Kereta api Argo Wilis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kereta api Argo Wilis
Papan Nama KA Argo Wilis 2019.png
Argo Wilis Stainless Steel.jpg
Kereta api Argo Wilis stainless steel
Informasi umum
Jenis layanan
  • Kereta api ekspres
  • kereta api jarak jauh
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi I Jakarta
Mulai beroperasi
  • 8 November 1998 (sebagai relasi Bandung-Surabaya Gubeng)
  • 1 Desember 2019 (KA Argo Wilis akan diperpanjang sampai Gambir)
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang1.300 penumpang per hari (semejak diperpanjang sampai jakarta)
Rute
Stasiun awalGambir
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirSurabaya Gubeng
Jarak tempuh865 km
Waktu tempuh reratarata-rata 17 jam
Frekuensi perjalananSekali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif argo
Pengaturan tempat duduk50 tempat duduk disusun 2-2
kursi dapat direbahkan dan diputar
Fasilitas kateringAda.
Dapat memesan sendiri makanan di kereta makan yang tersedia.
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai dan lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas bagasiAda
Fasilitas lainLampu baca, lubang audio jack 3.5 mm, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, AC, dan peredam suara
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal1-2
Peta rute
Surabaya Gubeng–Bandung
Untuk KA Argo Wilis, Turangga, dan Pasundan
Ke Surabaya Kota
Ke SBI
Surabaya Gubeng
Wonokromo
ke Malang
Jalan Tol Surabaya-Gempol
Jalan Tol Surabaya-Mojokerto
Ke Sidoarjo
Jembatan Kali Porong
Mojokerto
Jombang
Ke Malang
Jembatan Kali Brantas
Kertosono (kecuali KA Pasundan)
Nganjuk
Caruban
Madiun
Paron
Walikukun
Jawa Timur
Jawa Tengah
Sragen
Jembatan Bengawan Solo
Ke Gundih, Semarang
Solo Balapan
Ke Wonogiri
Purwosari
Klaten
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jembatan Kali Opak
Lempuyangan
Yogyakarta
Jembatan Kali Progo
Wates
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Ke Purworejo
Kutoarjo
Kebumen
Gombong
Terowongan Ijo
Sumpiuh
Kroya (kecuali KA Pasundan 179)
Ke Purwokerto, Cirebon
Maos
Jembatan Kali Serayu
ke Cilacap
Sidareja
Banjar
Ciamis
Jembatan Cirahong
Tasikmalaya
Cipeundeuy
Cibatu
Jembatan Sungai Cimanuk
Leles
Jalan Tol Padalarang-Cileunyi
Kiaracondong
Bandung
ke Jakarta

Keterangan:

  • Turangga dan Pasundan juga berhenti di stasiun yang bertanda bolong
  • Pasundan berterminus di Stasiun Kiaracondong
  • Hanya Pasundan yang berhenti di stasiun yang ditulis miring
  • Argo Wilis melintas langsung di stasiun yang bertanda bolong dan ditulis miring

Kereta api Argo Wilis merupakan kereta api kelas eksekutif argo tertinggi yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) di Jawa yang melayani rute Gambir-Surabaya Gubeng via Bandung-Tasikmalaya-Cilacap dan sebaliknya.

Asal-usul nama[sunting | sunting sumber]

Kata "Argo" digunakan sebagai citra merek layanan kereta api eksekutif unggulan, sedangkan kata "Wilis" diambil dari nama Gunung Wilis yang memiliki ketinggian 2.169 m dari permukaan laut dan merupakan tataran pegunungan yang panjang dengan puncak tertingginya berada di kawasan Ngliman, Nganjuk, Jawa Timur.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kereta api Argo Wilis melintasi stasiun Geneng.

Kereta api ini dioperasikan pertama kalinya pada tanggal 8 November 1998. Perjalanan sejauh 697 km ditempuh dalam waktu kurang lebih 12 jam dan dalam perjalanan hanya berhenti di Stasiun Cipeundeuy, Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Kutoarjo, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, dan Jombang.[1]

Kereta api ini merupakan satu-satunya kereta api kelas eksekutif argo yang melayani di jalur di luar Jakarta (Bandung - Surabaya Gubeng dan sebaliknya) dan merupakan kereta api dengan nomor kereta tertinggi untuk lintas selatan Jawa. Kereta api ini berjalan di pagi hari dari Bandung menuju Surabaya Gubeng maupun sebaliknya, dan tiba di tujuan pada malam hari. Dalam perjalanan Bandung - Surabaya, penumpang dapat menikmati pemandangan Parahyangan bagian timur.

Rangkaian[sunting | sunting sumber]

Dalam satu rangkaian, kereta api ini terdiri dari delapan hingga sembilan kereta penumpang eksekutif (K1), satu kereta makan (M1), dan satu kereta pembangkit listrik (P). Dengan jumlah kereta yang dibawa, KA ini mengangkut sekitar 350 sampai 450 penumpang dalam sekali jalan.[2]

Kereta api ini mendapatkan rangkaian terbaru dari INKA sejak peluncurannya tahun 1998. Namun, karena sebagian kereta eksekutif argo buatan tahun 1998 juga dialokasikan untuk KA Argo Dwipangga, maka beberapa kereta eksekutif buatan tahun 1995 milik KA Argo Gede pun seringkali dipakai khususnya jika KA Argo Wilis sedang membawa rangkaian panjang.

Sampai dengan bulan Juni 2018, Argo Wilis menggunakan kereta yang bervariasi antara kereta eksekutif Argo buatan tahun 1995, 1996, 1998, dan 2002, maupun kereta lainnya, dan seringkali bertukar kereta dengan Argo Parahyangan.

Sejak 8 Juni 2018 KA Argo Wilis resmi menggunakan kereta eksekutif baja nirkarat keluaran tahun 2018 buatan PT. INKA Madiun, beserta kereta makan dan kereta pembangkitnya. sedangkan rangkaian lamanya (K1 1998) disimpan di Dipo Kereta Bandung atau dimutasi ke Yogyakarta (YK), Cirebon (CN), Sidotopo (SDT), Surabaya Pasarturi (SBI). Sebagian rangkaian K1 buatan tahun 1998 (K1 0 98 01 s.d K1 0 98 08) dimutasi ke Divisi Regional I Medan untuk memenuhi rangkaian KA Sribilah (eksekutif & eksekutif - bisnis).

Lokomotif penarik[sunting | sunting sumber]

Lokomotif penarik kereta api ini awalnya adalah CC203, namun karena pada beberapa tahun setelah awal peluncurannya kereta api ini seringkali hanya membawa empat sampai lima kereta eksekutif, maka kereta ini menjadi lebih sering ditarik lokomotif CC201, dan hanya ditarik CC203 saat membawa rangkaian yang lebih panjang. Saat itu, lokomotif CC203 lebih sering dialokasikan untuk Lodaya.

Saat munculnya lokomotif CC204, tidak membuat CC204 sering dialokasikan untuk kereta api ini. Seiring waktu berjalan, kereta ini sering membawa enam kereta eksekutif sehingga lokomotif CC203 pun kembali dialokasikan sebagai lokomotif penarik utama, menggantikan CC201.

Saat CC206 mulai datang, CC206 terkadang menarik kereta api ini, dan sejak pertengahan tahun 2016 menjadi lokomotif penarik utama karena kereta api ini membawa delapan kereta eksekutif atau lebih dalam setiap perjalanannya.

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif kereta api ini adalah antara Rp230.000,00 - Rp1.050.000,00, bergantung pada jarak tempuh, subkelas/posisi tempat duduk dalam rangkaian kereta.Pada hari-hari tertentu seperti akhir pekan dan libur nasional akan ditambahkan kereta kelas priority. Selain itu, berlaku pula tarif khusus yang hanya dapat dipesan mulai dua jam sebelum keberangkatan di stasiun yang berada dalam rute berikut.

Jadwal perjalanan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah jadwal kereta api Argo Wilis per 1 Desember 2019 (berdasarkan Gapeka 2019).

KA 1 Argo Wilis (Surabaya Gubeng-Bandung-Gambir) KA 2 Argo Wilis (Gambir-Bandung-Surabaya Gubeng)
Stasiun Datang Berangkat Stasiun Datang Berangkat
Surabaya Gubeng - 07.00 Gambir - 05.00
Jombang 07.53 07.55 Cimahi 07.54 07.56
Madiun 09.08 09.13 Bandung 08.07 08.40
Solo Balapan 10.28 10.35 Cipeundeuy 10.31 10.41
Yogyakarta 11.22 11.35 Tasikmalaya 11.29 11.33
Kutoarjo 12.28 12.38 Banjar 12.20 12.33
Kebumen 13.05 13.07 Kroya 14.00 14.10
Kroya 13.49 14.02 Kebumen 14.52 15.00
Banjar 15.25 15.31 Kutoarjo 15.26 15.30
Tasikmalaya 16.18 16.23 Yogyakarta 16.23 16.30
Cipeundeuy 17.12 17.30 Solo Balapan 17.17 17.22
Bandung 19.32 19.55 Madiun 18.37 18.42
Cimahi 20.06 20.08 Jombang 19.47 20.00
Jatinegara 22.58 23.00 Surabaya Gubeng 20.54 -
Gambir 23.15 -

Perpanjangan hingga Stasiun Gambir[sunting | sunting sumber]

KA Argo Wilis akan diperpanjang hingga Stasiun Gambir setelah diterbitkan grafik perjalanan kereta api mulai tanggal 1 Desember 2019.[3] Pengoperasiannya akan dipindahtangankan dari Daerah Operasi II Bandung ke Daerah Operasi I Jakarta, serta Rangkaian Kereta api Argo Wilis yang sebelumnya Dipo Kereta Bandung (BD) tersebut akan dimutasi Ke Jakarta Kota (JAKK) (sudah resmi kepemilikan Daerah Operasi I Jakarta, jangan harap mengubah artikel kereta api argo wilis).

  • Susunan rangkaiannya adalah: (Mulai 1 Desember 2019)
    • 1 Lokomotif CC206 Dipo Induk JNG/BD
    • 4 Kereta Eksekutif (K1 2018 JAKK)
    • 1 Kereta Makan (M1 2018 JAKK)
    • 4 Kereta Eksekutif (K1 2018 JAKK)
    • 1 Kereta Pembangkit (P 2018 JAKK)

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Kereta Argo Wilis ini memiliki berbagai fasilitas yang lengkap di antaranya ada fasilitas tempat duduk yang nyaman, fasilitas katering, fasilitas observasi, fasilitas hiburan, lampu baca, alat pemadam kebakaran, rem darurat, pendingin udara dan toilet.

Pada budaya populer[sunting | sunting sumber]

Kereta api Argo Wilis bersama kereta api kelas argo lainnya diangkat menjadi lagu campur sari karya Cak Diqin, "Sepur Argo Lawu".[4] Pada lagu tersebut disebutkan nama Argo Lawu, Argo Dwipangga, Argo Wilis, Argo Muria, Argo Bromo Anggrek, dan Sri Tanjung.

Insiden[sunting | sunting sumber]

  • Pada tanggal 4 Februari 2013, kereta api Argo Wilis yang ditarik CC201 14 menabrak mobil Toyota Avanza, di Manonjaya, Tasikmalaya, Jawa Barat. Satu orang selamat, sedangkan lima orang luka parah.[5]
  • Pada tanggal 20 Desember 2013, terjadi kerusakan rel di km 393+8//9 antara Maos-Sikampuh. Seorang warga bernama Ahmad Suryadi berhasil menghentikan kereta api Argo Wilis yang melaju kencang sehingga dapat berhenti sebelum melewati rel yang rusak tersebut.[6]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Situs resmi PT Kereta Api Indonesia

Jadwal Kereta Api Argo Wilis