Stasiun Lawang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Lawang
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun LW.png
  • Singkatan: LW
  • Nomor: 5110
Stasiun Lawang 2019.jpg
Tampak depan Stasiun Lawang, 2019
Lokasi
ProvinsiJawa Timur
KabupatenMalang
KecamatanLawang
DesaLawang
AlamatNasional 23 Jalan Thamrin/Raya Malang-Surabaya
Kode pos65216
Koordinat7°50′12″S 112°41′52″E / 7.836634°S 112.697836°E / -7.836634; 112.697836Koordinat: 7°50′12″S 112°41′52″E / 7.836634°S 112.697836°E / -7.836634; 112.697836
Sejarah
Dibuka20 Juli 1879
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Kelas stasiunI[1]
Ketinggian+491 m
Letak[2]km 31+114 lintas Bangil-Blitar-Kertosono
LayananBima, Mutiara Selatan, Jayabaya, Songgoriti, Tawang Alun, Penataran, Tumapel, dan KA ketel/angkutan BBM
Semua kereta api yang ditarik lokomotif dari dan ke Stasiun Malang wajib melakukan pengecekan blok rem.
Pemesanan tiketSistem tiket online, melayani pemesanan langsung di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah di loket stasiun.
Operasi
Stasiun sebelumnya   Layanan lokal/komuter   Stasiun berikutnya
Penataran
Surabaya Kota–Malang–Blitar, p.p.
menuju Blitar
Tumapel
Surabaya Kota-Malang, p.p.
menuju Malang
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur3 (jalur 1: sepur lurus)
Jumlah peron2 (satu peron sisi yang rendah dan satu peron pulau yang agak tinggi,)
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya
Toilet: Ya
Boarding pass: Ya, kecuali KA lokal menggunakan tiket thermal
Tempat ibadah: Ya
Ruang ibu menyusui: Ya
Bangunan asli Stasiun Lawang, terbuat dari kayu, sekitar tahun 1880-an (foto oleh H. Salzwedel).

Stasiun Lawang (LW) merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di Lawang, Lawang, Malang serta merupakan stasiun yang letaknya paling utara dan timur sekaligus terbesar di Kabupaten Malang.

Stasiun ini merupakan stasiun yang terletak pada ketinggian tertinggi di Daerah Operasi VIII Surabaya, yakni +491 m. Akibatnya, jalur antara Bangil–Lawang—yang berjarak 31 km—tergolong terjal. Stasiun Bangil—yang notabene merupakan stasiun percabangan antara jalur Surabaya, Malang, dan Probolinggo—terletak pada ketinggian +9 m, sehingga rata-rata kemiringan jalur adalah sekitar 25‰ (permil). Sementara itu, walaupun sempat menanjak lagi setelah lepas stasiun ini, jalur ke arah selatan relatif menurun.

Stasiun Lawang terletak tepat di pinggir jalan raya Malang-Surabaya dan di seberang pasar. Ke arah utara, jalur kereta api akan melintas di bawah jembatan layang jalan raya tersebut.

Stasiun Lawang mulai beroperasi bersama dengan pembukaan segmen Bangil–Malang pada 20 Juli 1879; menjadikan stasiun ini merupakan bangunan tertua di Lawang.[3] Stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 sebagai sepur lurus. Mirip dengan Stasiun Cipeundeuy, semua kereta api yang melaju dari arah Malang maupun Bangil wajib berhenti untuk melakukan pemeriksaan rem sebelum melanjutkan perjalanan.

Bangunan eksisting stasiun ini kini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur PT KAI.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]

Bima, tujuan Surabaya bersambung Jakarta via Madiun-Yogyakarta-Purwokerto dan tujuan Malang

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi AC premium[sunting | sunting sumber]

Songgoriti, tujuan Malang dan tujuan Surabaya

Kelas ekonomi AC[sunting | sunting sumber]

Tawang Alun, tujuan Bangil bersambung Banyuwangi dan tujuan Malang

Lokal ekonomi AC[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

KA ketel/angkutan BBM, tujuan Malang dan tujuan Bangil-Surabaya

Jadwal kereta api[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Lawang per 1 Desember 2019 (sesuai Gapeka 2019).

No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
448 Tumapel/Penataran Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi AC 05.01 05.04
114/115 Jayabaya Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 06.16 06.19
447 Penataran Blitar (BL) Lokal Ekonomi AC 06.47 06.50
450 Surabaya Kota (SB) 07.14 07.23
283 Songgoriti Malang Kotabaru (ML) Ekonomi AC Premium 07.21 07.25
72/73 Bima Eksekutif Satwa 08.00 08.03
449 Penataran Blitar (BL) Lokal Ekonomi AC 09.50 09.53
284 Songgoriti Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi AC Premium 11.33 11.36
334/335 Tawang Alun Malang Kotalama (MLK) Ekonomi AC 12.14 12.20
116/113 Jayabaya Surabaya Pasarturi (SBI) bersambung Jakarta Pasar Senen (PSE)

via Bojonegoro (BJ)-Cepu (CU)-Semarang Poncol (SMC)

Eksekutif & Ekonomi AC Plus 12.18 12.22
104/105 Mutiara Selatan Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 13.01 13.05
452 Penataran Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi AC 13.29 13.32
451 Blitar (BL) 14.00 14.04
74/71 Bima Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jakarta Gambir (GMR)

via Madiun (MN)-Yogyakarta Tugu (YK)-Purwokerto (PWT)

Eksekutif Satwa 14.48 14.52
336/333 Tawang Alun Bangil (BG) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Ekonomi AC 16.33 16.36
106/103 Mutiara Selatan Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jakarta Gambir (GMR)

via Madiun (MN)-Yogyakarta Tugu (YK)-Bandung Hall (BD)

Eksekutif & Ekonomi AC Premium 17.24 17.27
454 Penataran Surabaya Gubeng (SGU) Lokal Ekonomi AC 18.05 18.08
453 Blitar (BL) 20.07 20.10
456 Surabaya Kota (SB) 20.57 21.00
455 Tumapel/Penataran Malang Kotabaru (ML) 22.52 22.55

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 23 September 2009 pukul 13.05, rangkaian kereta api pengangkut BBM dalam keadaan kosong menabrak toko cat yang berada 200 meter di utara Stasiun Lawang karena rem blong. Akibat kejadian ini, satu orang tewas dan tujuh orang mengalami luka-luka.[4][5][6]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ "Kereta Bahan Bakar Minyak Keluar Jalur, Satu Tewas". Tempo. 2009-09-23. Diakses tanggal 2018-02-21. 
  5. ^ "Satu tewas terjepit gerbong KA BBM". Solopos.com. 2009-09-23. Diakses tanggal 2020-03-14. 
  6. ^ "Dugaan Awal Disebabkan Gangguan Rem". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-14. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya   Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg Lintas Kereta Api Indonesia   Stasiun berikutnya
menuju Kertosono
Kertosono–Bangil
menuju Bangil