Stasiun Lawang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Lawang
Kereta Api Indonesia
T13PD13

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun LW.png
Stasiun Lawang 2019.jpg
Tampak depan Stasiun Lawang, 2019
LokasiNasional 36 di {{Rute/Kode daerah Jalan Thamrin/Raya Malang-Surabaya
Lawang, Lawang, Malang, Jawa Timur 65211
Indonesia
Ketinggian+491 m
OperatorKereta Api Indonesia
Daerah Operasi VIII Surabaya
KAI Commuter
Letak dari pangkalkm 31+114 lintas Bangil-Blitar-Kertosono[1]
Jumlah peron2 (satu peron sisi yang rendah dan satu peron pulau yang agak tinggi)
Jumlah jalur3 (jalur 1: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • LW
  • 5110
[3]
KlasifikasiI[2]
Sejarah
Dibuka20 Juli 1879
Operasi layanan
Semua kereta api yang ditarik lokomotif di lintas BangilMalang wajib berhenti untuk melakukan pengecekan blok rem/abar rangkaian.
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Bangil Penataran
Surabaya Kota–Malang–Blitar, p.p.
Singosari
ke arah Blitar
Tumapel
Surabaya Kota–Malang, p.p.
Singosari
ke arah Malang
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Cetak tiket mandiri Mesin tiket Ruang/area tunggu Pusat informasi Musala Toilet Ruang menyusui Isi baterai Area merokok 
Tipe persinyalanMekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis
Lokasi pada peta
Bangunan asli Stasiun Lawang, terbuat dari kayu, sekitar 1880-an (foto oleh H. Salzwedel).

Stasiun Lawang (LW) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Lawang, Lawang, Malang; termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya pada ketinggian +491 m. Stasiun ini merupakan stasiun paling utara sekaligus terbesar di Kabupaten Malang; terletak tepat di tepi jalan raya MalangSurabaya dan di seberang pasar.

Dengan letak ketinggiannya tersebut, stasiun ini merupakan stasiun yang terletak pada ketinggian tertinggi di Daop VIII. Dari Stasiun Bangil ke arah selatan, karakteristik jalur tergolong terjal—memiliki rata-rata kemiringan jalur sekitar 25‰ (permil)—sementara karakteristik jalur ke arah Stasiun Singosari relatif menurun.

Seperti Stasiun Cipeundeuy, semua kereta api yang melintas di jalur Bangil–Malang wajib berhenti untuk melakukan pemeriksaan rem sebelum melanjutkan perjalanan.

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Stasiun Lawang memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus.

Stasiun ini mulai beroperasi bersama dengan pembukaan jalur lintas Bangil–Malang pada 20 Juli 1879; menjadikan stasiun ini merupakan bangunan tertua di Lawang.[4]

Bangunan stasiun ini kini telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur PT KAI.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Jalur Nama kereta api Kelas Tujuan akhir Keterangan
Lintas tengah Jawa Arjuno Ekspres Eksekutif Malang

Dijalankan pada hari tertentu


Surabaya Gubeng
Jayabaya Eksekutif dan ekonomi Malang Via Surabaya Pasarturi
Jakarta Pasar Senen
Lintas timur Jawa Tawang Alun Ekonomi Malang Kotalama -
Ketapang

Lokal[sunting | sunting sumber]

Nama kereta api Tujuan akhir Keterangan
Penataran Surabaya (Gubeng atau Kota) Via Malang
Blitar
Tumapel Surabaya Kota -
Malang

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 23 September 2009 pukul 13.05, rangkaian kereta api pengangkut BBM dalam keadaan kosong menabrak toko cat yang berada 200 meter di utara Stasiun Lawang karena rem blong. Akibat kejadian ini, satu orang tewas dan tujuh orang mengalami luka-luka.[5][6][7]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ PT Kereta Api Indonesia (Persero) (21 Januari 2020). "Selayang Pandang Daerah Operasi 8 Surabaya" (PDF). e-PPID PT Kereta Api Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2020-10-08. Diakses tanggal 5 Oktober 2020. 
  3. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  4. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  5. ^ "Kereta Bahan Bakar Minyak Keluar Jalur, Satu Tewas". Tempo.co. 2009-09-23. Diakses tanggal 2018-02-21. 
  6. ^ "Satu tewas terjepit gerbong KA BBM". Solopos.com. 2009-09-23. Diakses tanggal 2020-03-14. 
  7. ^ "Dugaan Awal Disebabkan Gangguan Rem". detikcom. Diakses tanggal 2020-03-14. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Singosari
ke arah Kertosono
Kertosono–Bangil Sengon
ke arah Bangil