Trans Jateng

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Trans Jateng
Logo Trans Jateng.svg
Koridor TJK 1 - Touristo.jpg
Armada aglomerasi Kedungsepur koridor 1
Didirikan7 Juli 2017
Kantor pusatJalan Siliwangi No.355-357, Kota Semarang
Area layanan
Jenis layananBus Rapid Transit
OperatorBervariasi menurut koridor
Kepala Balai Transportasi Jawa TengahJoko Setyawan, SE
WebsiteTrans Jateng di Twitter
Trans Jateng di Instagram

Trans Jateng (gaya penulisan: Transjateng) adalah sistem Bus Rapid Transit terpadu yang dioperasikan dibawah Dinas Perhubungan Jawa Tengah, dimana layanan ini mencakup wilayah Jawa Tengah dan beroperasi menurut aglomerasi perkotaan. BRT ini mengadopsi sistem yang sama seperti layanan BRT selain Transjakarta, khususnya Trans Semarang, yakni halte yang didesain khusus agar penumpang dapat naik ke armada (meskipun tanpa halte transit karena layanan ini belum memiliki sistem persilangan antarkoridor) dan tanpa jalur khusus BRT.

Layanan ini diluncurkan oleh Gubernur Ganjar Pranowo di Terminal Bawen dengan koridor pertamanya yakni Stasiun Tawang hingga Terminal Bawen di daerah aglomerasi Kedungsepur.

Waktu tempuh dari dan ke dua titik pemberhentian di setiap koridornya berada pada kisaran satu hingga dua jam. Sedangkan tarif yang dikenakan per penumpang sebesar Rp4.000,00 untuk penumpang umum, dan Rp2.000,00 untuk buruh, veteran, dan pelajar dengan kartu pengenal (buruh, pelajar, dan veteran) dan Jamsostek (buruh).[1][2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Rencana pengoperasian rute pertama Trans Jateng telah lama direncanakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah. Rencana ini diwujudkan dengan pembangunan prasarana halte di ruas jalan PudakpayungBawen sekitar tahun 2013 hingga 2014.[3] Pembangunan halte yang telah selesai tidak dibarengi dengan kesiapan pengoperasian sistem BRT tersebut menyebabkan halte-halte yang telah dibangun menjadi mangkrak.[4] Pada 7 Juli 2017, diluncurkanlah koridor 1 Trans Jateng anglomerasi Kedungsepur dengan rute Stasiun Semarang TawangTerminal Bawen. Koridor ini menjadi koridor pertama yang diluncurkan Trans Jateng.[5] Koridor ini menggunakan setidaknya 28 armada bus medium dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Terminal Bawen. Koridor ini memiliki rute yang bersinggungan dengan Koridor 2 Trans Semarang.

Koridor 1 Trans Jateng anglomerasi Barlingmascakeb diresmikan pada 13 Agustus 2018. Koridor ini merupakan koridor kedua yang diluncurkan oleh Trans Jateng dengan rute Terminal Bulupitu–Terminal Bukateja. Koridor ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Terminal Bulupitu.[6] sampai saat ini jumlah armada yang dioperasikan di koridor Terminal Bulupitu Purwokerto - Terminal Bukateja Kab Purbalingga sebanyak 14 Armada.

Koridor ketiga Trans Jateng diluncurkan pada 28 Oktober 2019. Koridor ini merupakan koridor 2 anglomerasi Kedungsepur yang melayani rute Terminal Mangkang–Terminal Bahurekso. Koridor ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Alun-Alun Kabupaten Kendal. Koridor ini mengoperasikan setidaknya 14 armada dan terhubung dengan Koridor 1 Trans Semarang di Terminal Mangkang.[7]

Koridor keempat dan kelima Trans Jateng dijalankan pada waktu yang berdekatan. Koridor keempat yaitu koridor 1 anglomerasi Purwomanggung diresmikan pada 1 September 2020 oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Kantor Bupati Purworejo. Koridor ini melayani rute Terminal Kutoarjo–Terminal Borobudur. Koridor ini mengoperasikan setidaknya 14 armada bertipe low entry, berbeda dengan koridor yang diluncurkan sebelumnya.[8] Selain itu, pada saat yang bersamaan dijalankan juga koridor kelima yaitu koridor 1 anglomerasi Subosukowonosraten dalam rangka sosialisasi dan familiarisasi layanan.[9] Koridor ini memiliki 14 armada yang bertipe low entry seperti koridor 1 anglomerasi Purwomanggung. Pada 3 September 2020, koridor ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di Balaikota Surakarta. Koridor 1 anglomerasi Subosukawonosraten melayani rute Terminal Tirtonadi–Terminal Sangiran–Terminal Sumberlawang.[10]

Koridor keenam yang dioperasikan oleh Trans Jateng (Koridor 3 aglomerasi Kedungsepur) diresmikan pada 13 Oktober 2021 di Pendopo Kabupaten Grobogan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dengan trayek Terminal Penggaron, Kota SemarangTerminal Gubug, Kabupaten Grobogan. Koridor ini mengoperasikan 14 armada bertipe pintu rendah dengan dek tinggi dan dengan logo baru.[11]

Koridor[sunting | sunting sumber]

Peta Trans Jateng aglomerasi Kedungsepur (bersama dengan Trans Semarang)
Data Koridor Trans Jateng
Daerah Aglomerasi Nomor Koridor Sesuai Aglomerasi Nomor Koridor Sesuai Peresmian Rute Dibuka
Kedungsepur (Kendal Demak Ungaran Salatiga Semarang Purwodadi) [K] 1 1 Terminal Bawen (Kabupaten Semarang)—Stasiun Semarang Tawang (Kota Semarang) 7 Juli 2017[5]
2 3 Terminal Mangkang (Kota Semarang)—Terminal Bahurekso (Kabupaten Kendal) 28 Oktober 2019[7]
3 6 Terminal Penggaron (Kota Semarang)—Terminal Gubug (Kabupaten Grobogan) [12] 13 Oktober 2021[11]
Barlingmascakeb (Banjarnegara Purbalingga Banyumas Cilacap Kebumen) [B] 1 2 Terminal Bulupitu (Kabupaten Banyumas)—Terminal Bukateja (Kabupaten Purbalingga) 13 Agustus 2018[6]
Purwomanggung (Purworejo Wonosobo Mungkid Magelang Temanggung) [P] 1 4 Stasiun Kutoarjo (Kabupaten Purworejo)—Terminal Borobudur (Kabupaten Magelang) 1 September 2020[8]
Subosukawonosraten (Surakarta Boyolali Sukoharjo Karanganyar Wonogiri Sragen Klaten) / Solo Raya [S] 1 5 Terminal Tirtonadi (Kota Surakarta)—Terminal Sumberlawang (Kabupaten Sragen) 3 September 2020[10]

Sarana dan Prasarana[sunting | sunting sumber]

Sarana[sunting | sunting sumber]

Trans Jateng menggunakan armada bus sedang yang didominasi warna merah, maskot Si Podang, logo Jateng Gayeng, logo Trans Jateng itu sendiri (yang menggunakan gaya penulisan seperti Jateng Gayeng; kecuali pada armada K3), dan informasi tempat wisata di Jawa Tengah pada sisi bus. Semua armada dilengkapi dengan GPS, pendingin udara, hiburan berupa radio, serta papan informasi koridor dan tujuan (baik elektrik yang dilengkapi dengan pengumuman bersuara maupun papan manual). Armada bus dari Transjateng adalah sebagai berikut

Tabel Informasi Armada Bus Trans Jateng
Koridor Tipe Jumlah armada
K1 Mitsubishi FE 84 GBC, Touristo & New Coaster New Armada 28 (?)
K2 Isuzu NQR 71, Zeppelin Gunung Mas 14[7]
K3 Mitsubishi FE 84 GBC, Touristo New Armada (dengan pintu rendah) 14[13]
B1 Mitsubishi FE 84 GBC, Touristo & New Coaster New Armada 25 (?)
P1 Mitsubishi FE 84 GBC, Touristo New Armada (dengan pintu rendah) 14
S1 14

Prasarana[sunting | sunting sumber]

Trans Jateng menggunakan tiga jenis halte, yaitu halte permanen, halte portabel, dan halte lantai bawah (low entry) (khusus di koridor K3, P1, dan S1). Halte tersebut didominasi oleh warna merah (kecuali halte K1 yang bersinggungan dengan Trans Semarang maupun halte Terminal Bawen) dan ramah terhadap difabel. Setiap halte yang dibangun khusus untuk Trans Jateng dilengkapi dengan informasi nama halte maupun papan untuk meletakkan informasi yang dikeluarkan oleh pihak Trans Jateng seperti pengumuman maupun rute yang dilalui.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Nurdin, Nazar (27 Maret 2019). Oliver Purba, David, ed. "Tarif BRT Trans Jateng Koridor Terminal Bawen-Stasiun Tawang Naik Mulai 1 April". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020=09-07. 
  2. ^ Hafiyyan (23 Oktober 2019). "Jateng Siapkan BRT Antarkota, Tarif Cuma Rp2.000 sampai Rp4.000". Bisnis.com. Diakses tanggal 2020-09-06. 
  3. ^ Munir, Syahrul (2014-12-23). "Halte Bus Rapid Transit di Semarang "Habisi" Pedestrian". Kompas.com. 
  4. ^ Dwi Fajar Hari, Deo (2015-09-03). "Halte BRT di Semarang Mangkrak". medcom.id. Diakses tanggal 2020-09-30. 
  5. ^ a b Adhitya Purbaya, Angling (7 Juli 2017). "Ayo Naik Bus Trans Jateng, 3 Hari Gratis". Detikcom. Diakses tanggal 2020-09-07. 
  6. ^ a b Anugrah, Arbi (13 Agustus 2018). "BRT Trans Jateng Koridor I Purwokerto-Purbalinga Diluncurkan". Detikcom. Diakses tanggal 2020-09-06. [pranala nonaktif permanen]
  7. ^ a b c Prayitno, Eddie (28 Oktober 2019). "14 Bus Trans Jateng Rute Semarang-Kendal Diluncurkan, Tarif Gratis hingga 31 Oktober". iNewsJateng. Diakses tanggal 2020-09-06. 
  8. ^ a b Heksantoro, Rinto (1 September 2020). "Diresmikan Ganjar, Trans Jateng Purworejo-Magelang Gratis hingga 9 September". detiktravel. Diakses tanggal 2020-09-06. [pranala nonaktif permanen]
  9. ^ "BRT Trans Jateng di Instagram: "Sesaat lagi sosialisasi dan familiarisasi #trasjatengsurakartasragen..."". Instagram. 2020-09-01. Diakses tanggal 2020-09-30. 
  10. ^ a b Rey, Larasati (4 September 2020). "Gratis 9 Hari! Bus Trans Jateng Koridor Solo-Sragen Mulai Beroperasi". IDN Times. Diakses tanggal 2020-09-06. 
  11. ^ a b "Trans Jateng Semarang-Grobogan Diluncurkan, Pedagang dan Pelajar pun Terbantu" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-10-15. 
  12. ^ Liputan6.com (2021-08-04). "BRT Trans Jateng Buka Lowongan Kerja buat Lulusan SMP hingga S1, Buruan Daftar!". liputan6.com. Diakses tanggal 2021-08-04. 
  13. ^ JawaPos.com (2021-09-04). "Grobogan-Semarang PP Lebih Murah dengan Bus Trans Jateng". radarkudus.jawapos.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-09-04. Diakses tanggal 2021-09-22. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]