan inspeksi pada tanggal 12 April 2018.[5] Sebagai langkah awal, Pemkot Malang dan KAI sepakat untuk menata kembali halaman parkir stasiun.[6]

Pada tahun 2019, KAI berencana untuk mengembangkan stasiun ini sehingga memiliki dua bangunan stasiun, dengan konsep yang mirip dengan Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Bandung. Bangunan stasiun yang baru terletak di sisi timur emplasemen, tepatnya di bekas kompleks rumah dinas PJKA yang sudah lama tidak digunakan. Bangunan baru tersebut nantinya juga akan terhubung dengan bangunan eksisting melalui skybridge dan akan tetap mempertahankan bangunan eksisting tersebut. Jumlah jalur di stasiun ini juga akan ditambah sehingga memungkinkan pelayanan kereta api yang singgah maupun mengawali dan mengakhiri perjalanannya di Kota Malang juga bertambah. Pembangunan Stasiun Malang yang baru ini dimulai dengan acara peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Wali Kota Malang, Sutiaji pada tanggal 24 September 2019. Sebagai akibatnya, dipo kereta di stasiun ini secara bertahap akan dipindahkan ke Stasiun Malang Kotalama.[7][8][9]

Rencananya setelah bangunan yang baru selesai dibangun, bangunan eksisting hanya akan melayani kereta api lokal saja, sedangkan pelayanan kereta api jarak jauh dan menengah dipindahkan sepenuhnya ke bangunan baru.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi AC premium[sunting | sunting sumber]

KA Tambahan SGU-ML pp, dari dan tujuan Surabaya (menggunakan rangkaian KA Jayakarta Premium)

Kelas ekonomi AC plus[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi AC[sunting | sunting sumber]

Lokal ekonomi AC[sunting | sunting sumber]

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Malang per 29 Mei 2019 (revisi Gapeka 2017).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
144/145 Jayabaya Malang Kotabaru (ML) (Eksekutif & )Ekonomi AC Plus 02.42 -
96 Malioboro Ekspres Eksekutif & Ekonomi AC Plus 03.49 -
430 Tumapel/Penataran Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi AC - 04.30
432 Penataran 06.44 07.08
429 Blitar (BL) 07.02 07.10
92 Malabar Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi AC 07.05 -
172 Matarmaja Ekonomi AC 07.51 -
44/45 Bima Eksekutif Satwa 08.15 -
93 Malioboro Ekspres Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi AC Plus - 08.20
42 Gajayana Malang Kotabaru (ML) Eksekutif Satwa & Luxury 09.06 -
112/113 Mutiara Selatan Eksekutif & Ekonomi AC Premium 09.38 -
142 Majapahit (Eksekutif & )Ekonomi AC Plus 10.05 -
431 Penataran Blitar (BL) Lokal Ekonomi AC 10.15 10.20
146/143 Jayabaya Jakarta Pasar Senen (PSE) (Eksekutif & )Ekonomi AC Plus - 11.45
434 Penataran Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi AC 12.31 12.37
206/207 Tawang Alun Malang Kotalama (MLK) Ekonomi AC 12.35 12.45
41 Gajayana Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif Satwa & Luxury - 13.30
433 Penataran Blitar (BL) Lokal Ekonomi AC 14.22 14.35
46/43 Bima Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif Satwa - 14.25
94 Malioboro Ekspres Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 15.43 -
208/205 Tawang Alun Bangil (BG) bersambung Banyuwangi Baru (BW) Ekonomi AC 15.55 16.05
91 Malabar Bandung Hall (BD) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi AC - 16.00
436 Penataran Surabaya Gubeng (SGU) Lokal Ekonomi AC 16.14 16.49
114/111 Mutiara Selatan Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi AC Premium - 16.30
171 Matarmaja Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC - 17.30
141 Majapahit (Eksekutif & )Ekonomi AC Plus - 18.30
438 Penataran Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi AC 19.55 20.00
95 Malioboro Ekspres Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi AC Plus - 20.10
435 Penataran Blitar (BL) Lokal Ekonomi AC 20.40 20.47
437 Tumapel/Penataran Malang Kotabaru (ML) 22.28 -
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7071B KA Tambahan SGU-ML pp Malang Kotabaru (ML) Ekonomi AC Premium 07.45 -
7034A Matarmaja Tambahan Ekonomi AC 11.05 -
7072A KA Tambahan SGU-ML pp Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi AC Premium - 11.10
7008B Gajayana Tambahan Malang Kotabaru (ML) Eksekutif Satwa 15.22 -
7033A Matarmaja Tambahan Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC - 19.00
7007A Gajayana Tambahan Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif Satwa - 19.45

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 4 Januari 2011 sekitar pukul 13.15 WIB kereta penumpang KA Gajayana tanpa lokomotif yang sedang parkir di Stasiun Malang tiba-tiba mundur sendiri dan menabrak tiga rumah milik warga yang berada di sekitar Stasiun Malang Kotalama. Seorang balita tewas dalam kejadian ini karena tertimpa reruntuhan rumah akibat ditabrak oleh kereta api tersebut, sedangkan seorang lagi mengalami patah tulang kaki.[10]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ de Jong, Michiel van Ballegoijen (1993). Spoorwegstations op Java. de Bataafse Leeuw. 
  5. ^ "Desain Anyar Stasiun Malang Bakal Dipajang". Surya Malang. Diakses tanggal 2019-10-11. 
  6. ^ "Rencana Diperbesar, Stasiun Kotabaru Malang Bakal Punya Dua Wajah". Malang TIMES. Diakses tanggal 2019-10-11. 
  7. ^ "PT KAI Bangun Stasiun Baru di Kota Malang". Pemerintah Kota Malang. 2019-09-25. Diakses tanggal 2019-10-11. 
  8. ^ Setiawan, Kodrat (2019-09-24). "Pengembangan Stasiun Kota Malang Diharapkan Dorong Pariwisata". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-11. 
  9. ^ "Ini Penampakan Bentuk Stasiun Malang yang Baru". beritajatim.com (dalam bahasa Inggris). 2019-09-24. Diakses tanggal 2019-10-11. 
  10. ^ KA Gajayana Tabrak Rumah, Satu Tewas

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2017

Stasiun sebelumnya   Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Lintas Kereta Api Indonesia Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg   Stasiun berikutnya
menuju Kertosono
Kertosono–Bangil
menuju Bangil