Stasiun Kutoarjo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Kutoarjo

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun KTA.png
Stasiun Kutoarjo, 2019.jpg
Tampak depan Stasiun Kutoarjo, 2019
LokasiJalan Stasiun Kutoarjo 1
Semawung Daleman, Kutoarjo, Purworejo, Jawa Tengah 54212
Indonesia
Koordinat7°43′34″S 109°54′26″E / 7.72603°S 109.90715°E / -7.72603; 109.90715Koordinat: 7°43′34″S 109°54′26″E / 7.72603°S 109.90715°E / -7.72603; 109.90715
Ketinggian+16 m
OperatorDaerah Operasi V Purwokerto
Letak dari pangkal
Jumlah peron5 (satu peron sisi yang cukup tinggi di kedua ujungnya dan agak rendah di bagian tengahnya, satu peron pulau yang agak tinggi, serta tiga peron pulau yang cukup tinggi)
Jumlah jalur8:
  • jalur 1: sepur lurus jalur tunggal dari dan ke arah Purworejo
  • jalur 2: sepur lurus jalur ganda arah Kroya
  • jalur 3: sepur lurus jalur ganda arah Yogyakarta
Informasi lain
Kode stasiun
  • KTA
  • 2040
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Terminus Prambanan Ekspres Jenar
ke arah Yogyakarta
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Prembun
ke arah Kebumen
KA Bandara YIA
Kebumen–Yogyakarta, p.p.
(Prembun stop)
Wojo
ke arah Yogyakarta
Kutowinangun
ke arah Kebumen
KA Bandara YIA
Kebumen–Yogyakarta, p.p.
(Kutowinangun stop)
Kebumen
Terminus
KA Bandara YIA
Kebumen–Yogyakarta, p.p.
Layanan
Argo Wilis, Argo Lawu (reguler & fakultatif, kecuali fakultatif arah Jakarta), Argo Dwipangga, Bima (arah Surabaya-Malang) Gajayana (reguler & fakultatif), Turangga, Taksaka (kecuali fakultatif jadwal malam), Mutiara Selatan, Malabar, Singasari, Gaya Baru Malam Selatan, Ranggajati, Wijayakusuma, Anjasmoro, Fajar/Senja Utama Solo, Mataram, Bogowonto, Gajah Wong, Fajar Utama YK, Senja Utama YK, Sawunggalih (reguler & fakultatif), Lodaya (reguler & tambahan), Sancaka Utara, Joglosemarkerto, Logawa, Jayakarta, Jaka Tingkir, Kutojaya Utara (reguler & fakultatif), Kahuripan, Pasundan (reguler & tambahan), Bengawan, Progo, Kutojaya Selatan, Prambanan Ekspres (Prameks), KA Bandara YIA, dan Parcel ONS
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalanElektrik tipe Westinghouse Rail Systems' Train Radio and Advanced Control (Westrace)[3]
Pemesanan tiketSistem tiket daring, melayani pemesanan langsung/pengubahan jadwal keberangkatan/pembatalan keberangkatan di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah.
Lokasi pada peta
Stasiun Kutoarjo berlokasi di Kabupaten Purworejo
Stasiun Kutoarjo
Stasiun Kutoarjo
Lokasi di Kabupaten Purworejo


Stasiun Kutoarjo (KTA) (bahasa Jawa: ꦱꦼꦠꦠ꧀ꦱꦶꦪꦸꦤ꧀ꦏꦸꦛꦲꦂꦗ, translit. Setatsiyun Kuthaharja) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Semawung Daleman, Kutoarjo, Purworejo; terletak pada ketinggian +16 m; dan merupakan stasiun aktif yang berada paling timur di Daerah Operasi V Purwokerto. Stasiun ini adalah stasiun pemberangkatan untuk KA Sawunggalih dan Kutojaya Utara (keduanya tujuan Jakarta); KA Kutojaya Selatan tujuan Bandung; KA Sancaka Utara tujuan Surabaya; serta layanan komuter KA Prambanan Ekspres/Prameks tujuan Yogyakarta. Sebagai stasiun besar, hampir seluruh kereta api yang melintas di jalur selatan Pulau Jawa berhenti di stasiun ini.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini diperkirakan telah ada sejak pembangunan jalur kereta api Cilacap–Kroya–Kutoarjo–Yogyakarta pada tanggal 20 Juli 1887. Pembangunan ini termasuk membuat jalur cabang menuju Kota Purworejo yang dibuka pada tanggal yang sama.[4] Sejak awal pembangunannya, stasiun ini menjadi stasiun utama penumpang di wilayah Kabupaten Purworejo. Bergabungnya Kabupaten Kutoarjo dengan Kabupaten Purworejo pada tahun 1934[5] membuat pengelolaan stasiun ini lebih efektif. Stasiun ini khusus untuk pemberangkatan kereta api jarak jauh yang melewati wilayah Purworejo, sedangkan Stasiun Purworejo hingga tahun 2010 dikhususkan untuk layanan pengumpan (feeder) ke stasiun ini.

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Tampak dalam Stasiun Kutoarjo pada tahun 2018

Stasiun Kutoarjo memiliki delapan jalur kereta api. Awalnya, jalur 2 merupakan sepur lurus arah Kroya maupun Yogyakarta. Setelah jalur ganda pada segmen stasiun ini hingga Yogyakarta selesai dibangun pada tahun 2007[6] dan diresmikan pada tanggal 22 Januari 2008 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono[7], jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus jalur ganda arah Yogyakarta sekaligus sepur raya jalur tunggal dari dan ke arah Kroya, sedangkan jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus jalur ganda dari arah Yogyakarta sekaligus sebagai sepur badug panjang untuk langsiran rangkaian kereta api.

Berikutnya, setelah jalur ganda petak stasiun ini hingga Stasiun Butuh resmi dioperasikan per 30 November 2019, jalur 2 sepenuhnya dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Kroya, sedangkan jalur 3 sepenuhnya dijadikan sebagai sepur lurus hanya untuk arah Yogyakarta.

Jalur 4-6 menggunakan slab track yang cukup unik tanpa menggunakan batu balast/kricak. Jalur 4 dan 5 biasa digunakan untuk pemberangkatan KA yang terminus perjalanannya di stasiun ini[8]. Jalur 6 biasanya digunakan untuk parkir kereta luar dinas dan langsir.

Ke arah timur dari jalur 1 stasiun ini terdapat jalur menuju Purworejo sepanjang 9 km sebagai cabang dari jalur selatan utama yang menghubungkan Bandung dan Surabaya, tetapi saat ini jalur cabang tersebut berstatus nonaktif dan hanya digunakan untuk menempatkan sejumlah gerbong barang yang sudah tidak terpakai lagi.

Di dalam kompleks stasiun ini terdapat sub depo lokomotif. Sub depo lokomotif ini memiliki dua lokomotif diesel hidraulik, yakni BB 300 06 dan BB 300 16, yang sebelumnya hanya digunakan untuk kegiatan langsir saja namun kini sudah tidak beroperasi lagi. Sub depo ini juga memiliki fasilitas yang lengkap. Lokomotifnya terbilang lebih terawat. Selain itu, terdapat juga depo kereta yang dikhususkan untuk menyimpan kereta-kereta penumpang non KRD yang terminusnya di stasiun ini.

Bangunan stasiun ini kini sudah tidak asli lagi, kecuali atap overcapping utama yang memayungi jalur 1 hingga 3 serta beberapa pintu dan tembok bagian dalam emperan peron jalur 1. Diduga stasiun ini dahulu memiliki arsitektur yang mirip dengan Stasiun Purworejo. Hal ini karena arus penumpang di stasiun ini sangat tinggi sehingga untuk mengurangi kesemrawutan, bangunan utama stasiun perlu direnovasi.[9]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi premium[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi plus[sunting | sunting sumber]

Jaka Tingkir, tujuan Jakarta via Purwokerto-Cirebon dan tujuan Solo

Kelas ekonomi plus/premium[sunting | sunting sumber]

Sawunggalih Fakultatif, dari dan tujuan Jakarta via Purwokerto-Cirebon (terkadang ditambahkan kereta kelas eksekutif)

Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Komuter ekonomi[sunting | sunting sumber]

P KA Prambanan Ekspres (Prameks), dari dan tujuan Yogyakarta

Kereta api bandara[sunting | sunting sumber]

KA Bandara YIA, tujuan Kebumen dan tujuan Yogyakarta

Barang[sunting | sunting sumber]

Parcel ONS (over-night service), tujuan:

Papasan dan persusulan[sunting | sunting sumber]


Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ PT Kereta Api Indonesia (Persero) (2019). Sekilas Cerita Daop 5 Purwokerto (PDF). e-PPID PT Kereta Api Indonesia. 
  3. ^ Susanti, D.M. (Januari 2008). Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) (S2). Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung. 
  4. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  5. ^ Moehadi; Pratitis, Titi; Mulyono; Priyanto, Supriyo; Galba, Sindu (1988). Dampak Modernisasi Terhadap Hubungan Kekerabatan di Daerah Jawa Tengah. Jakarta: Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. 
  6. ^ "Jalur Ganda Yogya-Kutoarjo Dapat Dioperasikan Saat Lebaran". Detik.com. 2007-09-26. Diakses tanggal 2020-05-09. 
  7. ^ "Besok Presiden Resmikan Rel Ganda di Kutoarjo". Kompas.com. 2008-01-21. Diakses tanggal 2020-05-09. 
  8. ^ Prasetya, S. (2014). "Kutoarjo (KTA): Stasiun Paling Ramai di Ujung Timur Daop V". Majalah KA. 96: 8–9. 
  9. ^ Musadad (2002). Arsitektur dan Fungsi Stasiun Kereta Api bagi Perkembangan Kota Purworejo 1901-1930 (Thesis). Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Butuh
ke arah Kroya
Kroya–Kutoarjo–Purworejo Purworejo
Terminus
Terminus Kutoarjo–Purwosari–Solo Balapan Montelan
ke arah Solo Balapan