Aglomerasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Aglomerasi adalah istilah umum yang merujuk kepada upaya pengumpulan beberapa elemen ke dalam suatu tempat (wilayah). Dalam ilmu kimia, Aglomerasi dapat diartikan sebagai pengumpulan dan/atau penumpukan partikel atau zat menjadi satu. Sedangkan dalam ilmu ekonomi memeliki pengertian pemusatan beberapa perusahaan ke dalam satu wilayah.[1][2][3][4]

Dunia usaha[sunting | sunting sumber]

Aglomerasi dalam dunia usaha memiliki pengertian pengelompokkan atau pemusatan beberapa perusahaan dalam suatu daerah atau wilayah sehingga membentuk daerah khusus industri. Beberapa sebab yang memicu terjadinya aglomerasi adalah karena tersedianya tenaga kerja di suatu wilayah, suatu perusahaan menjadi daya tarik bagi perusahaan lain, berkembangnya suatu perusahaan, sehingga menimbulkan perusahaan lain untuk menunjang perusahaan yang membesar tersebut, adanya perpindahan suatu kegiatan produksi dari satu tempat ke beberapa tempat lain, dan suatu perusahaan dibangun untuk mendekati sumber bahan untuk aktivitas produksi yang dihasilkan oleh perusahaan yang sudah ada, guna saling menunjang satu sama lain. Aglomerasi dapat dibagi mencadi dua macam, yaitu

  • Aglomerasi primer, di mana perusahaan yang baru muncul tidak ada hubungannya dengan perusahaan lama
  • Aglomerasi sekunder, di mana perusahaan yang baru beroperasi adalah perusahaan yang memiliki tujuan untuk memberi pelayanan pada perusahaan yang lama.

Pusat pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Aglomerasi juga diterapkan sebagai pusat pemerintahan di Kabupaten Magelang, di mana Kota Mungkid, yang merupakan kawasan dari beberapa kecamatan dijadikan sebagai pusat pemerintahan atau ibu kota Kabupaten Magelang.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]