Kereta api Kuda Putih

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kereta api Kuda Putih
Kudac.jpg
KRD Kuda Putih
Info
Kelas Komuter ekonomi
Sistem Kereta komuter
Status Tak beroperasi, diganti dengan KA Prameks
Lokal Daerah Operasi VI Yogyakarta
Stasiun terminus Yogyakarta
Solo Balapan
Operasional
Pemilik Perusahaan Negara Kereta Api,
Perusahaan Jawatan Kereta Api
Operator Daerah Operasi VI Yogyakarta
Depot Solo Balapan (SLO)
Sarana yang dijalankan Tidak ada (KRD tidak ditarik lokomotif)
Lebar sepur 1.067 mm
Elektrifikasi -
Kecepatan operasi 60 s.d. 90 km/jam
MCDW 300
Beroperasi? Tidak
Produsen Glossing und Schöler GmbH
Ferrostaal
Tahun dinas 1963-1980
Jumlah sudah diproduksi 7 unit
Formasi 2 kereta per set
Operator Perusahaan Negara Kereta Api,
Perusahaan Jawatan Kereta Api
Data teknis
Bodi gerbong Stainless steel
Panjang gerbong 18.690 mm
Kecepatan maksimum 90 km/jam
Berat 32 ton
Jenis mesin GM 8V71
Daya mesin 215 hp
Transmisi Hidraulik tipe Voith Diwabus U+S
Lebar sepur 1.067 mm

Kereta api Kuda Putih atau MCDW 300 adalah nama sebuah kereta rel diesel yang pernah beroperasi di lintas Yogyakarta-Solo Balapan, pendahulu kereta api Prambanan Ekspres. Kereta yang berjuluk Turangga Seta ini merupakan KRD yang pertama kalinya dioperasikan di Indonesia dan dioperasikan oleh Perusahaan Negara Kereta Api Daerah Operasi VI Yogyakarta. Nama "Kuda Putih" berasal dari gambar dua ekor kuda yang terdapat pada hiasan berbentuk kupu-kupu di atas kaca kabin masinisnya.

Operasional[sunting | sunting sumber]

Kereta api ini diberi nomor seri MCDW 300 sebanyak tujuh buah dan diproduksi oleh pabrik di Jerman, yakni Glossing und Schöler GmbH[1], bekerja sama dengan Ferrostaal[2], pada tahun 1963. Setiap satu rangkaian hanya terdiri atas dua unit kereta yang semuanya berkabin masinis. Karena hanya beroperasi dua kereta per setnya, sementara ada tujuh unit, maka satu unit sisanya dijadikan cadangan.[3]

KRD ini memiliki panjang 18.690 mm, berat 32 ton, daya mesin 215 hp, dan dapat melaju hingga 90 km/jam. Bodi kereta menggunakan bahan stainless steel. KRD ini mempergunakan transmisi hidraulik Voith Diwabus U+S dan mesin GM 8V71.[4] Bentuk KRD ini diyakini juga mirip dengan bus, oleh karena itu, KRD Kuda Putih ini dapat disebut juga sebagai bus rel (rail bus).[3]

Pada masa jayanya, kereta api Kuda Putih ini menjadi primadona bagi masyarakat yang ingin "nglaju" Jogja-Solo pada waktu itu. Pada dekade 1970-an, sejumlah unit KRD ini mulai rusak karena tidak ada suku cadang. Bahkan, agar tetap bisa melayani penumpang komuter yang pada masa itu terus bertambah, KRD ini ditarik lokomotif diesel. Akhirnya, KRD MCDW 300 telah berhenti beroperasi sejak sekitar 1980, dan perannya digantikan oleh KRD MCW 302. Sejak saat itu, KRD ini tersisa satu unit dan dikandangkan di Dipo Lokomotif Solo Balapan.[3]

Pelestarian[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 30 November 2011, Unit Pusat Pelestarian dan Benda Bersejarah PT Kereta Api Indonesia memindahkan satu unit KRD Kuda Putih yang tersisa ke Stasiun Lempuyangan untuk dijadikan sebagai monumen. Pada hari Kamis, 8 Desember 2011, KRD ini dipindahkan dari Dipo Solo Balapan ke Stasiun Lempuyangan dengan menggunakan kereta api luar biasa (KLB) bersama Crane Kirow. KRD ini dijadikan sebagai kereta pustaka sekaligus monumen.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]