Lokomotif listrik ESS 3200

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lokomotif listrik ESS 3200
Lokomotif listrik ESS 3200
Lokomotif ESS 3202 (dengan plat 3201) menarik rangkaian Kereta Luar Biasa di Stasiun Jakarta Kota, 17 Agustus 2022
Data teknis
Sumber tenagaElektrik
ProdusenWerkspoor (Belanda)
Nomor seriWH 3200 / ESS 3200 (penomoran Belanda)
WH 200 (penomoran Jepang)
ModelWerkspoor-Heemaf 3200
Jumlah dibuat6 unit
Spesifikasi roda
Susunan roda AAR1B-B1
Klasifikasi UIC(1B)(B1)
Dimensi
Lebar sepur1.067 mm (3 ft 6 in)
Panjang12.800 mm (14 ydftin)
Lebar2.700 mm (2 ydft 10 in)
Tinggi maksimum4.100 mm (4 ydftin)
Jarak antara alat perangkai15.050 mm (16 ydftin)
Tinggi alat perangkai760 mm (2 ftin)
Berat
Berat kosong75 ton (74 ton panjang; 83 ton pendek)
Berat adhesi52 ton (51 ton panjang; 57 ton pendek)
Bahan bakar
Kelistrikan
Sistem kelistrikan1,500 V DC
Metode pengambilan arusPantograf
Sistem mesin
Motor traksi4x buatan Heemaf (lisensi dari Westinghouse)
Kinerja
Perbandingan roda gigi18:70
Kecepatan maksimum75 km/h (21 m/s)
Daya mesin895 kW (1.200 hp)
Lain-lain
Jenis suling/klakson lokomotifGong whistle(sebelum dipreservasi)
Mitsubishi AW-5 horn (sesudah dipreservasi)
Karier
Perusahaan pemilikElektrische Staatsspoorwegen
JulukanSi Bon-Bon, Djoko Top
Daerah operasiDaerah Operasi I Jakarta
Unit yang dilestarikanESS 3202
Pemilik sekarangPT Kereta Api Indonesia

Lokomotif listrik ESS 3200 (nomor model Werkspoor-Heemaf 3200)[1] adalah lokomotif listrik produksi pabrik Werkspoor, serta pernah melayani jalur Batavia (Jakarta) hingga ke Buitenzorg (Bogor).[2] Lokomotif ini dijuluki Si Bon-Bon karena berbentuk kotak dengan warna yang menyerupai coklat Bonbon.[3] Batch pertama dari lokomotif ini diproduksi pada tahun 1925, dengan jumlah 2 buah lokomotif bernomor WH 3201-3202. Kemudian diproduksi kembali batch kedua pada tahun 1927, dengan jumlah 4 buah lokomotif bernomor WH 3203-3206.[4] Lokomotif ini berdinas semenjak era Elektrische Staatsspoorwegen (ESS) hingga era Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) pada pertengahan 1970-an.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Elektrifikasi jaringan rel di Indonesia telah dibangun sejak tahun 1923, dan pertama kali dioperasikan pada tahun 1925 di jalur Tandjong Priok-Meester Cornelis dengan listrik aliran atas (LAA) bertegangan 1500 V DC.[4][5] Sarana, prasarana, maupun operasional kereta-kereta listrik di Batavia pada saat itu ditangani oleh perusahaan Elektrische Staatsspoorwegen (ESS), yang merupakan bagian dari perusahaan Staatsspoorwegen (SS). Selain lokomotif listrik seri 3200, ESS juga memesan beberapa jenis lokomotif listrik lain, seperti seri 3000 buatan Swiss Locomotive and Machine Works (SLM), seri 3100 buatan Allgemeine Elektricitäts-Gesellschaft (AEG), seri 3300 buatan Borsig, bahkan seri 4000 yang merupakan sebuah lokomotif bertenaga baterai 360 V DC buatan Werkspoor.[2]

Pada awalnya, lokomotif listrik ini hanya melayani dinasan kereta dengan rute Tandjong Priok-Meester Cornelis saja. Saat elektrifikasi dilanjutkan hingga ke daerah Depok dan Buitenzorg pada tahun 1930, ESS 3200 pun ikut juga didinaskan pada rute ini.[2]

Saat masa Pendudukan Jepang atas Hindia Belanda, semua sarana dan seri lokomotif listrik yang ada di Batavia mengalami perubahan sistem penomoran. Perubahan sistem penomoran ini adalah dengan menghapus angka pertama dari nomor semua seri lokomotif, dan hanya menyisakan 3 angka terakhir saja, seperti contohnya seri '3202' yang berubah menjadi seri '202'. Sistem penomoran ini pun masih terus digunakan hingga akhir masa pakai lokomotif listrik pada pertengahan 1970-an.[1]

Lokomotif seri ini masih terus beroperasi menarik rangkaian KA penumpang lokal hingga pertengahan 1970-an, dengan livery unit-unitnya yang sudah diubah menjadi abu-abu, silver, hitam, bahkan biru muda. Dengan usianya yang telah mencapai setengah abad, lokomotif-lokomotif listrik dipandang tidak lagi memadai untuk melayani angkutan penumpang, dan akhirnya digantikan dengan rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) Rheostatik baru buatan Jepang pada tahun 1976. Akibatnya, lokomotif-lokomotif listrik ini tidak dioperasionalkan lagi dan berakhir dirucat.[2]

Preservasi[sunting | sunting sumber]

Dari keenam unit seri 3200, hanya tersisa satu unit yang selamat dari perucatan, yaitu ESS 3202 yang ditemukan teronggok di dalam area kebun kereta afkir Balai Yasa Manggarai. Atas inisiatif dari organisasi pecinta kereta api Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), lokomotif listrik ESS 3202 ini pun kemudian direstorasi dan dipreservasi oleh PT Kereta Api (Persero).[2]

Lokomotif ini menjalani 2 kali tahap restorasi. Proses restorasi pertama selesai pada 29 Juli 2007,[2] dengan hanya memperbaiki kondisi tampilan body tanpa memperbaiki mesin maupun sistem kelistrikannya. Unit restorasi lokomotif ini pada awalnya diberi livery abu-abu, sesuai dengan warnanya saat pertama kali ditemukan di dalam area kebun kereta afkir Balai Yasa Manggarai, dan diberi nomor unit 3201.[3][nb 1]

ESS 3202 yang diberi plat nomor ESS 3201.
ESS 3202 yang diberi plat nomor ESS 3201.

Pada 14 April 2009, ESS 3202 dipindahkan dari Balai Yasa Manggarai ke Stasiun Tanjung Priuk. Pemindahan lokomotif ini ditujukan untuk dipajang sebagai tampilan aset bersejarah saat peresmian Stasiun Tanjung Priuk oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada 28 April 2009.[2]

ESS 3202 di emplasemen Stasiun Tanjung Priuk, 27 Mei 2009.
ESS 3202 di emplasemen Stasiun Tanjung Priuk, 27 Mei 2009.

Pada 2 September 2009, ESS 3202 dibawa ke Balai Yasa Manggarai dari Stasiun Tanjung Priuk untuk kembali menjalani tahap restorasi. Tahap restorasi kedua ini berencana untuk menghidupkan kembali mesin dan sistem kelistrikannya sehingga lokomotif ini dapat kembali hidup, dengan komponen-komponen seperti mesin dan pantograf yang mengambil dari unit KRL Rheostatik di dalam Balai Yasa.[2]

Mesin ESS 3202 yang diambil dari KRL Rheostatik.
Mesin ESS 3202 yang diambil dari KRL Rheostatik.
Pantograf ESS 3202 yang diambil dari KRL Rheostatik.
Pantograf ESS 3202 yang diambil dari KRL Rheostatik.

Lokomotif ini pun masih menggunakan livery abu-abu, dan sempat diujicobakan pada 19 Juli 2012 ke Stasiun Depok.[6] Namun, livery lokomotif ini kemudian diganti menjadi biru, dengan alasan mengacu kepada warna sebuah brosur dari pabrik Heemaf Hengelo yang mempromosikan lokomotif ini.[nb 2]

ESS 3202 yang diberi livery biru mengikuti brosur Heemaf Hengelo.
ESS 3202 yang diberi livery biru mengikuti brosur Heemaf Hengelo.

Hingga saat ini, ESS 3202 disimpan di dalam Balai Yasa Manggarai. Unit lokomotif ini sangat jarang dikeluarkan dari Balai Yasa Manggarai karena memiliki masalah pada girboks yang sudah tua dan tidak bisa diganti dengan yang baru akibat regulasi barang cagar budaya.[6]

Selain lokomotif, terdapat pula bekas 2 buah roda penggerak dari seri ESS 3200 yang masih tersisa hingga saat ini. Kedua roda lokomotif ESS 3200 ini dipajang di dalam area Balai Yasa Manggarai.[butuh rujukan]

Bekas roda lokomotif ESS 3200 yang dipajang di dalam area Balai Yasa Manggarai.
Bekas roda lokomotif ESS 3200 yang dipajang di dalam area Balai Yasa Manggarai.

Insiden[sunting | sunting sumber]

Pada 20 September 1968, terjadi sebuah tabrakan antara rangkaian KA penumpang bernomor 406 tujuan Stasiun Bogor yang ditarik oleh lokomotif listrik seri 3201 dengan rangkaian KA penumpang bernomor 309 tujuan Stasiun Jakarta Kota yang ditarik oleh Lokomotif BB201 11, peristiwa ini pun dikenal sebagai tabrakan kereta api Ratujaya 1968. Peristiwa tabrakan yang menewaskan 46 korban jiwa ini terjadi pada hari Jumat pagi, yang berlokasi di daerah Ratujaya, petak antara Stasiun Depok dengan Stasiun Citayam. Akibat kejadian ini, kedua lokomotif pun rusak berat, serta 3 unit kereta penumpang hancur. Seri 3201 sendiri langsung afkir setelah mengalami kejadian ini, dan berakhir dirucat.[8]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Sejak pertama kali ditemukan di dalam area kebun kereta afkir Balai Yasa Manggarai, lokomotif ini sudah tidak memiliki plat nomor pada bagian bodynya. Pihak Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) sendiri sudah mengetahui bahwa unit lokomotif ini memiliki nomor seri 3202. Namun pada saat tahap restorasi, nomor seri lokomotif ini diubah menjadi 3201, dengan kemungkinan alasan sebagai sebuah penanda bahwa lokomotif ini merupakan satu-satunya unit dari seri ESS 3200 yang tersisa, bahkan juga sebagai penanda satu-satunya lokomotif listrik di Indonesia yang tersisa. Unit asli lokomotif listrik ESS 3201 sendiri sudah afkir dan dirucat karena terlibat dalam peristiwa tabrakan kereta api di daerah Ratujaya pada tahun 1968.
  2. ^ Berdasarkan hasil laporan tim observasi Lembaga Cagar Budaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda ketika berkunjung ke Balai Yasa Manggarai pada 13 Oktober 2014, tim observasi memberikan masukan agar Lokomotif ESS 3202 kembali diwarnai coklat sesuai dengan warna aslinya. Hal tersebut dikarenakan warna biru yang tercetak dalam brosur pabrik Heemaf Hengelo merupakan substitusi dari warna coklat. Diketahui pada tahun 1928, teknologi percetakan berwarna masih sederhana dan sangat terbatas. Sehingga, warna coklat pada saat itu tidak dapat diproduksi oleh percetakan berwarna. Warna coklat ini juga menjelaskan mengapa lokomotif seri ESS 3200 dijuluki sebagai lokomotif Si Bon-Bon.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "De eerste in Nederland vervaardigde elektrische treinen voor Nederlands Indië door Heemaf-Werkspoor (1925-1928) + Film". Diakses tanggal 2022-08-30. 
  2. ^ a b c d e f g h i "The Indonesian Heritage Railway:Lokomotif Listrik ESS3201". Archived from the original on 2014-08-08. Diakses tanggal 2022-08-30. 
  3. ^ a b "Sahabat Bon Bon". Diakses tanggal 2022-08-30. 
  4. ^ a b "Electrische Staatspoorwegen". searail.malayanrailways.com. Diakses tanggal 2022-08-01. 
  5. ^ Hartono A.S. 2011. Lokomotif elektrik lebar sepur 1067mm (bagian 1). Majalah KA 60: 36-37. Juli 2011.
  6. ^ a b "Bon Bon, Mengenal Legenda Lokomotif Listrik Pertama di Indonesia". Diakses tanggal 2022-08-30. 
  7. ^ de Vries, Ben; de Graaf, Gerard; Schild, Richard, ed. (2014). Identification Mission on Historical rolling stock in Indonesia (dalam bahasa Inggris). Ministerie van Onderwijs, Cultuur en Wetenschappen. hlm. 10. 
  8. ^ "Tragedi Ratujaya 1968 – RODA SAYAP". Diakses tanggal 2022-08-01. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]