Kereta rel listrik Tokyo Metro seri 6000

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
KRL Tokyo Metro 6000
KRL Tokyo Metro 6123F sedang memasuki Stasiun Manggarai.
Beroperasi? Ya
Perusahaan yang memproduksi Kawasaki Heavy Industries, Kinki Sharyo, Kisha Seizō, Nippon Sharyo, Tokyu Car Corporation
Nama keluarga Tokyo Metro
Digantikan oleh Tokyo Metro 16000
Tahun pembuatan 1968-1974
Tahun dinas 1968-sekarang
Formasi 3 atau 10 kereta per set (Jepang)
8 kereta per set (Indonesia)
Nomor armada 6001F-6035F
Kapasitas 1.136 penumpang (rata-rata)
Operator Tokyo Metro
PT KAI Commuter Jabodetabek
Jalur Tokyo Metro Chiyoda Line
KA Commuter Jabodetabek
Data teknis
Bodi gerbong Aluminium Alloy
Panjang gerbong 20.000 mm
Lebar 2.800 mm
Tinggi 4.145 mm
Pintu 4 pintu di setiap sisi
Kecepatan maksimum 100 km/jam
Berat 276 ton (rata-rata)
Percepatan 3,3 km/h/s
Perlambatan 3,7 km/h/s (normal)
4,7 km/h/s (darurat)
Sistem traksi

Armature Field Chopper Control (Indonesia)

VVVF-GTO / VVVF-IGBT (Jepang)
Daya mesin 2.400 kW
Transmisi Static Inverter (SIV)
Tipe: Toshiba Static Inverter (INV172-A0)
Pasokan tenaga Listrik Aliran Atas (LAA)
Sistem listrik 1.500 V DC
Metode pengambilan arus Pantograf
Bogie FS-378, FS-378A, FS-378B, dengan pegas udara
Rem kereta Electropneumatic Regenerative Brake
Sistem keselamatan Tokyo Metro CS-ATC & Odakyu OM-ATS
Alat perangkai Shibata Coupling
Lebar sepur 1.067 mm

Kereta rel listrik Tōkyō Metro 6000 (東京地下鉄6000系 Tōkyō Chikatetsu 6000-kei?) adalah kereta rel listrik buatan Jepang yang beroperasi di lintas Jabodetabek. KRL ini dibeli dari perusahaan KRL Tokyo Metro Co.,Ltd. Sejak 2013 sudah ada 13 set yang didatangkan ke Indonesia, yaitu 6106F, 07F, 11F, 12F, 13F, 15F, 23F, 25F, 26F, 33F, dan 34F. Pada saat percobaan, KRL ini dijalankan dengan 10 kereta per set, namun hanya dijalankan 8 kereta saja karena terbatasnya panjang peron. Semua set di bawah perawatan Dipo KRL Depok, sedangkan Pemeliharaan Akhir (PA) dilakukan di Dipo KRL Depok maupun Balai Yasa Manggarai.[1]

TM 6000 generasi awal (6105F-6115F, kecuali 6105F, 12F, dan 13F) memiliki bentuk sambungan yang unik, menyerupai jamur, sehingga interior terkesan lebih luas namun tidak kedap. Sementara rangkaian 6105F, 12F, 13F, 23F, 25F, 26F, 27F, 33F, dan 34F memiliki sambungan tertutup.

Ciri-ciri KRL Tokyo Metro 6000

Setiap set Tōkyō Metro 6000 memiliki perbedaan yang mencolok antara satu sama lain, baik pada eksterior maupun interior, karena beberapa hal dan KRL ini dibuat secara bertahap dengan ciri-ciri yang berbeda setiap generasinya. Generasi I-III terdiri dari KRL TM 6101F-6121F. Sedangkan generasi IV-VII terdiri dari KRL Tokyo Metro 6122F-6135F.

Pertama, AC yang digunakan pada rangkaian Tōkyō Metro 6000 batch awal (6005F, 06F, 07F, 11F, 12F, 13F, dan 15F) berbeda dengan rangkaian Tōkyō Metro 6000 batch akhir (6023F, 25F, 26F, 27F, 33F, dan 34F) dimana AC pada rangkaian Tōkyō Metro 6000 batch awal (sama seperti KRL Tokyo Metro 7117F) berbeda dan umumnya tidak sedingin rangkaian Tōkyō Metro 6000 batch akhir, sama seperti rangkaian TM 7121F - 23F.

Ini dikarenakan KRL Tokyo Metro 6000 generasi awal awalnya tidak menggunakan AC. AC dipasang sekitar tahun 80-an. Sementara KRL Tokyo Metro 6000 generasi akhir, mulai set 6122F sampai 6135F, semua dipasang AC sejak pertama kali berdinas di Jepang.

Pada rangkaian bernomor 6123F, 25F, 26F, 27F, 33F dan 34F, persambungan yang digunakan seluruhnya merupakan persambungan seperti rangkaian KRL Tōkyō Metro 7121F - 7123F, sementara set 06F, 07F, 11F, dan 15F memiliki bentuk persambungan lebar seperti jamur. Untuk 6105F, 12F, dan 13F mengalami refurbishment sehingga persambungan jamur diganti persambungan seperti persambungan biasanya.

Khusus 6105F, 6106F (Hanya 6506 eks 6507), 6107F (kecuali kereta 6507 eks 6506), 6112F dan 6113F juga memiliki bentuk kaca yang berbeda, mirip seperti pada KRL JR East 203 (disebabkan karena rangkaian itu tidak mengalami penggantian jendela saat mengalami mid-life refurbishment sewaktu masih berdinas di Tōkyō Metro).

Sedangkan set 6106F (kecuali kereta 6506), 6107F (Hanya 6507 eks 6506), 6111F, dan 15F memiliki jendela yang mirip dengan rangkaian Tōkyō Metro lainnya namun lebih kecil (seperti beberapa kereta pada set 7117F).

Set KRL Tokyo Metro 6123F, 25F - 27F dan 33F - 34F memiliki jendela yang besar, seperti Tōkyō Metro 7021F, 22F, 23F.

Kereta 6506 dari rangkaian 6106F bertukar tempat dan bertukar plat nomor dengan kereta 6507 dari rangkaian 6107F, sehingga kereta 6506 sekarang memiliki plat nomor 6507 dan dirangkai dengan set 6107F. Sedangkan kereta 6507 memiliki plat nomor 6506 dan dirangkai dengan set 6106F.

Set 6105F pada kereta 6305 bertukar dengan 6705 pasca kejadian terbakarnya 6305 antara Klender - Buaran. Set 6115F pada kereta 6515 bertukar dengan 6513 (platnya diganti 6515) pasca kejadian terbakarnya AC 6515 di dekat Stasiun Tanah Abang. Hal yang sama juga terjadi pada gerbong 6315 yang bertukar tempat dengan 6313 termasuk plat nomornya.

Set 6134F mengikuti pola formasi Tokyo Metro 6000 (VVVF-GTO) yang masih beroperasi di Jepang (6102F, 04F, 08F, 09F, 14F, 16F - 21F) yang masih beroperasi di Jepang . Pola formasi tersebut : 6100 - 6300 - 6400 - 6500 - 6700 - 6800 - 6600 - 6200 - 6900 - 6000.

Set 6107F sebelumnya pernah digunakan sebagai rangkaian kereta khusus wanita (KKW) namun telah menjadi kereta biasa kembali.

KRL Tokyo Metro 6000 masih menggunakan warna kursi bawaan dari Jepang. Untuk 6105 berwarna coklat, 6106F - 25F, 27F, dan 33F berwarna pink, 6126F dan 34F berwarna merah. Tempat duduk prioritas berwarna biru.

Semua KRL Tokyo Metro 6000 awalnya bersistem kelistrikan Armature Field Chopper Control. Namun, Tokyo Metro 6000 di Jepang Tokyo telah bersistem kelistrikan VVVF-GTO atau VVVF-IGBT.

Karena kesulitan suku cadang, KRL Tokyo Metro 6112F dan 13F tidak dioperasikan dan komponennya dikanibal untuk KRL yang masih beroperasi. Dua set KRL tersebut telah dikirim ke Stasiun Cikaum. Dua kereta sisa dari masing-masing set KRL yang ada telah dikirim ke Stasiun Cikaum juga.

Formasi rangkaian

Formasi asli KRL Tokyo Metro 6000 adalah sebagai berikut :

Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Penomoran KuHa 6100 SaHa 6200 MoHa 6300 MoHa 6400 SaHa 6500 SaHa 6600 MoHa 6700 MoHa 6800 MoHa 6900 KuMoHa 6000
Kodifikasi TC T M1 M2 Tc1 Tc2 M1 M2 M1 MC2

Kereta 3, 7, dan 9 adalah kereta berpantograf. Selain itu, terdapat juga formasi 3 kereta per set untuk lintas cabang yang susunannya sebagai berikut, dengan kereta 1 dan 2 adalah kereta berpantograf.

Nomor 1 2 3
Penomoran KuHa 6000-1 MoHa 6000-2 KuMoHa 6000-3
Kodifikasi TC M1 MC2

Di Indonesia, Tokyo Metro 6000 dioperasikan dengan melepas satu kereta M1 dan satu kereta M2. Pada set 6112F dan 6126F, yang dilepas adalah kereta 7 dan 8 sehingga formasinya menjadi seperti berikut ini.

Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8
Penomoran KuHa 6100 SaHa 6200 MoHa 6300 MoHa 6400 SaHa 6500 SaHa 6600 MoHa 6900 KuMoHa 6000
Kodifikasi TC T M1 M2 Tc1 Tc2 M1 MC2

Pada rangkaian 6106F dan 6115F, kereta yang dilepas adalah kereta 8 dan 9 dikarenakan perbedaan bentuk persambungan. Bila kereta 7 dan 8 yang dilepas, maka akan terjadi ketidakcocokan persambungan antara kereta 6 dan 9 karena sambungan 8-9 memiliki bentuk tertutup tanpa jendela, dan sambungan 7-8 memiliki bentuk jamur. Sambungan 7-8 dan 9-10 sendiri memiliki bentuk jamur.

Rangkaian ini sendiri memiliki model persambungan berbentuk jamur pada kereta 1-2, 3-4, 4-5, 6-7, 7-8 dan 9-10, sementara persambungan kereta 2-3 dan 8-9 memiliki bentuk tertutup tanpa jendela. Sehingga formasi pada kedua rangkaian tersebut menjadi seperti berikut ini.

Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8
Penomoran KuHa 6100 SaHa 6200 MoHa 6300 MoHa 6400 SaHa 6500 SaHa 6600 MoHa 6700 KuMoHa 6000
Kodifikasi TC T M1 M2 Tc1 Tc2 M1 MC2

Nomor rangkaian

  • 6105F
  • 6106F
  • 6107F
  • 6111F
  • 6112F*
  • 6113F*
  • 6115F
  • 6123F
  • 6125F
  • 6126F
  • 6127F
  • 6133F
  • 6134F

Catatan: Set 12F dan 13F tidak beroperasi karena kesulitan suku cadang dan telah dikirim ke Stasiun Cikaum.

Daftar rangkaian

  1. 6105F: 6105 - 6205 - 6305 - 6405 - 6505 - 6605 - 6905 - 6005 (6705-6805 dilepas, warna merah-putih-kuning dengan teralis hitam). Set ini menggunakan penomoran baru dengan urutan K1 1 13 41 (6105) sampai K1 1 13 50 (6005). Catatan: 6305 bertukar tempat dengan 6705 pasca kejadian terbakarnya 6305 antara Klender-Buaran, sehingga formasi berubah menjadi: 6105 - 6205 - 6705 - 6405 - 6505 - 6605 - 6905 - 6005.
  2. 6106F: 6106 - 6206 - 6306 - 6406 - 6507 - 6606 - 6706 - 6006 (6806-6906 dilepas, 6506 bertukar tempat dengan 6507, warna merah-putih-kuning dengan tralis hitam). Set ini menggunakan penomoran baru dengan urutan K1 1 12 61 (6106) sampai K1 1 12 70 (6006).
  3. 6107F: 6107 - 6207 - 6307 - 6407 - 6506 - 6607 - 6907 - 6007 (6707-6807 dilepas, 6507 bertukar tempat dengan 6506, warna merah-putih-kuning dengan tralis hitam). Set ini menggunakan penomoran baru dengan urutan K1 1 12 81 (6107) sampai K1 1 12 90 (6007).
  4. 6111F: 6111 - 6211 - 6311 - 6411 - 6511 - 6611 - 6911 - 6011 (6711-6811 dilepas, warna merah-putih-kuning dengan tralis hitam).  Set ini menggunakan penomoran baru dengan urutan K1 1 13 01 (6111) sampai K1 1 13 10 (6011).
  5. 6112F: 6112 - 6212 - 6312 - 6412 - 6512 - 6612 - 6912 - 6012 (6712-6812 dilepas, warna merah-putih-kuning dengan teralis hitam), tidak beroperasi.
  6. 6113F: 6113 - 6213 - 6313 - 6413 - 6513 - 6613 - 6713 - 6013 (6713-6813 dilepas, warna merah-putih-kuning dengan teralis hitam), tidak beroperasi.
  7. 6115F: 6115 - 6215 - 6315 - 6415 - 6515 - 6615 - 6715 - 6015 (6815-6915 dilepas, warna merah-putih-kuning dengan teralis hitam). Set ini menggunakan penomoran baru dengan urutan K1 1 11 31 (6115) sampai K1 1 11 40 (6015). Catatan: 6515 bertukar tempat dengan 6513 pasca insiden kebakaran 6515 di dekat Stasiun Tanah Abang, namun plat nomor 6513 diganti dengan 6515. Hal yang sama juga terjadi pada gerbong 6315 yang bertukar tempat dengan 6313 termasuk plat nomornya.
  8. 6123F: 6123 - 6223 - 6323 - 6423 - 6523 - 6823 - 6923 - 6023 (6823-6923 dilepas, warna merah-putih-kuning dengan teralis hitam). Set ini menggunakan penomoran baru dengan urutan K1 1 12 91 (6123) sampai K1 1 12 100 (6023).
  9. 6125F: 6125 - 6225 - 6325 - 6425 - 6525 - 6625 - 6925 - 6025 (6725-6825 dilepas, warna merah-putih-kuning dengan teralis hitam). Set ini menggunakan penomoran baru dengan urutan K1 1 12 101 (6125) sampai K1 1 12 110 (6025).
  10. 6126F: 6126 - 6226 - 6326 - 6426 - 6526 - 6626 - 6926 - 6026 (6726-6826 dilepas, warna merah-putih-kuning dengan teralis hitam).Set ini menggunakan penomoran baru dengan urutan K1 1 11 41 (6126) sampai K1 1 11 50 (6026).
  11. 6127F: 6127 - 6227 - 6237 - 6427 - 6527 - 6627 - 6927 - 6027 (6727-6827 dilepas, warna merah-putih-kuning dengan teralis hitam). Set ini menggunakan penomoran baru dengan urutan K1 1 13 51 (6127) sampai K1 1 13 60 (6027). Catatan: Karena terjadi kesalahan penulisan penomoran, penomoran yang ada di eksterior KRL menjadi sama dengan set 6105F, namun penomoran yang ada di dalam interior sudah benar.
  12. 6133F: 6133 - 6233 - 6333 - 6433 - 6533 - 6633 - 6933 - 6033 (6733-6833 dilepas, warna merah-putih-kuning dengan teralis hitam).  Set ini menggunakan penomoran baru dengan urutan K1 1 13 31 (6133) sampai K1 1 13 40 (6033).
  13. 6134F: 6134 - 6334 - 6434 - 6534 - 6634 - 6234 - 6934 - 6034 (6734-6834 dilepas, warna merah-putih-kuning dengan teralis hitam). Set ini menggunakan penomoran baru dengan urutan K1 1 13 21 (6134) sampai K1 1 11 30 (6034).

Galeri

Referensi

  1. ^ Majalah KA Edisi Juni 2014

Pranala luar