Kereta rel listrik Toyo Rapid seri 1000

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
KRL Toyo Rapid seri 1000
KRL Toyo Rapid 1080F formasi 10 kereta di Stasiun Bogor
BeroperasiTidak Beroperasi
(digantikan oleh Kereta rel listrik JR East seri 205)
PembuatKawasaki Heavy Industries
Tokyu Car Corporation
Kinki Sharyo
Teikoku
Digantikan olehToyo Rapid 2000
Tahun pembuatan1964 (Tokyo Metro 5000)
1995 (Toyo Rapid 1000)
Mulai beroperasi1996-2006 (Jepang)
2006-2019 (Indonesia)
Formasi10 kereta per set
Kapasitas1,424 penumpang (rata-rata)
OperatorToyo Rapid Railway
KA Commuter Jabodetabek
Data teknis
Bodi gerbongStainless Steel
Panjang gerbong20,000 mm
Lebar2.870 mm
Tinggi4,145 mm
Pintu4 pintu di setiap sisi
Kecepatan maksimum100 km/jam
Berat358,4 ton (berat keseluruhan)
Percepatan3,5 km/h/s
Perlambatan4,0 km/h/s (normal)
5,0 km/h/s (darurat)
Sistem traksiField Addition Excitation Rheostatic
Daya mesin100 kW per motor
TransmisiStatic Inverter (SIV)
Tipe: Mitsubishi Electric SIV
HVACCU-764
Sistem listrik1.500 V DC
Metode pengambilan arusPantograf
BogieFS-502
Rem keretaElectromagnetic Direct Brake
Sistem keselamatanWS-ATC, Deadman Pedal
Alat perangkaiShibata Coupling
Lebar sepur1.067 mm

Kereta rel listrik Toyo Rapid seri 1000 (東葉高速鉄道1000形, Tōyō Kōsoku tetsudō 1000-gata) adalah kereta rel listrik buatan Jepang yang pernah beroperasi di lintas Commuter Jabodetabek sejak tahun 2006 hingga tahun 2019. KRL ini adalah modifikasi dari KRL Tokyo Metro seri 5000 yang diproduksi oleh Nippon Sharyo, Kawasaki Heavy Industries, Kinki Sharyo, Tokyu Car Corporation, dan Teikoku Sharyo pada tahun 1964 dan dibeli oleh Toyo Rapid Railway pada tahun 1995.[1]

Pada masa pengoperasiannya di Jepang, KRL ini dijalankan di jalur Tōyō Rapid Railway dan sering melayani perjalanan antar-jalur di Tokyo Metro Tozai Line serta East Japan Railway Company (JR East) Chuo-Sobu Line, di mana layanan di Chuo-Sobu Line pada koridor Nakano - Mitaka yang diberikan adalah layanan lokal saja, sedangkan layanan pada jalur Tōyō Rapid Railway yang diberikan adalah layanan lokal, Rapid (setara dengan layanan ekspres di Indonesia), Commuter Rapid (layanan ekspres khusus komuter) dan Tōyō Rapid (layanan ekspres khusus yang melayani jalur Tozai dan jalur Tōyō Rapid dalam sekali perjalanan).

KRL ini bersama dengan KRL Tokyo Metro seri 5000 oleh pecinta kereta api di Indonesia dijuluki "Piyuts" yang berasal dari suara remnya yang khas. KRL ini dipensiunkan pada tahun 2019 setelah semakin banyak KRL yang lebih baru dan lebih muda di lintas Jabodetabek seperti KRL JR seri 205.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Penggunaan di Jepang (1964-2006)[sunting | sunting sumber]

Sebagai Tokyo Metro 5000 (1964-1995)[sunting | sunting sumber]

Awalnya, KRL ini dibangun dan mulai dioperasikan pada tahun 1960-an sebagai KRL Tokyo Metro (dahulu Eidan Subway) seri 5000. Ada dua jenis KRL Tokyo Metro seri 5000, yaitu yang menggunakan bodi stainless steel dan aluminium. KRL Tokyo Metro 5000 ini beroperasi di Jalur Tokyo Metro Tozai dengan rute Nakano - Nishi-Funabashi, meskipun sempat beroperasi juga di jalur Chiyoda selama beberapa tahun.

Selama tiga puluh tahun lebih, KRL ini menjadi armada utama di jalur tersebut meskipun sejak tahun 1988 KRL ini mulai tergeser dengan adanya KRL Tokyo Metro seri 05. Sebagian KRL Tokyo Metro seri 5000 yang tergeser inilah yang nantinya dirombak menjadi Toyo Rapid seri 1000. Awalnya KRL ini juga tidak menggunakan AC, namun AC dipasang pada tahun 80-an akhir tanpa menghilangkan kipas angin yang sudah ada sejak KRL ini awal beroperasi.

Sebagai Toyo Rapid 1000 (1995-2006)[sunting | sunting sumber]

Bersamaan dengan peresmian jalur Toyo Rapid Railway Line rute Nishi Funabashi - Toyo-Katsutadai pada tahun 1996, sejumlah 12 rangkaian KRL Tokyo Metro seri 5000 dimodifikasi menjadi KRL Toyo Rapid seri 1000 sebagai armada baru untuk jalur ini, meskipun pada akhirnya hanya 10 rangkaian yang beroperasi karena dua rangkaian sisanya dijadikan donor suku cadang sebelum akhirnya dirucat.

Perubahan secara fisik yang diterapkan pada rangkaian Tokyo Metro 5000 yang diubah menjadi Toyo Rapid 1000 ini di antaranya adalah bentuk muka yang dibuat lebih rata (konstruksi baja anti karat yang tidak memiliki bentuk gelombang pada sisi bawah muka KRL) serta kaca pada pintu otomatis di sisi kiri-kanan kereta dibuat lebih besar, sehingga penumpang dapat memandang ke luar dari dalam kereta dengan lebih leluasa jika penumpang berada di dekat pintu. Lalu, lampu depan KRL pun bentuknya menjadi kotak. Peremajaan berbagai komponen pada kereta ini juga dilakukan.

Seiring bertambahnya usia KRL, ditambah dengan KRL penggantinya yaitu Toyo Rapid seri 2000 yang desainnya mirip dengan KRL Tokyo Metro seri 05N juga sudah beroperasi sejak tahun 2004, maka sesuai dengan program peremajaan KRL di jalur ini dan dikarenakan KRL ini adalah modifikasi dari KRL Tokyo Metro seri 5000, maka KRL Tōyō Rapid seri 1000 dipensiunkan pada tahun 2006, bersamaan dengan dihentikannya operasional dari KRL Tokyo Metro seri 5000.

Akhirnya, tiga rangkaian KRL Toyo Rapid seri 1000 yang tersisa (1061F, 81F dan 91F) diboyong ke Indonesia, dan dengan demikian tidak ada lagi rangkaian KRL Tōyō Rapid seri 1000 yang tersisa di Jepang.

Penggunaan di Indonesia (2007-2019)[sunting | sunting sumber]

KRL Toyo Rapid seri 1000 ini dioperasikan di Indonesia sejak tahun 2007, bersama dengan KRL Tokyo Metro seri 5000. Indonesia merupakan satu-satunya pengguna kereta ini di luar Jepang. Pada awalnya, masing-masing rangkaian akan dioperasikan dengan 10 kereta dalam satu rangkaiannya, namun hanya dioperasikan dengan formasi 8 kereta dalam satu rangkaian akibat terbatasnya panjang peron dan kurangnya daya listrik pada jalur elektrifikasi di Jabodetabek (saat itu). Akhirnya, 2 kereta sisa yang tidak digunakan dari masing-masing rangkaian disimpan dan menjadi donor suku cadang sebelum akhirnya ditumpuk di Stasiun Purwakarta, bersama kereta-kereta sisa dari rangkaian Tokyo Metro seri 5000.

KRL ini awalnya dioperasikan untuk layanan kelas Ekonomi AC tujuan Bogor, Bekasi, dan Depok, meskipun KRL ini lebih sering melayani lintas Bekasi. Setelah penyeragaman layanan KRL (dimana layanan Ekspres dihapuskan dan layanan Commuter Line yang pada dasarnya sama seperti Ekonomi AC dijadikan layanan standar untuk KRL di Jabodetabek), KRL ini melayani perjalanan Commuter Line di semua lintasan Jabodetabek.

Sejak 2015, biasanya KRL ini beroperasi di jalur Jatinegara-Bogor/Depok mengingat di jalur Bogor/Depok/Bekasi-Jakartakota perannya telah tergeser oleh KRL JR East 205, dan pada akhir tahun 2015, rangkaian 1061F mangkrak dan tidak beroperasi lagi akibat kerusakan maupun langkanya suku cadang, menyisakan dua rangkaian yaitu rangkaian 1081F dan 1091F.

Sejak tahun 2018, rangkaian 1091F dijadikan donor untuk memperpanjang rangkaian 1081F dan 5817F menjadi 10 kereta, sehingga rangkaian ini akhirnya tidak beroperasi lagi. Pada tahun 2019, hanya satu rangkaian lagi yang beroperasi, yaitu 1081F. Seiring dengan datangnya JR East 205 dari Jepang, tepatnya dari jalur Musashino, KRL ini pun menjadi surplus, hingga akhirnya satu-satunya set KRL ini yaitu 1081F dihentikan operasionalnya pada bulan September lalu.

Livery[sunting | sunting sumber]

Livery di Jepang (1995-2006)[sunting | sunting sumber]

Sejak awal beroperasinya, KRL Toyo Rapid seri 1000 menggunakan livery baru untuk menggantikan livery garis biru yang sudah digunakan sejak awal beroperasi di Tokyo Metro Tozai Line. Livery yang digunakan adalah garis merah-putih-jingga pada bodinya. Kemudian, logo Toyo Rapid pun ditambahkan pada bagian atas kereta. Seiring dengan dihilangkannya kaca jendela kecil dan juga diubahnya lampu kabin kereta dari bulat menjadi kotak, maka wajah kereta pada bagian atas hingga batas garis merah-putih-jingga diwarnai hitam.

Livery di Indonesia (2006-2019)[sunting | sunting sumber]

KRL ini pada masa awal beroperasinya di Indonesia menggunakan livery bawaan dari Toyo Rapid, yaitu strip merah-orange dengan wajah KRL bagian atas berwarna hitam, namun dengan penambahan cowcatcher pada bagian depan kereta. Khusus untuk set 1091F, logo Toyo Rapid di wajah KRL diganti dengan logo Divisi Jabotabek dan diberi logo Divisi Jabotabek di bagian samping bodi kereta, sementara dua rangkaian lainnya yaitu rangkaian 1061F dan 1081F tidak dipasang logo Divisi Jabotabek dan mempertahankan logo Toyo Rapid yang ada pada bagian wajah atas kereta.

Kemudian, setelah pemeliharaan akhir (PA), KRL set 1061F menggunakan warna hijau-kuning, sedangkan set 1081F dan 1091F menggunakan warna biru-kuning.

Seiring waktu, semua set KRL akhirnya menggunakan warna biru-kuning hingga tahun 2016, yang masih beroperasi yaitu set 1081F dan 1091F akhirnya menggunakan warna merah-kuning khas KCJ. Rangkaian 1061 mangkrak sehingga tidak dicat merah-kuning, dan seiring waktu KRL ini juga dipasang logo PT. Kereta Commuter Indonesia. Warna merah-kuning ini digunakan hingga rangkaian 1081F dan 1091F akhirnya berhenti beroperasi, dan rangkaian 1081F sempat dicopot logo Toyo Rapidnya pada masa-masa akhir kedinasannya.

Susunan rangkaian[sunting | sunting sumber]

Di Jepang, KRL Toyo Rapid seri 1000 dioperasikan dengan formasi 10 kereta sebagai berikut.

Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Penomoran KuHa 1001 MoHa 1002 MoHa 1003 MoHa 1004 MoHa 1005 SaHa 1006 MoHa 1007 MoHa 1008 MoHa 1009 KuMoHa 1000
Kodifikasi TC M1 M2 M1 Mc2 Tc M1 M2 M1 MC2

Di Indonesia, pada awalnya KRL Toyo Rapid seri 1000 dioperasikan dengan formasi 8 kereta dengan melepas kereta 7 dan 8 sebagai berikut.

Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8
Penomoran KuHa 1001 MoHa 1002 MoHa 1003 MoHa 1004 MoHa 1005 SaHa 1006 MoHa 1009 KuMoHa 1000
Kodifikasi TC M1 M2 M1 Mc2 Tc M1 MC2

Namun mulai 2017, rangkaian 1080F dioperasikan dengan formasi 10 kereta dengan susunan sebagai berikut.

Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Penomoran KuHa 1001 MoHa 1002 MoHa 1003 MoHa 1004 MoHa 1005 SaHa 1006 MoHa 1004 MoHa 1005 MoHa 1009 KuMoHa 1000
Kodifikasi TC M1 M2 M1 Mc2 Tc M1 Mc2 M1 MC2

Pemanjangan formasi di atas menjadikan rangkaian 1090F berformasi 6 kereta dengan susunan sebagai berikut.

Nomor 1 2 3 4 5 6
Penomoran KuHa 1001 MoHa 1002 MoHa 1003 SaHa 1006 MoHa 1009 KuMoHa 1000
Kodifikasi TC M1 M2 Tc M1 MC2

Daftar rangkaian[1][sunting | sunting sumber]

Rangkaian 1080F, satu-satunya rangkaian KRL seri 1000 yang beroperasi.

Rangkaian yang Tidak Beroperasi[sunting | sunting sumber]

  1. 06F/1061F. Merupakan rangkaian pertama yang pensiun. Telah dirucat di Stasiun Cikaum.
  2. 08F/1081F. Merupakan rangkaian terakhir yang pensiun.
  3. 09F/1091F. Merupakan rangkaian kedua yang pensiun setelah menjadi rangkaian donor untuk 1080F dan 5817F.
Daftar rangkaian formasi 10 Kereta
  Susunan rangkaian
Nomor 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1061F 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1060
1081F 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1080
1091F 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1090

Catatan:

  • Rangkaian 1061F merupakan modifikasi dari rangkaian 5836F, dengan formasi asli 5836-5306-5671-5283-5656-5903-5307-5672-5308-5036.
  • Rangkaian 1081F merupakan modifikasi dari rangkaian 5822F, dengan formasi asli 5822-5264-5643-5341-5107-5907-5265-5644-5266-5022.
  • Rangkaian 1091F merupakan modifikasi dari rangkaian 5820F, dengan formasi asli 5820-5258-5639-5343-5109-5909-5259-5640-5260-5020.

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

KRL ini bersama dengan KRL Tokyo Metro 5000 diketahui sebagai barang hasil korupsi yang dilakukan oleh Soemino Eko Saputro (mantan Direktur Jenderal Perkeretaapian). Pada saat KRL ini tiba di Indonesia, dia mengatakan bahwa KRL Toyo Rapid 1000 dan Tokyo Metro 5000 adalah hibah dari Tōyō Rapid Railway dan Tōkyō Metro, tetapi kenyataannya KRL ini adalah hasil dari pembelian secara terselubung oleh Kementerian Perhubungan, dan anehnya KRL ini dibeli dari tempat pemotongan besi tua (scrapyard), di mana KRL tersebut sebelumnya akan dibesituakan, tetapi karena dibeli oleh Kementerian Perhubungan maka KRL ini akhirnya tidak jadi dibesituakan dan dikapalkan ke Indonesia.

Akibat dari kontroversi ini, publik tidak hanya merasa dibohongi oleh Soemino Eko Saputro, tetapi dia sendiri pun akhirnya diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dijebloskan ke penjara serta dikenakan denda.[2][3]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]