Kereta rel listrik Tokyu Corporation seri 8000

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
KRL Tokyu seri 8000
KRL Tokyu 8000 (8003/8004F) saat melintasi daerah Bukit Duri
BeroperasiYa
PembuatTokyu Car Corporation
Digantikan olehTokyu 6000, Tokyu 8090, Tokyu 8500, Tokyu 8590 & Tokyu 9000
Tahun pembuatan1969-1985
Mulai beroperasi1969-2008 (Jepang)
2005-sekarang (Indonesia)
Formasi5, 8 kereta per set (Jepang)
12 kereta per set (Indonesia)
Nomor armada3 set
Kapasitas1.136 penumpang (rata-rata)
OperatorJepang Tokyu Corporation
Indonesia KAI Commuter
Data teknis
Bodi gerbongStainless Steel
Panjang gerbong20.000 mm (20 m)
Lebar2.800 mm (2,8 m)
Tinggi4.145 mm (4,145 m)
Pintu4 pintu di setiap sisi
Kecepatan maksimum120 km/h (33 m/s)
Berat276 t (276.000 kg) (rata-rata)
Percepatan3,3 km/h/s
Perlambatan3,5 km/h/s (normal)
4,5 km/h/s (darurat)
Sistem traksiField Chopper Control
Motor traksi: TKM-69
Daya mesin130 kW per motor
TransmisiStatic Inverter (SIV)
Unit pembangkitListrik Aliran Atas (LAA)
HVACRPU-3016
Sistem listrik1.500 V DC
Metode pengambilan arusPantograf
BogieTS-807B, TS-815C dengan pegas udara
Rem keretaRegenerative Braking Combination All Electric Command Solenoid Direct Air Damping (HRD-2)
Sistem keselamatanTokyu ATS, ATC-P, Deadman Pedal
Alat perangkaiAAR Coupling
Lebar sepur1.067 mm (1,067 m)
Tokyu 8000 semasa di jepang

Kereta rel listrik Tokyu Corporation 8000 (東急8000系電車, Tōkyū 8000-kei densha) adalah kereta rel listrik buatan Tokyu Car Corporation, Jepang, yang kini beroperasi di lintas Commuter Jabodetabek. KRL berteknologi Field Chopper Control dan body-nya terbuat dari stainless steel ini sebelumnya pernah digunakan di lintas Tokyu Toyoko Line dan Tokyu Oimachi Line selama beroperasi di Jepang.

Indonesia membeli kereta ini bersamaan dengan KRL Tōkyū seri 8500, yang merupakan saudara dari KRL ini, dengan harga sekitar Rp 800 juta per kereta, atau sekitar 6,5 miliar untuk satu rangkaian dengan stamformasi 8 kereta dalam satu rangkaiannya. Selain itu, Tokyu 8500 ini juga dijual ke Izukyu Railway sebagai kereta Izukyu Railway seri 8000 dengan formasi 2 hingga 4 kereta dalam 1 rangkaiannya.

Ciri khas KRL ini adalah menggunakan AC dan kipas angin dalam kereta secara bersamaan, di mana kipas angin yang juga berfungsi untuk membantu kerja AC ini sudah dipasang sejak KRL ini awal beroperasi, karena sebelum dekade 80-an, masih banyak KRL di Jepang tidak menggunakan AC.

Perbedaan antara KRL ini dengan saudaranya, KRL Tokyu seri 8500 adalah kacanya yang lebih menjorok ke bawah, serta hanya memiliki 1 penanda tujuan di atas pintu darurat di kabin masinis. Selain itu, semuanya sama persis seperti sistem AC dan kelistrikannya, sehingga memungkinkan kereta ini dan KRL Tokyu seri 8500 bertukar unit kereta. Sama seperti KRL Tokyu seri 8500, semua set KRL Tokyu seri 8000 saat ini berada di bawah perawatan dan milik Depo KRL Bukit Duri.[1]

KRL buatan tahun 1969 ini didatangkan ke Indonesia mulai tahun 2005,[2] sebagai KRL seri ketiga yang didatangkan ke Indonesia setelah KRL Toei seri 6000 dan JR East seri 103.

Sejarah

Pengoperasian di Indonesia (2005-sekarang)

KRL ini pertama kali datang pada tahun 2005, yaitu set 8007F dan 8003F. Kemudian tahun 2007 didatangkan lagi sejumlah 1 rangkaian KRL, yaitu rangkaian 8039F.

Sebelumnya, KRL ini memiliki masalah khusus, ketika pada operasionalnya KRL ini tidak mampu melewati lintas Serpong dan Tangerang karena adanya blankspot (listrik aliran atas tanpa arus listrik), dan KRL ini menggunakan sistem Field Chopper Control dan VVVF-GTO yang tidak cocok untuk kedua lintas tersebut. Namun, setelah KRL Tokyo Metro (seri 7000, 05, 6000) yang berteknologi Chopper dapat masuk ke lintas Serpong-Parungpanjang-Maja serta Tangerang, KRL ini bersama KRL Tokyu seri 8500 pun bisa masuk ke lintas tersebut.

Selama masa pengoperasiannya, KRL ini bersama saudaranya yaitu KRL Tokyu seri 8500 sudah berpengalaman beroperasi di seluruh lintas Jabodetabek, khususnya di lintas Bogor. Kereta ini sejak awal beroperasi pernah berdinas sebagai KRL Ekspres AC dan juga Ekonomi AC, sebelum akhirnya menjadi KRL Commuter Line.

Saat ini, KRL Tokyu 8000 sudah dapat melaju di lintas Serpong dan Tangerang, meskipun saat ini lebih sering berdinas di lintas Jatinegara-Depok/Bogor mengingat perannya sebagian besar telah tergeser oleh KRL JR East seri 205. Seiring menuanya usia KRL, serta keterbatasan suku cadang, 1 rangkaian telah mangkrak mendahului saudaranya.

Seiring mulai menuanya KRL ini beserta KRL eks-Jepang yang diimpor sebelum era KCJ dan makin mendekatnya masa pensiun, KRL ini bersama dengan KRL Tokyu seri 8500 dan KRL lainnya mulai dicat dengan livery KCJ yaitu merah-kuning, dengan set 8007F sebagai rangkaian pertama[3] yang menggunakan livery KCJ. Selain itu, kereta ini juga mulai mengalami pengacakan formasi rangkaian sehingga dapat dibuat menjadi rangkaian 12 kereta.

Formasi rangkaian

Terdapat 3 rangkaian KRL Tokyu seri 8000 yang masuk ke Indonesia, yaitu:

  • 8003F
  • 8007F*
  • 8039F*

Dari ketiga rangkaian tersebut, 1 rangkaian masih beroperasi sebagai KRL Tokyu seri 8000, 1 rangkaian menjadi kereta tengah dari rangkaian Tokyu seri 8500, dan 1 rangkaian sudah tidak beroperasi dan dirucat di Stasiun Cikaum. 4 kereta dari rangkaian 8007F telah dipindahkan ke rangkaian 8003F dan kedua kereta kabin (TC) serta sepasang kereta dengan motor traksi (M1 dan M2) dari rangkaian 8007F telah di gunakan pada rangkaian 8504F.

Berikut ini adalah formasi asli KRL Tokyu seri 8000:

Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8
8003F 8003 8202 8104 8263 8142 8213 8103 8004
8007F 8007 8245 8711 8832 8735 8204 8108 8008
8039F 8039 8248 8158 8218 8164 8249 8159 8040

Saat ini, rangkaian 8007F telah digabung dengan rangkaian 8604F sehingga KRL Tokyu seri 8000 yang belum digabung dan masih tersisa hanyalah rangkaian 8003F:

Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Penomoran KuHa 8003 DeHa 8202 DeHa 8104 DeHa 8832 DeHa 8735 DeHa 8204 DeHa 8108 DeHa 8263 DeHa 8142 DeHa 8213 DeHa 8103 KuHa 8004
Kodifikasi TC2 M2 M1 M2 M1 M2 M1 M2 M1 M2 M1 TC1

Catatan:

  • Susunan rangkaian 8004F dapat berubah sewaktu-waktu.

Referensi

  1. ^ "Database KRL Eks Jepang". GM-MarKA (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-31. 
  2. ^ Majalah KA Edisi Juni 2014
  3. ^ Fadhli, Faris (2016-03-23). "Rangkaian Lama Diwarnai Ulang, Akhir Dari Warna-Warni KRL". KAORI Nusantara (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-31. 

Pranala luar