Kereta api Argo Muria

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Argo Muria
PapanKeretaApi 2020.svg
KA ARGO MURIA
Semarang Tawang - Gambir (PP)
Muria K9.jpg
Kereta api Argo Muria akan melintasi Stasiun Semarang Poncol
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Mulai beroperasi22 Desember 1997
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalSemarang Tawang
Stasiun akhirGambir
Jarak tempuh440 km
Waktu tempuh reratasekitar 5,5 jam
Frekuensi perjalananSekali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif
Pengaturan tempat duduk50 tempat duduk disusun 2-2
kursi dapat direbahkan dan diputar
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks dengan tirai dan lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, dan peredam suara
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional70–105 km/jam
Pemilik jalurDirektorat Jenderal Perkeretaapian
Nomor pada jadwal
  • 13-14 (reguler)
  • 7003-7004 (tambahan)

Kereta api Argo Muria merupakan layanan kereta api penumpang kelas Eksekutif yang dioperasikan Kereta Api Indonesia untuk melayani lintas Semarang TawangGambir dan sebaliknya. Nama "Muria" diambil dari salah satu gunung di Jawa Tengah, Gunung Muria.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Awal pengoperasian kereta api[sunting | sunting sumber]

Kereta api Argo Muria saat menggunakan rangkaian kereta lama, sekitar tahun 2002 hingga 2006

Kereta api Argo Muria pertama kali beroperasi pada 22 Desember 1997 yang menawarkan perjalanan dengan jadwal pemberangkatan pagi hari dari arah Jakarta ke Semarang dan sore hari dari arah sebaliknya menggunakan rangkaian kereta berbogie K9 sehingga menjadi salah satu kereta unggulan di zamannya. Namun, kereta api Argo Muria I sempat berhenti beroperasi pada 20–26 Mei 1998 akibat tingkat okupansi yang rendah.[1] Selain kereta api Argo Muria I, beberapa pengoperasian kereta api penumpang juga sempat dihentikan akibat kerusuhan yang terjadi di Jakarta.[1]

Pada 1998, kereta api ini sempat beroperasi menggunakan rangkaian kereta keluaran tahun 1965 hasil pemulihan.[1]

Mulai 2002, kereta api Argo Muria I dan Argo Muria II beroperasi menggunakan rangkaian kereta buatan PT INKA keluaran 2002, sehingga rangkaian kereta sebelumnya digunakan untuk menambah perjalanan kereta api Argo Gede. Kereta api yang baru dioperasikan tersebut memiliki waktu perjalanan yang berkebalikan dengan Argo Muria I sehingga tersedia dua jadwal pemberangkatan kereta api relasi Semarang–Jakarta.[1]

Sejak tahun 2007, nama "Argo Muria I" dilakukan perubahan nama menjadi Argo Sindoro dan mulai beroperasi menggunakan rangkaian kereta dengan bogie K9 yang sebelumnya pernah digunakan untuk pengoperasian kereta api Argo Lawu.[1] Kemudian, kereta api ini kembali beroperasi menggunakan rangkaian kereta eksekutif keluaran tahun 2002 sejak rangkaian kereta api dengan bogie K9 milik Argo Bromo Anggrek dan Argo Sindoro ditarik oleh PT INKA untuk dilakukan perbaikan ulang.

Pengoperasian kereta api saat ini[sunting | sunting sumber]

Kereta api Argo Muria saat melintas langsung Stasiun Semarang Poncol

Pada tahun 2017, kereta api ini sempat beroperasi menggunakan rangkaian kereta eksekutif buatan PT INKA keluaran tahun 2017.

Mulai bulan April 2019, kereta api ini (bersama kereta api Argo Sindoro) kembali beroperasi menggunakan rangkaian kereta dengan bogie K9 dalam pengoperasiannya—sebelumnya digunakan untuk pengoperasian kereta api Argo Bromo Anggrek.

Rangkaian kereta eksekutif keluaran tahun 2017 tersebut dimutasi ke Depo Kereta Cirebon (CN) untuk pengoperasian kereta api Argo Cheribon.

Pada budaya populer[sunting | sunting sumber]

Kereta api Argo Muria bersama kereta api kelas Argo lainnya diangkat menjadi lagu campur sari karya Cak Diqin, "Sepur Argo Lawu". yang mana disebutkan nama-nama kereta api, seperti Argo Lawu, Argo Dwipangga, Argo Wilis, Argo Muria, Argo Bromo Anggrek, dan Sri Tanjung.[2]

Data teknis[sunting | sunting sumber]

Nomor urut 1 2 3 4 Kereta makan (M1) 5 6 7 8 9 Kereta pembangkit (P)
Keterangan Kereta penumpang kelas eksekutif (K1) Kereta penumpang kelas eksekutif (K1)
Depo Kereta Semarang Poncol (SMC)
Catatan :
  • Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu
  • Pada hari-hari tertentu ditambahkan kereta priority

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e "Sindoro-Muria, Dua Bersaudara dari Semarang". Roda Sayap. 2019-05-26. 
  2. ^ Lirik dan Kunci Gitar untuk lagu "Sepur Argo Lawu"

Pranala luar[sunting | sunting sumber]