Stasiun Kedundang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Kedundang
  • Singkatan: KDG
  • Nomor: 3006
Stasiun Kedundang 2016.jpg
Stasiun Kedundang, 2016
Lokasi
Daerah istimewaYogyakarta
KabupatenKulon Progo
KecamatanTemon
DesaKulur
Koordinat7°52′42″S 110°05′54″E / 7.8783858°S 110.0984449°E / -7.8783858; 110.0984449Koordinat: 7°52′42″S 110°05′54″E / 7.8783858°S 110.0984449°E / -7.8783858; 110.0984449
Sejarah
Ditutup21 Juli 2007
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VI Yogyakarta
Kelas stasiun[1]III/kecil
Ketinggian+11 m
Letak[2]km 507+615 lintas Bogor-Bandung-Banjar-Kutoarjo-Yogyakarta
Layanan-
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur2
Jumlah peronSatu peron sisi yang agak tinggi

Stasiun Kedundang (KDG) adalah stasiun kereta api nonaktif kelas III/Kecil yang terletak di Kulur, Temon, Kulon Progo. Stasiun yang terletak pada ketinggian +11 m ini termasuk dalam Daerah Operasi VI Yogyakarta serta merupakan stasiun yang letaknya paling barat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Walaupun diberi nama Kedundang, stasiun ini secara administratif tidak terletak di Desa Kedundang, tetapi di sebelah utara desa tersebut dan berbatasan di stasiun ini.

Stasiun Kedundang yang berada di lintas antara Stasiun Wates dengan Stasiun Wojo ini resmi dinonaktifkan pada tanggal 21 Juli 2007, dimaksudkan untuk efisiensi setelah dibukanya jalur ganda lintas Yogyakarta-Kutoarjo, dikarenakan fungsi awalnya hanya sebagai stasiun persilangan antara kereta api sewaktu masih menggunakan jalur rel tunggal.[3] Sekitar 2 km ke timur stasiun ini, antara Stasiun Kedundang dengan Stasiun Wates, terdapat Halte Pakualam yang berlokasi di Hargorejo, Kokap, Kulon Progo.

Stasiun Kedundang memiliki arsitektur yang mirip dengan Stasiun Sukoharjo, Stasiun Winongo, Stasiun Palbapang, dan Stasiun Bantul, yaitu ciri khas desain atap dan lubang ventilasi udara yang berbentuk bulat. Stasiun ini diperkirakan juga dibangun saat pembangunan jalur rel Yogyakarta-Maos-Cilacap pada kurun waktu tahun 1887 oleh perusahaan kereta api negara pemerintah Hindia Belanda, Staatsspoorwegen.

Stasiun Kedundang yang bercat putih biru bercorak khas era Perumka ini memiliki beberapa ruangan, seperti ruang tunggu penumpang, ruang pelayanan tiket, ruang kepala stasiun, dan ruang PPKA yang tampaknya dibangun belakangan karena bentuk bangunannya berbeda dengan bentuk asli (bangunan stasiun ini bergaya 1950-an).

Bahkan kondisi jendela, pintu, lantai dan ruang tunggu yang mulai rusak. Hal ini dikarenakan sudah tidak ada yang merawat untuk membersihkan stasiun. Masih terdapat juga toilet, sumur, ruang sintelis di sebelah selatan bangunan stasiun dan dua rumah dinas DKA. Pada sebelah barat stasiun terdapat perlintasan sebidang dengan nomor pos jaga 667. Papan nama stasiun juga masih terpasang.

Sehubungan dengan rencana pembangunan bandara di Temon, Kulon Progo, muncul wacana untuk mengaktifkan kembali Stasiun Kedundang sebagai stasiun sub penghubung untuk menuju New Yogyakarta International Airport. Saat ini sedang dilakukan studi kelayakan untuk jalur menuju bandara tersebut.[4][5]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ "Dua Stasiun KA Daop VI Yogyakarta Ditutup Selamanya". Tempo (dalam bahasa Inggris). 2007-06-16. Diakses tanggal 2018-12-09. 
  4. ^ Media, Harian Jogja Digital (2018-09-17). "Proyek Kereta Bandara, Pemdes di Temon Belum Peroleh Sosialisasi". Harianjogja.com. Diakses tanggal 2018-12-09. 
  5. ^ "Kedundang Bakal Jadi Stasiun Sub Penghubung Bandara Baru". Tribun Jogja. 2016-02-29. Diakses tanggal 2018-12-09. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Stasiun sebelumnya   Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Lintas Kereta Api Indonesia Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg   Stasiun berikutnya
menuju Kutoarjo
Kutoarjo–Purwosari