Kereta rel listrik Tokyo Metro seri 5000

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
KRL Tokyo Metro seri 5000
KRL Tokyo Metro 5817F formasi 10 kereta di Stasiun Bogor
ProdusenTokyu Car Corporation
Kinki Sharyo
Teikoku
Kawasaki Heavy Industries
Digantikan olehTokyo Metro 05/05N
Tahun pembuatan1964-1981
Tahun beroperasiTokyo Metro (1964-2014)
KRL Jabodetabek (2006-sekarang)
Tahun diafkirkan2005-2007, 2014 (Jepang)
Formasi3, 10 kereta per set (Jepang)
10 kereta per set (Indonesia)
OperatorTokyo Metro
PT KAI Commuter Jabodetabek
JalurTokyo Metro Tōzai Line
KA Commuter Jabodetabek
Data teknis
Bodi gerbongStainless Steel
Alumunium Alloy
Panjang gerbong20.000 mm
Lebar2.870 mm
Tinggi4.145 mm
Pintu4 pintu di setiap sisi
Kecepatan maksimum100 km/jam
Percepatan3,5 km/h/s
Perlambatan4,0 km/h/s (normal)
5,0 km/h/s (darurat)
Sistem traksiResistor Control
Motor traksi: Mitsubishi MB-3088A
Daya mesin3,200 kW (8M2T)
TransmisiStatic Inverter (SIV)
Pasokan tenagaListrik Aliran Atas (LAA)
Pemanas, ventilasi, dan penyejuk udara keretaCU-764
BogieFS-502, FS-502, FS-502A
Rem keretaElectromagnetic Direct Brake (HSC-D)
Sistem keselamatanWS-ATC, CS-ATC, ATS-B, ATS-P, Deadman Pedal
Alat perangkaiShibata Coupling
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)

Kereta rel listrik Tōkyō Metro seri 5000 (東京地下鉄5000系, Tōkyō Chikatetsu 5000-kei) adalah kereta rel listrik buatan Jepang dan beroperasi di lintas Commuter Jabodetabek. Pada awalnya hendak dioperasikan masing-masing dengan 10 kereta per set, tetapi hanya dioperasikan dengan 8 kereta per set akibat terbatasnya panjang peron (pada saat itu). Kereta ini merupakan KRL yang hampir sama dengan KRL Tōyō Rapid 1000, karena KRL tersebut merupakan modifikasi dari KRL Tokyo Metro 5000.[1]

Sejarah

Pengoperasian di Jepang (1964-2014)

KRL ini dibangun pada tahun 1964 dan dioperasikan oleh Teito Rapid Transit Authority (TRTA Subway, kini Tokyo Metro), pembuatannya dilakukan oleh Tokyu Car Corporation, Nippon Sharyo, Kinki Sharyo, Teikoku dan Kawasaki Heavy Industries di Jepang. Pada awal masa operasionalnya di Tokyo Metro Tozai Line, KRL ini belum menggunakan pendingin udara, tetapi pada tahun 80-90-an KRL ini mulai dipasangi pendingin udara dan pada tahun 1995, beberapa set dari KRL ini mengalami modifikasi menjadi KRL Toyo Rapid 1000 milik Tōyō Rapid Railway. KRL ini terdiri dari dua jenis, yaitu yang berbodi stainless steel dan aluminium.

Semasa di Jepang, KRL ini dijalankan di Tokyo Metro Tozai Line dan sering pula meneruskan perjalanan ke jalur East Japan Railway (JR East) Chuo-Sobu Line sebagai Local (layanan lokal) dan ke jalur Toyo Rapid Railway sebagai layanan lokal, Rapid (setara dengan layanan ekspres di Indonesia), Commuter Rapid (layanan ekspres khusus komuter) dan Tōyō Rapid (layanan ekspres khusus yang melayani Tozai Line dan jalur Tōyō Rapid dalam sekali perjalanan).

Keberadaan KRL ini mulai tergeser seiring waktu dengan diluncurkannya KRL Tokyo Metro seri 05 dan 05N, dimana produksi KRL seri 05N ini selesai pada tahun 2004 dan membuat KRL seri 5000 pun semakin tergeser posisinya. KRL ini pensiun pada tahun 2006, dan penarikan KRL ini dari Tozai Line bersamaan dengan KRL Tōyō Rapid seri 1000 yang juga pensiun karena KRL tersebut pada dasarnya adalah modifikasi dari Tōkyō Metro 5000 dan tergantikan oleh Tōyō Rapid seri 2000.

Akhirnya, sisa rangkaian yang masih utuh diboyong ke Indonesia dan tersisa 2 set di Jepang dengan rincian 3 kereta per set dan dijalankan di jalur Tokyo Metro Chiyoda Branch Line untuk melayani perjalanan KA jalur cabang antara stasiun Ayase dan stasiun Kita-Ayase. Sejak tahun 2014, KRL tersebut telah digantikan oleh sisa KRL Tokyo Metro seri 05 yang tidak diboyong ke Indonesia dan dirucat, dengan formasi 3 kereta dalam 1 rangkaian.

Pengoperasian di Indonesia (2007-sekarang)

KRL ini dioperasikan di Indonesia sejak tahun 2007, bersama dengan Toyo Rapid seri 1000. Meskipun aslinya KRL ini terdiri dari 10 kereta dalam 1 rangkaiannya, namun karena keterbatasan panjang peron KRL ini diperpendek menjadi 8 kereta dalam 1 rangkaiannya. KRL ini berdinas di seluruh lintas di Jabodetabek, namun KRL ini lebih sering berdinas di Bogor atau Bekasi. Seiring dengan menuanya kereta ini, rangkaian 5816F pun pensiun pertama kali, disusul oleh rangkaian 5809F dan kini hanya rangkaian 5817F yang masih berdinas.

Formasi rangkaian

Formasi KRL Tokyo Metro 5000 Tōzai Line dan Tōyō Rapid Line adalah sebagai berikut:

Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Penomoran KuHa 5100 MoHa 5300 MoHa 5600 MoHa 5300 MoHa 5600 SaHa 5200 MoHa 5300 MoHa 5600 MoHa 5300 KuMoHa 5000
Penomoran Lainnya MoHa 5100 SaHa 5900
Kodifikasi TC M1 M2 M1 Mc2 Tc M1 M2 M1 MC2

Sementara, formasi Tokyo Metro 5000 Chiyoda Branch Line adalah sebagai berikut:

Nomor 1 2 3
Penomoran KuHa 5900 MoHa 5400 KuMoHa 5100
Kodifikasi TC M1 MC2

Nomor rangkaian

  • 5809F
  • 5816F
  • 5817F

Keterangan:

  • Rangkaian 5809F saat ini tidak beroperasi dan disimpan di Dipo Depok
  • Rangkaian 5816F sudah tidak lagi beroperasi dan ditanahkan di Stasiun Cikaum

Daftar rangkaian

Daftar rangkaian KRL seri 5000
  Susunan rangkaian
Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
5809F 5809 5312 5631 5314 5607 5215 5313 5009 - -
5816F 5816 5245 5630 5363 5688 5905 5326 5016 - -
5817F 5817 5246 5632 5359 5127 5927 1092
(5258)
1093
(5639)
5251 5017

Catatan:

  • Rangkaian 5809F memiliki formasi asli 5809-5312-5675-5314-5607-5215-5313-5676-5326-5009. 5675 dilepas dan ditukar dengan 5631 dari 5816F, 5676 dilepas, 5326 digunakan pada 5816F.
  • Rangkaian 5816F memiliki formasi asli 5816-5245-5630-5363-5688-5905-5246-5631-5247-5016. 5246 digunakan pada 5817F, 5631 digunakan pada 5809F, 5247 dilepas. Sudah tidak beroperasi dan ditanahkan di Stasiun Cikaum.
  • Rangkaian 5817F memiliki formasi asli 5817-5248-5632-5359-5127-5927-5250-5634-5251-5017. 5248 dilepas dan ditukar dengan 5246 dari 5816F, 5250 dan 5634 dilepas.

Kontroversi

KRL ini bersama dengan KRL Tōyō Rapid 1000 diketahui sebagai barang hasil korupsi yang dilakukan oleh Soemino Eko Saputro (mantan Direktur Jenderal Perkeretaapian). Pada saat KRL ini tiba di Indonesia, dia mengatakan bahwa KRL Toyo Rapid 1000 dan Tokyo Metro 5000 adalah hibah dari Tōyō Rapid Railway dan Tōkyō Metro, tetapi kenyataannya KRL ini adalah hasil dari pembelian secara terselubung oleh Kementerian Perhubungan, dan anehnya KRL ini dibeli dari tempat pemotongan besi tua (scrapyard), dimana KRL tersebut sebelumnya akan dibesituakan, tetapi karena dibeli oleh Kementerian Perhubungan maka KRL ini akhirnya tidak jadi dibesituakan dan dikapalkan ke Indonesia.

Akibat dari kontroversi ini, publik tidak hanya merasa dibohongi oleh Soemino Eko Saputro, tetapi dia sendiri pun akhirnya diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dijebloskan ke penjara.[2][3]

Referensi

Pranala luar