Stasiun Jenar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Stasiun Jenar
Kereta Api Indonesia
P08

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun JN.png
Stasiun Jenar.jpg
Stasiun Jenar
LokasiBragolan, Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah
Indonesia
Ketinggian+18 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi VI Yogyakarta
KAI Commuter
Letak dari pangkalkm 492+443 lintas Bogor-Bandung-Banjar-Kutoarjo-Yogyakarta[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi; tidak ada peron di antara jalur 2 dan 3)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • JN
  • 3003
[2]
KlasifikasiIII/kecil[2]
Operasi layanan
KA Prambanan Ekspres
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Kutoarjo
Terminus
Prambanan Ekspres Wojo
ke arah Yogyakarta
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Pusat informasi Musala Toilet Isi baterai 
Tipe persinyalanElektrik tipe Westinghouse Rail Systems' Train Radio and Advanced Control (Westrace)[3]
Lokasi pada peta

Stasiun Jenar (JN) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Bragolan, Purwodadi, Purworejo. Meskipun bernama Jenar, stasiun ini bukan terletak di Desa Jenarwetan, tetapi terletak di sebelah utara desa tersebut. Setelah tidak beroperasinya Stasiun Montelan yang terletak di antara stasiun ini dan Stasiun Kutoarjo, otomatis stasiun yang terletak pada ketinggian +18 meter ini menjadi stasiun kereta api aktif yang lokasinya paling barat di Daerah Operasi VI Yogyakarta. Stasiun ini hanya berjarak 150 meter ke arah barat jalan raya Purworejo-Wates.

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Awalnya, stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 yang lama merupakan sepur lurus.[4] Sejak beroperasinya jalur ganda di segmen Kutoarjo–Yogyakarta pada tahun 2006-2007, jumlah jalurnya bertambah menjadi empat dengan jalur 1 yang lama diubah menjadi jalur 2 yang baru sebagai sepur lurus untuk arah Yogyakarta saja, jalur 2 yang lama diubah menjadi jalur 3 yang baru sebagai sepur lurus baru untuk arah Kutoarjo, dan jalur 3 yang lama diubah menjadi jalur 4. Selain itu, stasiun ini kini menggunakan bangunan baru yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian; bangunan lama stasiun ini yang merupakan peninggalan DKA (atau Staatsspoorwegen?) terkena dampak pembangunan jalur 1 yang baru sehingga harus dirobohkan.[5][6]

Stasiun ini dikelilingi oleh hamparan sawah dipadu dengan jajaran pegunungan. Setelah pembangunan jalur ganda tersebut, arsitektur bangunan utama stasiun tersebut diubah menjadi gaya modern dengan desain yang sama dengan Stasiun Patukan. Stasiun ini menjadi andalan masyarakat Kecamatan Purwodadi dan sekitarnya yang berkeinginan naik kereta api.

Saat ini, Stasiun Jenar telah selesai menjalani serangkaian perombakan. Atap overcapping telah selesai dipasang di peron stasiun agar penumpang tidak kepanasan ataupun kehujanan saat menunggu datangnya kereta api. Pemasangan atap peron ini juga sudah dilakukan di Stasiun Wates.[7]

PapanKeretaApi 2020.svg

KAJJ icon.svg PapanNamaStasiunKomuter JN.svg

PapanNamaStasiunKomuter KTA Footer.png
PapanNamaStasiunKomuter WJ Footer.png
P

Lantai peron

Jalur 4 Pemberhentian KA jarak jauh
(Kutoarjo)      Prambanan Ekspres tujuan Kutoarjo
Peron pulau
Jalur 3 Sepur lurus untuk KA berjalan langsung arah Kutoarjo
Jalur 2 Sepur lurus untuk KA berjalan langsung arah Yogyakarta
Peron pulau
Jalur 1 Pemberhentian KA jarak jauh
     Prambanan Ekspres tujuan Yogyakarta (Wojo)
Peron sisi
G Bangunan utama stasiun

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Lokal/komuter[sunting | sunting sumber]

P Prambanan Ekspres, tujuan Kutoarjo dan tujuan Yogyakarta

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Susanti, D.M. (Januari 2008). Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) (S2). Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung. 
  4. ^ Lampiran Surat Keputusan Direktur Jenderal Perkeretaapian No. SK.02/DJKA/K.2/01/06
  5. ^ "Jalur Rel Ganda Kutoarjo-Yogya-Solo Dioperasikan". Tempo. 2007-09-25. Diakses tanggal 2018-02-17. 
  6. ^ "Jalur Ganda Yogya-Kutoarjo Dapat Dioperasikan Saat Lebaran". detiknews. Diakses tanggal 2019-07-08. 
  7. ^ "Stasiun Wates akan Dipasangi Over Capping". Radar Jogja (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-02-01. Diakses tanggal 2018-02-01. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Montelan
ke arah Kutoarjo
Kutoarjo–Purwosari–Solo Balapan Wojo
ke arah Solo Balapan