Kereta api Prambanan Ekspres

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Prambanan Ekspres
KA Prameks YK 2020.jpg
Kereta api Prambanan Ekspres akan memasuki Stasiun Yogyakarta
Informasi umum
Jenis layananKereta api lokal
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi VI Yogyakarta
Mulai beroperasi20 Mei 1994
Operator saat iniKAI Commuter
Jumlah penumpang tahunan2.537.023 penumpang (Januari–Agustus 2019)[1]
Situs webJadwal perjalanan kereta api Prambanan Ekspres
Lintas pelayanan
Stasiun awalSolo Balapan
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirYogyakarta
Kutoarjo
Jarak tempuh64 km
Waktu tempuh rerata2 jam 25 menit (lintas terjauh)
Jenis relRel berat
Pelayanan
Pengaturan tempat dudukKursi saling berhadapan dan disusun melintang di setiap kereta
Fasilitas restorasiTidak ada
Fasilitas observasiKaca dengan ventilator, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas lainAlat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelanting
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDirektorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Indonesia
Nomor pada jadwal355-375
Peta rute
Lintas KA Solo-Yogyakarta-Kutoarjo-Jakarta
Untuk Kereta api: Mulai 1 Desember 2019
Ke Surabaya
Solo Balapan
Purwosari
Klaten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Lempuyangan
Yogyakarta
Jembatan Kali Progo
Wates
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Jembatan Kali Bogowonto
Jenar
Kutoarjo
Kebumen
Karanganyar
Gombong
Terowongan Ijo
Sumpiuh
Kroya
Ke Cilacap, Bandung
Terowongan Kebasen
Jembatan Kali Serayu
Terowongan Notog
Purwokerto
Jembatan Sakalimolas
Bumiayu
Ke Tegal
Ketanggungan
Jawa Tengah
Jawa Barat
Ciledug
Ke Semarang
Cirebon Prujakan
Cirebon
Jatibarang
Haurgeulis
Ke Bandung
Cikampek
Bekasi Jakarta - KRL Commuter Cikarang Line Icon.png
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jatinegara Jakarta - KRL Commuter Cikarang Line Icon.png Jakarta - KRL Commuter Loop Line Icon.png Roundeltjk5.png Roundeltjk10.png Roundeltjk11.png
Ke Gambir
Pasar Senen Jakarta - KRL Commuter Cikarang Line Icon.png Jakarta - KRL Commuter Loop Line Icon.png Roundeltjk2.png Roundeltjk5.png
Ke Jakarta Kota
Keterangan:

Stasiun terminus kereta api

  • Solo Balapan: KA Fajar/Senja Utama Solo, KA Mataram dan KA Prameks
  • Purwosari: KA Bengawan, KA Jaka Tingkir dan KA Purwosari
  • Lempuyangan: Bogowonto, Gajahwong dan Progo
  • Yogyakarta: KA Fajar/Senja Utama Yogya dan Sidomukti
  • Kutoarjo: KA Sawunggalih dan KA Kutojaya Utara

Kereta api Prambanan Ekspres, juga disebut Prameks, adalah layanan kereta api komuter yang dioperasikan oleh KAI Commuter untuk menghubungkan Solo Balapan, Yogyakarta, dan Kutoarjo. Kereta api yang pertama kali beroperasi pada 1994 ini menempuh jarak terjauh sekitar 64 kilometer dan beroperasi menggunakan kereta rel diesel. Dengan jumlah 2,5 juta penumpang yang tercatat pada Januari–Agustus 2019, kereta api ini memiliki tingkat keterisian yang tinggi karena sering dijadikan moda transportasi andalan bagi penglaju dan wisatawan yang bepergian menuju Yogyakarta maupun Surakarta.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kereta api Kuda Putih[sunting | sunting sumber]

Kereta api Kuda Putih merupakan cikal bakal layanan kereta api Prambanan Ekspres, 1974

Layanan kereta api komuter lintas YogyakartaSurakarta telah ada sejak 1963 dengan nama Kuda Putih yang merupakan Kereta Rel Diesel (KRD) pertama di Indonesia. Pengoperasian kereta api Kuda Putih dihentikan pada 1980 karena kurangnya suku cadang.[2]

Kereta api Prambanan Ekspres[sunting | sunting sumber]

Menggunakan rangkaian kereta yang ditarik lokomotif (1994–1998)[sunting | sunting sumber]

Kereta api Prambanan Ekspres lintas Surakarta–Yogyakarta pertama kali dioperasikan pada 20 Mei 1994, dengan menggunakan empat kereta kelas bisnis—menggunakan rangkaian kereta api Senja Utama Solo yang beroperasi pada malam hari—dan ditarik oleh lokomotif diesel dengan tarif Rp2.000,00.[3]

Kereta api tersebut pernah ditambahkan satu kereta kelas eksekutif (satu kereta) dengan tarif Rp5.000,00.

Menggunakan KRD (1998–sekarang)[sunting | sunting sumber]

Kereta api Prambanan Ekspres saat beroperasi menggunakan KRD MCW 302 (2002)
Rangkaian kereta api Prambanan Ekspres hasil perbaikan dari PT INKA, sekitar 2011

Seiring dengan permintaan pelanggan, PT KA menambah jumlah perjalanan kereta api ini menjadi lima kali pulang-pergi dalam sehari. Selain itu, dilakukan pergantian rangkaian kereta menjadi KRD—menggunakan seri MCW 302 setelah dilakukan peningkatan daya mesin dari PT INKA.

Karena rangkaian KRD tersebut dianggap uzur (buatan tahun 1980-an), kereta api Prambanan Ekspres sering mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan keterlambatan perjalanan.[4] Untuk menunjang pengoperasiannya, dilakukan penambahan satu rangkaian Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) prototipe pertama dari PT INKA pada 1 Maret 2006 yang merupakan hasil perbaikan dari Kereta Rel Listrik (KRL) buatan BN-Holec Belgien-Nederlands-Bombardier, Holland Electric Ridderkerk, dan PT INKA (Belgia/Belanda/Indonesia) dengan mengganti mesin listrik menjadi mesin diesel.[4][5]

Pada 2007, lintas pelayanan beberapa perjalanan kereta api Prambanan Ekspres diperpanjang hingga Kutoarjo seiring pengoperasian jalur ganda lintas Yogyakarta–Kutoarjo pada 29 September 2007—sebelumnya dilakukan uji coba perjalanan lintas Surakarta–Yogyakarta–Kutoarjo sebanyak dua kali perjalanan dalam sehari per 15 Oktober 2007.[3]

Dengan bertambahnya lima rangkaian KRDE yang diluncurkan pada 16 Februari 2008, jumlah perjalanan kereta api Prambanan Ekspres lintas Surakarta–Yogyakarta ditingkatkan menjadi sepuluh kali perjalanan pulang-pergi, sedangkan untuk lintas Surakarta–Kutoarjo ditingkatkan menjadi empat kali perjalanan pulang-pergi.[6]

Pengoperasian saat ini[sunting | sunting sumber]

Kereta api Prambanan Ekspres juga melayani penumpang di Stasiun Maguwo—berdekatan dengan Bandara Internasional Adisucipto—sebagai bagian dari sistem terpadu transportasi Yogyakarta yang menghubungkan sarana transportasi umum darat (bus Trans Jogja dan taksi), kereta api, dan pesawat terbang.

Mulai Oktober 2020, pengoperasian kereta api Prambanan Ekspres yang sebelumnya dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia kini dialihkelola oleh KAI Commuter setelah mendapatkan surat izin operasi dari Kementerian Perhubungan pada 3 Juni 2020.[7][8]

Terkait dengan elektrifikasi jalur kereta api lintas Surakarta–Yogyakarta, pengoperasian kereta api Prambanan Ekspres akan digantikan dengan Kereta Rel Listrik mulai awal 2021.[9][10][11]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "KAI Daop VI Rombak Wajah KA Prameks". Republika Online. 
  2. ^ Omar Mohtar, (2014). "Peranan Kereta Rel Diesel Kuda Putih bagi Kehidupan Sosial-Ekonomi Masyarakat Yogyakarta-Surakarta 1963-1980". Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. 
  3. ^ a b "Prameks, Dulu dan Kini..." KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-05-24. 
  4. ^ a b "Perjalanan Prameks yang Uzur Hingga Terguling". Tempo. Diakses tanggal 2020-05-24. 
  5. ^ "PT INKA: Prameks, Kereta Repro Berusia Uzur". Tempo. Diakses tanggal 2020-05-24. 
  6. ^ "5 KRD Senilai Rp 19,4 Miliar Meluncur di Rute Solo-Yogya". detikfinance. Diakses tanggal 2020-05-24. 
  7. ^ "KCI Dapatkan Izin Operasi KA Lokal Merak dan Prameks". Berita Satu. 2020-07-10. 
  8. ^ "Oktober, KCI Jalankan KA Prameks Solo-Yogyakarta". Bisnis.com. 2020-09-30. 
  9. ^ "KRL Solo-Jogja Beroperasi Januari 2021, Lebih Cepat dari Prameks". Jawa Pos. 2020-10-10. 
  10. ^ "KRL Jogja-Solo Siap Beroperasi Januari 2021, Ini Stasiun yang Dilewati". KOMPAS. Diakses tanggal 2020-05-24. 
  11. ^ "KAI Bakal Ganti Prambanan Ekspress dengan KRL". Okezone. Diakses tanggal 2020-05-24. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]