Stasiun Palbapang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Stasiun Palbapang
  • Singkatan: PLP
  • Nomor: 3406
Stasiun Palbapang 01.jpg
Eks-stasiun Palbapang. Tampak papan nama bertuliskan "Terminal Palbapang."
Lokasi
Daerah istimewa Daerah Istimewa Yogyakarta
Kabupaten Bantul
Kecamatan Bantul
Desa Palbapang
Alamat Jalan Panembahan Senopati
Sejarah
Dibuka 21 Mei 1895
Ditutup

1973 (layanan umum)

Pertengahan dekade 1980-an (layanan tetes tebu)
Informasi lain
Operator Daerah Operasi VI Yogyakarta
Kelas stasiun[1] III/kecil
Letak[2] km 14+599 lintas Yogyakarta-Palbapang-Sewugalur
Layanan -

Stasiun Palbapang (PLP) adalah stasiun kereta api nonaktif yang berada di Desa Palbapang, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul. Stasiun ini secara de facto termasuk Daerah Operasi VI Yogyakarta, tetapi tanah tempat stasiun ini berada kini menjadi milik Pemerintah Kabupaten Bantul. Stasiun ini merupakan stasiun yang lokasinya paling selatan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Stasiun ini dibangun sebagai bagian dari jalur kereta api lintas Yogyakarta–Srandakan–Sewugalur.[3] Stasiun ini dibuka pada tanggal 21 Mei 1895 bersamaan dengan pembukaan segmen Yogyakarta–Srandakan.[4]

Stasiun ini sempat diganti arsitekturnya menjadi bergaya 1950-an. Stasiun ini dulu ditutup sejak tahun 1973 untuk layanan PJKA karena jalan raya diperlebar dan mobil makin banyak, kemudian diubah menjadi stasiun untuk angkutan tetes tebu Pabrik Gula Madukismo hingga pertengahan dekade 1980-an.

Stasiun ini dahulu mempunyai kelanjutan menuju Sewugalur yang juga dibuka pada tahun 1895, sedangkan jalur menuju Sewugalur sendiri dibuka pada tahun 1916.[4] Jalur ini unik karena jalur ini merupakan salah satu dari beberapa jalur KA di Indonesia yang dahulu memakai sepur 1.435 mm.[5] Sayangnya kelanjutan jalur ini dibongkar oleh pekerja romusha Jepang pada tahun 1943 karena digunakan untuk membangun jalur kereta api baru di Saketi, Bayah, dan ada yang dibawah ke Burma untuk dibangunkan jalur kereta api di sana. Jalur ini diubah juga menjadi 1.067 mm.[6]

Pada tanggal 20 Juli 1990, Pemerintah Bantul memugar stasiun ini bersamaan dengan peresmian terminal bus Palbapang. Namun bangunan stasiun ini masih ada dan asli. Kondisi stasiun saat ini sangat terawat dan bersih, tidak ada corat-coret di dinding bangunan stasiun. Tidak ada lagi bekas tiang sinyal ataupun tiang telegraf (komunikasi) di sekitar kawasan ini. Semua potongan rel kereta api sudah tidak ada, sedangkan potongan sambungan rel, roda, dan besi tua berbentuk pipa dijadikan monumen kecil di taman pada bagian tengah terminal Palbapang.[7]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ BPCB Yogyakarta, Kemendikbud: Sejarah Jalur Trem Yogyakarta-Brosot
  4. ^ a b Archiv Für Eisenbahnwesen. 58. 1935. 
  5. ^ Reitsma, S.A. (1920). Indische Spoorweg-Politiek. Landsdrukkerij. 
  6. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  7. ^ "Bekas Stasiun Palbapang | TeamTouring". www.teamtouring.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-21. 
Stasiun sebelumnya   Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Lintas Kereta Api Indonesia Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg   Stasiun berikutnya
menuju Yogyakarta
Yogyakarta–Palbapang
Bajang
menuju Sewugalur

Koordinat: 7°54′19″S 110°19′11″E / 7.9051901°S 110.3196108°E / -7.9051901; 110.3196108