Stasiun Jakarta Kota

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Jakarta Kota)
Stasiun Jakarta Kota
Kereta Api Indonesia KAI Commuter
B01TP01

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun JAKK.png
Stasiun Jakarta Kota JAKK fasad belakang 2020-12-14.jpg
Fasad Pintu Utara Stasiun Jakarta Kota 2021
LokasiJalan Stasiun Kota No. 1
Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, 11110
Indonesia
Ketinggian+4 m
OperatorKereta Api Indonesia
Daerah Operasi I Jakarta
KAI Commuter
Letak dari pangkalkm 0+000 lintas Jakarta Kota–:
Jumlah peronEnam peron teluk dengan dua peron sisi dan lima peron pulau
Jumlah jalur11:
  • jalur 3: sepur lurus ke arah Cikarang melalui Kampung Bandan bawah
  • jalur 4: sepur lurus ke arah Cikarang melalui Kampung Bandan bawah
  • jalur 7: sepur lurus ke arah Tanjung Priuk via Kampung Bandan atas
  • jalur 8: sepur lurus ke arah Tanjung Priuk via Kampung Bandan atas
  • jalur 9: sepur lurus dari dan ke depo kereta
  • jalur 10: sepur lurus ke arah Cikarang via Manggarai
  • jalur 11: sepur lurus ke arah Bogor
Konstruksi
ArsitekFrans Johan Louwrens Ghijsels
Gaya arsitekturArt Deco
Informasi lain
Kode stasiun
  • JAKK
  • 0420
[2]
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka8 Oktober 1929; 92 tahun lalu (1929-10-08)
Nama sebelumnyaStation Batavia-Benedenstad dan Djakarta
Operasi layanan
Kutojaya Utara, Menoreh, dan KRL Commuter Line
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Terminus Lin Bogor Jayakarta
ke arah Bogor
Lin Bogor Jayakarta
ke arah Nambo
Lin Tanjung Priok Kampung Bandan
Layanan penghubung
Stasiun sebelumnya Transjakarta Stasiun berikutnya
Terminus Koridor 1
transfer di Kota
Museum Fatahillah
Perjalanan satu arah
Glodok
ke arah Blok M
Terminus
Terminus Koridor 4
transfer di Kota
Museum Fatahillah
Perjalanan satu arah
Glodok Terminus
Museum Fatahillah
Perjalanan satu arah
Koridor 5
transfer di Kota
Terminus Pangeran Jayakarta
Koridor 9
transfer di Kota
Museum Fatahillah
Perjalanan satu arah
Glodok
ke arah Pinang Ranti
Terminus
Museum Fatahillah
Perjalanan satu arah
Koridor 12
transfer di Kota
Pangeran Jayakarta
Stasiun sebelumnya MRT Jakarta logo.svg Stasiun berikutnya
Glodok
ke arah Lebak Bulus
Lin Utara–Selatan
dalam pembangunan
transfer di Kota
Terminus
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Layanan pelanggan Musala Toilet Mesin tiket Cetak tiket mandiri Pemesanan langsung di loket 
Ruang/area tunggu Tempat naik/turun Parkir Isi baterai Galeri ATM Restoran 
Logo Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.png Cagar budaya Indonesia
Stasiun Kereta Api Jakarta Kota (BEOS)
KategoriBangunan
No. RegnasRNCB.20050425.02.000582
Tanggal SK1993
PemilikPT Kereta Api Indonesia (Persero)
PengelolaPT Kereta Api Indonesia (Persero)
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Lokasi pada peta

Stasiun Jakarta Kota (JAKK) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di kawasan Kota Tua Jakarta, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat. Dengan luas 325 ha (3.250.000 m2),[3] stasiun yang terletak pada ketinggian +4 meter ini merupakan stasiun utama ketiga wilayah Jabodetabek; termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta, dan merupakan satu dari sedikit stasiun di Indonesia yang bertipe terminus (perjalanan awal/akhir), yang tidak memiliki jalur lanjutan lagi.

Stasiun ini dikenal pula dengan sebutan Stasiun Beos atau Stasiun Kota, walaupun nama asli stasiun ini adalah Stasiun Batavia-benedenstad dan sejak zaman pendudukan Jepang, mulai menggunakan nama Djakarta (Stasiun Jakarta aslinya merujuk pada stasiun ini). Nama "Stasiun Kota" juga dapat merujuk kepada Stasiun Surabaya Kota.

Keberadaan Stasiun Jakarta Kota pada saat ini diperdebatkan karena hendak direnovasi dengan penambahan ruang komersial. Padahal stasiun ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Selain bangunannya kuno, stasiun ini merupakan stasiun tujuan terakhir perjalanan. Seperti halnya Stasiun Surabaya Kota atau Stasiun Semut di Surabaya yang merupakan cagar budaya, tetapi juga terjadi renovasi yang dinilai kontroversial.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Nama Beos pada julukan stasiun ini memiliki banyak versi. Pertama, nama Beos mengacu pada nama stasiun Batavia BOS Bataviasche Oosterspoorweg Maatschapij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur), yang berada pada lokasi yang sama sebelum dibongkar.[4] Perusahaan ini adalah sebuah perusahaan kereta api swasta yang menghubungkan Batavia dengan Kedunggedeh. Versi lain, Beos berasal dari kata Batavia En Omstreken, yang artinya Batavia dan Sekitarnya, yang berasal dari fungsi stasiun sebagai pusat transportasi kereta api yang menghubungkan Kota Batavia dengan kota lain seperti Bekassie (Bekasi), Buitenzorg (Bogor), Parijs van Java (Bandung), Karavam (Karawang), dan lain-lain.[5]

Sebenarnya, masih ada nama lain untuk Stasiun Jakarta Kota ini, yakni Batavia Zuid yang berarti Stasiun Batavia Selatan.[4] Nama ini muncul karena pada akhir abad ke-19, Batavia sudah memiliki lebih dari dua stasiun kereta api. Satunya adalah Stasiun Batavia Noord (Batavia Utara) yang terletak di sebelah selatan Museum Sejarah Jakarta sekarang. Batavia Noord pada awalnya merupakan milik perusahaan kereta api Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij, dan merupakan terminus untuk jalur Batavia-Buitenzorg. Pada tahun 1913 jalur Batavia-Buitenzorg ini dijual kepada pemerintah Hindia Belanda dan dikelola oleh Staatsspoorwegen. Pada waktu itu kawasan Jatinegara dan Tanjung Priok belum termasuk gemeente Batavia.[5]

Batavia Zuid, awalnya dibangun sekitar tahun 1887, kemudian ditutup pada tahun 1926 untuk direnovasi menjadi bangunan yang kini ada. Selama stasiun ini dibangun, kereta-kereta api menggunakan stasiun Batavia Noord. Sekitar 200 m dari stasiun yang ditutup ini dibangunlah Stasiun Jakarta Kota yang sekarang. Pembangunannya selesai pada 19 Agustus 1929 dan secara resmi digunakan pada 8 Oktober 1929. Acara peresmiannya dilakukan secara besar-besaran dengan penanaman kepala kerbau oleh Gubernur Jendral jhr. A.C.D. de Graeff yang berkuasa pada Hindia Belanda pada 1926-1931.[6]

Di balik kemegahan stasiun ini, tersebutlah nama seorang arsitek Belanda kelahiran Tulungagung, 8 September 1882, yaitu Frans Johan Louwrens Ghijsels.[5] Bersama teman-temannya seperti Hein von Essen dan F. Stolts, lelaki yang menamatkan pendidikan arsitekturnya di Delft itu mendirikan biro arsitektur Algemeen Ingenieur Architectenbureau (AIA). Karya biro ini bisa dilihat dari gedung Departemen Perhubungan Laut di Medan Merdeka Timur dan Rumah Sakit PELNI di Petamburan yang keduanya di Jakarta serta Rumah Sakit Panti Rapih di Yogyakarta.

Stasiun ini, pada zaman kolonial ada dua, yaitu Batavia NIS (Batavia Noord) dan Batavia BOS (Batavia Zuid).[4] Setelah kedua stasiun tersebut dibeli oleh pemerintah kolonial, perusahaan kereta api negara Staatsspoor en Tramwegen, berencana untuk membangun stasiun besar baru di atas lahan Stasiun Batavia BOS yang mulai ditutup sejak tahun 1923. Sebagai gantinya, maka stasiun Batavia Noord eks-NIS yang berjarak 200 meter ke arah Utara sebagai stasiun utama untuk melayani penumpang. Tahun 1926, stasiun eks-BOS mulai dibongkar. Pembangunan ini adalah proyek dari pembangunan gedung stasiun milik negara, maka Burgerlijke Openbare Werken, (Departemen Pekerjaan Umum Hindia Belanda), terlibat dalam pembangunannya.

Stasiun Beos merupakan karya besar Ghijsels yang dikenal dengan ungkapan Het Indische Bouwen yakni perpaduan antara struktur dan teknik modern barat dipadu dengan bentuk-bentuk tradisional setempat. Dengan balutan art deco yang kental, rancangan Ghijsels ini terkesan sederhana meski bercita rasa tinggi. Sesuai dengan filosofi Yunani Kuno, kesederhanaan adalah jalan terpendek menuju keindahan.[5]

Masa kini[sunting | sunting sumber]

Stasiun Jakarta Kota akhirnya ditetapkan sebagai cagar budaya melalui surat keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 475 tahun 1993. Walau masih berfungsi, di sana-sini terlihat sudut-sudut yang kurang terawat. Keberadaannya pun mulai terusik dengan adanya kabar pembangunan mal di atas bangunan stasiun. Demikian pula kebersihannya yang kurang terawat, sampah berserakan di rel-rel kereta. Selain itu, banyak orang yang tinggal di samping kiri kanan rel di dekat stasiun mengurangi nilai estetika stasiun ini. Kini pihak KAI melalui Unit Pelestarian Benda dan Bangunan Bersejarah telah mulai menata stasiun bersejarah ini.

Bangunan dan tata letak[sunting | sunting sumber]

Dua kereta api komuter tujuan bogor di Stasiun Jakarta Kota

Stasiun ini awalnya memiliki dua belas jalur kereta api dengan jalur 4 dan 5 merupakan sepur lurus jalur ganda dari dan ke arah Kampung Bandan Bawah-Pasar Senen-Jatinegara, jalur 8 dan 9 merupakan sepur lurus jalur ganda dari dan ke arah Kampung Bandan atas-Tanjung Priuk, serta jalur 11 dan 12 merupakan sepur lurus jalur ganda layang dari dan ke arah Gambir-Manggarai. Namun, saat ini jumlah jalurnya berkurang menjadi sebelas jalur karena jalur 1 yang lama sudah ditutup dan diubah menjadi ruang tunggu penumpang beberapa kereta api antarkota yang pelayanan rutenya berterminus di stasiun ini.

Mulai Februari 2022 sistem persinyalan elektrik lama produksi Siemens tipe SSI di sepanjang jalur layang tersebut sudah digantikan dengan yang terbaru produksi PT Len Industri. Penomoran jalur di stasiun ini diubah dengan mengurangi semua nomor jalurnya dengan angka satu. Sebelum menggunakan sinyal elektrik, stasiun Jakarta Kota menggunakan sinyal mekanik yang dibilang cukup unik, sinyal panggung dengan dua lengan sinyal dalam satu tiang

Salah satu hal yang unik dari stasiun ini adalah bangunan peronnya yang mirip dengan bangunan peron pulau di Stasiun Jember, yaitu berupa kanopi memanjang dengan atap berbentuk huruf V yang disangga struktur kantilever kolom tunggal dari baja.

Stasiun Jakarta Kota juga berfungsi sebagai tempat istirahat sementara bagi beberapa kereta api jarak jauh sebelum dipersiapkan pemberangkatannya di Gambir dan Pasar Senen. Di sebelah timur laut stasiun ini terdapat depo kereta yang terhubung langsung dengan jalur 9.

Stasiun ini terakhir direnovasi pada tahun 2019, salah satunya berupa penambahan ruang tunggu baru untuk kereta api jarak jauh.[7] Per 13 hingga 23 Februari 2020, wesel-wesel inggris dan scissors Stasiun Jakarta Kota yang telah digunakan selama hampir lima puluh tahun kini sudah diganti dengan yang terbaru.[8]

PapanKeretaApi 2020.svg

KRL CL icon.svgKAJJ icon.svg PapanNamaStasiunKomuter JAKK.svg

G Pintu masuk/keluar sisi utara
Hall stasiun Peron sisi
Jalur 1 Jalur parkir rangkaian kereta api
Jalur 2 Jalur parkir rangkaian kereta api
Peron teluk
Jalur 3 ← Jalur sepur ujung      Lin Bogor
Jalur 4      Lin Bogor menuju Bogor (Jayakarta)
Peron teluk
Jalur 5 Parkir kereta api antarkota
Jalur 6 Parkir kereta api antarkota
Peron teluk
Jalur 7 ← Jalur sepur ujung      Lin Tanjung Priok
Jalur 8      Lin Tanjung Priok menuju Tanjung Priuk (Kp. Bandan)
Peron teluk
Jalur 9 Parkir kereta api antarkota

Sepur lurus dari dan ke arah depo kereta

Jalur 10      Lin Bogor menuju Bogor (Jayakarta)
Peron teluk
Jalur 11      Lin Bogor menuju Bogor (Jayakarta)
Peron sisi
G Pintu masuk/keluar sisi selatan

Pada budaya populer[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini dijadikan salah satu lokasi syuting video musik oleh sejumlah grup musik dan penyanyi, seperti Krakatau dalam lagu yang berjudul Kau Datang pada tahun 1989, TIC Band dalam lagu Terbaik Untukmu pada tahun 2001, Kotak dalam lagu Selalu Cinta pada tahun 2013, penyanyi Kunto Aji dalam lagu debutnya yang berjudul Terlalu Lama Sendiri pada tahun 2014, dan Maudy Ayunda dalam lagu Jakarta Ramai pada tahun 2016.

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Depo Stasiun Jakarta Kota

Sejak sekitar tahun 2013-2014 semua kereta api penumpang jarak jauh dan menengah yang dahulu memiliki terminus ke Stasiun Jakarta Kota dialihkan ke Stasiun Pasar Senen, antara lain KA Gumarang, KA Gaya Baru Malam Selatan, KA Tegal Arum (sekarang tidak beroperasi lagi), dan KA Serayu. Pemindahan juga dilakukan ke Gambir untuk KA Argo Parahyangan dan KA Gajayana. Sejak tanggal 9 Februari 2017 semua perjalanan KA lokal Daop I bagian timur (KA Walahar Ekspres/Lokal Purwakarta dan KA Jatiluhur/Lokal Cikampek) dipindahkan ke Stasiun Tanjung Priuk.[9]

Sejak tanggal 29 Mei 2019, tiga perjalanan kereta api jarak jauh dan menengah kelas ekonomi yang semula berakhir di Stasiun Pasar Senen (KA Jayakarta, Menoreh, dan Kutojaya Utara), kini dipindahkan ke Stasiun Jakarta Kota.[10][11] Dengan berlakunya Gapeka 2021 tanggal 10 Februari 2021, maka stasiun terminus KA Jayakarta dikembalikan lagi ke Stasiun Pasar Senen untuk memudahkan pelayanan penumpang kereta api rangkaian panjang.

Antarkota[sunting | sunting sumber]

Jalur Nama kereta api Kelas Stasiun tujuan akhir Keterangan
Lintas utara Jawa Menoreh Ekonomi Semarang Tawang Dijalankan pada hari tertentu
Jakarta Kota
Lintas selatan Jawa Kutojaya Utara Ekonomi premium Kutoarjo
Jakarta Kota

Komuter[sunting | sunting sumber]

Nama kereta api Tujuan akhir Keterangan
B Lin Bogor Jakarta Kota -
Bogor
Nambo Hanya beberapa perjalanan
TP Lin Tanjung Priok Jakarta Kota -
Tanjung Priok

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 26 Desember 2014 pukul 06.30, lokomotif CC201 89 07 menabrak peron di Stasiun Jakarta Kota, pada saat melangsir rangkaian kereta api Argo Parahyangan. Lokomotif tersebut melampaui batas aman berhenti, sehingga meloncat keluar rel kemudian menggerus lantai peron. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.[12]

Antarmoda pendukung[sunting | sunting sumber]

Stasiun kereta api di DKI Jakarta
JICT (untuk Pelabuhan Tanjung Priok)
Jalan Tol Akses Tanjung Priok
Pasoso
Sungai Lagoa
Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
Tanjung Priuk TP 10 10D 10H 12 Terminal Tanjung Priok
Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
Ancol
Jakarta Gudang
B TP 1 4M 5K 9B 12 Jakarta Kota
Kampung Bandan C 5 5D 5H 10H
Jayakarta
Rajawali
Mangga Besar
Jembatan Layang Bandengan
Terowongan Kemayoran
Sawah Besar
Kemayoran
2 2A 2D 3 5H 7F 8A 12M Juanda
Jembatan Layang Angke
C Angke
T A Duri
Gambir Kereta Api Indonesia 2 2A 2D 5C 7F
Gondangdia
Jembatan Layang Tanah Abang
R Tanah Abang
Cikini
Karet
Pasar Senen Kereta Api Indonesia 2 2A 2D 5 5D 5K 7F 11V 14 Terminal Pasar Senen
Terowongan Senen
1 4 4C 6B 9B 13C M A CB BK Sudirman
Gang Sentiong
Mampang
Kramat
Terowongan Pramuka
4 4D 4H A Terminal Manggarai Manggarai
Pondok Jati
Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
9 9A Grogol
Matraman 5 5C 5D 5K 11V
2A 2D 3 3F 8 Pesing
Palmerah
Jembatan Layang Pesing
2A 2D 3 3F T Taman Kota
Kebayoran 8 13 13B 13C 13D 13E 13F R
Bojong Indah
ke Serpong
Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta
Rawa Buaya
Jatinegara Kereta Api Indonesia 4K 5 5C 5D 5E 5K 7F 7M 10 11 11V
Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
Kalideres
Cipinang
Jembatan Layang Klender
ke Tangerang
Klender
Depo KRL Bukit Duri
Buaran 11 11V
Jembatan Layang Tebet
Jembatan Layang Penggilingan
Tebet
Klender Baru
CB BK 4K 9 9A 9B 9C 13F Cawang
Cakung C 11T
Jalan Tol Lingkar Dalam Jakarta
Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta
Duren Kalibata
ke Cikarang
Pasar Minggu Baru
Pasar Minggu B Terminal Pasar Minggu
Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta
Tanjung Barat
Lenteng Agung
Univ. Pancasila
ke Bogor/Nambo
Jenis angkutan umum Trayek/koridor Tujuan
BRT Transjakarta 1 Blok M–Stasiun Kota (di halte Stasiun Kota)
4M Pulo Gadung 2-Stasiun Kota (di halte Stasiun Kota)
5K Kampung Melayu-Stasiun Kota (di halte Stasiun Kota)
9B Pinang Ranti-Stasiun Kota (di halte Stasiun Kota)
12 Tanjung Priok-Pluit (di halte Stasiun Kota)
Bus kota Transjakarta
1A Pantai Maju PIK–Balai Kota (di halte Stasiun Kota)
12A Stasiun Jakarta Kota–Pelabuhan Kaliadem (di halte Stasiun Kota)
12B Pluit–Senen via Pasar Ikan–Muara Karang (di halte Stasiun Kota)
12E History of Jakarta Explorer
12K Asemka Explorer
DA4 Stasiun MRT Dukuh Atas-Stasiun Jakarta Kota
RoyalTrans 1T (RoyalTrans) Cibubur Junction-Stasiun Jakarta Kota
Mikrotrans Transjakarta
JAK 10 Stasiun Jakarta Kota-Stasiun Tanah Abang (integrasi ke 122A2D35C 5K7F 8 8A9B10H12 12M)
JAK 13 Stasiun Jakarta Kota-Stasiun Tanah Abang (integrasi ke 1 2A 2D3 5K 89B12)
JAK 33 Stasiun Jakarta Kota–Terminal Pulo Gadung (integrasi ke 122A2D4 4D 4H 4K 4M 55D5E 5H 5K 7F 7M9B 10 10D 10H 12)
JR Connexion A Maxx Box Lippo Village-ITC Mangga Dua (via Gajah Mada Plaza)
B Summarecon Mal Serpong-ITC Mangga Dua
C Terminal Intermoda BSD-ITC Mangga Dua
D Hollywood Junction Jababeka-Stasiun Jakarta Kota
Mikrolet[13] M08 Stasiun Tanah AbangStasiun Jakarta Kota
M12 Stasiun Jakarta Kota–Terminal Senen
M15 Terminal Tanjung Priok–Stasiun Jakarta Kota via Tongkol
M15A Terminal Tanjung Priok–Stasiun Jakarta Kota via Mangga Dua
M25 Stasiun Jakarta Kota–Terminal Grogol
M39 Pademangan–Stasiun Jakarta Kota
M53 Stasiun Jakarta Kota–Terminal Pulo Gadung
Koperasi Wahana Kalpika (KWK)[13] B02 Stasiun Jakarta KotaCengkareng Timur
B06 Stasiun Jakarta KotaKamal Muara
U10 Sunter Agung-Stasiun Jakarta Kota

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Kutipan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Triyono 2002, hlm. 29.
  4. ^ a b c Murti Hariyadi, Ibnu; Basir; Pratiwi, Mungki Indriati; Ubaidi, Ella; Sukmono, Edi (2016). Arsitektur Bangunan Stasiun Kereta Api di Indonesia. Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero). hlm. 1 – 14. ISBN 978-602-18839-3-8. 
  5. ^ a b c d Majalah KA Edisi Agustus 2014
  6. ^ Stasiun Batavia Selatan Genap 80 Tahun Diarsipkan 2009-12-18 di Wayback Machine. Kompas.com 23 Oktober 2009, diakses 2 November 2011.
  7. ^ antaranews.com (2019-05-29). "Stasiun Jakarta Kota mulai layani pemberangkatan KA jarak jauh". Antara News. Diakses tanggal 2019-05-29. 
  8. ^ Media, Kompas Cyber. "Ini Penjelasan PT KAI soal 45 KRL Hanya Sampai Manggarai Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-02-17. 
  9. ^ "KAI Daop 1 Jakarta Ubah Dua Relasi KA Lokal". BeritaSatu.com. Februari 2017. 
  10. ^ Liputan6.com (2019-05-30). "Stasiun Jakarta Kota Mulai Layani Pemberangkatan Kereta Api Jarak Jauh". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-02-17. 
  11. ^ "Stasiun Jakarta Kota Layani Kereta Jarak Jauh, Ini Rute dan Fasilitasnya". SINDOnews.com. Diakses tanggal 2020-02-17. 
  12. ^ Liputan 6.com: Lokomotif Kereta Tabrak Peron Hancurkan Ruang Tunggu Stasiun Kota
  13. ^ a b "Daftar Trayek Angkutan Umum DKI Jakarta". Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Diakses tanggal 30 Desember 2017. 

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

Triyono, Adi (2002). Redesain Stasiun Jakarta Kota dengan Pendekatan Mixed Used & Preservasi Konservasi: Penekanan pada sirkulasi penumpang (S1 thesis). Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/1688. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Terminus Lintas Jakarta
Jakarta Kota–Tanjung Priuk
Kampung Bandan
Sisi atas
Lintas Jakarta
Jakarta Kota–Manggarai
Jayakarta
ke arah Manggarai
Lintas Jakarta
Jakarta Kota–Rajawali
Kampung Bandan
Sisi bawah
ke arah Rajawali