Terminal Mangkang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Terminal Mangkang
Terminal Bus Tipe A
Halte Terminal Mangkang Trans Semarang.jpg
AlamatNasional 1 di {{Rute/Kode daerah Jalan Semarang–Kendal
Kota Semarang
Indonesia
Koordinat6°58′07″S 110°17′22″E / 6.968746°S 110.289387°E / -6.968746; 110.289387Koordinat: 6°58′07″S 110°17′22″E / 6.968746°S 110.289387°E / -6.968746; 110.289387
PemilikKementerian Perhubungan Republik Indonesia
Rute busLihat di bawah
Pengelola busLihat di bawah
Sejarah
Dibuka10 Agustus 2009 (2009-08-10)[1]
Layanan
Halte sebelumnya Logo Trans Semarang.png
Trans Semarang
Halte berikutnya
Semarang Zoo
ke arah Penggaron
Koridor 1
Terminus
Texmaco
ke arah Penggaron
Halte sebelumnya Logo TransJateng.jpg Trans Jateng Halte berikutnya
Sumberejo
ke arah Bahurekso
Koridor 2
Kedungsepur
Terminus
Semarang Zoo
ke arah Bahurekso

Terminal Mangkang (bahasa Jawa: ꦠꦼꦂꦩꦶꦤꦭ꧀​ꦩꦁꦏꦁ) adalah sebuah terminal bus tipe A yang terletak di Mangkang Kulon, Tugu, Semarang. Terminal Mangkang melayani trayek angkutan kota, angkutan perbatasan, Trans Semarang, Trans Jateng, dan angkutan antar kota.

Informasi Umum[sunting | sunting sumber]

Terminal Mangkang Semarang berada di ujung barat kota Semarang perbatasan dengan Kabupaten Kendal, termasuk terminal bus tipe A yang dibangun sejak tahun 2002 dan mengalami beberapa renovasi hingga tahun 2005. Terminal ini dibangun untuk mengurangi kepadatan lalu lintas bus-bus antar kota dari arah Barat ke Timur dan arah Selatan ke Barat.[2]

Bangunan terminal saat ini cukup megah. Di seberang terminal Mangkang terdapat Taman Margasatwa Semarang atau lebih dikenal dengan sebutan Bonbin.[3]

Rute Angkutan Kota[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah trayek angkutan kota yang beroperasi di Terminal Mangkang.

  1. Mangkang - Krapyak - Karangayu PP. (C.9)
  2. Mangkang - Kawasan Industri Wijayakusuma - Krapyak PP.(R.6)

Rute Angkutan Perbatasan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah trayek angkutan perbatasan yang beroperasi di Terminal Mangkang.

  1. Mangkang - Karangayu - Terboyo PP.
  2. Mangkang - Sukorejo - Limpung PP.
  3. Mangkang - Kendal - Weleri PP.

Rute Trans Semarang[sunting | sunting sumber]

Trans Semarang diluncurkan oleh Pemerintah Kota Semarang pada 2 Mei 2009 bertepatan dengan hari jadi Kota Semarang yang ke-462 dengan beroperasinya koridor I trayek Terminal Mangkang - Terminal Penggaron pada 18 Mei 2009. Menggunakan 20 armada bus berukuran besar, bus ini mengalami satu kali revitalisasi pada awal tahun 2017 dengan bus berukuran besar bantuan Kemenhub anggaran 2016 (Armada yang sama seperti Trans Jakarta dan semua armada Trans berukuran besar). Armada ini dioperasikan oleh PT Sembilan Sembilan Cahaya.[4]

Layanan Angkutan Aglomerasi Trans Jateng dimulai pukul 05.30 WIB hingga 17.45 WIB. Waktu berhenti di setiap halte sekitar 30 detik di sepanjang rute. Adapun jarak antarbus 10-15 menit.

Koridor I: Mangkang - Penggaron

Rute Berangkat Rute Balik
Terminal Mangkang - Pasar Mangkang - Sango - Kawasan Industri - Karanganyar (SMAN 8) - Karpet - KTI - Taman Lele - Lapangan Tugu - PLN - RSUD Tugu - Pengadilan - Muradi - Cakrawala - Karangayu - ADA Pasar Bulu - Pasar Bulu - Tugu Muda - Halte Transit Imam Bonjol - Jalan Kapten Pierre Tendean - Jalan Pemuda - Halte Transit Balaikota Semarang - Pandanaran - Gramedia - Simpang Lima - RRI Stasiun (Ahmad Yani I) - Mullo (Milo) - Beruang - ADA Majapahit - BLK - Pedurungan/Samsat - Zebra - Manunggal Jati - Pucang Gading - Terminal Penggaron Terminal Penggaron - Bitratex - Pucang Gading - Manunggal Jati - Zebra - BLK - ADA Majapahit - Pasar Gayamsari - Kelinci - Mullo (Milo) - RRI - SPBU (Ahmad Yani II) - Simpang Lima - Gramedia - Pandanaran - Tugu Muda - Halte Transit Imam Bonjol - Jalan Kapten Pierre Tendean - Jalan Pemuda - Halte Transit Balaikota Semarang - Pasar Bulu - ADA Pasar Bulu - Karangayu - Cakrawala - Muradi - Pengadilan - RSUD Tugu - PLN - Lapangan Tugu - Taman Lele - KTI - Karpet - Karanganyar (SMAN 8) - Kawasan Industri - Sango - Pasar Mangkang - Terminal Mangkang

Rute Trans Jateng[sunting | sunting sumber]

Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng koridor III rute Semarang - Kendal mulai mengaspal pada Senin 28 Oktober 2019. Sebanyak 14 Armada disiapkan untuk mengakomodasi perjalanan rute Terminal Mangkang Semarang - Terminal Bahurekso Kendal. Layanan Angkutan Aglomerasi Trans Jateng dimulai pukul 05.30 WIB hingga 19.30 WIB. Waktu berhenti di setiap halte sekitar 30 detik dengan jumlah 40 halte tersebar di sepanjang rute (21 km). Adapun jarak antarbus 10-15 menit.[5][6]

Koridor III : Semarang (Mangkang) - Kendal (Bahurekso)

Rute Berangkat Rute Balik
Terminal Mangkang - Sumberrejo - PT APF - Alun-alun Kaliwungu - SMPN 1 Brangsong - Pasar Cangkring - Simpang 3 Kebondalem - Simpang 4 Alun-alun Kendal - MAN Kendal - SMAN 1 Kendal - Simpang 3 Patebon - SMPN 1 Cepiring - Gondang - Simpang 3 Tlakap - Pucangrejo - Terminal Bahurekso Terminal Bahurekso - Pucangrejo - Simpang 3 Tlakap - Gondang - SMPN 1 Cepiring - Simpang 3 Patebon - SMAN 1 Kendal - MAN Kendal - Simpang 4 Alun-alun Kendal - Simpang 3 Kebondalem - Pasar Cangkring - SMPN 1 Brangsong - Alun-alun Kaliwungu - PT APF - Sumberrejo - Terminal Mangkang

Rute Bus Antar Kota[sunting | sunting sumber]

Mulai Tanggal 1 September 2018, Terminal Terboyo resmi ditutup karena akan dilakukan pembangunan dan perubahan fungsi menjadi “Fasilitas Parkir Angkutan Barang Terboyo”. Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) yang pada mulanya mempunyai titik pemberhentian akhir di Terminal Terboyo, dialihkan sepenuhnya ke Terminal Mangkang.[7]

Berikut ini adalah trayek AKAP yang beroperasi di Terminal Mangkang.[8]

Jalur 1 (Surabaya via Solo)

  1. Semarang - Solo - Surabaya (EKONOMI): Sugeng Rahayu
  2. Semarang - Solo - Surabaya: Eka, Sugeng Rahayu

Jalur 2 (Surabaya via Tuban)

  1. Semarang - Tuban - Surabaya (EKONOMI): Jaya Utama Indo, Sinar Mandiri Mulia, Restu, Widji Lestari
  2. Semarang - Tuban - Surabaya: Jawa Indah, Jaya Utama Indo, Nusantara, Sinar Mandiri Mulia, Widji Lestari

Jalur 3 (Solo/Yogyakarta)

  1. Semarang - Salatiga - Solo: Ismo, Muncul, Rajawali, Semeru
  2. Semarang - Magelang - Yogyakarta: Ramayana

Jalur 4 (Purwokerto/Cilacap)

  1. Semarang - Wonosobo - Purwokerto: Nusantara
  2. Semarang - Magelang - Cilacap: Efisiensi, Sumber Alam

Jalur 5 (Tegal/Cirebon/Bandung/Jakarta)

  1. Semarang - Pekalongan - Tegal - Cirebon: Coyo, Ezri, Nusantara
  2. Semarang - Magelang - Bandung: Budiman

Permasalahan Terminal Mangkang[sunting | sunting sumber]

Terminal Mangkang dibangun untuk mengurangi kepadatan lalu lintas bus-bus antar kota dari arah Barat ke Timur dan arah Selatan ke Barat. Namun pada kenyataannya masih banyak bus yang berhenti di luar terminal dan mengganggu arus lalu lintas di sepanjang jalan arteri primer. Bangunan terminal juga belum optimal pemanfaatannya karena cenderung sepi dan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh penumpang. Selain itu, keberadaan terminal bayangan di sekitar Terminal Mangkang juga semakin menambah nilai negatif bagi Terminal Mangkang yang menyebabkan Terminal Mangkang sepi. Terminal bayangan merupakan tempat ilegal dengan oknum-oknum yang biasa melakukan pungutan. Keberadaan terminal muncul karena akses yang mudah serta jarak dengan kota yang tidak terlalu jauh. Hal ini berdampak negatif bagi terminal utama seperti Terminal Mangkang yang menjadi sepi.[2]

Meski Terminal Terboyo sudah hampir setahun ditutup, awak bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) belum mau menempati Terminal Mangkang. Alasannya, karena Terminal Mangkang dinilai terlalu jauh untuk bus jurusan arah timur (Surabaya). Jarak yang terlalu jauh dari posisi terminal yang lama menyebabkan waktu tempuh jika harus berhenti di Terminal Mangkang waktu tempuh akan bertambah. Selama ini ketika bus berhenti di Terminal Terboyo, bus jurusan Surabaya - Semarang membutuhkan waktu tempuh 8 jam dari Surabaya. Sementara, kalau sampai Terminal Mangkang membutuhkan waktu tambahan 30 menit jika melalui tol. Bertambahnya waktu tempuh dikhawatirkan akan mempengaruhi waktu istirahat sopir. Sopir bus khawatir jika kelelahan dan mengantuk di jalan akan membahayakan keselamatan ketika berkendara.

Selain alasan tersebut, mayoritas penumpang bus Surabaya - Semarang mempunyai okupansi yang sepi pada jalur Terboyo - Mangkang, sehingga bus kebanyakan berangkat dari Terminal Mangkang tanpa membawa penumpang, dan bus kembali mengetem di depan eks Terminal Terboyo. Penambahan rute tersebut diyakini para supir akan menambah kerugian biaya operasional dengan perkiraan 15 liter BBM menguap untuk memenuhi trayek ke terminal akhir.[9][10]

Daftar Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Khoiru Anas, Muhammad (28 Agustus 2020). "Terminal Mangkang". Tribunjateng. Diakses tanggal 4 September 2020. 
  2. ^ a b Andriyanti, Dyah. "DAMPAK TERMINAL MANGKANG KOTA SEMARANG DAN PERMASALAHAN DI KAWASAN SEKITARNYA". Diakses tanggal 17 April 2020. 
  3. ^ "Terminal Mangkang". Seputar Semarang. 2011-04-20. Diakses tanggal 2020-04-16. 
  4. ^ "Rute Bus BRT Trans Semarang Koridor I, II dan IV". Seputar Semarang. 2009-08-25. Diakses tanggal 2020-04-16. 
  5. ^ Network, Ayo Media (2019-10-21). "14 unit Trans Jateng Siap Layani Rute Mangkang-Kendal". AyoSemarang.com. Diakses tanggal 2020-04-16. 
  6. ^ Tengah, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa; Tengah, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa. "Launching BRT Trans Jateng Rute Semarang - Kendal". Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah. Diakses tanggal 2020-04-16. 
  7. ^ "Pengumuman Penutupan Terminal Terboyo". MIK SEMAR Community (dalam bahasa Inggris). 2018-08-27. Diakses tanggal 2020-04-16. 
  8. ^ "Informasi Trayek AKDP di Terminal Penggaron & Mangkang". MIK SEMAR Community (dalam bahasa Inggris). 2018-09-13. Diakses tanggal 2020-04-16. 
  9. ^ "Alasan Beberapa Crew Bus Enggan ke Terminal Mangkang dan Penggaron". Tribun Jateng. Diakses tanggal 2020-04-16. 
  10. ^ ap (2019-09-02). "Dinilai Jauh, Bus AKAP Ogah Masuk Terminal Mangkang". RADARSEMARANG.ID. Diakses tanggal 2020-04-16.